Mengapa Penderita Diabetes Rentan Diamputasi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Orang dengan diabetes rentan mengalami masalah kaki, sering kali karena dua komplikasi diabetes, yaitu kerusakan saraf (neuropati) dan sirkulasi darah yang buruk. Neuropati menyebabkan hilangnya rasa di kaki Anda (mati rasa), itu dapat menghilangkan kemampuan Anda untuk merasakan rasa sakit dan ketidaknyamanan, sehingga Anda mungkin tidak mendeteksi cedera atau iritasi. Sirkulasi yang buruk di kaki Anda mengurangi kemampuan untuk pemulihan, Anda bahkan akan kesulitan melindungi luka kecil dari infeksi. Dengan mengidap diabetes, masalah kaki yang ringan bisa berubah menjadi komplikasi yang serius hingga membutuhkan amputasi kaki.

Amputasi kaki penderita diabetes

Orang dengan diabetes jauh lebih mungkin untuk mengalami amputasi kaki dibandingkan dengan orang lain. Mengapa bisa begitu? Banyak orang dengan diabetes memiliki penyakit arteri perifer (PAD) yang membuat aliran darah menuju kaki sedikit. Selain itu, banyak orang dengan diabetes memiliki penyakit saraf yang dapat membuat kaki mati rasa.

Masalah ini membuat kaki mudah mendapatkan bisul dan infeksi yang dapat menyebabkan amputasi. Amputasi yang paling umum untuk diabetes adalah amputasi kaki, jari kaki, dan kaki bagian bawah. Meskipun begitu, kebanyakan amputasi dapat dicegah dengan melakukan perawatan rutin dan menggunakan alas kaki yang tepat.

Jadi, rawatlah kaki Anda dengan baik dan kunjungi layanan kesehatan Anda segera. Tanyalah mengenai sepatu apa yang dapat dipakai untuk penderita diabetes. Ikutilah selalu saran dokter ketika merawat bisul atau masalah lainnya. Salah satu ancaman terbesar bagi kaki Anda adalah merokok. Merokok mempengaruhi pembuluh darah kecil. Hal ini dapat menyebabkan aliran darah ke kaki menurun dan membuat luka pulih dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, kebanyakan penderita diabetes yang membutuhkan amputasi adalah perokok.

Pemicu amputasi kaki pada penderita diabetes

1. Infeksi dan ulkus (luka) yang tidak kunjung sembuh

Ulkus adalah sakit pada kulit yang dapat menuju ke tulang. Karena sirkulasi yang buruk dan neuropati pada kaki, luka atau lecet dapat dengan mudah berubah menjadi bisul yang terinfeksi dan tidak akan sembuh. Ini adalah komplikasi serius yang umum terjadi pada penderita diabetes dan ini juga dapat menyebabkan hilangnya telapak kaki, kaki, maupun nyawa Anda.

2. Mata ikan dan kapalan

Ketika neuropati hadir, Anda tidak bisa mengatakan jika sepatu Anda yang menyebabkan tekanan sehingga menimbulkan mata ikan dan kapalan. Mata ikan dan kapalan harus segera diobati, atau mereka dapat berkembang menjadi borok.

3. Kulit kering dan pecah-pecah

Kurangnya sirkulasi dan neuropati dapat membuat kulit Anda kering. Hal ini mungkin tampak terlihat tidak berbahaya, namun kulit kering dapat mengakibatkan retakan yang mungkin menjadi luka dan menyebabkan infeksi.

4. Kelainan kuku

Kuku kaki yang tumbuh ke dalam dan infeksi jamur dapat menyerang tanpa sepengetahuan Anda karena hilangnya rasa pada kaki (mati rasa). Jika hal itu tidak segera diobati, maka itu akan menyebabkan infeksi.

5. Jari kaki palu dan bunion

Kerusakan saraf yang memengaruhi otot dapat menyebabkan kelemahan otot dan hilangnya tonus pada kaki, sehingga menghasilkan jari palu dan bunion. Jika tidak diobati, cacat ini bisa menyebabkan borok.

6. Kaki Charcot

Ini adalah kelainan bentuk kaki yang kompleks. Ini berkembang sebagai akibat dari hilangnya sensasi dan tidak terdeteksinya kerusakan tulang yang mengarah kepada penghancuran jaringan lunak kaki. Karena neuropati, rasa sakit dari fraktur terjadi tanpa disadari, dan pasien biasanya akan terus berjalan meskipun pada kenyataannya tulang sudah patah, hal ini menyebabkan kondisi kaki lebih buruk.

7. Aliran darah yang buruk

Pada diabetes, pembuluh darah di bawah lutut sering menyempit dan membatasi aliran darah. Hal ini dapat mencegah penyembuhan terhadap luka dan membuat kematian jaringan kaki.

Meskipun berbagai penyakit di atas dapat terhindar  dari amputasi kaki dengan berbagai perawatan pencegahan dan pengobatan yang tepat dari infeksi dan komplikasi, namun ada kalanya amputasi tetap diperlukan untuk menghilangkan jaringan yang terinfeksi, sehingga itu akan menyelamatkan anggota tubuh lainnya dan bahkan nyawa Anda.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca