Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang terjadi selama bertahun-tahun dan tidak menular. Penyebab terjadinya psoriasis belum diketahui secara pasti. Namun, kemunculan gejala psoriasis diketahui melibatkan kondisi autoimun. Seperti apa gejala psoriasis itu?

Gejala umum psoriasis yang kerap muncul

psoriasis

Psoriasis terjadi saat sel kulit pada tubuh membelah secara abnormal atau berlebihan. Pada orang normal, biasanya kulit mati akan mengelupas dan diganti dengan sel kulit baru dalam beberapa minggu. Namun, hal itu tidak terjadi pada orang yang memiliki psoriasis.

Penyakit kulit ini menyebabkan sel-sel kulit menggandakan diri hingga 10 kali lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, sel-sel kulit baru akan muncul dan tumbuh hanya dalam hitungan hari. Hal ini menjadi penyebab psoriasis yang diindikasikan dengan permukaan kulit menebal dan menumpuk di bagian tertentu.

Gejala khas psoriasis ditandai dengan adanya bercak kulit warna putih atau kemerahan yang bersisik tebal. Biasanya ciri-ciri penyakit psoriasis ini muncul di bagian kaki, punggung, lutut, siku, tangan, dan kulit kepala.

Selain itu, orang-orang dengan psoriasis juga mengalami berbagai gejala berupa kulit pecah-pecah yang terkadang bisa berdarah, kuku menebal dengan tekstur tidak rata, dan pembengkakan atau kaku sendi.

Hati-hati terhadap gejalanya, karena baik laki-laki atau perempuan dalam usia produktif (15 – 35 tahun) sama-sama berpeluang terjangkit psoriasis. Selain itu, mengenali tanda-tanda dan gejala psoriasis penting dilakukan agar Anda bisa segera mendapat penanganan yang tepat. 

Mengenal gejala psoriasis menurut jenisnya

Gejala psoriasis berubah-ubah tergantung dari tingkat keparahan penyakitnya. Namun, gejala yang muncul juga dipengaruhi oleh jenis psoriasis yang diderita. Setiap jenis psoriasis memiliki pertanda khasnya masing-masing.

Berikut adalah berbagai gejala sesuai dengan jenis penyakit psoriasis.

1. Gejala psoriasis vulgaris (psoriasis plak)

Psoriasis vulgaris (plak) adalah jenis psoriasis yang paling umum diderita. Dilansir dari American Academy of Dermatology, sekitar 90 persen orang yang terkena psoriasis mengidap jenis yang satu ini. Kemunculannya ditandai dengan:

  • bercak merah pada kulit dengan sisik tebal berwarna perak,
  • lapisan kering, tipis, dan berwarna putih keperakan yang menutupi plak,
  • paling sering muncul di kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah,
  • kulit kering dan pecah-pecah hingga berdarah, serta
  • rasa gatal dan terbakar pada area yang terkena.

Selain pada lengan, punggung, atau siku, gejala juga bisa muncul pada kuku atau disebut psoriasis kuku. Beberapa perubahan yang terlihat meliputi adanya lekukan kecil pada kuku, lapisan kuku yang menebal.

Tekstur kuku pada penderita psoriasis kuku pun menjadi lebih kasar atau rusak, serta muncul warna putih, kuning, atau kecoklatan di bawah kuku. Psoriasis kuku juga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan sel kulit di bawah kuku.

Ada pula psoriasis kulit kepala yang termasuk dalam jenis ini. Psoriasis kulit kepala sering dikira ketombe berlebih yang sayangnya kerap diabaikan sebagian orang. Padahal, keduanya memiliki gejala berbeda. Bila ada beberapa area kulit yang terlihat merah, menebal, dan bersisik, bisa jadi Anda sedang mengalami psoriasis.

2. Gejala psoriasis gutata

Psoriasis gutata merupakan jenis psoriasis yang ditandai dengan bercak kecil berwarna merah muda dan bersisik. Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba dan biasanya menutupi sebagian besar area tubuh, kaki, dan lengan. Terkadang, bercak juga muncul di kulit wajah, kepala, dan telinga.

Kondisi ini paling sering menyerang mereka yang ada di usia dewasa muda dan anak-anak. Biasanya kondisi psoriasis seperti ini dipicu oleh infeksi bakteri seperti radang tenggorokan.

Berbagai gejala psoriasis ini bisa datang dan pergi seumur hidup atau bahkan hanya muncul sekali seumur hidup dan menghilang bersama dengan sembuhnya penyakit radang tenggorokan.

3. Psoriasis inversa

gejala psoriasis
Sumber: MedicineNet

Gejala psoriasis inversa muncul di area-area lipatan kulit seperti ketiak, selangkangan, daerah payudara, alat kelamin, dan bokong. Umumnya, psoriasis inversa dipicu oleh infeksi jamur di kulit.

Berbeda dengan jenis psoriasis lainnya, perubahan (lesi) kulit yang muncul pada psoriasis inversa terlihat halus dan tidak menimbulkan sisik keperakan. Hal ini disebabkan oleh tingkat kelembaban daerah lipatan kulit yang lebih tinggi dibanding dengan kulit di bagian tubuh lainnya.

Lesi kulit psoriasis inversa berbentuk lebar dan berwarna ungu, kecoklatan, atau lebih gelap daripada kulit di sekitarnya. Pada orang-orang ras Kaukasia, lesi muncul lebih merah. Terkadang, gejalanya dapat menimbulkan iritasi pada kulit yang akan terasa perih.

4. Psoriasis pustulosa

Psoriasis pustulosa (psoriasis pustular) ditandai dengan kemunculan pustula, yaitu benjolan kecil berisi nanah. Ciri khas ini membuat jenis ini lebih mudah dikenali daripada jenis psoriasis lainnya. Psoriasis pustulosa terbagi menjadi tiga jenis yang masing-masingnya dapat menimbulkan gejala yang berbeda.

Pada psoriasis pustulosa menyeluruh, pustula menyebar hingga hampir ke seluruh bagian tubuh. Kondisinya diikuti dengan berbagai gangguan kesehatan lain meliputi demam, sakit kepala, nyeri sendi, lemah otot, dan rasa lelah yang tak biasa. Bila hal ini terjadi, pasien harus segera mendapatkan perawatan medis.

Pada psoriasis pustulosa palmar-plantar (PPP), kemunculan pustula hanya terjadi pada area tubuh tertentu seperti telapak tangan atau telapak kaki, terutama di bagian bawah ibu jari atau sisi mata kaki. Awalnya ditandai dengan terbentuknya plak kemerahan yang berubah menjadi kecoklatan dan menyebabkan pengelupasan kulit.

Sedangkan pada psoriasis pustulosa acripustulosis, pustula timbul dalam bintil kecil pada jari tangan atau jempol kaki yang dapat menimbulkan rasa perih. Peradangan ini biasanya terjadi setelah kulit terluka atau mengalami infeksi. Jenis ini akan membuat pengidapnya merasa sakit saat melakukan aktivitas yang banyak menggunakan tangan atau kaki.

5. Psoriasis eritroderma

Psoriasis ertiroderma (eritrodermik) adalah kasus langka membuat tubuh dipenuhi dengan ruam merah mengelupas yang gatal dan terasa panas seperti terbakar. Berbagai gangguan klinis yang juga akan dirasakan adalah:

  • naik-turunnya temperatur tubuh dengan cepat,
  • demam,
  • nyeri sendi psoriasis arthritis,
  • peningkatan detak jantung,
  • bengkak pada kaki, dan
  • pustula atau bintil-bintil kulit berisi nanah khas psoriasis pustulosa juga bisa muncul pada bagian kulit yang meradang.

Kebanyakan orang yang mengalami psoriasis ertirodermik juga mengidap psoriasis jenis lainnya. Pada beberapa kasus, psoriasis yang semakin memburuk atau tidak membaik walau telah diobati dapat berkembang menjadi psoriasis ertirodermik.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

dokter kulit

Bila Anda mengenali ciri-ciri penyakit psoriasis seperti yang telah dijelaskan di atas, segerakan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter nantinya akan memeriksa gejala dan memberikan perawatan medis melalui obat psoriasis.

Bicarakan dengan dokter jika penyakit Anda mengalami kondisi sebagai berikut.

  • Berlangsung terus-menerus dan membuat Anda sakit serta tidak nyaman.
  • Membuat Anda khawatir terhadap penampilan diri.
  • Menimbulkan masalah sendi, seperti nyeri, bengkak atau yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Sulit melakukan rutinitas sehari-hari.

Apabila diabaikan diabaikan, gejala psoriasis bukan hanya bertambah parah, tapi juga dapat memengaruhi sendi (psoriasis arthritis). Komplikasi ini bisa membuat sendi kaku dan rusak secara bertahap. Akibatnya, seseorang berisiko tinggi terkena kelainan bentuk sendi secara permanen.

Segera cari saran medis atau kunjungi dokter spesialis kulit jika tanda dan gejala psoriasis memburuk atau tidak juga membaik dengan perawatan. Itu tandanya Anda butuh obat berbeda atau kombinasi perawatan lain untuk membantu mengendalikannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dermatitis

Dermatitis adalah penyakit kulit yang ditandai dengan ruam bengkak kemerahan dan gatal. Cari tahu penyebab, gejala, obat, dan cara mengatasi dermatitis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Pilihan Obat Dermatitis Seboroik Secara Medis dan Alami

Ada berbagai jenis obat dermatitis seboroik yang bisa Anda gunakan, mulai dari krim hingga sampo. Apa yang paling tepat untuk Anda?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Dermatitis Perioral

Dermatitis perioral adalah peradangan kulit yang terjadi di sekitar mulut. Ketahui gejala, penyebab, dan cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penyebab Dermatitis Beserta Pemicunya di Lingkungan Sekitar

Dermatitis menimbulkan peradangan pada kulit. Berbagai faktor yang berasal dari dalam dan luar tubuh diketahui berkaitan dengan penyebab dermatitis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

intertrigo dermatitis intertriginosa

Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Dermatitis herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pelembab kulit eksim

Pilihan Obat dan Terapi untuk Mengatasi Eksim yang Kambuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 11 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit