Mencuci Tangan Memang Baik, Tapi Ini Akibatnya Bila Terlalu Sering Dilakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mencuci tangan bermanfaat untuk mencegah penularan penyakit berbahaya. Namun, terlalu sering mencuci tangan ternyata juga tidak baik bagi kesehatan. Alih-alih melindungi tubuh dari serangan penyakit, kebiasaan mencuci tangan secara berlebihan justru akan meningkatkan risiko masalah kesehatan lain.

Terlalu sering mencuci tangan ada akibatnya

Melansir Mayo Clinic, ada saat-saat wajib mencuci tangan. Di antaranya sebelum makan, saat menyiapkan makanan, merawat luka, menggunakan dan melepas lensa kontak, serta saat tangan tampak kotor.

Cuci tangan juga diperlukan setelah menggunakan toilet, batuk, bersin, mengganti popok, merawat orang sakit, dan menyentuh hewan peliharaan. Meski boleh dilakukan setiap hari, ingatlah untuk tidak berlebihan mencuci tangan agar tidak memicu efek samping berikut.

1. Membuat lebih mudah sakit

Terlalu sering mencuci tangan bisa mengacaukan keseimbangan bakteri dalam tubuh. Menurut Samer Blackmon, M.D., dokter spesialis penyakit dalam di Amerika Serikat, kegiatan ini justru akan membunuh bakteri bermanfaat yang membangun sistem kekebalan tubuh.

Saat masih kecil, tubuh terpapar oleh beragam bakteri, virus, dan parasit. Hal ini sebenarnya bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jika tidak pernah terpapar, sistem kekebalan tubuh tidak bisa melawan bibit penyakit tersebut.

Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh tidak pernah mengenal mikroba penyebab penyakit paling umum sekalipun. Tanpa mikroba tersebut, sel-sel kekebalan tubuh tidak bisa membuat antibodi ataupun mekanisme pertahanan lainnya.

Sejumlah ahli meyakini bahwa kondisi ini membuat lebih mudah sakit. Terutama bila kebiasaan terlalu sering mencuci tangan sudah dimulai sejak masa kanak-kanak. Itulah sebabnya disarankan untuk mencuci tangan seperlunya.

2. Meningkatkan risiko terkena alergi

ketotifen

Selain bakteri, virus, dan parasit, tubuh juga terpapar berbagai pemicu alergi atau alergen sejak masa kanak-kanak. Paparan ini bermanfaat agar sistem kekebalan tubuh beradaptasi dengan alergen dan tidak menganggapnya sebagai bahaya.

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat asing yang sebenarnya tidak berbahaya. Reaksi berlebihan tersebut bisa menyebabkan gatal, peradangan, gejala sinus, serta gangguan pernapasan dan pencernaan.

Bila terlalu sering mencuci tangan, tubuh tidak berkesempatan ‘mengenal’ zat asing yang berpotensi menyebabkan alergi di kemudian hari. Sementara itu, orang yang tumbuh besar dengan terpapar alergen justru berisiko lebih kecil terkena alergi.

3. Meningkatkan risiko iritasi dan penyakit kulit

obat iritasi kulit

Bahan-bahan kimia dalam sabun cuci tangan dan alkohol dalam hand sanitizer dapat menyebabkan iritasi jika terlalu sering digunakan. Kulit yang terpapar bahan-bahan ini secara berlebihan cenderung menjadi kering, pecah-pecah, bahkan berdarah.

Begitu kulit menjadi pecah-pecah, bakteri bisa memasuki tubuh dengan mudah melalui celah yang terbentuk. Kondisi ini dapat mengakibatkan infeksi yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, hingga munculnya nanah.

Pada beberapa orang, terlalu sering mencuci tangan bahkan dapat memicu eksim dan memperparah gejalanya. Eksim tidak bisa disembuhkan, tapi gejalanya dapat dikontrol melalui pengobatan.

Beberapa jenis penyakit berawal dari tangan yang kotor, dan inilah alasan mengapa cuci tangan begitu penting. Meski demikian, pastikan tidak melakukannya secara berlebihan guna mencegah efek samping yang tidak diharapkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, di dada, perut, atau punggung.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit kulit berupa peradangan kronis yang menyerang kulit, kuku, dan lapisan mulut. Apakah kondisi ini menular?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Tahi Lalat

Tahi lalay adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah tahi lalat di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah kondisi kulit yang kering, kasar, dan muncul benjolan-benjolan kecil dan keras.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

impetigo, masalah penyakit dan gangguan kulit

Impetigo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat cacing

5 Pilihan Obat Cacing yang Direkomendasikan untuk Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
heloma

Heloma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit