home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Obat Tradisional yang Ampuh untuk Mengatasi Eksim

Berbagai Obat Tradisional yang Ampuh untuk Mengatasi Eksim

Pilihan pengobatan untuk eksim (dermatitis atopik) tersedia dalam beragam bentuk, mulai dari prosedur medis hingga solusi serba alami. Obat tradisional memang tidak akan menyembuhkan eksim sepenuhnya. Namun, bahan-bahan tersebut bisa meredakan gejala dan mengurangi keinginan menggaruk sehingga luka eksim tidak bertambah parah.

Apa saja bahan-bahan yang dapat Anda gunakan?

Berbagai obat eksim tradisional

herbal untuk rambut rontok

Pengobatan eksim biasanya menggunakan obat kortikosteroid berbentuk minum atau oles untuk mengurangi gatal dan radang. Namun, obat kortikosteroid sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang mengingat adanya potensi efek samping yang merugikan.

Efek samping yang paling umum antara lain penipisan dan perubahan warna kulit pada area yang sering diolesi obat. Maka, guna mengurangi risikonya, tidak sedikit orang yang menyelingi pengobatan eksim secara medis dengan obat tradisional atau herbal.

Berikut pilihan obat tradisional yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Minyak kelapa murni

Minyak kelapa murni dipercaya sebagai obat eksim tradisional karena mengandung vitamin K dan E serta asam laurat. Berbagai kandungan ini dapat meredakan gatal dan memberikan efek sejuk padai kulit yang meradang.

Selain itu, khasiat zat antijamur, antibakteri, dan antioksidan dari minyak kelapa murni juga sekaligus mengurangi risiko infeksi pada eksim. Anda bisa memperoleh manfaat ini dengan rutin mengoleskan minyak kelapa pada kulit yang terkena eksim.

2. Kunyit

Kunyit merupakan salah satu bahan herbal yang kerap digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi gejala eksim. Manfaat ini terkenal berkat kandungan antioksidan dan zat antiradang di dalamnya.

Keduanya bekerja sama untuk membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan lebih lanjut yang diakibatkan peradangan eksim. Tidak hanya itu, antioksidan dalam kunyit juga membantu melindungi tubuh dari serangan infeksi.

Cukup campurkan satu setengah sendok teh kunyit dengan susu secukupnya. Aduk rata hingga teksturnya menjadi pasta atau krim. Oleskan campuran kunyit pada kulit yang gatal. Ulangi dua kali sehari sampai kemerahan dan gatal berkurang.

Sebagai alternatif, Anda pun bisa melarutkan satu setengah sendok teh kunyit dalam air mendidih. Aduk selama 10 menit, lalu biarkan dingin. Anda dapat meminum larutan ini atau untuk membilasnya ke area kulit yang terasa gatal.

3. Gel lidah buaya

Lidah buaya mempunyai sederet khasiat yang membuatnya diandalkan sebagai obat eksim tradisional. Sebagai contoh, zat antiradang di dalamnya memberikan efek sejuk pada kulit yang terasa gatal dan panas akibat eksim.

Kulit penderita eksim biasanya kering dan rawan terinfeksi. Keunggulan lain dari lidah buaya adalah kemampuannya untuk menjaga kulit tetap lembap. Ditambah lagi, sifat antimikroba pada lidah buaya turut mencegah infeksi lebih lanjut pada kulit.

Berikut cara mengobati eksim secara alami menggunakan gel lidah buaya.

  1. Ambil ekstrak gel dari daun lidah buaya segar. Anda juga bisa mencampurkan gel lidah buaya dengan sedikit minyak vitamin E untuk menambah manfaatnya.
  2. Oleskan gel pada kulit yang bermasalah. Biarkan hingga gel kering dengan sendirinya, lalu bilas dengan air hangat.
  3. Lakukan langkah ini dua kali sehari selama beberapa minggu hingga gejala mereda.

4. Oatmeal

Selain baik untuk pencernaan, oatmeal ternyata juga memiliki antioksidan, fenol, dan berbagai zat antiradang lainnya yang bermanfaat bagi kulit. Sifat antiradang ini diyakini membantu meredakan gatal dan rasa panas pada kulit akibat eksim.

Oatmeal juga mengandung lemak baik dan gula berbentuk polisakarida yang berguna bagi kesehatan kulit. Lemak adalah pelumas yang membantu mengatasi kulit kering bersisik, sedangkan polisakarida menjaga kulit tetap lembap dan terhidrasi.

Menjaga kelembapan kulit adalah salah satu prinsip utama pengobatan eksim yang tidak boleh terlewatkan. Berikut cara memanfaatkan oatmeal sebagai obat tradisional untuk eksim:

  1. Siapkan selembar kain tipis dan bersih serta oatmeal kering. Tuangkan tiga sendok oatmeal pada kain tersebut, lalu ikat kain menyerupai bundel kecil.
  2. Siapkan air yang akan Anda gunakan untuk mandi, lalu masukkan bundel kain tersebut ke dalam bak mandi berisi air. Rendam selama kurang lebih 15 menit.
  3. Gunakan bundel oatmeal tersebut untuk menggosok bagian tubuh yang terkena eksim.
  4. Anda juga bisa membilas tubuh dengan air bak mandi yang menjadi rendaman bundel oatmeal.

Cobalah mandi dengan oatmeal secara rutin hingga gejala berkurang. Guna memperoleh hasil yang optimal, sebaiknya gunakan air hangat dan hindari mandi terlalu lama. Gosokkan pula bundel oatmeal dengan lembut agar kulit tidak mengalami iritasi lebih lanjut.

5. Garam Himalaya

Garam Himalaya adalah garam khas dari tambang Khewra Salt Mine yang terletak di kaki pegunungan Himalaya. National Association of Eczema telah menyetujui khasiat garam ini sebagai obat herbal untuk meredakan berbagai gejala eksim.

Garam Himalaya kaya akan kandungan natrium yang dapat menarik sebagian limbah keluar melalui pori-pori kulit. Natrium juga mengikat kelembapan sehingga area kulit yang cenderung kering bersisik dapat menjadi lebih terhidrasi dan kenyal.

Untuk menggunakannya sebagai obat eksim alami, masukkan 230 gram (kira-kira 1 gelas belimbing) garam Himalaya ke dalam bak mandi berisi air. Rendam tubuh Anda selama 10 menit supaya mineral dalam garam bisa terserap sempurna ke dalam kulit.

Namun, jangan berendam dengan air panas. Suhu tinggi dapat mengikis minyak alami pada kulit sehingga kulit semakin kering dan gejala eksim bertambah parah. Gunakan air hangat atau bersuhu suam kuku untuk melindungi kelembapan kulit.

Setelah selesai mandi, segera keringkan seluruh tubuh Anda dengan menepuk-nepuk kulit secara perlahan. Mandi dengan garam Himalaya mungkin tidak menyembuhkan eksim sepenuhnya, tapi cara ini bisa diandalkan untuk mengurangi keparahan gejala.

6. Probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang dapat menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh dan meredakan peradangan akibat respons alergi. Gangguan dalam kedua mekanisme ini memang sering dianggap sebagai faktor penyebab eksim.

Manfaat probiotik sebagai obat tradisional eksim sebelumnya telah disebutkan dalam sebuah studi terbitan American Journal of Clinical Dermatology. Asupan probiotik, terutama dari jenis L. rhamnosus, ternyata membantu mencegah kemunculan eksim.

Meski begitu, temuan di atas masih mengundang pro dan kontra. Satu penelitian dari jurnal Allergy and Immunology tahun 2010 menunjukkan bahwa kemanjuran probiotik sebagai obat eksim alami masih belum bisa dibuktikan.

Terlepas dari temuan yang ada, konsumsi probiotik pada dasarnya bermanfaat dan tidak membahayakan. Jadi, jika Anda ingin mencoba probiotik untuk mengatasi eksim secara alami, tak ada salahnya mengonsumsi yogurt atau produk fermentasi lainnya.

7. Tea tree oil

menghilangkan ketombe

Tea tree oil memiliki banyak manfaat untuk kulit, termasuk bagi penderita eksim. Satu penelitian tahun 2011 menemukan bahwa tea tree oil ternyata lebih ampuh mengurangi gejala eksim daripada obat oles mengandung zink oksida atau clobetasone butyrate.

Namun, tea tree oil murni tidak boleh dioleskan langsung pada kulit karena bisa memperparah gejala eksim. Campurkan 1-2 tetes tea tree oil dengan 12 tetes minyak pelarut seperti minyak kelapa atau minyak zaitun, lalu barulah oleskan pada kulit.

8. Minyak jojoba

Sebuah studi tahun 2017 menunjukkan bahwa minyak jojoba memiliki zat antiradang yang membantu mengurangi gejala eksim. Obat eksim tradisional yang satu ini juga bisa menunjang pengobatan medis karena terbukti membantu penyerapan obat oles.

Kandungan lilin ester di dalamnya turut merangsang perbaikan lapisan pelindung kulit dan mengunci kelembapannya. Ini sebabnya minyak jojoba tidak hanya bermanfaat bagi penderita eksim, tapi juga dermatitis seboroik, jerawat, dan masalah kulit lainnya.

9. Minyak biji bunga matahari

Penderita eksim biasanya mengeluhkan kulit yang kering, meradang, dan terkelupas. Minyak biji bunga matahari dapat membantu mengatasi masalah ini berkat kandungan zat antiradang, antioksidan, dan asam linoleatnya yang tinggi.

Zat-zat tersebut bekerja langsung pada sel keratinosit pada kulit. Sel-sel ini berperan langsung dalam pembentukan lapisan terluar kulit. Penggunaan minyak biji bunga matahari secara rutin dapat memperkuat sel keratinosit sehingga kulit juga terlindungi.

Pada dasarnya, bahan tradisional bukanlah obat yang akan menyembuhkan eksim seketika. Meski demikian, bahan-bahan tersebut memiliki kandungan yang membantu meringankan keluhan umum seperti kulit gatal, kering, atau kemerahan.

Obat eksim alami umumnya tidak memiliki efek samping berat asalkan tidak dipakai secara berlebihan. Namun, ada pula yang malah keluhannya semakin parah dengan penggunaan obat herbal.

Agar pengobatan menjadi lebih optimal dan aman, Anda sebaiknya juga rutin berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk memahami manfaat dan risikonya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Atopic Dermatitis Eczema. (2020). Retrieved 25 September 2020, from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/eczema/basics/lifestyle-home-remedies/con-20032073

Alternative eczema treatments from natural oils to elimination diets/ (2020). Retrieved 25 September 2020, from https://nationaleczema.org/alternative-treatments-dr-shi/

The Treatment Plan that Helped One Mom Manage Her Son’s Eczema. (2020). Retrieved 25 September 2020, from https://nationaleczema.org/one-moms-eczema-treatment-plan/

Lin, T. K., Zhong, L., & Santiago, J. L. (2017). Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils. International journal of molecular sciences, 19(1), 70. https://doi.org/10.3390/ijms19010070

Cuello-Garcia CA, Brożek JL, Fiocchi A, Pawankar R, Yepes-Nuñez JJ, Terracciano L, et al. Probiotics for the prevention of allergy: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. J Allergy Clin Immunol. 2015 Oct;136(4):952-61. doi: 10.1016/j.jaci.2015.04.031. Epub 2015 Jun 2. PMID: 26044853.

Pazyar, N., Yaghoobi, R., Bagherani, N., & Kazerouni, A. (2013). A review of applications of tea tree oil in dermatology. International Journal of Dermatology, 52.

InformedHealth.org. (2013). Eczema in children: Can prebiotics or probiotics help prevent it?. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG).

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 28/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x