home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Pilihan Salep yang Ampuh untuk Redakan Psoriasis

Berbagai Pilihan Salep yang Ampuh untuk Redakan Psoriasis

Obat topikal berupa krim atau salep merupakan metode pengobatan lini pertama untuk psoriasis. Pemakaian rutin salep efektif mengendalikan peradangan dan memperlambat proses regerenerasi sel sehingga meredakan gejala psoriasis yang mengganggu.

Salep dengan kandungan apa yang paling ampuh untuk mengatasi psoriasis?

Bermacam salep untuk redakan gejala psoriasis

obat salep kulit

Pengobatan psoriasis bisa dilakukan melalui oral (obat minum), obat suntik atau injeksi, terapi cahaya, dan obat topikal. Penggunaan obat topikal, seperti salep yang dioleskan secara langsung pada kulit, adalah salah satu upaya penanganan pertama untuk psoriasis.

Sebagian besar obat salep untuk psoriasis umumnya diperoleh melalui resep dokter karena mengandung bahan steroid yang berpotensi cukup kuat. Meski demikian, terdapat juga beberapa jenis non-steroid yang dapat dibeli langsung di apotek.

1. Salep steroid

Salep kortikosteroid paling sering diresepkan dokter pertama kali untuk mengatasi psoriasis. Obat ini dibuat dari hormon alami kortikosteroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal di atas ginjal.

Salep ini dapat meredakan peradangan di kulit yang terjadi akibat psoriasis. Dengan mengoleskannya secara rutin, pembengkakan, ruam kulit yang memerah, dan rasa gatal sekaligus perih bisa hilang secara bertahap.

Jenis steroid yang digunakan sebagai obat topikal psoriasis di antaranya adalah sebagai berikut.

Kortikosteroid sebenarnya terdiri dari berbagai jenis kandungan steroid yang berbeda-beda. Gejala ringan biasanya dapat diatasi hanya dengan pemberian salep dengan kandungan steroid ringan seperti hydrocortisone. Sebaliknya, gejala yang parah membutuhkan kandungan steroid lebih kuat.

Semakin kuat potensi steroid, maka semakin tinggi risiko kemunculan efek sampingnya. Efek samping dari salep kortikosteroid sering kali tidak terhindarkan saat digunakan secara meluas dan sistemik atau menerus, terutama untuk jenis salep yang memiliki kandungan steroid yang kuat.

Secara umum efek samping yang mungkin muncul dari salep kortikosteroid dapat meliputi penipisan atau penebalan kulit, muncul stretch mark, serta membuat area kulit yang dioleskan menggelap. Untuk menghindarinya, pastikan untuk selalu menggunakan salep sesuai anjuran dokter.

Menurut National Psoriasis Foundation, perhatikan beberapa hal berikut ini saat menggunakan salep steroid untuk mengatasi psoriasis.

  • Oleskan salep steroid hanya pada bagian kulit yang terdampak.
  • Tidak memakai salep lebih dari tiga minggu atau berdasarkan waktu yang ditentukan dokter.
  • Jangan menghentikan pemakaian salep yang rutin secara tiba-tiba sebab bisa menimbulkan kondisi peradangan kulit yang fatal.
  • Tidak menggunakan salep pada area mata, kecuali salep memang diformulasikan khusus untuk mengobati gejala di area mata.

Salep kortikosteroid cukup aman digunakan oleh siapa saja. Namun bagi yang sedang dalam masa menyusui bayi, Anda harus membersihkan krim yang dioleskan pada payudara sebelum menyusui.

Beragam Ciri-Ciri Penyakit Kulit yang Gampang Dikenali

2. Vitamin D analog

Vitamin D analog merupakan bentuk sintetis dari vitamin D dan termasuk dalam golongan salep non-steroid. Obat ini berguna untuk memperlambat produksi sel kulit berlebih yang menjadi salah satu gejala psoriasis. Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan salep ini sebanyak dua kali dalam sehari untuk meredakan gejala psoriasis.

Berikut jenis salep vitamin D analog yang biasanya diresepkan dokter.

  • Calcipotriene (Calcitrene, Dovonex, Sorilux)
  • Calcitriol (Rocaltrol and Vectical)
  • Tacalcitol (Bonalfa and Curatoderm)

Vitamin D analog memiliki kemungkinan efek samping yang cenderung rendah. Terkadang, obat ini digunakan bersama dengan salep steroid.

3. Retinoid

Obat ini terbuat dari retinol yang merupakan zat turunan vitamin A. Fungsi retinoid adalah untuk menormalkan aktivitas pertumbuhan sel kulit sekaligus memperlambat proses peradangan.

Terdapat berbagai jenis retinoid dengan potensi vitamin A yang berbeda-beda. Bentuk yang paling umum dari salep psoriasis ini adalah tazarotene.

Perlu diketahui, penggunaan salep retinoid untuk gejala psoriasis dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif saat terpapar matahari dan rentan mengalami iritasi. Dokter juga biasanya tidak menyarankan salep ini untuk ibu hamil atau perempuan dalam program kehamilan.

4. Anthralin

Salep dengan kandungan anthralin atau dithranol dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kulit baru yang terlalu cepat akibat kondisi autoimun. Awalnya anthralin hanya diberikan sebagai pengobatan jangka pendek di rumah sakit, tetapi sekarang sudah bisa digunakan sendiri walau sesuai aturan dokter.

Tidak ada efek samping yang berarti. Namun, pemakaian salep yang diluar aturan medis bisa menyebabkan iritasi kulit. Anda juga tetap perlu berhati-hati saat menggunakannya karena obat ini bisa meninggalkan noda pada pakaian, kain, atau kuku.

Oleh karena itu, agar noda tak mengenai kuku, ada baiknya Anda memakai sarung tangan saat menggunakan salep ini.

Pencegahan Kambuhnya Psoriasis Melalui Perubahan Gaya Hidup

5. Calcineurin inhibitors

Calcineurin inhibitors merupakan kandungan obat yang dapat mengendalikan kerja sistem imun sehingga dapat menghentikan terjadinya peradangan.

Salep ini biasanya diberikan oleh dokter ketika obat-obatan psoriasis lain tidak cukup efektif menyembuhkan gejala. Kandungan calcineurin inhibitors paling umum ditemukan pada salep pimecrolimus dan tacrolimus.

6. Salep psoriasis yang tersedia di apotek

Salep kudis dan scabies di tangan

Jenis salep non-steroid sebelumnya hanya bisa diperoleh melalui resep dokter. Namun, ada juga salep psoriasis yang bisa dibeli di apotek. Obat bebas yang sudah dinyatakan aman untuk mengatasi gejala psoriasis adalah salep yang mengandung asam salisilat dan coal tar.

Kandungan asam salisilat berfungsi menghilangkan kulit bersisik dan mengangkat sel kulit yang rusak. Namun, salep dengan asam salisilat sebaiknya tak digunakan untuk gejala psoriasis yang menyebar luas. Penyerapan asam salisilat yang terlalu banyak di kulit meningkatkan potensi iritasi.

Sementara itu, salep berkandungan coal tar atau tar batubara bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kulit baru akibat psoriasis sekaligus mengembalikan kesehatan kulit seperti sedia kala. Salep ini juga mampu meringankan rasa gatal dan perih yang muncul akibat peradangan psoriasis.

Semakin tinggi konsentrasi coal tar-nya, semakin cepat gejala teratasi. Akan tetapi, terdapat kemungkinan salep ini menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu, cobalah terlebih dahulu pada bagian kulit yang sehat. Lihat apakah terjadi reaksi seperti ruam merah.

Agar lebih aman, oleskan salep ini setelah memakai pelembap kulit non-kosmetik.

Terlepas dari apa pun salep yang Anda gunakan, gunakan salep dalam porsi dan jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter spesialis kulit. Bila kondisi Anda tak kunjung membaik, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan jenis obat lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Federman, D., Froelich, C., & Kirsner, R. (1999). Topical Psoriasis Therapy. American Family Physician, 59(4), 957. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/1999/0215/p957.html

Topical treatments for psoriasis. Institute For Quality And Efficiency In Health Care. (2017). Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK435705/

Torsekar, R., & Gautam, M. M. (2017). Topical Therapies in PsoriasisIndian dermatology online journal8(4), 235–245. https://doi.org/10.4103/2229-5178.209622

Psoriasis Treatments – National Psoriasis Foundation. (2020). Retrieved 21 February 2020, from https://www.psoriasis.org/about-psoriasis/treatments

National Psoriasis Foundation – Topicals for Psoriasis. (2018). Retrieved 21 February 2020, from https://www.psoriasis.org/about-psoriasis/treatments/topicals

National Psoriasis Foundation – OTC Topical Treatments. (2020). Retrieved 21 February 2020, from https://www.psoriasis.org/about-psoriasis/treatments/topicals/over-the-counter

Topical Corticosteroids. (2020). National Health Service. Retrieved 16 September 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/topical-steroids/

Vitamin D Analogues. (n.d.). Psoriasis and Psoriatic Arthritis Aliance. Retrieved 16 September 2020, from https://www.papaa.org/learn-about-psoriasis-and-psoriatic-arthritis/just-diagnosed/what-is-psoriasis/treatments-for-psoriasis/vitamin-d-analogues/

Anthralin Topical Cream. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 16 September 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/18499-anthralin-topical-cream

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 23/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x