home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Macam-macam Salep Eksim dan Tips Penggunaannya

Macam-macam Salep Eksim dan Tips Penggunaannya

Obat untuk eksim alias dermatitis atopik tersedia dalam berbagai bentuk, salah satunya salep. Salep eksim pun terbagi lagi menjadi obat bebas serta resep dokter. Mengingat banyaknya jenis salep yang tersedia, mungkin tak sedikit penderita eksim yang masih bingung menentukan jenis salep terbaik untuknya.

Lantas, apa saja jenis salep yang ampuh mengatasi eksim dan seperti apa cara penggunaan yang baik agar obat bekerja dengan optimal?

Berbagai pilihan salep untuk mengatasi eksim

Salep scabies atau kudis

Istilah eksim, eksim kering, dan dermatitis atopik merujuk pada penyakit yang sama, yakni peradangan pada kulit yang ditandai dengan kulit gatal, kering, dan kemerahan. Hingga kini belum diketahui apa pastinya penyebab eksim.

Obat-obatan termasuk salep pada dasarnya tidak bisa menyembuhkan eksim. Akan tetapi, penggunaan obat tetap menjadi bagian vital dari cara mengobati eksim dalam jangka panjang dengan tujuan berikut.

  • Mencegah agar gejala tidak memburuk atau mudah kambuh di kemudian hari.
  • Meringankan rasa sakit dan gatal.
  • Mengurangi stres emosional yang dapat memicu kekambuhan.
  • Mencegah infeksi pada kulit yang terdampak eksim.
  • Menghentikan penebalan kulit.

Setiap jenis salep untuk dermatitis atopik memiliki kandungan yang berbeda dengan cara kerja tersendiri. Berikut obat eksim kering dalam bentuk salep yang paling sering digunakan.

1. Kortikosteroid

Salep kortikosteroid merupakan salah satu obat eksim yang paling sering diresepkan dokter. Dikenal juga sebagai steroid, obat ini meredakan peradangan pada kulit akibat eksim sehingga gejala berkurang dan kulit bisa kembali pulih.

Jenis dan dosis salep steroid akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang Anda alami. Jika kondisi Anda tidak membaik, dokter dapat meresepkan salep steroid dari jenis yang lebih keras atau dosis yang lebih tinggi.

Salep dan krim kortikosteroid cukup aman digunakan untuk anak-anak maupun orang dewasa asalkan mengikuti anjuran dokter. Ibu hamil atau menyusui pun diperbolehkan untuk menggunakan obat ini, dengan catatan hanya dalam dosis rendah.

Kendati obat eksim kering satu ini terbilang ampuh, salep steroid tidak ditujukan untuk pengobatan jangka panjang. Melansir studi dalam Indian Dermatology Online Journal, penggunaan steroid secara berlebihan memiliki efek samping serius pada kulit.

Efek samping obat kortikosteroid yang paling umum adalah penipisan tekstur dan perubahan warna pada area kulit yang sering diolesi obat. Selain itu, rambut halus juga bisa bertumbuh makin banyak di area tersebut.

2. Salep antiradang NSAID

Salep antiradang NSAID seperti crisaborole yang dioleskan dua kali sehari dapat mengobati eksim tingkat ringan hingga sedang. Crisaborole mengurangi peradangan yang terjadi dengan menghambat enzim yang disebut PDE-4.

Ketika enzim PDE-4 diblokir, tubuh akan mengurangi produksi sitokin. Sitokin adalah protein khusus yang dibutuhkan untuk memicu peradangan. Jika sitokin dalam darah sedikit, semakin minim pula peradangan yang menghasilkan gejala eksim.

Obat ini terbukti efektif mengurangi peradangan dan membantu pemulihan kulit seperti semula. Uji klinis juga telah menunjukkan bahwa crisaborole dapat ditoleransi dengan baik ketimbang kortikosteroid sehingga lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.

Meski begitu, Anda tetap perlu berdiskusi dengan dokter bila hendak menggunakan obat ini pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Pasalnya, ada kemungkinan efek samping berupa nyeri atau rasa tersengat pada area kulit yang diolesi salep.

3. Calcineurin inhibitor

Salep kudis dan scabies di tangan

Obat oles lainnya yang cukup diandalkan untuk mengatasi eksim kering adalah salep calcineurin inhibitor. Obat ini bekerja dengan menghambat fungsi calcineurin, yakni sejenis protein yang mengaktifkan sel T pada sistem imun untuk memicu peradangan.

Ada dua jenis calcineurin inhibitor, yakni tacrolimus dan pimecrolimus. Tacrolimus diperuntukkan bagi anak usia 2 – 15 tahun dan orang dewasa dengan gejala sedang hingga parah, sedangkan pimecrolimus digunakan untuk eksim ringan hingga sedang.

Salep ini bisa dioleskan pada bagian kulit mana pun, termasuk area dengan kulit yang lebih tipis seperti wajah, kelopak mata, dan kelamin. Anda boleh memakainya sebagai alternatif steroid, dengan efek samping yang lebih ringan berupa rasa panas.

4. Pelembap

Salah satu gejala khas dari eksim adalah kulit kering. Pelembap sebenarnya bukanlah obat yang bisa menyembuhkan eksim kering, tapi salep mengandung pelembap akan melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut.

Anda bisa menggunakan pelembap paling tidak 2-3 kali sehari untuk melembapkan dan melindungi kulit dari risiko pecah-pecah. Sebaiknya oleskan pelembap ketika kondisi kulit masih lembap sehabis mandi.

Pilihlah pelembap untuk kulit kering yang memiliki kandungan minyak tinggi, tapi tidak mengandung alkohol, parfum, pewarna, ataupun zat kimia lainnya. Pelembap dengan kandungan emolien atau salep seperti petroleum jelly pun boleh Anda gunakan.

Namun, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter untuk mencari jenis pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit Anda. Hal ini terutama penting jika Anda sensitif terhadap zat kimia tertentu yang dapat memicu dermatitis kontak.

Tips menggunakan salep untuk eksim

Salep kortikosteroid

Berikut tips menggunakan salep untuk eksim kering agar obat ini bekerja lebih optimal pada kulit.

  • Selalu ikuti cara pemakaian yang dianjurkan dokter maupun yang tertera pada label kemasan obat.
  • Jangan mengoleskan salep steroid secara berlebihan. Hanya gunakan pada area kulit yang bermasalah.
  • Jangan mengoleskan salep steroid kuat pada kulit yang tipis seperti kelopak mata, lipatan kulit, atau kulit anak-anak, kecuali atas saran dokter.
  • Gunakan obat terlebih dulu, baru pelembap.
  • Gunakan pelembap pada tangan setiap sehabis mandi agar kulit tangan tidak kering.
  • Oleskan pelembap pada telapak tangan dan gosok-gosok terlebih dulu. Lalu, baru oleskan pada kulit dengan arah ke bawah.
  • Berkebalikan dengan salep steroid, Anda justru disarankan untuk memakai pelembap dalam jumlah banyak untuk melindungi kulit.
  • Jangan gunakan pelembap bila luka eksim melepuh atau mengeluarkan cairan.

Salep merupakan salah satu obat pertama yang disarankan dokter untuk mengobati eksim. Penggunaannya memang mudah, tapi pastikan Anda selalu mengikuti anjuran dokter agar obat bekerja dengan baik dan kulit tidak mengalami efek samping parah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eczema Treatment | National Eczema Association. (2020). Retrieved 23 September 2020, from https://nationaleczema.org/eczema/treatment/

Prescription Topicals. (2020). Retrieved 23 September 2020, from https://nationaleczema.org/eczema/treatment/topicals/

Atopic eczema – Treatment. (2020). Retrieved 23 September 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/atopic-eczema/treatment/

Controlling Eczema by Moisturizing. (2020). Retrieved 23 September 2020, from https://nationaleczema.org/eczema/treatment/moisturizing/

​​​​​Eczema: How to Use Moisturisers and Topical Steroids. (2020). Retrieved 23 September 2020, from https://www.healthxchange.sg/head-neck/skin-health/eczema-moisturisers-topical-steroids

Coondoo, A., Phiske, M., Verma, S., & Lahiri, K. (2014). Side-effects of topical steroids: A long overdue revisit. Indian Dermatology Online Journal, 5(4), 416. doi: 10.4103/2229-5178.142483.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 09/10/2020
x