Risiko Komplikasi Psoriasis yang Tidak Hanya Pengaruhi Kulit, tapi Juga Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Psoriasis adalah penyakit kulit yang mudah kambuh apabila Anda terpapar pemicunya. Apabila gejala psoriasis tidak mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat, risikonya bukan cuma merusak penampilan kulit. Kerusakan jaringan tubuh lain dan kemunculan penyakit serius dapat menjadi komplikasi yang tak terduga dari psoriasis. Memang, seperti apa kerusakan kulit yang disebabkan psoriasis dan seberapa bahaya komplikasi yang ditimbulkannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Bagaimana psoriasis memicu komplikasi berupa penyakit lain?

Psoriasis itu sendiri merupakan penyakit autoimun yang berlangsung dalam jangka panjang.

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun tubuh keliru menganggap keberadaan sel-sel tubuh yang sehat dan normal sebagai benda asing membahayakan. Kesalahan ini membuat sistem imun justru merespons dengan berbalik menyerang dan menghancurkan sel tubuh yang sehat. Padahal seharusnya, sistem imun hanya aktif bekerja ketika ada serangan mikroorganisme jahat, seperti bakteri dan virus.

Kegagalan cara merespons ini terjadi terus-terusan sehingga kemudian memicu terjadinya peradangan. Pasalnya, gangguan ini menyebabkan sel T dalam sel darah putih bereaksi berlebihan sehingga memproduksi sitokin dalam jumlah berlebih. Produksi zat kimia inilah yang memicu terjadinya peradangan pada kulit dan organ-organ lainnya.

Proses peradangan (inflamasi) sebetulnya komponen penting dari mekanisme sistem imun untuk memperbaiki kerusakan. Namun jika terjadi terus menerus dalam waktu lama, proses peradangan dapat merusak tubuh. Ini karena sitokin sebagai zat pemicu peradangan dapat bertahan lama pada pembuluh darah dan mengakibatkan penumpukan plak.

Plak dalam pembuluh darah tersebut justru dianggap sebagai zat berbahaya dan akibatnya proses inflamasi kembali terjadi. Akibatnya terjadilah kerusakan pembuluh darah. Kondisi ini termasuk penyakit kronis yang bisa mengganggu kesehatan secara bertahap.

Kerusakan akibat peradangan kronis tidak hanya memengaruhi pembuluh darah, tapi juga organ vital lainnya seperti jantung, persendian, tulang, hingga otak.

Seberapa cepat psoriasis menyebar sampai memicu komplikasi?

penyakit psoriasis

Ciri utama psoriasis yang membedakan dengan infeksi kulit lainnya adalah kulit merah, bersisik, tebal. Penyakit psoriasis paling banyak mengenai siku, lutut, bokong, kuku, dan sendi. Pasalnya, bagian-bagian tubuh inilah yang gampang trauma alias terbentur.

“Misalnya begini, kita duduk dengan posisi siku yang menumpu di meja dan kemudian terbentur. Lama-lama hal ini dapat menyebabkan psoriasis lebih mudah muncul. Psoriasis juga bisa terjadi di bokong bagian atas karena tumpuan tubuh saat bersandar,” lanjut dr. Endi.

Jika sudah mulai muncul, penyakit psoriasis dapat berkembang dengan cepat pada kulit hanya dalam hitungan beberapa jam. Misalnya saja, ketika bagian tangan kanan Anda sudah mulai timbul ruam, maka psoriasis bisa menyebar dengan cepat ke tangan kiri dalam beberapa jam. Bahkan hanya dalam waktu satu hari saja, penyakit kulit ini bisa meluas hingga ke seluruh badan.

Akan tetapi, psoriasis yang muncul di siku atau lutut biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menyebar, yaitu kira-kira satu tahun. Hal ini tergantung dari tempat munculnya psoriasis.

Kemunculan gejala psoriasis di area tubuh lain merupakan risiko komplikasi yang utama dan paling umum. Bahkan, peradangan kulit kronis bisa saja membuat seorang penderita terdampak lebih dari satu jenis psoriasis yang berbeda.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), sebanyak 50 persen orang yang mengalami psoriasis di bagian tubuh mana pun rentan mengalami gejala di kulit kepala. Begitu pula sebaliknya. Seseorang dengan psoriasis pada kulit kepala dapat mengalami jenis psoriasis tertent pada bagian tubuh lainnya di saat bersamaan.

Setiap orang yang memiliki psoriasis mungkin saja terdampak lebih dari satu jenis. Namun, kebanyakan hanya mengalami kekambuhan gejala dari salah satunya pada satu waktu. Artinya gejala dari dua macam psoriasis yang berbeda biasanya tidak datang bersamaan sekaligus.

Macam-macam penyakit yang jadi komplikasi dari psoriasis

cara mengatasi jantung berdebar

Penyebaran psoriasis lama kelamaan bisa menyebabkan komplikasi di seluruh tubuh.

Nah selain penyebaran gejala pada kulit, psoriasis juga dapat meningkatkan risiko penderitanya mengalami komplikasi berupa radang sendi. Radang sendi yang dialami oleh penderita psoriasis disebut dengan psoriasis arthritis. Anda biasanya akan mengalami pembengkakan, kekakuan, dan rasa nyeri terutama pada sendi tangan.

Komplikasi psoriasis ini lama-kelamaan dapat memicu suatu kondisi yang disebut dengan telescopic finger jika tidak segera ditangani. Telescopic finger adalah kerusakan pada distal (ujung sendi) pada jari-jari tangan dan kaki sehingga tidak bisa berfungsi secara normal.

“Kalau diperhatikan, jari tangan penderita psoriasis akan memendek tapi bisa ditarik maju-mundur karena sendinya sudah rusak. Itulah kenapa namanya telescopic finger karena mirip seperti bentuk teleskop,” jelas dr. Sumariyono, SpPD-KR, MPH, yang merupakan Ketua Indonesia Rheumatism Association (IRA) saat ditemui oleh tim Hello Sehat.

Selain menyerang persendian, komplikasi psoriasis bisa masuk lebih dalam dan mengenai organ-organ dalam tubuh yang letaknya jauh dari kulit. Salah satunya mengakibatkan penyakit jantung. Bagaimana bisa?

Saat terkena psoriasis, peradangan yang ada di kulit menyebabkan zat-zat proinflamasi masuk ke dalam darah. Zat-zat ini kemudian memicu peradangan dan luka di sepanjang kapiler dalam tubuh, salah satunya jantung.

Jika ada peradangan di pembuluh darah, maka sel-sel darah atau trombosit akan bertumpuk dan menyumbat aliran darah. Trombosit ini seharusnya bertugas untuk menghentikan perdarahan, tapi jika terus-menerus menumpuk justru dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selain memicu penyakit jantung, menurut National Psoriasis Foundation, komplikasi psoriasis lainnya meliputi:

Banyak orang yang masih menganggap penyakit psoriasis adalah penyakit kulit menular yang menjijikkan dan patut untuk dihindari. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu. Psoriasis adalah penyakit autoimun yang tidak menular.

Stigma negatif seperti itulah yang membuat pengobatan psoriasis jadi terhambat. Padahal semakin cepat Anda mendeteksi dan mengobatinya, sebetulnya gejala psoriasis bisa semakin mudah dikendalikan. Selain itu, pengobatan psoriasis yang tepat dan telaten juga mencegah terjadinya komplikasi.

Risiko komplikasi meningkat jika gaya hidup masih buruk

Psoriasis umumnya terjadi pada orang dewasa usia 40 tahun ke atas. Namun, bayi dan anak-anak ternyata juga bisa terkena psoriasis, lho! Bahkan, hampir 20.000 anak usia di bawah 10 tahun di dunia didiagnosis terkena psoriasis setiap tahunnya, seperti dikutip dari Healthline.

Ini karena salah satu faktor utama yang memicu kemunculan penyakit psoriasis adalah mutasi genetik warisan keluarga. Namun, faktor genetik tidak 100% pasti menjadi penyebab psoriasis pada generasi selanjutnya.

Jika orangtuanya terkena psoriasis, anaknya belum tentu pasti akan terkena penyakit kulit yang sama. Begitu juga sebaliknya. Anda mungkin saja terkena psoriasis meskipun orangtua Anda tidak mengalaminya.

Pada dasarnya, genetik dalam tubuh Anda tidak bekerja sendiri dalam memicu psoriasis. Biasanya, genetik ini dapat menimbulkan psoriasis jika Anda stres atau melakukan pola hidup yang tidak sehat secara terus-menerus.

Contohnya merokok, makan makanan berlemak atau mengandung alkohol, dan obat-obatan tertentu. Kombinasi faktor-faktor inilah yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien dan memperparah komplikasi psoriasis.

Saking parahnya risiko komplikasi yang mungkin ditimbulkan psoriasis, Kementerian Kesehatan RI telah memasukkan psoriasis sebagai salah satu program utamanya sejak tahun 2016. Oleh karena itu, yuk hapus stigma negatif tentang psoriasis dan cegah risikonya sedini mungkin dengan pola hidup yang sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
penyakit mata pada psoriasis

Komplikasi Penyakit Mata yang Biasa Terjadi pada Pasien Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 4 menit