Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Psoriasis adalah kelainan kulit kronis yang membuat tubuh memproduksi lebih banyak sel kulit secara tak terkendali. Supaya tak kambuh, sebaiknya perhatikan daftar pantangan penderita psoriasis berikut ini.

Pentingnya jaga pola makan untuk penderita psoriasis

nutrisi mencegah coronavirus

Sebelu mengetahui beberapa makanan yang menjadi pantangan, ada baiknya penderita psoriasis mengetahui terlebih dahulu tentang makanan yang dikonsumsi dan kaitannya dengan psoriasis.

Penyakit kulit ini tidak dapat sembuh total. Itu artinya, berbagai obat psoriasis yang dikonsumsi bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala serta menghindari Anda dari kemungkinan kambuh yang lebih sering.

Begitu juga dengan makanan, tidak ada satu pun yang dapat menyembuhkan penyakit psoriasis. Meski demikian, mengonsumsi makanan yang sehat akan mengurangi intensitas gejala yang Anda rasakan.

Pasalnya, terdapat beberapa makanan pemicu peradangan yang kerap dialami oleh pasien psorasis. Ada pula beberapa makanan lain yang dapat mencegahnya. Pemilihan makanan yang tepat membantu Anda mengendalikan kekambuhan kondisinya.

Tak hanya itu, makanan sehat juga akan menghindari Anda dari masalah obesitas. Seperti yang telah diketahui, obesitas merupakan salah satu penyebab psoriasis yang membuat seseorang lebih rentan terhadap psoriasis.

Hal ini dikemukakan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ukuran lingkar pinggang, lingkar pinggul, serta selisih lingkar pinggang ke pinggul yang lebih besar dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

Maka dari itu, ada baiknya bagi Anda untuk benar-benar mematuhi pantangan bila ingin proses penyembuhan penyakit menjadi lebih lancar.

Berbagai Pilihan Salep yang Ampuh untuk Redakan Psoriasis

Daftar makanan yang jadi pantangan penderita psoriasis

Berikut berbagai pantangan makanan dan minuman bagi penderita psoriasis yang seharusnya dihindari agar gejala tidak muncul.

1. Daging merah

makan daging merah

Daging merah mengandung lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fat) yang disebut asam arakidonat. Asam lemak yang satu ini dapat membuat gejala psoriasis makin parah karena bisa memicu radang di dalam tubuh.

Terlalu banyak mengonsumsi daging merah juga dapat dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit serius seperti kanker, jantung, hingga gagal ginjal. Untuk itu, hindari segala jenis daging merah seperti daging sapi, kambing, dan juga kerbau.

2. Produk susu dan olahannya

Produk susu juga mengandung asam arakidonat, senyawa yang menjadi pemicu peradangan alami di dalam tubuh. Selain itu, susu sapi juga mengandung protein kasien yang terbukti dapat memicu peradangan.

Untuk itu, usahakan untuk menghindari berbagai produk susu dan olahannya seperti keju dan yoghurt saat psoriasis sedang menyerang tubuh.

3. Tanaman nightshade

makan terong saat hamil ibu hamil makan terong

Tanaman dari keluarga nightshade seperti cabai, terong, tomat, kentang, dan juga paprika disebut-sebut dapat memicu gejala psoriasis jadi semakin parah. Kelompok tanaman ini mengandung solanin alias senyawa kimia yang terbukti memicu rasa sakit dan peradangan.

Beberapa orang dengan psoriasis bahkan merasa jika menghindari kelompok sayuran ini, gejala psoriasisnya justru stabil bahkan berkurang. Lain halnya ketika mengonsumsinya, kondisi peradangan di kulit sebagian orang menjadi semakin parah.

4. Gluten

Pada beberapa kasus, penderita psoriasis juga sensitif terhadap protein gluten yang biasa terdapat dalam roti, gandum, pasta, dan sereal. Bila orang-orang dengan kondisi ini makan makanan yang mengandung gluten, efeknya bisa memperparah gejala psorasis yang dirasakan.

Karena alasan itulah beberapa penderita disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan ini. Namun, hal ini kembali lagi pada kondisi masing-masing. Bila tubuh Anda tidak sensitif terhadap gluten, konsumsinya mungkin masih diperbolehkan.

5. Makanan olahan yang dibekukan

memanaskan makanan

Makanan olahan yang dibekukan seperti piza dan lainnya menandakan proses pengolahan yang berlapis. Lisa Cimperman, RDN, juru bicara di Academy of Nutrition and Dietetics menyatakan bahwa proses pembuatan yang panjang dapat meningkatkan senyawa pemicu peradangan di dalam tubuh.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan ini juga dapat menyebabkan obesitas, gangguan metabolisme tubuh, serta gangguan kesehatan lainnya. Pasalnya, makanan olahan mengandung banyak gula dan tepung yang diolah di dalamnya.

6. Alkohol dan soda

Alkohol dan soda adalah minuman yang dapat memperparah psoriasis sehingga tetap menjadi pantangan. Sebab, mengonsumsi lebih dari segelas alkohol dalam sehari dapat memperlebar pembuluh darah.

Nantinya, pelebaran pembuluh darah ini akan memicu keluarnya sel darah putih termasuk sel limfosit T yang berperan dalam terjadinya psoriasis. Sementara soda mengandung kadar gula yang tinggi dan dapat memicu obesitas.

Saat mengalami obesitas, ada molekul tertentu yang dikeluarkan sel lemak yang bisa membuat psoriasis makin memburuk. Selain itu, menurut para peneliti di Harvard University, gula juga dikenal dapat meningkatkan reseptor peradangan dalam tubuh.

Makanan yang baik untuk penderita psoriasis

manfaat bayam hijau

Selain makanan yang menjadi pantangan, tentu ada pula berbagai makanan yang baik konsumsinya untuk penderita psoriasis. Pada dasarnya, mereka yang mengidap kondisi ini disarankan untuk menjalani diet rendah kalori dan lemak serta memakan lebih banyak makanan yang mengandung antioksidan.

Beberapa makanan yang baik dikonsumsi untuk menggantikan asupan daging merah untuk penderita psoriasis bisa didapatkan dari ikan omega-3 seperti salmon, tuna, atau sarden. Omega-3 berfungsi menghambat peradangan yang bisa membantu jaga kondisi kesehatan.

Antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, dan beta karoten juga dikenal memiliki agen anti-inflamasi yang dapat membantu mencegah peradangan serta menjauhkan dari berbagai penyakit. Kandungan ini bisa Anda dapatkan dari buah dan sayuran hijau termasuk alpukat, bayam, serta kubis.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar makanan apa saja yang boleh dikonsumsi, Anda bisa mengonsultasikannya pada dokter spesialis kulit atau ahli gizi. Mereka kemungkinan juga dapat membantu Anda dalam menyusun menu makan sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Psoriasis Arthritis

Psoriasis arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit dan persendian. Seperti apa ciri-ciri psoriasis arthritis, penyebab dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

Psoriasis eritroderma adalah jenis psoriasis yang paling berbahaya dan berakibat fatal. Ketahui apa gejala, penyebab, dan obatnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Psoriasis 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Psoriasis Pustulosa (Psoriasis Pustular)

Psoriasis pustulosa atau pustular adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kemunculan bintil pustula. Ketahui secara lebih dalam di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Psoriasis 29 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
intertrigo dermatitis intertriginosa

Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
dermatitis kontak

Dermatitis Kontak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
makanan untuk penderita eksim

Mencegah Eksim dengan Menghindari Pantangan, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit