Vitiligo

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi vitiligo

Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan hilangnya pigmen warna pada kulit. Penyakit ini membuat warna-warna kulit asli akan hilang di area tertentu.

Kondisi ini paling sering terjadi pada punggung tangan, wajah, dan ketiak. Namun penyakit kulit ini juga bisa menyerang rambut dan bagian dalam mulut.

Jenis penyakit kulit ini tidak mematikan dan tidak menular. Akan tetapi, vitiligo memang tidak dapat disembuhkan. Kadang-kadang penyakit ini berhubungan dengan penyakit lain, seperti tiroid.

Seberapa umumkah vitiligo?

Vitiligo bisa terjadi pada orang dari semua kelompok ras, dan etnis. Namun, penyakit ini akan lebih jelas terlihat pada orang berkulit gelap.

Vitiligo juga dapat terjadi pada semua usia. Namun, setengah dari kasus terjadi pada orang kurang dari 20 tahun.

Tanda dan gejala vitiligo

Dilansir dari American Association of Dermatology, vitiligo sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu segmental dan non-segmental. Kedua jenis tersebut sebenarnya memiliki gejala yang berbeda.

Namun apapun jenisnya, ciri utama vitiligo tetap sama, yaitu munculnya bercak-bercak yang berwarna lebih terang dari kulit di sekitarnya akibat kehilangan pigmen. Lama kelamaan, bercak-bercak ini bisa berubah menjadi putih.

Berikut gejala sesuai dengan jenis penyakitnya.

Vitiligo tipe segmental

Untuk tipe segmental, berikut ciri-cirinya.

  • Hanya muncul di 1 bagian tubuh seperti kaki, wajah, atau lengan.
  • Mengalami uban dini pada rambut, bulu mata, atau alis.
  • Biasanya muncul di usia dini atau sangat muda.
  • Sering kali berlangsung selama sekitar satu tahun kemudian berhenti meluas.

Vitiligo tipe non-segmental

Tipe non-segmental adalah jenis vitiligo yang paling sering menyerang. Di bawah ini adalah berbagai tanda dan gejala yang biasanya muncul.

  • Muncul di kedua sisi tubuh, seperti kedua tangan atau kedua lutut.
  • Bercak putih pertama berbentuk simetris.
  • Hilangnya warna dimulai dari ujung jari, pergelangan tangan, hingga tangan.
  • Muncul pada kulit yang terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, dan tangan.
  • Warna kulit hilang dengan cepat kemudian berhenti untuk sementara waktu dan bisa mulai kembali.
  • Warna yang hilang cenderung berkembang dan meluas.

Selain gejala-gejala di atas, kehilangan pigmen juga terjadi pada jaringan yang melapisi selaput lendir seperti mulut dan hidung, disertai dengan perubahan warna pada lapisan bola mata atau retina.

Seperti yang telah disebutkan, gejala ini bisa muncul di usia berapa pun. Namun umumnya lebih sering terjadi sebelum seseorang menginjak usia 20 tahun.

Sejauh ini, belum ada cara yang bisa dilakukan untuk memprediksi seberapa luas area kulit yang akan terdampak oleh vitiligo. Ada beberapa orang yang bercaknya terus meluas, ada pula yang tidak mengalami peluasan bercak.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter spesialis kulit bila kulit, rambut, atau mata Anda berubah warna. Vitiligo tidak dapat disembuhkan, tetapi terapi dapat mencegah atau memperlambat proses perubahan dan mengembalikan warna.

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter. Ini karena tubuh masing-masing orang berbeda dan bisa memunculkan gejala yang berbeda pula.

Penyebab dan faktor risiko vitiligo

Secara garis besarnya, vitiligo terjadi bila melanosit, sel penghasil melanin yang menentukan warna rambut, tidak bisa bekerja atau mati.

Belum diketahui secara spesifik bagaimana mekanisme kemunculan penyakit ini. Akan tetapi, diduga kuat penyakit ini dipicu oleh masalah autoimun.

Penyakit autoimun berkembang ketika sel-sel pada sistem kekebalan tubuh salah mengira sel-sel sehat sebagai kuman yang berbahaya.

Dalam kasus ini, bisa jadi tubuh keliru mengenali melanosit sebagai zat asing. Akibatnya, sel T yang berfungsi melawan infeksi malah menyerang dan menghancurkan melanosit hingga tak lagi bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Apa faktor risiko terkena vitiligo?

Ada banyak faktor risiko untuk vitiligo, yaitu sebagai berikut.

  • Riwayat keluarga, anak yang memiliki orangtua dengan vitiligo berisiko terkena masalah yang sama.
  • Memiliki penyakit autoimun, terutama penyakit Hashimoto (penyakit tiroid) atau alopecia areata (menyebabkan rambut rontok).
  • Hal-hal pemicu, seperti sinar matahari, stres, atau paparan bahan kimia industri.

Orang yang bahkan tidak memiliki berbagai faktor ini tidak selalu bebas dari vitiligo. Beberapa faktor ini hanya yang paling umum dan sering saja. Anda perlu konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih rinci.

Diagnosis dan pengobatan

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis vitiligo?

Berikut berbagai tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis vitiligo.

Riwayat dan pemeriksaan medis

Saat Anda memeriksakan diri, dokter biasanya akan memeriksa tubuh dengan melihat gejala yang nampak. Dokter akan menggunakan lampu dengan sinar ultraviolet khusus untuk melihat kondisi kulit lebih jelas.

Setelah itu, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Pasalnya, vitiligo adalah penyakit yang diturunkan dalam keluarga.

Melalui pemeriksaan fisik dan riwayat medis, dokter mulai bisa menentukan apakah Anda terkena vitiligo atau tidak.

Biopsi kulit dan pengambilan darah

Selain melakukan pemeriksaan fisik dan melihat riwayat medis Anda serta keluarga dokter akan melakukan langkah lanjutan.

Biopsi atau pengambilan sampel kulit yang terkena vitiligo adalah salah satu cara yang akan dilakukan. Selain itu, dokter juga akan melakukan tes darah untuk melihat adakah penyakit lain yang memicu kemunculan vitiligo.

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit ini?

Jenis perawatan untuk vitiligo tergantung pada kondisi kesehatan, usia, lokasi vitiligo, dan keparahannya. Memang, pengobatan tidak dapat mengembalikan warna kulit secara permanen.

Akan tetapi, pengobatan sangat berguna untuk mencegah penyebaran semakin luas dan meratakan warnanya. Ada berbagai pilihan penanganan dan obat vitiligo di bawah ini.

Krim kortikosteroid

Krim kortikosteroid adalah salah satu obat oles yang digunakan untuk mengatasi vitiligo di area yang kecil. Krim ini membantu mencegah penyebaran hilangnya pigmen agar tak semakin luas dan membantu mengembalikan warna kulit.

Obat akan lebih bekerja efektif bila digunakan di awal kemunculan gejala. Dibandingkan dengan tangan dan kaki, wajah menjadi area kulit yang paling terasa efeknya setelah diobati dengan krim kortikosteroid.

Krim oles ini cukup mudah digunakan. Namun seperti obat-obatan pada umumnya, krim bisa menyebabkan efek samping. Salah satunya yaitu penipisan kulit.

Obat yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh

Obat golongan ini seperti tacrolimus atau pimecrolimus (inhibitor kalsineurin), cukup efektif untuk area vitiligo yang tak terlalu luas. Obat ini terutama cukup memberikan hasil jika Anda kehilangan pigmen kulit di wajah dan leher.

Selain itu, perawatan ini juga memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan krim kortikosteroid. Akan tetapi, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika menemukan hubungan antara penggunaan obat ini dengan limfoma dan kanker kulit.

Terapi cahaya dan psoralen (PUVA)

Terapi ini dilakukan dengan menggabungkan obat psoralen dengan terapi cahaya. Tujuannya adalah untuk mengembalikan warna kulit mendekati aslinya. Biasanya digunakan untuk kondisi yang sudah menyebar luas.

Dalam terapi ini dokter akan memberikan psoralen minum atau oles untuk langsung digunakan pada area yang terkena. Setelah itu, terapi cahaya seperti sinar UVA, UVB, atau excimer akan diberikan.

Terapi cukup efektif mengembalikan pigmen pada wajah, badan, lengan atas, dan kaki bagian atas sekitar 50 sampai 75 persen. Sayangnya, prosedur ini tidak terlalu efektif untuk tangan dan kaki.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda perlu mengulang perawatan hingga 3 kali seminggu selama 6 sampai 12 bulan.

Depigmentasi

Depigmentasi adalah terapi untuk vitiligo yang biasanya digunakan jika area bercak yang muncul tersebar luas. Selain itu, terapi ini juga direkomendasikan jika perawatan lain tidak berhasil.

Depigmentasi bertujuan untuk mengurangi warna kulit di bagian yang tidak terkena agar sesuai dengan area lain yang lebih putih.

Terapi dilakukan dengan menggunakan losion atau salep oles yang cukup kuat seperti monobenzon, mequinol, atau hydroquinone. Terapi akan dilakukan satu atau dua kali sehari selama sembilan bulan atau lebih.

Perawatan ini bisa memberikan hasil yang cukup bertahan lama. Namun sayangnya membuat kulit menjadi lebih rapuh dan sangat sensitif terhadap matahari. Selain itu, efek samping yang cukup mengganggu yaitu kemerahan, bengkak, gatal, dan kulit kering.

Cangkok kulit

Prosedur ini dilakukan dengan menghilangkan bagian-bagian kecil kulit normal yang berpigmen. Kemudian, bagian ini akan ditempelkan ke area yang kehilangan pigmen.

Umumnya prosedur pembedahan ini dilakukan jika Anda memiliki bercak yang kecil-kecil.

Selain itu, prosedur ini hanya direkomendasikan untuk orang dewasa yang bercaknya tidak mengalami perubahan setelah enam bulan perawatan. Anak-anak tidak dianjurkan untuk menjalani proses ini.

Pencangkokan blister

Dalam prosedur ini, dokter akan membuat sedikit torehan pada kulit yang berpigmen dengan cara disedot. Kemudian bagian atas kulit diangkat dan ditransplantasikan pada area yang berubah warna.

Namun, risikonya sama seperti prosedur operasi sepelumnya yaitu jaringan parut hingga kulit yang tidak bisa menyatu. Selain itu, kerusakan kulit yang disebabkan oleh penyedotan juga bisa memicu kemunculan bercak lainnya.

Tato (mikropigementasi)

Cara ini dilakukan dokter menggunakan alat bedah khusus untuk menanamkan pigmen ke kulit Anda. Biasanya cara ini efektif untuk bagian dalam dan sekitar bibir orang dengan kulit yang lebih gelap.

Kekurangannya yaitu sulitnya mencocokkan warna kulit yang pas. Selain itu, tato juga berpotensi memicu kemunculan bercak vitiligo lainnya.

Pengobatan di rumah

Berikut ini adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi vitiligo.

Lindungi kulit dari sinar UV

Saat mengidap vitiligo, usahakan untuk menjauhkan kulit dari paparan berlebih sinar UV alami dan buatan. Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi jika akan berkegiatan di luar ruangan.

Paling tidak, pilihlah tabir surya yang memiliki SPF 30 dan tahan air. Oleskan selama dua jam sekali atau kapan pun saat Anda merasa tabir surya luntur akibat keringat.

Selain itu, lindungi kulit dari teriknya sinar matahari dengan mengenakan pakaian tertutup. Gunakan baju lengan panjang dengan celana panjang plus topi jika diperlukan.

Melindungi kulit dari paparan sinar matahari membantu mencegah kulit terbakar. Ini karena sinar matahari sangat bisa memperburuk kondisi vitiligo Anda.

 Menggunakan kosmetik

Untuk menambah kepercayaan diri Anda, samarkan area vitiligo dengan bantuan kosmetik. Cara ini bisa dilakukan jika area kulit yang kehilangan pigmen tidak terlalu luas.

Pilihlah warna yang cocok dengan kulit asli Anda sehingga belang pada kulit dapat tersamarkan dengan baik.

Jangan ditato

Menutupi tubuh yang kehilangan bercak dengan tato bukanlah pilihan yang bijak. Bukannya tertutupi dengan baik kulit malah bisa semakin rusak. Bahkan tato juga bisa memicu munculnya bercak baru dalam waktu dua minggu pasca prosedur.

Ingatlah bahwa tidak ada metode pengobatan yang dapat memberikan kesembuhan permanen dan total untuk vitiligo.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, di dada, perut, atau punggung.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Diabetes Gestasional, Kondisi Saat Gula Darah Naik di Masa Kehamilan

Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit kulit berupa peradangan kronis yang menyerang kulit, kuku, dan lapisan mulut. Apakah kondisi ini menular?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Tahi Lalat

Tahi lalay adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah tahi lalat di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit



Direkomendasikan untuk Anda

hipospadia

Hipospadia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
impetigo, masalah penyakit dan gangguan kulit

Impetigo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
heloma

Heloma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit