Jerawat Papula

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu papula?

Papula adalah salah satu jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit. Papula dapat teraba sebagai tonjolan padat yang terasa nyeri. Kulit di sekitar tonjolannya tampak bengkak kemerahan, tapi tidak memiliki titik nanah pada puncaknya.

Papula muncul ketika komedo hitam (blackhead) atau komedo putih (whitehead) dibiarkan tanpa pengobatan sampai akhirnya memicu iritasi parah yang merusak kulit sekitarnya.

Kerusakan ini menyebabkan peradangan pada kulit, sehingga jadilah papula. Itu kenapa papula sering juga disebut jenis jerawat inflamasi. Dalam beberapa hari, jerawat ini dapat berubah menjadi pustula, yaitu jerawat bernanah, jika tidak juga diobati.

Seberapa umumkah papula?

Jenis jerawat ini dapat menyerang semua usia, terutama anak remaja yang sedang mengalami pubertas. Namun, tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa karena adanya berbagai faktor yang mendasari.

Untuk mengurangi kemunculan jerawat pustula, menghindari faktor risiko adalah satu kunci perawatannya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala jerawat papula?

Adanya benjolan merah meradang di kulit bukan satu-satunya tanda jerawat papula. Berikut berbagai tanda dan gejala lain yang bisa Anda amati, misalnya:

  • Ukurannya beragam, dapat kecil dan besar; Ada yang terlihat seperti bintil kecil merah, atau besar dengan diameter sekitar 5 milimeter dan meradang.
  • Tidak ada cairan putih atau kuning di puncaknya.
  • Tonjolan kadang terasa nyeri ketika disentuh.

Ada kemungkinan tanda dan gejala lain yang mungkin terjadi namun tidak tercantum. Bila hal ini membuat Anda khawatir, sebaiknya konsultasi ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jerawat ini dapat diobati dengan perawatan di rumah. Namun, bila tidak menunjukkan adanya kemajuan dari pengobatan, segera ke dokter.

Jika Anda mendapati jerawat papula membengkak parah disertai rasa nyeri, kemungkinan besar ini adalah nodul. Ini adalah jenis jerawat yang lebih serius karena adanya kerusakan dalam pada dinding folikel (pori-pori). Kondisi ini membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan berisiko lebih tinggi meninggalkan bekas luka.

Bila setelah menggunakan suatu produk pengobatan, kulit Anda malah teriritasi, seperti gatal, terbakar, membengkak, atau bahkan sesak napas, segera ke dokter. Kemungkinan besar produk yang digunakan tidak tepat atau Anda memiliki alergi pada suatu zat yang ada pada produk.

Penyebab

Apa penyebab papula?

Penyebab utama dari jerawat papula adalah penyumbatan pori-pori oleh sebum berlebih dan sel kulit mati.

Kulit Anda dilengkapi dengan kelenjar sebaceous yang menghasilkan sebum (minyak) untuk menjaga kelembapan kulit. Namun karena berbagai faktor, kelenjar sebaceous menjadi sangat aktif sehingga menghasilkan sebum melebihi jumlah yang dibutuhkan.

Selain itu, kulit juga terus menganti sel-sel penyusunnya. Sel-sel yang sudah tua dan rusak akan tergantikan dengan sel baru yang sehat. Sel yang mati ini seharusnya terbuang, dapat menumpuk di lapisan kulit terluar.

Sebum yang berlebihan dan sel kulit mati yang menebal ini dapat menutupi pori-pori. Ketika sel kulit mati menumpuk cukup banyak, muncul tekanan ke sel-sel sekitar.

Bila tekanan ini cukup besar, pori kulit di sekitarnya dapat robek. Isi jerawat ini, yang juga mengandung P. acnes, dapat menimbulkan infeksi di sekitar robekan pori.

Kondisi tersebut menimbulkan akhirnya membentuk benjolan merah meradang. Benjolan inilah yang kemudian Anda kenal sebagai jerawat papula.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena papula?

Berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena jerawat papula adalah:

  • Stres
  • Sering mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi gula
  • Menggunakan obat-obatan seperti kortikosteroid

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk papula?

Untuk mendiagnosis jenis jerawat ini, dokter akan memeriksa kondisi kulit Anda secara langsung. Selanjutnya, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat untuk menyembuhkan masalah kulit tersebut.

Jika kondisinya cukup parah, dokter mungkin merekomendasikan perawatan kombinasi agar pengobatan bekerja lebih efektif dan proses pemulihan kulit berjalan lebih cepat.

Apa saja pilihan pengobatan untuk papula?

Benjolan yang terbentuk ini tidak boleh Anda pecahkan secara paksa dengan memencet atau menekannya. Memencet jerawat ini dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri sekaligus menyebabkan jaringan parut ketika sembuh.

Ada banyak cara yang bisa Anda pilih untuk mengobati jenis jerawat ini. Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi. Berikut ini pengobatan jerawat papula yang bisa Anda pilih, antara lain:

Benzoil peroksida atau asam salisilat

Obat ini sangat umum digunakan untuk mengobati berbagai jenis jerawat. Anda bisa menemukan obat ini dalam bentuk cairan pembersih, krim, atau gel.

Obat ini langsung digunakan pada kulit tipis-tipis secara merata. Untuk pengobatan awal, Anda akan diberikan dosis yang lebih rendah untuk mencegah terjadinya iritasi.

Cara kerja benzoil peroksida pada jerawat papula adalah membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga dapat mengurangi peradangan. Sementara asam salisilat bekerja untuk mengurangi penumpukan sel kulit mati sehingga mengurangi terjadinya penyumbatan di pori-pori.

Krim atau gel retinoid

Krim atau gel retinoid sering digunakan untuk mengobati jerawat. Pasalnya, obat ini terbentuk dari vitamin A yang membantu pemulihan sel yang rusak sehingga dapat mempercepat penyembuhan kulit dari jerawat dan peradangan.

Antibiotik

Jika benzoil peroksida maupun asam salisilat tidak efektif mengobati jerawat papula dalam beberapa minggu, Anda akan diresepkan antibiotik. Antibiotik dapat membunuh bakteri dan mengurangi peradangan di kulit.

Namun, obat ini tidak dapat bekerja sendiri untuk mengobati jerawat. Perlu kombinasi obat lain agar pengobatan jadi lebih efektif, seperti benzoil peroksida atau retinoid.

Antibiotik untuk jerawat tersedia dalam dua bentuk pemakaian, yakni topikal (dioleskan ke kulit) atau oral (diminum). Antibiotik yang biasanya digunakan adalah azithromycin, erythromycin, atau tetrasiklin.

Pil KB atau terapi hormon

Terbentuknya jerawat papula karena kelebihan produksi sebum disebabkan oleh kadar hormon yang tidak seimbang. Untuk mengatasinya, pengobatan difokuskan untuk menstabilkan hormon dengan pil KB, yang merupakan kombinasi  estrogen dan progestin.

Bisa juga dengan menggunakan terapi hormon dengan obat antiandrogen. Obat ini dapat mengurangi aktivitas kelenjar sebaceous dalam menghasilkan sebum.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi papula?

Perawatan di rumah dan perubahan gaya hidup dapat mendukung pengobatan jerawat yang Anda jalani. Ini meliputi berbagai hal, di antaranya:

Rutin membersihkan wajah

American Academy of Dermatology merekomendasikan untuk mencuci muka dua kali sehari dengan produk pembersih yang tepat.

Pilih produk yang rendah risikonya menyebabkan penyumbatan di pori-pori, biasanya dilabeli dengan ‘non-comedogenic’ atau ‘free oil’. Saat membersihkan wajah, jangan menggosokkan kulit terlalu kencang karena bisa membuat jerawat papula pecah.

Jaga kebersihan wajah

Selain mencuci muka dengan rutin, sebaik mungkin jaga kulit yang berjerawat dari kotoran. Contohnya, menggunakan masker saat berada di lingkungan yang berdebu dan tidak menyentuh kulit wajah saat tangan sedang kotor.

Hati-hati ketika melakukan aktivitas di bawah sinar matahari

Beberapa obat jerawat membuat kulit Anda jadi lebih sensitif dengan sinar matahari, contohnya retinoid. Jika Anda menggunakan obat ini, beri jeda waktu sebelum Anda pergi keluar rumah.

Perlindungan kulit ekstra bisa Anda dapatkan dengan menggunakan topi atau payung. Bila tidak ingin repot, Anda bisa menggunakan obat tersebut di malam hari sebelum tidur.

Kurangi stres dan batasi makanan yang tinggi gula

Stres adalah salah satu pemicu munculnya jerawat  papula sekaligus memperparah kondisinya. Untuk itu, Anda perlu tahu cara yang tepat untuk mengurangi stres, seperti melakukan meditasi, hobi, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Selain itu, kurangi konsumsi makanan yang mengandung tinggi gula, seperti makanan cepat saji dan makanan manis yang bisa memengaruhi hormon tubuh.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mitos atau Fakta: Jerawat Muncul Karena Faktor Keturunan

    Faktor munculnya jerawat memang banyak, tetapi banyak orang yang mengira bahwa faktor keturunan menjadi salah satu penyebab utama. Benarkah demikian?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Muncul Ruam dan Gatal Sebelum Melahirkan? Itu Adalah PUPPP

    PUPPP atau PUPPS adalah masalah kulit yang sering terjadi pada ibu hamil. Namun, apa yang membuat kondisi ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

    Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kulit Bayi, Parenting 14/03/2020

    Penyebab Jerawat di Leher Plus Cara Ampuh Menghilangkannya

    Jerawat bisa muncul di bagian tubuh mana pun termasuk di leher. Jika Anda bingung mengapa jerawat bisa muncul di leher, berikut informasinya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat untuk infeksi jamur kulit

    Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    jerawat gara-gara kacamata

    Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
    jerawat muncul meski di rumah

    Ini Alasannya Jerawat Muncul Meski di Rumah Saja

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
    merawat kulit saat karantina

    Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020