backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

9 Obat Jerawat dari Bahan Alami yang Aman di Kulit

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 03/06/2023

9 Obat Jerawat dari Bahan Alami yang Aman di Kulit

Jika sudah mengetahui apa penyebab jerawat, akan lebih mudah bagi Anda untuk mencari cara menghilangkan jerawat. Selain menggunakan obat kimia untuk jerawat, ada berbagai bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat jerawat.

Berbagai obat alami untuk jerawat

Berikut ini pilihan obat penghilang jerawat alami yang mudah ditemukan di dapur atau dibeli di toko terdekat.

1. Teh hijau

Teh hijau bisa menjadi obat alami untuk menghilangkan jerawat dengan cepat. Senyawa flavonoid dan tanin di teh hijau diketahui dapat membantu melawan bakteri penyebab jerawat.

Tidak hanya itu, teh hijau juga terkenal dengan antioksidan epigallocatechin-3-gallate (EGCG). EGCC dapat melawan peradangan dan mengurangi produksi sebum (minyak alami) pada muka berjerawat.

Untuk menggunakannya, seduh kantung teh hijau dalam air mendidih selama 3 – 4 menit. Celupkan kapas ke dalamnya, lalu oles pada jerawat. Kemudian, biarkan selama 10 menit atau semalaman.

2. Tea tree oil

menghilangkan ketombe

Minyak pohon teh (tea tree oil) memiliki sifat antibakteri kuat yang mampu melawan bakteri penyebab jerawat. Sifat anti-inflamasinya membantu mengurangi peradangan. 

Studi Indian Journal of Dermatology melaporkan bahwa gel yang mengandung 5% minyak pohon teh hampir 4 kali lebih efektif mengempiskan jerawat. Bahkan, minyak ini juga 6 kali lebih efektif meredakan peradangan kulit dibandingkan krim plasebo. 

Namun, hindari penggunaan secara langsung ke kulit karena berisiko iritasi dan kemerahan. 

Campurkan tea tree oil dengan 1 tetes minyak bersama 9 tetes air bersih. Celupkan cotton bud atau kapas bersih ke dalam larutan. Lalu oleskan pada jerawat.

3. Cuka apel

Akhir-akhir ini popularitas cuka apel semakin meningkat karena banyak orang yang menggunakannya sebagai cara menghilangkan jerawat secara alami.

Pasalnya, kandungan asam organik di dalamnya, seperti asam laktat dan asam sitrat, disebut dapat membasmi bakteri penyebab jerawat. 

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait penggunaan cuka apel untuk jerawat tertentu.

Ini dikarenakan kandungan asam pada cuka apel cukup tinggi dan bisa menyebabkan iritasi kulit ketika dioleskan langsung ke kulit. 

4. Madu

Selain digunakan sebagai pemanis makanan, madu ternyata juga bisa menjadi obat alami untuk membantu mengatasi jerawat. Bagaimana bisa? 

Madu untuk jerawat mengandung enzim yang berperan sebagai zat antimikroba. Zat tersebut dapat melawan bakteri penyebab jerawat dan melawan infeksi pada kulit.

Sementara itu, sifat anti peradangan alami dari madu juga membantu mengurangi peradangan dan nyeri. 

Jenis madu yang diklaim ampuh dalam mengobati penyakit kulit ini adalah madu manuka. Sejauh ini, penggunaan masker madu sebagai cara alami menghilangkan jerawat belum ditemukan efek sampingnya. 

5. Lidah buaya

Lidah buaya memang sudah sejak lama dikenal bermanfaat bagi kesehatan kulit, termasuk membantu mengatasi masalah jerawat. Gel dari daun lidah buaya terbukti membantu melawan bakteri dan mengurangi peradangan di kulit. 

Kandungan lupeol, asam salisilat, nitrogen, hingga fenol dan sulfur dalam lidah buaya saling bekerja sama membunuh bakteri penyebab jerawat.

Hal ini dijelaskan melalui penelitian dari Journal of Dermatological Treatment tentang lidah buaya untuk jerawat.

Penelitian tersebut menunjukkan krim tretinoin yang dikombinasikan dengan gel lidah buaya bisa lebih cepat menghilangkan jerawat, dibandingkan hanya menggunakan tretinoin saja. 

6. Bawang putih

Jika Anda masih memiliki stok di dapur, bawang putih untuk jerawat pun ampuh. Jenis bumbu yang satu ini mengandung senyawa sulfur alami yang bersifat antibakteri dan anti peradangan. 

Selain itu, bawang putih juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh melawan infeksi bakteri penyebab jerawat. 

Meski begitu, bawang putih tidak boleh langsung dioleskan ke kulit yang berjerawat karena berisiko iritasi.

Anda bisa memanfaatkan bahan dapur ini sebagai obat alami jerawat dengan memasukkannya ke makanan hari-hari atau meminum sari hangat bawang putih.

7. Kayu manis

kayu manis untuk menurunkan gula darah

Kayu manis dapat digunakan sebagai masker untuk jerawat karena kandungan antioksidannya yang tinggi, salah satunya polifenol.

Polifenol berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang berasal dari sinar UV dan polusi udara. 

Bahan ini juga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri penyebab jerawat. 

Jika ingin memanfaatkan kayu manis sebagai obat alami untuk membasmi jerawat, Anda dapat mengolahnya menjadi masker yang dicampur bersama dengan madu atau susu.

8. Belerang

Belerang atau sulfur memang sering digunakan sebagai senyawa alami sebagai cara menghilangkan jerawat.

Kandungan belerang ternyata mirip dengan benzoil peroksida dan asam salisilat. Bahkan, sulfur atau belerang dapat menekan produksi minyak berlebih pada kulit Anda.

Oleh sebab itu, penggunaan belerang bermanfaat untuk mengobati jerawat dan membantu menyumbat pori-pori yang mencegah timbulnya jerawat baru. 

Namun, belerang dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti iritasi kulit. Maka dari itu, tidak semua jenis jerawat dapat diatasi oleh obat jerawat alami ini.

9. Air putih

Manfaat minum air putih untuk menghilangkan jerawat secara alami memang masih menjadi kontroversi.

Ini dikarenakan minum air putih tampak seperti solusi yang terlalu sederhana untuk masalah jerawat yang rumit dan sulit diatasi. 

Walaupun demikian, minum air mungkin dapat membantu sebagai perawatan kulit berjerawat lewat cara di bawah ini.

  • Membuang racun dari tubuh secara alami (detoksifikasi).
  • Menjaga kulit tetap lembap.
  • Mencegah infeksi bakteri.

Obat alami lainnya untuk menghilangkan jerawat

obat jerawat saat hamil

Ada pula bahan alami lainnya yang dapat digunakan untuk membantu pemulihan jerawat. 

Meski begitu, perlu diingat bahwa beberapa bahan di bawah ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut terkait manfaat hingga efek sampingnya. 

  • Kunyit untuk jerawat, kandungan kurkumin di dalamnya membantu menyamarkan bekas jerawat.
  • Garam mengandung belerang dan kalium yang dapat mengurangi peradangan dan mengangkat kotoran di wajah
  • Kulit jeruk yang kaya antioksidan dan vitamin C membantu merangsang pertumbuhan sel kulit baru
  • Minyak zaitun untuk jerawat, asam oleat di dalamnya membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh.

Tips memakai obat alami jerawat

Kebanyakan bahan alami yang disebutkan memang digunakan dalam bentuk masker untuk mengatasi jerawat.

Meski begitu, tidak semua orang dan jenis jerawat cocok dengan cara alami menghilangkan jerawat ini.

Bagi mereka yang tidak cocok atau sensitif biasanya akan mengalami efek samping saat menggunakan tanaman herbal, seperti reaksi alergi atau iritasi kulit. 

Jika ingin mencoba, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau menguji bahan tersebut dengan menggosokkan ke kulit selama 24 – 48 jam.

Bila kulit mengalami reaksi, seperti gatal dan kemerahan, artinya kulit Anda mungkin tidak cocok dengan bahan tersebut.

Bolehkan ibu hamil menggunakan obat alami jerawat?

Para ibu hamil mungkin merasa khawatir untuk menggunakan obat dengan kandungan senyawa aktif, seperti benzoil peroksida dan asam salisilat.

Alhasil, banyak dari mereka yang memilih untuk menggunakan bahan alami sebagai penggantinya. 

Sebenarnya, para ibu hamil sah-sah saja menggunakan beberapa obat alami di atas untuk mengatasi jerawat.

Namun, alangkah baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba cara menghilangkan jerawat secara alami yang disebutkan.  

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya hubungi dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat. 

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 03/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan