Psoriasis Pustulosa (Psoriasis Pustular)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu psoriasis pustulosa (psoriasis pustular)?

Penyakit kulit psoriasis pustulosa (psoriasis pustular) adalah salah satu jenis psoriasis yang ditandai dengan kemunculan pustula, benjolan kecil berwarna putih berisi nanah, yang dikelilingi oleh rona peradangan berwarna merah.

Gejala tersebut membuat psoriasis pustulosa lebih mudah dibedakan dari jenis psoriasis yang lebih umum seperti psoriasis vulgaris dan psoriasis inversa.

Nanah dalam bintil pustula terdiri dari sel darah putih, tapi bukan menandakan infeksi dan tidak menular. Meski demikian, gejala yang ditimbulkan dapat menyebabkan kerusakan kulit parah. Maka itu, psoriasis pustular dapat dikatakan sebagai penyakit kulit paling serius dan sulit ditangani di antara jenis psoriasis lainnya.

Berdasasarkan perbedaan bagian tubuh yang terdampak, tingkat keparahan, dan reaksi penanganan medis, psoriasis pustulosa dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Psoriasis pustular menyeluruh, gejalanya muncul pada area tubuh yang lebih meluas, dapat muncul secara tiba-tiba dan penyakitnya berkembang dengan cepat.
  • Pustulosa palmar-plantar (PPP), gejala yang timbul hanya pada telapak tangan atau telapak kaki
  • Acropustulosis (Acrodermatitis continua of Hallopeau), gejala muncul di ujung jari tangan atau kaki, sangat jarang terjadi dan biasanya muncul setelah terjadi cedera pada kulit.

Seberapa umumkah psoriasis pustular?

Psoriasis pustulosa paling jarang ditemukan kasusnya. Menurut Yayasan Peduli Psoriasis Indonesia, jumlah pengidap psoriasis pustular hanya 5% dari total penderita psoriasis.

Orang dewasa menjadi kelompok penderita yang paling umum. Kemunculan gejala biasanya terbatas hanya pada kaki dan tangan, kecuali pada penderita yang mengalami psoriasis pustular menyeluruh.

Pada sebagian besar kasus, gejala psoriasis pustulosa dapat muncul sebagai gejala awal atau perkembangan dari kondisi psoriasis vulgaris.

Psoriasis Vulgaris

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala psoriasis pustulosa?

Gejala psoriasis pustulosa sebenarnya bervariasi tergantung dari jenisnya. Secara umum gejalanya diperlihatkan dengan tanda-tanda yang khas berupa kulit melepuh dengan bintil-bintil putih (pustula) yang mirip dengan jerawat.

Bintil-bintil putih berada di atas ruam kulit yang memerah yang menandakan terjadinya peradangan kulit. Masalah kulit ini dapat memunculkan rasa gatal dan perih yang intents dalam satu waktu.

Apabila pecah bintil pustula akan mengeluarkan nanah. Setelah pecah, lama-kelamaan pecahan pustula akan mengerak dan membentuk borok.

Berikut adalah perbedaan gejala dari 3 jenis psoriasis pustular.

1. Psoriasis pustular menyeluruh

Psoriasis pustular menyeluruh juga dikenal dengan istilah psoriasis Von Zumbusch secara medis. Peradangan bisa terjadi secara tiba-tiba dengan penyebaran pustula ke seluruh tubuh yang bisa berlangsung dalam waktu 24-48 jam.

Gejala psoriasis pustulosa menyebar hampir ke seluruh bagian tubuh. Selain lesi kulit, jenis psoriasis pustular ini juga bisa menyebabkan munculnya gangguan kesehatan lainnya seperti:

Psoriasis jenis ini termasuk paling berbahaya sehingga membutuhkan penanganan medis darurat. Peradangan kulit yang sangat intens bisa menyebabkan dehidrasi kulit, percepatan denyut jantung, dan pengingkatan risiko untuk terjadinya infeksi.

Oleh karena itu, orang yang mengalami psoriasis pustular menyeluruh memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

2. Pustulosa palmar-plantar (PPP)

Gejala psoriasis pustulosa hanya ditemukan pada area tubuh tertentu, yaitu telapak tangan atau kaki. Seringnya, gejala ini muncul pada bagian bawah ibu jari dan kedua sisi mata kaki.

Awalnya gejala muncul dalam bentuk plak-plak kemerahan yang kemudian berubah coklat dan menyebabkan pengelupasan kulit sehingga mengerak.

Gejala muncul berdasarkan siklus tertentu. Maka dari itu, bintil pustula bisa kembali muncul setelah sembuh. Kelompok penderita yang kerap mengalami psoriasis ini adalah perokok aktif.

3. Acropustulosis (Acrodermatitis continua of Hallopeau)

Pada acropustulosis, lesi (jaringan kulit yang tidak normal) ditandai dengan bintil-bintil kecil yang menimbulkan rasa perih dan muncul pada jari tangan atau jempol kaki. Nantinya, lesi kulit ini bisa menyebar luas ke seluruh bagian telapak tangan dan kaki.

Lesi ini bisa terasa sangat perih dan mengganggu bahkan cenderung merusak bagian kuku (disebut juga psoriasis kuku). Terkadang peradangan kulit ini bisa terjadi ketika sebelumnya terdapat luka atau infeksi kulit.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda perlu segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan, ketika mengalami peradangan kulit yang menunjukkan gejala seperti di atas. Hal itu terutama ketika gejalanya sudah berlangsung lama, tidak kunjung membaik, dan memunculkan keluhan kesehatan lain.

Kondisi yang menunjukkan bahwa Anda memerlukan pemeriksaan untuk mendapatkan pengobatan medis adalah sebagai berikut.

  • Berlangsung terus-menerus dan membuat Anda sakit serta tidak nyaman sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Membuat Anda khawatir terhadap penampilan diri.
  • Menimbulkan masalah sendi, seperti nyeri, bengkak atau yang penyakit lain mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Sulit melakukan rutinitas sehari-hari.

Penyebab

Apa penyebab psoriasis pustulosa?

Setiap jenis psoriasis dilaporkan berkaitan dengan gangguan sistem imun atau penyakit autoimun. Ketika sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan infeksi virus dan bakteri, malah menyerang sel-sel kulit yang sehat maka sel-sel kulit baru akan tumbuh lebih cepat.

Namun, penyebab psoriasis jenis ini belum bisa ditentukan secara pasti. Peran sistem imun dalam mekanisme berlangsungnya gejala pada setiap jenis psoriasis pustulosa juga masih perlu diteliti secara menyeluruh.

Akan tetapi, diduga kuat bahwa kondisi tersebut berhubungan dengan peradangan yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat pada area transisi antara lapisa kulit terluar (epidermis) dan lapisan di bawahnya (dermis).

Selain menimbulkan sejumlah gangguan pada kulit, peradangan psoriasis pustular juga menyebabkan matinya sebagian besar sel-sel darah putih pada kulit. Akibatnya, terjadi akumulasi cairan limpa yang membentuk bintil pustula bernanah dengan sel-sel darah putih yang mati.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena psoriasis pustular?

Penyakit kulit ini bisa dipicu oleh berbagai hal, yaitu efek samping obat-obatan, paparan iritan pada kulit, kehamilan, paparan sinar ultraviolet yang berlebih, hingga stres.

Beberapa hal dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya psoriasis pustular sekaligus memperparah kondisinya sehingga menyebabkan iritasi. Kondisi gejala yang memburuk bisasnya ditandai dengan ruam yang bertambah merah.

Pada kasus psoriasis vulgaris, masalah kulit yang dialami bisa berkembang menjadi gejala psoriasis pustulosa akibat dari beberapa faktor pemicu psoriasis berikut ini.

  • Reaksi obat-obatan tertentu.
  • Pemakaian obat topikal atau sampo dengan dosis steroid, coal tar, anthralin, dan seng pyrithione yang kuat.
  • Konsumsi prednisone yang dihentikan secara tiba-tiba.
  • Infeksi kulit.
  • Efek samping fototerapi.
  • Kehamilan.
  • Stres.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini?

Untuk mendiagnosis penyakit ini, tenaga medis yang biasanya adalah dokter spesialis kulit akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala. Dokter selanjutnya akan menyelidiki apakah Anda mengalami kondisi yang menjadi faktor risiko.

Karena psoriasis pustulosa biasa terjadi pada orang dengan riwayat psoriasis vulgaris, dokter juga akan menanyakan riwayat penyakit kulit yang pernah Anda alami.

Biasanya tidak diperlukan tes darah atau uji laboratorium lainnya untuk memastikan hasil diagnosis. Dari ketiga evaluasi ini, dokter sudah bisa mendapatkan gambaran pasti dari psoriasis pustulosa.

Jika memang dibutuhkan pengujian lebih lanjut untuk memastikan hasil diagnosis, dokter akan mengambil sampel bintil pustula yang selanjutnya akan diperiksa apakah terdapat infeksi bakteri atau virus. Psoriasis pustular tidak dipengaruhi oleh infeksi.

Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk psoriasis pustulosa?

Tujuan pengobatan psoriasis secara umum adalah untuk membersihkan benjolan berisi nanah, meringankan gejala seperti nyeri, gatal, demam, serta mengurangi risiko komplikasi. Pada kasus yang ringan, pengobatan juga berguna untuk mencegah terjadinya infeksi, mengembalikan temperatur normal sekaligus keseimbangan kimia kulit.

Obat yang digunakan biasanya adalah retinoid oral, cyclosporine, methotrexate, dan obat PUVA oral yaitu obat yang berasal dari psoralen dan sinar ultraviolet A.

Kembali lagi, pengobatan yang tepat untuk penyakit ini perlu disesuaikan dengan jenis dari psoriasis pustulosa. Dokter juga akan melakukan pengobatan dengan bergantung pada tingkat keparahan penyakit atau bila Anda memiliki kondisi medis lainnya.

Untuk kasus psoriasis pustular menyeluruh, pengobatan harus dilakukan secara intensif di rumah sakit. Sementara untuk jenis PPP dan acropustulosis bisa melalui penggunaan obat-obatan secara rawat jalan.

Berikut adalah pengobatan secara lebih spesifik untuk setiap jenis psoriasis pustular.

Psoriasis pustular menyeluruh

Beberapa obat yang paling sering digunakan dokter untuk mengobati kondisi ini adalah retinoid oral dan infliximab.

Retinoid oral merupakan obat minum golongan retinoid yang berasal dari vitamin A. Obat memiliki komponen anti-inflamasi yang bekerja untuk mengatasi peradangan yang terjadi saat pasien mengalami psoriasis. Obat ini juga dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Beberapa obat yang termasuk dalam retinoid oral adalah acitretin, alitretinoin, dan bexarotene.

Sedangkan infliximab adalah obat produk biologi yang dapat mengurangi peradangan dan benjolan yang muncul dengan cepat. Karena biasanya tubuh pasien akan bereaksi dengan cepat terhadap obat ini, penggunaannya kerap menjadi pilihan pertama ketika psoriasis pustular menyeluruh yang dialami pasien tergolong parah.

Kedua obat-obatan ini termasuk manjur, namun ada beberapa pasien yang mungkin tidak cocok menggunakannya.

Oleh karena itu, dokter akan memberikan obat-obatan lainnya. Beberapa yang mungkin diresepkan meliputi apremilast, metotreksat, siklosporin, atau obat biologi lain seperti adalimumab atau etanercept.

Pada pasien yang gejalanya tak kunjung membaik, dokter mungkin akan memberikan obat streoid oral.

Berbagai Pilihan Salep yang Ampuh untuk Redakan Psoriasis

Pustulosa palmar-plantar (PPP)

Obat-obatan topikal atau obat oles dalam bentuk krim dan salep lebih diutamakan untuk mengatasi gejala di awal. Beberapa pilihannya adalah kortikosteroid dan krim vitamin D sintetis. Terkadang dokter akan meresepkan kombinasi krim kortikosteroid dengan asam salisilat.

Pendamping pengobatan bisa dilakukan dengan menggunakan acitretin, cyclosporine atau methotrexate.

Acropustulosis (Acrodermatitis continua of Hallopeau)

Gejala psoriasis ini termasuk yang paling sulit untuk diatasi. Oleh karena itu, dibutuhkan pengobatan sistemik dan obat topikal untuk menghilangkan lesi kulit dan memulihkan kuku yang terdampak.

Metode pengobatan yang sering dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah pemberian kirim vitamin D sintetis yang dikombinasikan dengan kortikosteroid yang kuat. Selain itu beberapa pasien juga menjalani pengobatan PUVA, di mana pasien harus minum obat psoralen sebelum mendapatkan terapi sinar UVA pada kulit yang terdampak.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi psoriasis pustulosa?

Pencegahan psoriasis memang hampir sulit dilakukan lantaran kompleksnya mekanisme yang menyebabkan terjadinya peradangan kulit serta faktor pemicu psoriasis yang terkadang sulit dihindari.

Akan tetapi, setidaknya Anda tetap bisa mengurangi risiko psoriasis pustulosa dengan melakukan beberapa cara berikut ini.

  • Berhenti merokok, PPP lebih sering terjadi pada perokok aktif.
  • Menghindari paparan sinar matahari secara langsung.
  • Kelola stres dengan melakukan aktivitas yang bersifat relaksasi.
  • Mengurangi konsumsi alkohol secara berlebihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat Dermatitis Seboroik Secara Medis dan Alami

Ada berbagai jenis obat dermatitis seboroik yang bisa Anda gunakan, mulai dari krim hingga sampo. Apa yang paling tepat untuk Anda?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Dermatitis Perioral

Dermatitis perioral adalah peradangan kulit yang terjadi di sekitar mulut. Ketahui gejala, penyebab, dan cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penyebab Dermatitis Beserta Pemicunya di Lingkungan Sekitar

Dermatitis menimbulkan peradangan pada kulit. Berbagai faktor yang berasal dari dalam dan luar tubuh diketahui berkaitan dengan penyebab dermatitis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Dermatitis Stasis

Dermatitis stasis adalah peradangan yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah di jaringan kulit. Ketahui gejala, penyebab, dan perawatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

intertrigo dermatitis intertriginosa

Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Dermatitis herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pelembab kulit eksim

Pilihan Obat dan Terapi untuk Mengatasi Eksim yang Kambuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 11 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
dermatitis

Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit