backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Penyebab Psoriasis dan Faktor Risiko yang Perlu Dihindari

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Fidhia Kemala · Tanggal diperbarui 20/06/2023

Penyebab Psoriasis dan Faktor Risiko yang Perlu Dihindari

Psoriasis adalah penyakit peradangan kronis yang bersifat kambuhan ketika kulit terpapar beragam pemicu. Gejala khasnya adalah kulit menebal, kering, pecah-pecah, dan bersisik keperakan. Lantas, apa sebenarnya hal-hal yang dapat menjadi penyebab psoriasis?

Penyebab penyakit psoriasis

Penyebab utama dari penyakit psoriasis belum dapat dipastikan.

Namun, National Psoriasis Foundation menyebutkan bukti ilmiah yang ada saat ini mengaitkan psoriasis dengan faktor genetik dan gangguan respons sistem imun tubuh.

1. Genetik

Data dari National Psoriasis Foundation menunjukkan setidaknya 10% orang di dunia ini terlahir mewarisi satu atau lebih gen yang dapat menyebabkan psoriasis.

Namun, hanya 2 – 3% dari populasi tersebut yang pada akhirnya hidup dengan penyakit ini.

Jika ada satu gen dalam tubuh mengalami kelainan (bermutasi abnormal), seluruh kerja sistem organ yang berkaitan dengan gen tersebut dapat terpengaruh.

Akan tetapi, hingga kini peneliti masih mencoba mencari tahu pastinya gen yang menjadi penyebab kemunculan penyakit psoriasis.

Studi yang dilakukan Washington University School of Medicine menemukan mutasi pada gen CARD14 dapat memicu kemunculan psoriasis vulgaris (psoriasis plak).

2. Autoimun

terapi untuk psoriasis arthritis

Psoriasis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun, yaitu gangguan sistem imun yang menyerang dan menghancurkan sel-sel tubuh yang sehat.

Seharusnya, sistem imun hanya merespons serangan mikroorganisme berbahaya seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Autoimun  menyebabkan sel limfosit T dalam sel darah putih bereaksi secara berlebihan sehingga memproduksi zat kimia sitokin dalam jumlah berlebih.

Sitokin memicu terjadinya peradangan pada kulit dan organ-organ lainnya.

Peradangan kronis menyebabkan melebarnya pembuluh darah, penumpukan sel darah putih dan regenerasi keratinosit (sel lapisan kulit terluar) secara cepat.

Akibatnya, proses regenerasi sel kulit ini hanya berlangsung dalam 3 – 5 hari. Permukaan kulit pun menebal, muncul bercak merah, dan terbentuk sisik kulit berwarna keperakan yang menjadi ciri khas psoriasis.

Faktor risiko pemicu penyakit psoriasis 

Psoriasis biasanya muncul akibat kombinasi mutasi gen dan faktor pemicu dari dalam tubuh, lingkungan, atau kebiasaan.

Faktor yang memicu munculnya gejala psoriasis ini pada setiap orang bisa berbeda-beda. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

1. Stres

gangguan hormon pria

Stres bisa memicu kambuhnya psoriasis dan memperburuk gejalanya.

Di dalam tubuh, terdapat banyak ujung saraf yang terhubung dengan kulit. Ketika sistem saraf pusat di otak mendeteksi adanya bahaya karena respons stres, ujung-ujung saraf yang terhubung dengan kulit akan bereaksi.

Dampak stres inilah yang akan memicu gatal-gatal, rasa nyeri, serta pembengkakan pada kulit.

Selain itu, stres  memicu produksi keringat berlebih yang mana dapat berpengaruh pada gejala yang dirasakan.

2. Infeksi

Infeksi jamur atau bakteri bisa menyebabkan psoriasis semakin memburuk.

Selain itu, infeksi tertentu seperti radang tenggorokan atau tonsilitis, sariawan, dan infeksi saluran pernapasan bagian atas bisa menjadi faktor risiko dari penyebab psoriasis.

Psoriasis juga bisa menjadi penyakit komplikasi jika seseorang terinfeksi HIV dan mengalami masalah kulit. 

3. Trauma pada kulit

Trauma pada kulit seperti luka gores, memar, luka bakar, benjolan, tato, dan kondisi kulit lainnya dapat menjadi penyebab gejala psoriasis kambuh.

Kambuhnya psoriasis akibat luka disebut sebagai fenomena Koebner.

Luka yang memicu psoriasis bisa timbul karena goresan benda tajam, sengatan matahari, gigitan serangga, maupun vaksinasi.

4. Cuaca

Cuaca ternyata dapat menjadi faktor yang memengaruhi psoriasis.

Bila cuacanya cerah dan hangat, sinar matahari yang mengandung sinar UV dapat membantu meringankan gejala psoriasis.

Pasalnya, sinar matahari berperan sebagai imunosupresif yang menekan kerja sistem imun sehingga akan memperlambat pertumbuhan kulit.

Namun, gejala psoriasis yang dirasakan dapat makin memburuk dalam cuaca dingin.

Penurunan suhu akan membuat kelembapan menurun, sehingga kulit menjadi lebih kering yang bisa menimbulkan gejala seperti gatal-gatal.

5. Alkohol

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dengan psoriasis cenderung minum lebih banyak alkohol sebagai pelarian dari stresnya.

Alih-alih mengalihkan stres, alkohol malah akan memicu gejala psoriasis yang lebih parah.

Sejumlah penelitian lain pun menemukan bahwa orang dengan psoriasis yang sering mengonsumsi minuman keras (alkohol) menunjukkan gejala yang lebih sering kambuh dan menyebar.

6. Merokok

Penelitian melaporkan bahwa merokok tembakau menjadi penyebab psoriasis mudah kambuh dan membuat gejalanya semakin parah.

Semakin banyak batang rokok yang Anda isap, semakin parah dan meluas gejala psoriasis hingga bagian tubuh lain, yang biasanya hanya muncul di tangan dan kaki.

Dengan berhenti dan memahami dampak merokok, Anda bisa mengurangi tingkat keparahan dari psoriasis.

7. Obat-obatan

obat-obatan saat haji

Beberapa obat tertentu dapat menjadi faktor pemicu dari psoriasis sekaligus penyebab gejalanya semakin memburuk. 

  • Litium: jenis psoriasis yang lebih rentan terhadap efek litium adalah psoriasis vulgaris, psoriasis pustulosa, dan psoriasis arthritis.
  • Antimalaria: obat malaria seperti chloroquine, hydroxychloroquine, dan quinacrine dapat memunculkan gejala setelah 2-3 minggu pemakaian.
  • ACE inhibitor: beberapa obat antiradang ini dapat memperparah gejala, terutama pada orang-orang yang diwariskan gen psoriasis secara langsung. 
  • NSAID: obat-obatan antinyeri, salah satunya adalah indomethacin (Indocin), yang kerap digunakan untuk pengobatan artritis.
  • Betablockers: obat penurun tekanan darah ini dapat memperparah psoriasis vulgaris dan psoriasis pustulosa. Efeknya baru terjadi setelah berbulan-bulan dari konsumsi obat.

8. Berat badan berlebih

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko psoriasis sekaligus membuat gejalanya semakin parah.

Sebuah penelitian di JAMA Dermatology menemukan kaitan antara diet rendah kalori dan penurunan penyebaran psoriasis.

Orang yang mengalami obesitas cenderung mendapatkan plak di lipatan-lipatan kulitnya yang bisa memerangkap bakteri, keringat, dan minyak.

Kondisi tersebut memunculkan iritasi dan gatal-gatal yang dapat memperparah gejala psoriasis.

9. Perubahan hormon

Psoriasis bisa muncul pada pria dan wanita pada usia berapa pun.

Namun, risiko psoriasis paling rentan terjadi pada masa pubertas, usia 20 – 30-an, dan antara usia 50 – 60 tahun (usia wanita menopause).

Ini karena perubahan hormon selama pubertas dan menopause juga bisa menjadi pemicu gejala.

Perubahan hormon yang jadi penyebab penyakit psoriasis tidak selalu dapat dihindari.

Namun, psoriasis biasanya dapat membaik pada saat hamil dan dapat muncul kembali setelah melahirkan.

Kesimpulan


Psoriasis tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, kambuhnya psoriasis bisa dikendalikan dengan menghindari beberapa faktor. Faktor risiko di atas dapat memicu sekaligus memperparah peradangan kulit, sehingga hindarilah sebisa mungkin.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Fidhia Kemala · Tanggal diperbarui 20/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan