Penyebab Anemia Pernisiosa

Oleh

Anemia pernisiosa disebabkan oleh kurangnya faktor intrinsik atau penyebab lainnya, seperti infeksi, operasi, obat-obatan, maupun pola makan.

Kekurangan faktor intrinsik

Faktor intrinsik merupakan protein yang dibuat di perut. Protein ini membantu tubuh Anda menyerap vitamin B12. Pada beberapa orang, respons autoimun menyebabkan faktor intrinsik berkurang.

Respon autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh membuat antibodi (protein) yang menyerang dan merusak jaringan tubuh atau sel.

Pada anemia pernisiosa, tubuh membuat antibodi untuk menyerang dan menghancurkan sel-sel parietal. Sel-sel ini melapisi perut dan membuat faktor intrinsik. Penyebab munculnya respon autoimun ini masih belum diketahui.

Akibat serangan antibodi, perut berhenti memproduksi faktor intrinsik. Tanpa faktor intrinsik, tubuh tidak mampu menyalurkan vitamin B12 melalui usus kecil sebagai tempat penyerapan vitamin. Kondisi ini memicu defisiensi vitamin B12.

Kekurangan faktor intrinsik juga dapat terjadi jika Anda sudah pernah menjalani bedah perut. Jenis operasi ini mengurangi jumlah sel parietal yang bertugas membuat faktor intrinsik.

Pada kasus yang jarang terjadi, anak-anak dilahirkan dengan kelainan bawaan yang mencegah tubuh membuat faktor intrinsik. Gangguan ini disebut congenital pernicious anemia.

Penyebab lainnya

Selain kurangnya faktor intrinsik, anemia pernisiosa juga disebabkan oleh faktor lain. Malabsorpsi di usus kecil dan asupan makanan rendah vitamin B12 juga dapat menyebabkan anemia pernisiosa.

Malabsorpsi di usus kecil

Terkadang, anemia pernisiosa disebabkan oleh adanya gangguan pada penyerapan vitamin B12 di usus kecil. Gangguan ini dipicu oleh:

  • Terlalu banyak bakteri jahat di usus kecil. Kondisi ini merupakan penyebab umum dari anemia pernisiosa pada orang dewasa. Bakteri menggunakan vitamin B12 sebelum usus kecil selesai menyerapnya.
  • Penyakit yang mengganggu penyerapan vitamin B12, seperti penyakit celiac. Penyakit celiac merupakan kelainan genetik ketika tubuh tidak bisa menerima protein yang disebut gluten. Selain celiac, penyakit HIV dan penyakit Crohn (penyakit radang usus) juga dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.
  • Obat-obatan tertentu yang memengaruhi pertumbuhan bakteri atau menghambat penyerapan vitamin B12 oleh usus kecil. Obat-obatan tersebut termasuk antibiotik, obat kejang, dan obat diabetes tertentu.
  • Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh bagian usus kecil.
  • Infeksi cacing pita. Cacing pita mengambil asupan vitamin B12 dalam tubuh. Pemicu infeksi ini adalah konsumsi ikan yang terinfeksi cacing pita, maupun kebiasaan makan ikan yang dimasak kurang matang.

Pola makan rendah vitamin B12

Beberapa orang menderita anemia pernisiosa karena mereka tidak memiliki cukup asupan vitamin B12 dalam diet mereka. Penyebab anemia pernisiosa ini kurang umum dibandingkan dengan penyebab lainnya.

Sumber makanan kaya vitamin B12, di antaranya:

  • Sereal sarapan yang mengandung vitamin B12
  • Daging seperti daging sapi, hati, unggas, dan ikan
  • Telur dan produk susu (seperti susu murni, yogurt, dan keju)
  • Makanan yang diperkaya dengan vitamin B12, seperti minuman berbahan dasar kedelai dan burger vegetarian

Para vegetarian yang tidak mengonsumsi hewan, produk susu, dan suplemen vitamin B12 cenderung berisiko terkena anemia pernisiosa.

Bayi yang disusui oleh ibu vegetarian juga berisiko terkena anemia pernisiosa. Bayi-bayi ini dapat menunjukkan gejala anemia dalam beberapa bulan setelah dilahirkan. Pasalnya, mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menyimpan vitamin B12 dalam tubuh mereka. Umumnya, dokter akan mengobati bayi dengan memberikan suplemen vitamin B12.

Kelompok lain, seperti lansia dan pecandu alkohol, juga mungkin berisiko terkena anemia pernisiosa. Mereka mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang tepat dalam makanannya.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca