Komplikasi Asma yang Mungkin Muncul Jika Tak Ditangani Dengan Baik

    Komplikasi Asma yang Mungkin Muncul Jika Tak Ditangani Dengan Baik

    Asma adalah penyakit kronis yang menyerang saluran pernapasan dan membuat Anda sesak napas. Pengendalian gejala asma menjadi kunci, mengingat penyakit ini tak dapat disembuhkan. Jika gejalanya tidak dikendalikan dengan baik, akan ada banyak komplikasi atau bahaya asma yang bisa muncul. Lantas, apa saja komplikasi asma yang harus diwaspadai?

    Komplikasi asma yang mungkin muncul

    Asma yang tidak ditangani dengan tepat dapat memicu terjadinya masalah medis, baik secara fisik maupun psikis, alias komplikasi. Hal ini lebih mungkin terjadi jika Anda tidak rutin menjalani pengobatan asma yang dianjurkan dan masih terpapar berbagai pemicunya.

    Jika dibiarkan, masalah medis yang diakibatkan oleh asma dapat menjadi kondisi medis yang bersifat jangka panjang dan sulit disembuhkan.

    Berikut adalah berbagai komplikasi asma yang mungkin muncul karena asma:

    1. Perubahan struktur saluran pernapasan (airway remodeling)

    Gejala pneumonia mirip dengan flu biasa, sehingga Anda perlu memerhatikan dengan seksama.

    Komplikasi asma pertama yang mungkin terjadi adalah perubahan struktur pada saluran pernapasan. Kondisi ini disebut juga dengan airway remodelling.

    Hal ini terjadi ketika asma yang sudah diderita dalam jangka panjang menyebabkan dinding saluran pernapasan menebal dan menyempit.

    Penebalan dinding saluran pernapasan ini diakibatkan oleh peradangan pada paru-paru, dan tubuh Anda berusaha melawan peradangan tersebut. Kurang lebih, fenomena ini serupa dengan kulit yang tersayat, kemudian tubuh akan membentuk jaringan luka dengan sendirinya.

    Semakin lama asma dibiarkan tanpa pengobatan, semakin parah peradangan yang terjadi di saluran pernapasan. Tubuh pun akan terus membuat jaringan baru di dinding saluran pernapasan.

    Fenomena airway remodelling termasuk serius karena saluran pernapasan yang strukturnya berubah tidak dapat kembali lagi seperti semula. Hal ini berisiko menyebabkan penyumbatan dan gagal fungsi paru-paru.

    2. Komplikasi saluran pernapasan

    mencegah asma kambuh

    Meskipun jarang terjadi, asma terkadang dapat menyebabkan komplikasi pernapasan yang mengancam jiwa, seperti:

    Hal ini dapat berujung pada kegagalan sistem pernapasan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan segera.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tingkat kematian yang disebabkan oleh asma pada tahun 2016 ada 10 dari 1 juta pasien. Meski demikian, banyak dari kematian ini sebenarnya dapat dicegah dengan perawatan darurat yang tepat.

    3. Gangguan psikologis

    Maprotiline

    Faktanya, penyakit asma yang tak terkendali dan tak diobati berhubungan langsung dengan stres, gangguan kecemasan, hingga depresi.

    Hal ini telah dikaji dalam sebuah artikel dari jurnal Chest. Kelompok pasien dengan asma adalah salah satu kelompok dengan risiko terbesar mengalami depresi.

    Gangguan psikologis yang berkaitan dengan asma umumnya disebabkan oleh terbatasnya aktivitas sehari-hari, sehingga rentan memicu stres dan kecemasan.

    Selain itu, ada kemungkinan masalah mental dapat dipicu oleh penanganan asma yang kurang tepat, baik oleh orangtua pasien maupun anggota keluarga lainnya.

    Namun, tidak menutup kemungkinan gangguan psikologis akibat asma juga dipicu oleh faktor-faktor lain, misalnya efek samping dari penggunaan obat-obatan jangka panjang.

    4. Obesitas

    obesitas anak

    Masih dari pembahasan yang terdapat di jurnal Chest, asma juga berpotensi menimbulkan komplikasi berupa kenaikan berat badan berlebih atau obesitas. Memang, berat badan dan asma cukup sering dikaitkan satu sama lain.

    Diduga, hubungan antara obesitas dan asma adalah kurangnya aktivitas tubuh. Penderita asma, terutama yang belum mendapatkan penanganan medis, cenderung mengalami kesulitan atau takut untuk berolahraga.

    Gaya hidup yang tidak sehat inilah yang menjadi pemicu berat badan naik melebihi batas normal.

    5. Gangguan tidur

    insomnia kanker hati risiko kanker pria

    Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di 2016, sebanyak 75 persen pengidap asma mengalami gangguan tidur di malam hari. Padahal, gangguan tidur ini akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain, misalnya pusing dan tubuh jadi semakin lemas.

    Hal ini juga diperjelas dalam sebuah artikel dari Materia Socio-Medica. Penyakit gangguan pernapasan, terutama asma, sangat berkaitan dengan berbagai masalah tidur. Beberapa di antaranya adalah menurunnya kualitas tidur, sering terbangun di malam hari, bangun terlalu cepat, dan lebih mudah mengantuk di siang hari.

    Jika sudah begitu, aktivitas jadi terganggu dan Anda akan susah fokus dengan kegiatan sehari-hari. Bahkan, gangguan tidur berkepanjangan bisa-bisa menimbulkan gangguan psikologis, seperti stres.

    6. Efek samping pengobatan jangka panjang

    obat asma alergi

    Ternyata, komplikasi tidak hanya timbul dari asma yang diobati dengan benar. Pasalnya, pengobatan jangka panjang untuk mengatasi gejala asma pun mungkin dapat memicu terjadinya bahaya.

    Salah satu contohnya adalah efek samping dari obat kortikosteroid hirup. Penggunaan jangka panjang dari jenis obat asma ini mungkin dapat memengaruhi risiko terkena pneumonia, permasalahan tumbuh kembang anak, serta gangguan pada janin selama masa kehamilan.

    Dengan demikian, pemahaman mendalam tentang asma dan penanganan yang tepat harus dilaksanakan sejak awal munculnya gejala penyakit. Mengetahui komplikasi dan bahaya asma juga dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya penatalaksanaannya.

    Bahaya asma yang mengganggu kehidupan sehari-hari

    Tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, asma yang semakin parah dan tidak terkendali juga dapat berdampak pada aspek lain dalam kehidupan Anda, terutama kegiatan sehari-hari.

    Berikut adalah beberapa bahaya atau komplikasi asma yang sampai memengaruhi aktivitas Anda:

    1. Tidak bebas beraktivitas

    nyeri dada saat olahraga

    Asma membuat Anda tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik, bahkan bisa sampai menyebabkan produktivitas menurun. Memiliki asma yang tak terkendali akan membuat Anda cepat lelah, karena oksigen yang masuk ke dalam tubuh tidak optimal.

    Asma dapat menghambat beberapa orang dari kegiatan latihan fisik atau olahraga yang cukup. Padahal, olahraga untuk penderita asma masih penting untuk kondisi kesehatan secara keseluruhan, terutama untuk mencegah asma kambuh.

    Kekurangan olahraga dapat berakibat pada munculnya risiko gangguan kesehatan lain dan penambahan berat badan. Kekurangan kegiatan fisik juga dapat mengakibatkan depresi dan stres psikologis lainnya.

    2. Produktivitas menurun

    mengatasi asma tanpa inhaler

    Bahaya asma yang juga mengganggu kegiatan sehari-hari adalah menurunnya produktivitas. Kondisi ini masih ada hubungannya dengan komplikasi asma berupa gangguan tidur.

    Pola tidur yang terganggu tentu berdampak pada performa akademis maupun pekerjaan Anda. Selain itu, gejala asma yang parah dan timbul terus-menerus dapat mengakibatkan banyaknya absen di kantor atau sekolah.

    Menurut Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), asma adalah alasan utama anak-anak untuk izin tidak masuk sekolah.

    3. Biaya pengobatan besar

    komplikasi bahaya asma

    Saat seseorang mengidap asma dan tidak mengendalikannya dengan baik, bukan tidak mungkin kondisi kesehatannya semakin memburuk.

    Ketika hal itu terjadi, pengobatan rawat inap mungkin saja dibutuhkan supaya kondisi cepat pulih. Nah, tentu saja pengobatan rawat inap membutuhkan biaya yang lebih besar ketimbang pengobatan rawat jalan.

    Meski tak dapat disembuhkan, Anda tak perlu berkecil hati. Anda masih bisa mengendalikan penyakit ini supaya tidak sering kambuh. Cobalah untuk berkonsultasi ke dokter untuk menemukan rencana pengobatan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Nimas Mita Etika M · Tanggal diperbarui 12/10/2020

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan