Apa Perbedaan Psoriasis, Eksim, dan Dermatitis?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tiga penyakit utama yang menyebabkan gatal-gatal pada kulit adalah psoriasis, eksim dan dermatitis, dan ketiganya sulit dibedakan. Tidak ada tes yang dapat mengidentifikasi, dan bentuknya pun mirip. Untuk memberi diagnosis yang akurat, dokter akan menanyakan riwayat medis dan gejala yang Anda miliki, serta melakukan beberapa pemeriksaan dan tes. Jika Anda merasa terganggu dengan kemerahan, gatal dan radang pada kulit, lebih baik segera memeriksakannya. Begitu penyebab diketahui, perawatan dapat segera dilakukan.

Untuk membantu dokter dalam diagnosis, berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui tentang psoriasis, eksim, dan dermatitis.

Dermatitis

Dermatitis adalah istilah yang sangat luas yang berarti “peradangan pada kulit”. Jika kulit Anda mengalami kontak dengan zat iritan tertentu, Anda dapat mengalami dermatitis kontak. Terdapat 2 jenis utama dermatitis kontak: iritan dan alergi. Dermatitis kontak iritan paling umum terjadi, yaitu apabila kulit meradang akibat kontak dengan benda-benda seperti bahan kimia, zat asam, sabun dan deterjen. Dermatitis kontak iritan dapat muncul baik jika Anda pernah mengalami kontak dengan zat iritan atau pun belum. Sering Anda memiliki ruam pada tangan disertai dengan rasa perih, gatal, dan nyeri. Reaksi tersebut akan terus berlangsung sampai penyebabnya diketahui dan Anda bisa menghindarinya.

Dermatitis kontak alergi dapat terjadi apabila Anda memiliki sensitivitas atau alergi pada suatu zat, seperti nikel atau bahan metal lainnya, atau pewangi tertentu. Pada dermatitis kontak alergi, ruam pada kulit dapat muncul pada area yang tersentuh zat dalam 24 sampai 48 jam. Gejala utama adalah gatal. Penderita yang sering mengalami dermatitis kontak alergi dapat melakukan tes alergi.

Eksim

Eksim biasanya muncul pada satu bagian kulit yang terasa sangat gatal, merah, bengkak, dan pecah-pecah akibat garukan. Ruam biasanya muncul pada muka, bagian dalam siku, bagian belakang lutut, serta pada tangan dan kaki.

Penyebab tepat eksim tidak diketahui, namun telah dikaitkan dengan faktor genetik dan lingkungan. Jenis eksim yang paling umum adalah dermatitis atopik, kondisi alergi yang sering muncul pada bayi dan anak-anak. Kondisi ini dapat hilang pada usia 2 tahun atau berlangsung hingga dewasa.

Zat tertentu dapat memicu eksim, sehingga penting untuk mengidentifikasi dan menghindarinya. Zat iritan biasanya berupa pembersih rumah tangga, deterjen, sabun, klorin dan wol. Stres serta perubahan suhu yang ekstrem juga dapat menyebabkan munculnya eksim.

Untuk memastikan, dokter akan menanyakan riwayat alergi pada keluarga dan meminta Anda melakukan tes alergi atau tes darah.

Psoriasis

Psoriasis adalah kondisi permanen yang menyebabkan bagian kulit menebal, merah, dan bersisik. Area yang mengalami psoriasis biasanya gatal, sakit, dan bahkan terasa panas. Psoriasis biasanya terletak pada bagian luar siku dan lutut, namun juga sering terjadi pada kulit kepala dan kuku.

Banyak hal yang dapat memicu psoriasis, seperti stress, udara dingin, kerusakan kulit, dan obat-obatan tertentu. Berbeda dengan dermatitis atopik, psoriasis biasanya tidak muncul sebelum usia 10 tahun dan lebih sering ditemukan pada orang dewasa.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

    Tiap penyakit kulit punya beragam penyebab. Untuk itu, penting mengetahui penyebab pastinya agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Penyakit Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

    Radiasi UV dari sinar matahari berbahaya bagi kulit. Jadi, jangan remehkan sunblock. Tapi sebenarnya bagaimana cara kerja sunblock dalam melindungi kulit?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Alergi Makanan

    Alergi makanan adalah reaksi alergi yang muncul setelah mengonsumsi suatu zat makanan tertentu. Makanan apa saya yang menyebabkan reaksi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 14 menit

    6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

    Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    psoriasis

    Psoriasis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    hemodialisis

    Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    dokter spesialis kulit dermatolog

    Serba-serbi Informasi Seputar Dokter Spesialis Kulit yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 5 menit