Apa Bedanya Asma Pada Anak-anak dan Orang Dewasa?

Oleh

Asma adalah suatu penyakit kronis yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan di paru-paru. Menurut WHO, lebih dari 235 juta orang mengidap asma. Hal ini juga menjadi suatu penyakit yang umum pada anak-anak.

Asma pada anak dan dewasa adalah penyakit yang sama. Mereka memiliki banyak kesamaan pada gejalanya, dan pengobatan yang sama juga dapat digunakan untuk merawat keduanya. Namun, anak-anak dengan asma menghadapi masalah yang berbeda dibanding orang dewasa.

Bagaimana asma pada anak?

Menurut American Lung Association, 7.1 juta anak di bawah 18 tahun mengidap asma. Lebih dari 4 juta anak tersebut mengalami serangan asma setiap tahunnya. Faktanya, asma adalah penyebab masuk rumah sakit tertinggi ketiga pada anak-anak, setidaknya di Amerika, yang berusia 15 tahun ke bawah. Untungnya, kematian yang berkaitan dengan asma pada anak-anak cukup jarang terjadi.

Bagaimana asma pada dewasa?

Asma sangatlah umum pada anak-anak, tapi penyakit ini dapat muncul kapanpun di hidup Anda. Tidak mengherankan jika ada orang yang berusia 50 tahun baru didiagnosis dengan asma.

Pada lebih dari 30% orang dewasa yang terjangkit asma, biasanya disebabkan oleh alergi. Ini adalah jenis asma yang berhubungan dengan zat allergen. Allergen adalah substansi yang tidak menyakiti tetapi menyebabkan reaksi imun pada orang yang sensitif.

Alergi sangatlah umum pada usia berapa pun. Anak-anak mungkin tidak merasakan asma yang disebabkan oleh ekspos allergen ketika mereka kecil. Tetapi seiring waktu. Tubuh akan memiliki reaksi yang berbeda ketika allergen memasuki tubuh. Hal ini dapat berujung pada asma pada dewasa.

Apa persamaan antara asma pada anak-anak dan dewasa?

Dokter dan peneliti tidak tahu pasti apa yang menyebabkan seseorang dapat memiliki asma. Alergi dapat menyebabkan gejala dan serangan asma. Penelitian menyarankan bahwa gen juga memiliki peranan, sama seperti lingkungan. Alasan yang pasti untuk hal ini masih benar-benar tidak jelas.

Asma pada anak dan dewasa memiliki banyak pemicu yang sama. Untuk asma pada semua usia, ekspos dari pemicu-pemicu berikut ini dapat menyebabkan serangan asma:

  • Rokok
  • Jamur dan lumut
  • Polusi udara
  • Tungau
  • Kecoa
  • Bulu atau liur peliharaan
  • Infeksi pernapasan atau udara dingin
  • Suhu dingin
  • Udara kering
  • Stress emosional atau kegembiraan
  • Olahraga

Asap rokok juga berbahaya untuk anak-anak. Kurang lebih 1 juta anak dengan asma pernah mengalami serangan asma yang disebabkan oleh asap rokok.

Apa perbedaannya asma pada anak dan pada dewasa?

Anak-anak yang didiagnosis asma memiliki gejala yang tidak teratur. Terkadang allergen dapat menyebabkan serangan asma, dan terkadang tidak.

Pada dewasa, gejala biasanya lebih konsisten. Pengobatan harian biasanya diperlukan untuk terus mengontrol gejala dan serangan asma.

Anak-anak yang didiagnosis asma biasanya akan menyadari bahwa gejala asma mereka biasanya akan benar-benar hilang atau membaik selama pubertas. Sekitar usia 20 tahun, mereka akan kembali menyadari bahwa gejala tersebut muncul kembali dalam untuk waktu yang singkat sebelum kemudian menghilang lagi. Siklus muncul dan hilangnya gejala ini akan berlanjut hingga seseorang berusia 30 atau 40 tahunan.

Pengobatan apa yang digunakan?

Baik anak maupun dewasa dapat menggunakan satu atau kedua pengobatan asma yang paling umum. Pengobatan ini adalah pengobatan darurat dan pengobatan jangka panjang.

Pengobatan darurat didesain untuk meringankan gejala yang disebabkan oleh serangan alergi.

Pengobatan jangka panjang dibuat untuk meredakan peradangan dan pembengkakan untuk periode yang lama dengan tujuan mencegah serangan alergi. Pengobatan jangka panjang biasanya dilakukan setiap hari selama sebulan, bahkan setahun penuh.

Kebanyakan anak dan dewasa yang memiliki asma akan menggunakan kombinasi dari pengobatan ini untuk menangani asma mereka.

Bagaimana mengetahui jika anak memiliki asma

Asma menyebabkan peradangan dan menyempitkan saluran pernapasan. Penyempitan saluran pernapasan menyebabkan sesak di dada dan kesulitan bernapas.

Gejala lain dari asma adalah:

  • Mengi
  • Batuk
  • Hidung mampat
  • Nyeri di dada
  • Banyaknya lendir di saluran pernapasan
  • Tekanan di dada
  • Napas menjadi pendek setelah berolahraga
  • Kesulitan tidur
  • Penyembuhan yang tertunda dari infeksi pernapasan, seperti flu atau demam

Jika Anda mengira gejala yang ada pada anak Anda adalah gejala asma, buatlah perjanjian dengan dokter. Asma yang tidak ditangani saat kecil dapat berdampak panjang. Sebagai contoh, anak dengan asma yang tidak ditangani cenderung memiliki stamina yang lebih sedikit saat berolahraga dibanding anak yang tidak memiliki asma. Hal ini dapat menghambat anak untuk menjadi aktif. Anak dengan asma harus tetap menjadi aktif. Banyak atlet yang memiliki asma bisa menjadi atlet yang sukses dalam karirnya walaupun dengan kondisi seperti itu.

Buatlah rencana penanganan asma

Baik dewasa maupun anak perlu untuk membuat rencana penanganan asma. Ringkasan rencana ini melingkupi obat apa yang harus Anda atau anak Anda konsumsi, dan kapan harus menggunakannya. Rencana ini juga berisi detil bagaimana harus bertindak ketika asma tidak dapat dikontrol. Instruksi ini akan membantu teman, saudara, guru, atau pengasuh anak Anda untuk tahu kapan waktunya untuk mencari bantuan darurat bagi Anda atau anak Anda.

Untuk membuat rencana ini, diskusikan pilihan perawatan Anda dengan dokter. Tulislah kapan waktunya untuk meningkatkan penanganan menjadi lebih intens lagi ketika gejala Anda muncul. Rencanakan apa yang akan Anda lakukan ketika serangan asma datang. Diskusikan apa pemicunya dapat dihindari dan apa cara terbaik untuk menghindarinya. Bagikan rencana ini kepada teman, saudara, dan siapapun yang peduli pada anak Anda. Bersama, Anda akan sukses menangani asma dan semoga terhindar dari komplikasi di masa depan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca