Penyebab Utama dari Dermatitis Seboroik dan 7 Gejala yang Muncul Akibatnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/03/2020
Bagikan sekarang

Dermatitis seboroik adalah peradangan kronis yang jadi penyebab kulit kepala Anda memerah, terasa sangat gatal, dan tampak kering, bersisik, hingga mengelupas. Lantas, apa penyebab dermatitis seboroik dan bagaimana membedakan gejala masalah ini dengan ketombe biasa?

Penyebab dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik termasuk penyakit kulit tidak menular yang umum. Namun meski umum, penyebab pasti dari dermatitis seboroik sampai saat ini masih belum jelas diketahui.

Kendati demikian, National Eczema Association menyebut ada sejumlah kemungkinan yang diyakini menjadi faktor penyebab kenapa beberapa orang cenderung rentan mengalami dermatitis seboroik sementara yang lain tidak.

Dermatitis seboroik (eksim seboroik) itu sendiri adalah jenis dermatitis yang secara spesifik menyerang kulit kepala. Namun, eksim seboroik bisa juga menyerang bagian tubuh yang cenderung berminyak, seperti wajah, dahi, sisi hidung, alis, telinga, kelopak mata, dan dada.

Kondisi kulit yang berminyak menjadi penyebab timbulnya gejala dermatitis seboroik karena kelembapan tersebut mengundang jamur Malassezia berkembang mengganas. Meski demikian, eksim seboroik juga dapat menyerang area kulit yang kering, seperti belakang telinga, lipatan paha, dan ketiak.

Nah, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kulit seseorang adalah mutasi genetik dalam keluarga. Jika ada keluarga dekat Anda yang memiliki dermatitis atau spesifik eksim seboroik, peluang Anda mengalami penyakit yang sama pun dapat meningkat.

Selain karena faktor genetik, memiliki penyakit terdahulu juga dapat menjadi faktor penyebab kemunculan dermatitis seboroik pada seseorang. Penyakit kulit ini lebih rentan dialami oleh orang yang memiliki sistem imun lemah akibat:

  • HIV/AIDS
  • Penyakit Parkinson
  • Epilepsi
  • Memiliki atau baru pulih dari stroke atau serangan jantung
  • Alkoholisme (ketergantungan alkohol berat)
  • Depresi
  • Gangguan makan
  • Gangguan neurologis

Risiko Anda terhadap eksim seboroik pun dapat lebih tinggi jika memiliki jerawat parah, rosacea, atau psoriasis.

Dermatitis seboroik lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan wanita. Pada orang dewasa, kemunculan gejala eksim seboroik rata-rata ditemukan pada usia 30-60 tahun. Dermatitis seboroik pada bayi, yang juga dikenal dengan sebutan cradle cap, biasanya ditemukan pada usia di bawah 3 bulan.

Faktor penyebab kambuhnya gejala dermatitis seboroik

Penyebab dermatitis seboroik belum diketahui. Meski begitu, perlu dipahami bahwa dermatitis seboroik adalah penyakit kronis yang bersifat kambuhan.

Penyebab kekambuhan dermatitis seboroik di kemudian hari dapat berhubungan dengan:

Para peneliti turut menyimpulkan bahwa kebersihan tubuh yang buruk atau reaksi alergi dapat menjadi penyebab dermatitis seboroik kambuh pada sebagian orang.

Ciri-ciri dan gejala dermatitis seboroik

Lantas, seperti apa kenampakan dari kulit yang mengalami dermatitis seboroik?

Secara umum, gejala dermatitis seboroik ditunjukkan dengan kulit yang terlihat kering dan kemerahan, disertai dengan ruam bercak bersisik berwarna putih kekuningan yang terasa gatal dan dapat mengelupas. Sisik yang mengelupas dapat rontok memunculkan ketombe yang membandel.

Pada bagian kulit yang kering, seperti di ketiak, sisik putih mungkin tidak muncul namun kulit di area tersebutterlihat lebih mengilap kemerahan.

Namun melansir dari American Academy of Dermatology, gejala dermatitis seboroik pada orang dewasa dan bayi bisa saja berbeda.

Gejala dermatitis seboroik pada orang dewasa adalah:

  • Bercak bersisik pada kulit.
  • Kulit kepala merah, bersisik mengelupas, dan sangat gatal.
  • Kulit kepala berminyak, sangat lembap, berlilin, bahkan melepuh.
  • Kulit di bawah bercak berwarna kemerahan.
  • Rasa gatal yang intens pada bagian kulit yang terdampak.
  • Rasa gatal terbakar, terutama pada kulit kepala dan saluran telinga.
  • Kerak di kulit kepala bisa terinfeksi dan mengeluarkan cairan bening.
  • Jika eksim menyebar ke telinga, akan keluar cairan bening dari telinga.
  • Warna kulit dapat berubah setelah gejala sembuh.
  • Kondisi kulit wajah setengah basah dan kering.
  • Kelopak mata bersisik.
  • Terdapat ruam di ketiak, bawah payudara, lipatan pangkal paha, dan lipatan genital.
  • Folikulitis superfisial (folikel rambut yang meradang) di pipi dan batang atas.

Sementara pada bayi, gejala dermatitis seboroik yang umum adalah:

  • Lapisan sisik yang tebal dan menutupi seluruh kepala
  • Terdapat sisik putih kekuningan yang mudah mengelupas pada bagian kulit berminyak, misalnya belakang telinga, sisi hidung, dan terutama kepala.
  • Kerak kering berwarna kuning hingga kecokelatan pada bagian kulit yang terdampak.
  • Muncul bintik merah atau ruam kemerahan pada kulit di sekitar alis, dahi, hidung, leher, telinga, dan dada.
  • Muncul gejala semacam ruam popok pada lipatan di pangkal paha bayi.
  • Muncul rasa gatal pada kulit kepala. Biasanya ditunjukkan bayi dengan cara menggosok atau menyentuh bagian kulitnya yang gatal.
  • Kulit bayi yang terdampak juga bisa mengeluarkan cairan dan berbau
  • Kerak mungkin bernanah pada kasus yang parah. Ini menandakan kulit sudah terinfeksi.

Jika Anda khawatir mengenai kemungkinan penyebab dan gejala dermatitis seboroik seperti di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Membedakan gejala dermatitis seboroik dengan ketombe

Gejala dermatitis pada kulit kepala sering disalahpahami sebagai ketombe biasa. Memang, gejala eksim seboroik yang utama adalah munculnya sisik kulit yang dapat terkelupas sehingga sering disebut ketombe. Banyak ahli yang juga berpendapat bahwa ketombe adalah gejala dermatitis seboroik yang paling ringan.

Ketombe itu sendiri sama-sama disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia yang menyerang kulit kepala. Itulah sebabnya ketika peradangan akibat eksim terjadi di kulit kepala, gejala dermatitis seboroik terlihat mirip ketombe. Namun, penyebab dermatitis seboroik adalah peradangan.

Itu kenapa ketombe dan dermatitis seboroik adalah dua masalah yang berbeda. Salah satu cara membedakan dua kondisi ini adalah dengan melihat tingkat keparahan dan lokasi munculnya gejala dermatitis seboroik.

Lokasi utama ketombe terpusat hanya di daerah kulit kepala. Serpihan sisik putih yang biasa Anda lihat di punda atau puncak kepala adalah kerak dari sel kulit kepala yang mati.

Sementara itu, dermatitis seboroik tidak hanya terjadi pada kulit kepala saja. Gejala dermatitis seboroik biasanya terjadi pada area kulit yang berminyak, seperti wajah (terutama daerah alis), belakang telinga, punggung, sampai dada bagian atas.

Baik dermatitis seboroik dan ketombe sama-sama menjadi penyebab kulit kepala terasa gatal. Namun, ketombe tidak disertai tanda-tanda peradangan seperti kulit kemerahan. Sementara itu, dermatitis seboroik akan memunculkan gejala peradangan sehingga kulit terlihat berwarna kemerahan, kasar, dan kering.

Ciri lain yang membedakan dermatitis seboroik dengan ketombe adalah warna sisiknya. Sisik kulit kepala yang rontok akibat ketombe biasanya berwarna putih, sementara sisik yang menjadi gejala dermatitis seboroik berwarna kuning kecoklatan dan terlihat berminyak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020