Jenis Sampo dan Perawatan Kulit Kepala yang Tepat untuk Dermatitis Seboroik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Dermatitis seboroik adalah jenis dermatitis yang paling sering menyebabkan peradangan pada kulit kepala. Gejala utamanya berupa kulit kepala yang kering, gatal, dan kemerahan kemudian berkerak hingga menimbulkan serpihan sisik mirip ketombe. Maka itu, salah satu perawatan yang diperlukan untuk gejala dermatitis seboroik adalah sebuah sampo khusus.

Sampo seperti apa yang diperlukan untuk mengatasi dermatitis seboroik?

Rekomendasi sampo untuk mengobati dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik kadang dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Meski demikian, penyakit kulit ini cukup mengganggu penampilan jika terus dibiarkan.

Sebagai pengobatan di awal, dokter dapat merekomendasikan Anda untuk keramas dengan sampo yang mengandung formula atau obat khusus mengatasi gejala dermatitis seboroik.

Pilihan utamanya dapat berupa sampo antiketombe atau sampo antijamur yang mengandung obat ketoconazole, kortikosteroid, dan agen keratolitis. Sampo yang memiliki efek antiketombe juga bisa digunakan untuk mengobati dermatitis seboroik atau cradle cap pada bayi.

Di bawah ini adalah beberapa pilihan sampo yang sering disarankan dokter untuk mengobati gejala dermatiti seboroik. Kebanyakan sampo ini umumnya mudah ditemukan di berbagai apotek dan supermarket tanpa menebus resep:

1. Sampo dengan selenium sulfida

Sampo yang tepat untuk dermatitis seboroik idealnya mengandung 2.5% selenium sulfida. Bahan kimia ini bersifat antijamur yang dapat mengurangi jumlah jamuur di kulit kepala, merontokkan ketombe, serta meringankan iritasi kulit dan rasa gatal.

Rutin keramas dengan sampo ini sebaiknya dua kali dalam seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak ada efek samping berarti yang ditimbulkan sari sampo ini, selain sensansi kulit kepala yang berminyak.

2. Sampo dengan zinc pyrithione 

Zinc pyrithione merupakan bahan kimia yang biasanya terkandung dalam sampo antiketombe komersil.

Fungsi Zinc pyrithione adalah untuk menghilangkan mikroba dan jamur dari kulit kepala. Kandungan ini juga membantu meredakan rasa gatal dan peradangan yang diakibatkannya.

Pilihlah sampo yang mengandung 1-2% seng pyrithione untuk mengatasi gejala dermatitis seboroik.

Setelah dioleskan pada kulit kepala, diamkan dulu hingga sepuluh menit sampai meresap sebelum dipijat merata dan dibilas dengan air.

3. Sampo dengan asam salisilat

Komposisi zat aktif berupa asam salisilat dalam sampo dapat berguna untuk menghentikan pengelupasan kulit akibat gejala dermatitis seboroik. Kandungan ini memang biasa digunakan pada sampo antiketombe yang berfungsi mencegah pembentukan sel-sel ketombe.

Meski demikian, belum ada cukup penelitian yang dapat membuktikan efektivitas salisilat ini untuk kesembuhan dermatitis seboroik.

4. Sampo dengan ketoconazole

Sampo yang mengandung bahan aktif antijamur ketoconazole selama ini sangat efektif dalam mengatasi ketombe. Sampo ini tak sekadar berfungsi menekan pertumbuhan jamur pada kulit kepala, tapi juga bercukup kuat untuk melawan peradangan.

Penggunaannya secara keseluruhan terbukti aman dan tidak menimbulkan efek samping yang perlu dikhawatirkan.

5. Sampo belangkin (coal tar)

Sampo dengan kandungan coal tar dapat meredakan peradangan kulit atau infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur. Kandungan coal tar bahkan dapat mengurangi sebum atau minyak pada permukaan kulit.

Namun, sampo dengan coal tar bisa berisiko menjadi iritan yang memicu terjadinya dermatitis kontak pada tangan setelah pemakaian.

6. Sampo dengan keratolitik

Salah satu studi dari Departement of Dermatology, Mount Sinai School Medicine di New York membuktikan sampo dengan kandungan keratolitik seperti asam lipohidroksi (0.1%) lebih efektif untuk mengendalikan gejala dermatitis seboroik daripada jenis lainnya.

Peneliti membandingkannya dengan sampo yang mengandung asam salisilat (1.3%), sampo kombinasi yang mengandung ciclopiroxolamine (1.5% ), dan asam salisilat (3%).

Keampuhan sampo asam lipohidroksi dapat mulai terlihat setelah 1-2 minggu pemakaian rutin, jika dikombinasikan dengan pengobatan untuk dermatitis seboroik lainnya.

Apa pun jenis yang dipilih atau disarankan dokter, hendaknya Anda mengikuti aturan penggunaan sampo tersebut dengan benar.

Jika satu sampo tidak cukup efektif untuk meredakan gejala, sebaiknya segera beralih pada jenis sampo lain. Konsultasikan kembali pada dokter spesialis kulit mengenai produk sampo yang tepat untuk Anda.

Perawatan kulit kepala lainnya untuk dermatitis seboroik

Penyebab dermatitis seboroik hingga kini belum diketahui secara pasti. National Eczema Association menjelaskan kondisi seperti mutasi genetik, perubahan hormon, dan infeksi mikroorganisme diketahui memiliki kaitan dengan terjadinya mekanisme peradangan kulit.

Selain itu, beberapa penyakit tertentu yang berhubungan dengan gangguan sistem imun seperti HIV dan psoriasis, dan masalah sistem saraf seperti penyakit Parkinson juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami dermatitis seboroik.

Peradangan pada kulit kepala menimbulkan ruam-ruam kemerahan sekaligus munculnya sisik-sisik putih yang bisa mengelupas seperti ketombe. Bagian kulit yang terdampak umumnya terasa sangat gatal dan perih. Tak jarang, rambut juga mengalami kerontokan yang masif.

Itu kenapa penanganan dermatitis seboroik yang telah menyebar luas di kulit kepala tidak bisa sekadar mengandalkan penggunaan sampo. Anda perlu mengombinasikannya dengan beberapa perawatan kulit kepala lain untuk bisa efektif mengatasi gejala dermatitis seboroik.

Menggunakan obat-obatan topikal

Salah satu obat obat oles yang bisa digunakan untuk melengkapi perawatan dermatitis seboroik dengan sampo adalah krim atau salep kortikosteroid.

Obat dermatitis ini bekerja efektif dalam meredakan ruam kemerahan dan peradangan pada kulit sehingga menghilangkan rasa gatal dan perih.

Aturan penggunaannya bisa berbeda-beda untuk setiap orang tergantung tingkat keparahan penyakit. Secara umum, krim biasanya dioleskan sebanyak dua kali sehari dalam waktu tiga minggu sampai kulit bersisik dan rasa gatal hilang.

Poin terpentingnya adalah selalu ikuti aturan yang ditentukan oleh dokter.

Mengoleskan emolien secara rutin

Penggunaan emolien dapat menjaga kulit selalu lembab sehingga tidak rentan mengalami iritasi atau perdanganan. Pilihlan pelembab nonkosmetik yang tidak mengandung bahan pewangi ataupun pengawet agar lebih aman di kulit.

Pelembab harus dioleskan secara rutin, setidaknya 3 kali dalam sehari hanya pada kulit yang terdampak. Hindari menggosok kulit terlalu keras, terutama untuk bayi dan anak-anak.

Cobalah untuk menggunakan alat bantu seperti sisir dengan sikat yang halus untuk mengoleskan pelembab pada seluruh permukaan kulit kepala.

Melakukan pengobatan alami

Selain dengan sampo dan obat dari dokter, terdapat beberapa pengobatan eksim alami yang dapat dicoba untuk mengatasi dermatitis seboroik.

Beberapa jenis bahan alami tersebut adalah:

  • Minyak atsiri dengan ekstrak bahan alami
  • Cuka apel
  • Minyak kelapa
  • Madu

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Gatal-gatal dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan kapan obat oles atau salep berguna untuk mengatasi gatal-gatal karena jamur kulit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit
Dermatologi, Health Centers 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 22 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 21 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 20 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala psoriasis

Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 7 menit
psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
penyebab penyakit kulit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit