home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ragam Perawatan untuk Meredakan Kulit Gatal Akibat Dermatitis Kontak

Ragam Perawatan untuk Meredakan Kulit Gatal Akibat Dermatitis Kontak

Munculnya ruam kemerahan disertai gatal dan perih pada kulit setelah kontak dengan suatu zat dapat menjadi tanda dermatitis kontak. Dermatitis kontak tidak bisa sembuh sepenuhnya, tapi Anda bisa meredakan gejala yang muncul dengan beberapa metode perawatan sederhana.

Apa saja perawatan yang dapat Anda lakukan?

Berbagai perawatan kulit untuk dermatitis kontak

Seperti jenis dermatitis lainnya, dermatitis kontak pun menimbulkan berbagai keluhan dan bisa menyebabkan kerusakan pada kulit. Salah satu komplikasi dermatitis kontak yang paling umum adalah infeksi pada kulit yang digaruk terus-menerus.

Kulit yang bermasalah sebenarnya dapat kembali sehat asalkan dirawat secara rutin sesuai anjuran dokter. Selama pengobatan, Anda juga perlu menghindari alergen (zat penyebab alergi) maupun iritan (zat pemicu iritasi) guna mencegah kambuhnya penyakit.

Berikut adalah beberapa metode perawatan dermatitis kontak yang bisa Anda lakukan sehari-hari maupun yang dianjurkan oleh dokter:

1. Menghindari iritan dan alergen

Perawatan apa pun tidak akan efektif jika Anda sering berkontak dengan zat-zat yang memicu gejala dermatitis kontak. Maka dari itu, dokter biasanya menyarankan pasien untuk sebisa mungkin menghindari iritan dan alergen sebelum menjalani pengobatan.

Anda mungkin akan dianjurkan menjalani skin patch test untuk mengetahui zat apa saja yang memicu reaksi pada tubuh Anda. Selama melakukan tes, kulit punggung Anda akan diteteskan beberapa jenis zat dan ditutup dengan penutup khusus.

Setelah dua hari, dokter akan mengamati gejala yang muncul pada punggung Anda. Hasil tes dapat dikatakan positif apabila terdapat gejala seperti ruam kemerahan atau gatal-gatal.

Tes tersebut juga akan membantu Anda mengenali zat apa saja yang perlu dihindari. Menurut American Academy of Dermatology, beberapa jenis alergen dan iritan umum yang perlu dihindari selama masa perawatan dermatitis kontak adalah:

  • detergen,
  • logam nikel (alat elektronik, perhiasan, dan bingkai kacamata),
  • kosmetik, semprotan rambut, dan cat kuku,
  • parfum dan pengharum lainnya,
  • lateks,
  • zat kimia dalam produk pembersih,
  • zat pewarna rambut,
  • minyak tanah, serta
  • tanaman tertentu, seperti poison ivy.

2. Menggunakan pelindung diri

Bagi orang yang bermukim atau harus bekerja di tempat tinggi paparan alergen dan iritan, menghindari keduanya tentu tidak mudah. Selain itu, iritan juga banyak terdapat pada produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai solusinya, Anda bisa menggunakan pelindung diri ketika berkontak langsung dengan alergen dan iritan. Misalnya dengan menggunakan sarung tangan khusus saat mencuci dengan detergen, membersihkan lantai dengan karbol, dan sebagainya.

Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang ketika bepergian ke tempat dengan banyak alergen kulit. Lakukan pula hal yang sama bila Anda bekerja di tempat dengan paparan logam yang tinggi.

Patut diingat bahwa ada orang-orang yang mungkin alergi terhadap lateks pada sarung tangan. Jadi, pastikan bahwa Anda memilih sarung tangan dengan bahan yang sesuai. Lakukan tes alergi sederhana dengan menyentuh sarung tangan sebelum digunakan.

Setelah selesai, perawatan dermatitis kontak dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan air hangat dan sabun tanpa pengharum. Begitu tangan sudah kering, Anda bisa mengoleskan pelembap kulit atau emolien.

Meskipun gejala telah menghilang, cobalah untuk terus menerapkan perawatan ini. Dilansir dari National Eczema Society, ketahanan kulit terhadap iritan dan alergen akan berkurang setidaknya selama 4 hingga 5 bulan setelah gejala hilang.

3. Pemakaian emolien secara rutin

obat-alami-alergi-kulit

Emolien merupakan pelembap untuk kulit kering dari jenis non-kosmetik. Tidak seperti pelembap pada umumnya, emolien tidak mengandung pewangi atau pengawet yang bersifat mengiritasi kulit.

Perawatan dermatitis kontak dengan emolien bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Mengoleskan emolien langsung pada bagian kulit yang kemerahan, kering, atau bersisik sebanyak 2-4 kali dalam sehari atau tergantung aturan dokter.
  • Mengoleskan emolien pada tubuh setelah mandi ketika kulit baru setengah kering.
  • Menggunakan emolien untuk membersihkan tubuh atau sebagai pengganti sabun mandi.

4. Mandi oatmeal

Oatmeal diyakini bermanfaat bagi kulit berkat kandungan lemak dan gula di dalamnya. Lemak merupakan pelumas yang membantu mengatasi kulit kering, sedangkan gula berperan sebagai scrub alami yang membersihkan lapisan kulit mati.

Jenis oatmeal yang digunakan untuk mandi adalah oatmeal koloid berbentuk bubuk. Oatmeal koloid kaya akan serat selulosa yang berfungsi sebagai emolien. Kandungan ini dapat menenangkan kulit yang merah dan mengalami iritasi akibat dermatitis.

Berikut cara perawatan dengan mandi oatmeal untuk penderita dermatitis kontak.

  1. Isi bak dengan air bersuhu hangat atau suam-suam kuku. Jangan gunakan air yang terlalu panas karena dapat memperparah peradangan dan kulit kering,
  2. Masukkan kira-kira satu cangkir oatmeal koloid ke dalam bak. Semakin besar ukuran bak yang Anda gunakan, semakin banyak oatmeal yang dibutuhkan.
  3. Aduk oatmeal hingga tercampur rata dengan air.
  4. Berendamlah dalam air begitu warnanya seperti susu dan teksturnya menjadi lembut.

5. Menggunakan obat-obatan

Pengobatan akantosis nigrikans

Perawatan rutin dengan emolien biasanya cukup untuk meredakan gejala dermatitis kontak. Namun, ada pulang orang yang mungkin tidak cocok menggunakan emolien sehingga tidak mengalami perbaikan gejala.

Pada kondisi seperti ini, Anda membutuhkan perawatan secara medis dengan obat yang diresepkan dokter. Dokter spesialis kulit akan memberikan obat sesuai dengan tingkat keparahan gejala yang Anda alami.

Berikut adalah beberapa jenis obat eksim yang juga bisa digunakan oleh penderita dermatitis kontak.

Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan cara menghentikan fungsi histamin, yakni zat kimia pada reaksi alergi yang menimbulkan gejala gatal dan kemerahan. Obat antihistamin minum ampuh meringankan kedua gejala tersebut, tapi dengan efek samping mengantuk.

Obat kortikosteroid

Obat oles kortikosteroid ampuh meredakan kemerahan, gatal, dan peradangan pada kulit. Apabila obat kortikosteroid biasa tidak dapat mengatasi gejala, dokter biasanya memberikan resep kortikosteroid dari jenis yang lebih kuat seperti prednisone.

Sementara jika gejala menyebar luas ke beberapa bagian tubuh, pengobatan mungkin akan diganti dengan konsumsi pil steroid. Namun, obat kortikosteroid dosis kuat tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena memiliki sejumlah efek samping serius.

Antibiotik

Tanpa perawatan yang memadai, dermatitis kontak dapat menyebabkan komplikasi berupa infeksi kulit. Kulit yang mengalami infeksi ringan umumnya ditangani dengan antibiotik berbentuk salep.

6. Fototerapi

Perawatan dermatitis kontak lainnya bisa dilakukan dengan terapi sinar ultraviolet atau fototerapi. Perawatan ini disarankan bila gejala yang muncul sulit dikendalikan dengan perawatan melalui emolien ataupun salep steroid.

Metode ini dilakukan dengan menembakkan sinar ultraviolet gelombang pendek pada kulit untuk merangsang produksi vitamin D. Kendati ampuh, fototerapi tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena bisa menyebabkan penuaan dini.

Dermatitis kontak terjadi ketika kulit mengalami kontak langsung dengan zat pemicu alergi atau iritasi. Meskipun gejalanya dapat hilang setelah Anda menjauhi pemicunya, penyakit ini bisa menimbulkan kerusakan pada kulit.

Berbagai perawatan di atas tidak hanya berguna untuk meredakan gejala, tapi juga mencegah kerusakan lebih lanjut akibat dermatitis kontak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Contact Dermatitis: National Eczema Society. (2020). Retrieved 29 September 2020, from http://eczema.org/contact-dermatitis

Contact dermatitis – Treatment. (2017). Retrieved 29 September 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/contact-dermatitis/treatment/

Contact dermatitis: Diagnosis & treatment. (2020). Retrieved 29 September 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types/contact-dermatitis/treatment

Contact dermatitis: Tips for managing. (2020). Retrieved 29 September 2020, from https://www.aad.org/contact-dermatitis-tips

Usatine, R., & Riojas, M. (2010). Diagnosis and Management of Contact Dermatitis. American Family Physician, 82(3), 249-255. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2010/0801/p249.html


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 10/10/2020
x