Berbagai Pilihan Salep yang Ampuh untuk Redakan Psoriasis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Obat topikal berupa krim atau salep merupakan metode pengobatan lini pertama untuk psoriasis. Pemakaian rutin salep efektif mengendalikan peradangan dan memperlambat proses regerenerasi sel sehingga meredakan gejala psoriasis yang mengganggu.

Salep dengan kandungan apa yang paling ampuh untuk mengatasi psoriasis?

Bermacam salep untuk redakan gejala psoriasis

obat salep kulit

Pengobatan psoriasis bisa dilakukan melalui oral (obat minum), obat suntik atau injeksi, terapi cahaya, dan obat topikal. Penggunaan obat topikal, seperti salep yang dioleskan secara langsung pada kulit, adalah salah satu upaya penanganan pertama untuk psoriasis.

Sebagian besar obat salep untuk psoriasis umumnya diperoleh melalui resep dokter karena mengandung bahan steroid yang berpotensi cukup kuat. Meski demikian, terdapat juga beberapa jenis non-steroid yang dapat dibeli langsung di apotek.

1. Salep steroid

Salep kortikosteroid paling sering diresepkan dokter pertama kali untuk mengatasi psoriasis. Obat ini dibuat dari hormon alami kortikosteroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal di atas ginjal.

Salep ini dapat meredakan peradangan di kulit yang terjadi akibat psoriasis. Dengan mengoleskannya secara rutin, pembengkakan, ruam kulit yang memerah, dan rasa gatal sekaligus perih bisa hilang secara bertahap.

Jenis steroid yang digunakan sebagai obat topikal psoriasis di antaranya adalah sebagai berikut.

Kortikosteroid sebenarnya terdiri dari berbagai jenis kandungan steroid yang berbeda-beda. Gejala ringan biasanya dapat diatasi hanya dengan pemberian salep dengan kandungan steroid ringan seperti hydrocortisone. Sebaliknya, gejala yang parah membutuhkan kandungan steroid lebih kuat.

Semakin kuat potensi steroid, maka semakin tinggi risiko kemunculan efek sampingnya. Efek samping dari salep kortikosteroid sering kali tidak terhindarkan saat digunakan secara meluas dan sistemik atau menerus, terutama untuk jenis salep yang memiliki kandungan steroid yang kuat.

Secara umum efek samping yang mungkin muncul dari salep kortikosteroid dapat meliputi penipisan atau penebalan kulit, muncul stretch mark, serta membuat area kulit yang dioleskan menggelap. Untuk menghindarinya, pastikan untuk selalu menggunakan salep sesuai anjuran dokter.

Menurut National Psoriasis Foundation, perhatikan beberapa hal berikut ini saat menggunakan salep steroid untuk mengatasi psoriasis.

  • Oleskan salep steroid hanya pada bagian kulit yang terdampak.
  • Tidak memakai salep lebih dari tiga minggu atau berdasarkan waktu yang ditentukan dokter.
  • Jangan menghentikan pemakaian salep yang rutin secara tiba-tiba sebab bisa menimbulkan kondisi peradangan kulit yang fatal.
  • Tidak menggunakan salep pada area mata, kecuali salep memang diformulasikan khusus untuk mengobati gejala di area mata.

Salep kortikosteroid cukup aman digunakan oleh siapa saja. Namun bagi yang sedang dalam masa menyusui bayi, Anda harus membersihkan krim yang dioleskan pada payudara sebelum menyusui.

Beragam Ciri-Ciri Penyakit Kulit yang Gampang Dikenali

2. Vitamin D analog

Vitamin D analog merupakan bentuk sintetis dari vitamin D dan termasuk dalam golongan salep non-steroid. Obat ini berguna untuk memperlambat produksi sel kulit berlebih yang menjadi salah satu gejala psoriasis. Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan salep ini sebanyak dua kali dalam sehari untuk meredakan gejala psoriasis.

Berikut jenis salep vitamin D analog yang biasanya diresepkan dokter.

  • Calcipotriene (Calcitrene, Dovonex, Sorilux)
  • Calcitriol (Rocaltrol and Vectical)
  • Tacalcitol (Bonalfa and Curatoderm)

Vitamin D analog memiliki kemungkinan efek samping yang cenderung rendah. Terkadang, obat ini digunakan bersama dengan salep steroid.

3. Retinoid

Obat ini terbuat dari retinol yang merupakan zat turunan vitamin A. Fungsi retinoid adalah untuk menormalkan aktivitas pertumbuhan sel kulit sekaligus memperlambat proses peradangan.

Terdapat berbagai jenis retinoid dengan potensi vitamin A yang berbeda-beda. Bentuk yang paling umum dari salep psoriasis ini adalah tazarotene.

Perlu diketahui, penggunaan salep retinoid untuk gejala psoriasis dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif saat terpapar matahari dan rentan mengalami iritasi. Dokter juga biasanya tidak menyarankan salep ini untuk ibu hamil atau perempuan dalam program kehamilan.

4. Anthralin

Salep dengan kandungan anthralin atau dithranol dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kulit baru yang terlalu cepat akibat kondisi autoimun. Awalnya anthralin hanya diberikan sebagai pengobatan jangka pendek di rumah sakit, tetapi sekarang sudah bisa digunakan sendiri walau sesuai aturan dokter.

Tidak ada efek samping yang berarti. Namun, pemakaian salep yang diluar aturan medis bisa menyebabkan iritasi kulit. Anda juga tetap perlu berhati-hati saat menggunakannya karena obat ini bisa meninggalkan noda pada pakaian, kain, atau kuku.

Oleh karena itu, agar noda tak mengenai kuku, ada baiknya Anda memakai sarung tangan saat menggunakan salep ini.

Pencegahan Kambuhnya Psoriasis Melalui Perubahan Gaya Hidup

5. Calcineurin inhibitors

Calcineurin inhibitors merupakan kandungan obat yang dapat mengendalikan kerja sistem imun sehingga dapat menghentikan terjadinya peradangan.

Salep ini biasanya diberikan oleh dokter ketika obat-obatan psoriasis lain tidak cukup efektif menyembuhkan gejala. Kandungan calcineurin inhibitors paling umum ditemukan pada salep pimecrolimus dan tacrolimus.

6. Salep psoriasis yang tersedia di apotek

Salep kudis dan scabies di tangan

Jenis salep non-steroid sebelumnya hanya bisa diperoleh melalui resep dokter. Namun, ada juga salep psoriasis yang bisa dibeli di apotek. Obat bebas yang sudah dinyatakan aman untuk mengatasi gejala psoriasis adalah salep yang mengandung asam salisilat dan coal tar.

Kandungan asam salisilat berfungsi menghilangkan kulit bersisik dan mengangkat sel kulit yang rusak. Namun, salep dengan asam salisilat sebaiknya tak digunakan untuk gejala psoriasis yang menyebar luas. Penyerapan asam salisilat yang terlalu banyak di kulit meningkatkan potensi iritasi.

Sementara itu, salep berkandungan coal tar atau tar batubara bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kulit baru akibat psoriasis sekaligus mengembalikan kesehatan kulit seperti sedia kala. Salep ini juga mampu meringankan rasa gatal dan perih yang muncul akibat peradangan psoriasis.

Semakin tinggi konsentrasi coal tar-nya, semakin cepat gejala teratasi. Akan tetapi, terdapat kemungkinan salep ini menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu, cobalah terlebih dahulu pada bagian kulit yang sehat. Lihat apakah terjadi reaksi seperti ruam merah.

Agar lebih aman, oleskan salep ini setelah memakai pelembap kulit non-kosmetik.

Terlepas dari apa pun salep yang Anda gunakan, gunakan salep dalam porsi dan jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter spesialis kulit. Bila kondisi Anda tak kunjung membaik, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan jenis obat lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit kulit berupa peradangan kronis yang menyerang kulit, kuku, dan lapisan mulut. Apakah kondisi ini menular?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Tahi Lalat

Tahi lalay adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah tahi lalat di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah kondisi kulit yang kering, kasar, dan muncul benjolan-benjolan kecil dan keras.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Obat Mata Ikan yang Dapat Menghilangkan Secara Efektif

Mata ikan dapat membuat Anda merasa kesakitan dan tidak nyaman saat melangkah. Untuk itu, Anda harus segera memberi obat mata ikan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

impetigo, masalah penyakit dan gangguan kulit

Impetigo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
heloma

Heloma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, dan umumnya muncul di dada, perut, atau punggung.

Pityriasis Rosea

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit