Apakah Penyakit Psoriasis Menular?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/03/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Jika hanya melihat sekilas, Anda mungkin mengira psoriasis termasuk penyakit kulit menular. Gejala psoriasis memang mirip dengan infeksi kulit akibat jamur seperti kudis dan kurap. Kulit yang terdampak psoriasis akan terlihat memunculkan bercak tebal yang berwarna merah dan bersisik. Lantas, apakah psoriasis benar-benar bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak fisik?

Psoriasis bukan penyakit menular

Sebuah penyakit kulit dikatakan menular jika mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak kulit. Biasanya penyakit kulit yang menular disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur. Selain kontak kulit, penyakit juga bisa menular lewat permukaan benda atau hewan yang telah terinfeksi.

Tidak semua penyakit kulit menular. Psoriasis termasuk sebagai salah satu jenis penyakit kulit yang tidak bisa menular dari satu orang ke lain karena gejalanya tidak disebabkan oleh infeksi. Psoriasis tidak seperti penyakit kulit lainnya contohnya kudis atau impetigo yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri, virus, ataupun jamur. 

Psoriasis tidak ditularkan lewat kontak kulit kasual, lewat hubungan seksual, atau melalui pinjam meminjam barang pribadi milik penderita. 

Selain itu, psoriasis juga tidak disebabkan oleh gaya hidup atau kebiasaan yang kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Lantas, kenapa seseorang bisa terkena psoriasis?

Penyebab dari psoriasis itu sendiri memang belum diketahui pasti. Akan tetapi, peradangan kulit ini berkaitan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang disebut penyakit autoimun.

Ketika seseorang mengalami penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh yang melawan zat asing seperti virus atau bakteri justru menyerang sel-sel sehat seolah sedang melawan infeksi. Hal ini juga menyebabkan proses regenerasi kulit berlangsung lebih cepat, yang notabenenya butuh sekitar 30 hari untuk memproduksi sel kulit baru.

Proses regenerasi sel kulit yang berlangsung terlalu cepat ini lantas memengaruhi terjadinya peradangan pada kulit. Alhasil, terjadi penumpukan sel-sel kulit baru sehingga kulit terlihat menebal di permukaan. Pada akhirnya muncullah gejala psoriasis yang khas berupa  ruam kulit kemerahan dan pembengkakan yang juga disertai rasa gatal dan perih. 

Di samping faktor gangguan imun, risiko psoriasis juga lebih tinggi pada orang-orang yang mewarisi mutasi gen tertentu dalam keluarganya. Menurut American Academy of Dermatology, seseorang yang mengalami psoriasis memiliki suatu gen bawaan khusus yang dapat mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh. 

Berdasarkan statistik National Psoriasis Foundation, dari 10% orang yang merupakan keturunan dari anggota keluarga yang mengalami psoriasis 3% di antaranya mengidap penyakit kulit tidak menular ini. 

Faktor genetik yang berkaitan dengan riwayat keturunan penyakit kulit tertentu turut meningkatkan risiko Anda memiliki psoriasis.

Dalam beberapa kasus psoriasis, meski seseorang memiliki gen bawaan itu tetap diperlukan pemicu dari lingkungan agar psoriasis aktif dan bisa berkembang. 

Apa saja yang bisa memicu psoriasis?

Meskipun tidak menular, kemunculan gejala psoriasis bisa dipicu oleh berbagai hal yang berasal dari kondisi tubuh dan lingkungan. 

Orang yang mengalami penyakit psoriasis ini tidak memiliki pemicu yang sama. Ada berbagai faktor lingkungan dan gaya hidup yang bisa memicunya yaitu:

  • Paparan matahari
  • Merokok
  • Infeksi
  • Trauma di kulit, seperti pernah terbakar, atau terpotong, atau digigit binatang.
  • Stres
  • Beberapa pengobatan seperti lithium, pengobatan tekanan darah, dan iodida
  • Efek cuaca yang sangat dingin
  • Konsumsi alkohol berlebihan

Semua pemicu ini tidak bisa menimbulkan psoriasis tanpa kehadiran kelainan gen yang dialami orang dengan psoriasis.

Psoriasis tidak menular ke orang lain, tapi bisa menyebar ke bagian kulit lainnya pada diri sendiri

Masalah kulit yang disebabkan oleh psoriasis tidak menular pada orang lain lewat cara apa pun. Namun, Setiap orang yang memiliki psoriasis mungkin saja terdampak lebih dari satu jenisnya sepanjang hidup mereka. Kadang setelah gejala dari satu jenis spesifik menghilang, kemunculan gejala psoriasis jenis satunya dapat muncul sebagai respon terhadap pemicu.

Terdapat beberapa jenis psoriasis yang memiliki karakteristik gejala yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya:

1. Psoriasis vulgaris atau plak

Psoriasis vulgaris atau plak adalah bentuk psoriasis yang paling umum ditemukan di kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah.

Sekitar 80-90% dari total kasus psoriasis secara umum memperlihatkan gejala psoriasis vulgaris.

Psoriasis vulgaris ditandai dengan:

  • Bercak merah pada kulit dengan sisik tebal berwarna perak
  • Lapisan kering, tipis, dan berwarna putih keperakan yang menutupi plak
  • Kulit kering dan pecah-pecah hingga berdarah
  • Rasa gatal dan terbakar pada area yang terkena

Gejala psoriasis yang satu ini juga bisa menyebar ke kuku kaki dan tangan.

2. Psoriasis guttata

Psoriasis guttata ditandai dengan munculnya benjolan merah kecil bersisik secara tiba-tiba yang menutupi sebagian besar tubuh, kaki, dan lengan.

Gejala psoriasis gutata paling sering muncul pada bagian depan tubuh, mulai dari dada, lengan, dan kaki. Pada beberapa kasus, pustula bisa terdistribusi lebih luas pada bagian wajah, telinga, dan kulit kepala.

3. Psoriasis inversa

Psoriasis inversa biasanya muncul dan berkembang di area kulit yang saling menempel seperti ketiak, alat kelamin, dan lipatan di pangkal pada. Umumnya masalah kulit ini dipicu oleh infeksi jamur. Biasanya kemunculannya ditandai dengan tanda dan gejala psoriasis seperti:

  • Bercak merah yang terlihat halus di kulit
  • Lapisan putih keperakan yang sangat tipis
  • Rasa gatal dan perih
  • Pustula atau bintil bernanah

Orang dengan psoriasis inversa sering memiliki gejala psoriasis lain di tempat lain di tubuh, selain yang sudah disebutkan di atas.

4. Psoriasis pustulosa

Psoriasis pustulosa atau pustular memiliki ciri-ciri peradangan kulit yang khas. Kondisi ini dapat diperlihatkan dengan kulit kemerahan yang melepuh dengan bintil-bintil putih (pustula) mirip dengan jerawat. Pustula mengandung nanah yang dapat menyebabkan rasa gatal dan perih. 

Lepuh yang disebabkan oleh psoriasis pustular dapat terbatas pada satu area tubuh atau juga bisa menyebar di seluruh tubuh.

5. Psoriasis eritroderma

Psoriasis eritroderma adalah kasus psoriasis langka yang paling jarang terjadi. Masalah kesehatan yang satu ini biasanya membuat tumbuh dipenuhi dengan ruam merah mengelupas yang gatal dan terasa seperti terbakar.

Selain lima jenis di atas, American Academy of Dermatology (AAD) menyebut sebanyak 50 persen orang yang mengalami psoriasis di bagian tubuh mana pun rentan mengalami psoriasis di kulit kepala. Ini artinya, jenis psoriasis yang terjadi entah itu di siku, lutut, atau kuku, juga berisiko memunculkan gejala sama di kulit kepala.

Guna mengetahui mana jenis psoriasis dan pengobatan yang tepat bagi Anda, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Obat NSAID biasanya digunakan untuk mengatasi gejala seperti nyeri atau demam. Namun, bolehkah digunakan untuk penyakit autoimun?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 03/06/2020 . 5 menit baca

Bisakah Penyakit Infeksi Menyebabkan Terjadinya Autoimun?

Autoimun terjadi saat sistem imun menyerang sel sehat di dalam tubuh. Selain faktor genetik, infeksi penyakit turut berperan menyebabkan autoimun.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 29/05/2020 . 4 menit baca

Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

Jangan biarkan Infeksi jamur kulit mengganggu kegiatanmu, segera diatasi dengan obat khusus untuk mencegah penyebaran dan penularan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Kulit, Health Centers 26/05/2020 . 6 menit baca

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Penyakit cacar api bisa muncul pada anak dan bayi jika pernah terinfeksi cacar air. Ketahui gejala dan cara mengatasinya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Anak, Parenting 24/05/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca
mitos skleroderma adalah

Mitos dan Fakta Seputar Skleroderma yang Perlu Diungkap Kebenarannya

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 8 menit baca
bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca