home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Vitamin dan Mineral yang Penting untuk Anda yang Kurang Tidur

Vitamin dan Mineral yang Penting untuk Anda yang Kurang Tidur

Insomnia adalah salah satu gangguan tidur yang bisa terjadi karena banyak hal. Mulai dari kebiasaan mengonsumsi kafein secara berlebihan, pengaruh obat-obatan, stres berat, hingga pola tidur yang berantakan. Ada banyak cara mengatasi insomnia. Salah satunya adalah mengonsumsi vitamin dan mineral tertentu untuk mengatasi kurang tidur. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Asupan vitamin dan mineral untuk kurang tidur

Berikut ini adalah beberapa vitamin dan mineral untuk mengatasi susah tidur yang sedang Anda alami:

1. Vitamin B kompleks

kebutuhan vitamin harian

Vitamin B adalah jenis vitamin yang larut dalam air yang diduga mampu meningkatkan kesehatan serta memperbaiki suasana hati. Terdapat delapan senyawa yang termasuk ke dalam vitamin B kompleks, yaitu:

  • Thiamin (Vitamin B1).
  • Riboflavin (Vitamin B2).
  • Niasin (Vitamin B3).
  • Asam pantotenat (Vitamin B5).
  • Piridoksin (Vitamin B6).
  • Biotin (Vitamin B7).
  • Folat (Vitamin B9).
  • Kobalamin (VItamin B12).

Nah, rupanya sebuah penelitian pada tahun 2019 membuktikan bahwa vitamin B kompleks dapat Anda konsumsi untuk membantu mengatasi masalah kurang tidur. Bahkan, kombinasi antara vitamin B1, B2, B6 dan B12 dapat meningkatkan kualitas tidur.

Hal ini terjadi karena mengonsumsi vitamin B kompleks dapat membantu mengurangi frekuensi, intensitas, dan durasi dari kram kaki yang muncul pada malam hari. Lagipula, Anda juga perlu memenuhi kebutuhan akan vitamin B12. Pasalnya, kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia dan masalah tidur nyenyak.

Namun, selain menjadi vitamin untuk mengatasi masalah kurang tidur, vitamin B kompleks juga memiliki manfaat lain untuk kesehatan. Contohnya, meningkatkan metabolisme, sirkulasi darah pada otak, hingga produksi neurotransmitter.

Vitamin ini juga dapat membantu membuat jaringan otot dan tubuh Anda menjadi lebih rileks secara keseluruhan. Hal ini tentu bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi frekuensi terbangun tengah malam.

2. Vitamin D

asam pantotenat / vitamin B5

Vitamin D juga penting untuk membantu mengatasi masalah kurang tidur. Untuk mendapatkan vitamin ini, Anda bisa mengonsumsi suplemen atau mendapatkannya dari makanan. Namun, sumber terbaik dari vitamin D adalah sinar matahari pagi. Tak heran, para ahli menyarankan Anda untuk berjemur di bawah sinar matahari tiap pagi.

Vitamin yang dapat mengatasi masalah ini termasuk jenis vitamin yang larut dalam lemak. Anda akan mendapatkan banyak sekali manfaat untuk kesehatan jika mengonsumsinya. Mulai dari meningkatkan fungsi otak, imun tubuh, kesehatan tulang, aktivitas hormon testosterone, hingga meningkatkan kualitas tidur.

Sementara itu, jika Anda kekurangan vitamin D, risiko untuk mengalami kelelahan kronis dan gangguan tidur akan semakin tinggi. Oleh sebab itu, upayakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin D demi mengatasi masalah kurang tidur.

Selain dari paparan sinar matahari pagi, Anda bisa mendapatkan asupan vitamin D dari produk olahan susu, ikan, dan tiram. Namun, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dengan mengonsumsi suplemen. Meski begitu, sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D ini, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

3. Vitamin C

vitamin b untuk penderita diabetes

Asam askorbat atau biasa dikenal dengan vitamin C rupanya juga memiliki efek yang dapat membantu mengatasi masalah kurang tidur. Vitamin yang berperan sebagai antioksidan ini memang sudah terkenal untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, kesehatan jantung, dan mendorong tubu memproduksi kolagen.

Namun, tak hanya itu, vitamin C juga baik untuk meningkatkan kualitas tidur. Ya, vitamin ini ternyata bisa membantu meredakan gejala dari sleep apnea, salah satu gangguan yang dapat menyebabkan Anda kurang tidur. Tak hanya meningkatkan kualitas tidur, vitamin C juga dapat mengurangi rasa kantuk pada siang hari.

Saat tubuh kekurangan vitamin C, risiko mengalami masalah jantung bisa meningkat. Padahal, masalah kesehatan jantung merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan Anda mengalami sleep apnea. Oleh sebab itu, penting bagi Anda memenuhi kebutuhan dari vitamin yang satu ini.

4. Magnesium

manfaat magnesium bagi tubuh

Selain mengonsumsi suplemen vitamin, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen mineral untuk mengatasi masalah kurang tidur. Salah satu mineral yang dapat membantu Anda mengatasi masalah ini adalah magnesium. Ya, mineral yang satu ini memiliki peranan penting untuk tubuh.

Mengingat magnesium terlibat ke dalam lebih dari 300 proses metabolisme dalam tubuh, mineral ini ternyata juga penting untuk membantu meningkatkan kualitas tidur. Pasalnya, magnesium dapat memberikan efek menenangkan untuk sistem saraf pusat. Hal ini dapat membuat Anda lebih cepat tidur dan terlelap pada malam hari.

Sayangnya, Anda memiliki potensi kehilangan mineral yang satu ini melalui aktivitas yang menghasilkan keringat. Contohnya, olahraga dan aktivitas fisik lainnya. Kekurangan magnesium dalam tubuh dapat meningkatkan risiko Anda mengalami insomnia dan masalah susah tidur lainnya.

Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan mineral ini, Anda bisa mengonsumsi suplemen magnesium. Dengan begitu, kualitas dan kuantitas tidur Anda tetap terjaga. Namun, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan suplemen yang satu ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kennedy D. O. (2016). B Vitamins and the Brain: Mechanisms, Dose and Efficacy–A Review. Nutrients8(2), 68. https://doi.org/10.3390/nu8020068

Djokic, G., Vojvodić, P., Korcok, D., Agic, A., Rankovic, A., Djordjevic, V., Vojvodic, A., Vlaskovic-Jovicevic, T., Peric-Hajzler, Z., Matovic, D., Vojvodic, J., Sijan, G., Wollina, U., Tirant, M., Thuong, N. V., Fioranelli, M., & Lotti, T. (2019). The Effects of Magnesium – Melatonin – Vit B Complex Supplementation in Treatment of Insomnia. Open access Macedonian journal of medical sciences7(18), 3101–3105. https://doi.org/10.3889/oamjms.2019.771

Abbasi, B., Kimiagar, M., Sadeghniiat, K., Shirazi, M. M., Hedayati, M., & Rashidkhani, B. (2012). The effect of magnesium supplementation on primary insomnia in elderly: A double-blind placebo-controlled clinical trialJournal of research in medical sciences : the official journal of Isfahan University of Medical Sciences17(12), 1161–1169.

Ikonte, C. J., Mun, J. G., Reider, C. A., Grant, R. W., & Mitmesser, S. H. (2019). Micronutrient Inadequacy in Short Sleep: Analysis of the NHANES 2005-2016. Nutrients11(10), 2335. https://doi.org/10.3390/nu11102335

Mhaidat, N. M., Alzoubi, K. H., Khabour, O. F., Tashtoush, N. H., Banihani, S. A., & Abdul-razzak, K. K. (2015). Exploring the effect of vitamin C on sleep deprivation induced memory impairment. Brain research bulletin113, 41–47. https://doi.org/10.1016/j.brainresbull.2015.02.002
Olayaki, L. A., Sulaiman, S. O., & Anoba, N. B. (2015). Vitamin C Prevents Sleep Deprivation-induced Elevation in Cortisol and Lipid Peroxidation in the Rat PlasmaNigerian journal of physiological sciences : official publication of the Physiological Society of Nigeria30(1-2), 5–9.
Majid, M. S., Ahmad, H. S., Bizhan, H., Hosein, H., & Mohammad, A. (2018). The effect of vitamin D supplement on the score and quality of sleep in 20-50 year-old people with sleep disorders compared with control group. Nutritional neuroscience21(7), 511–519. https://doi.org/10.1080/1028415X.2017.1317395
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 28/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri