3 Jenis Vaksin yang Tidak Boleh Didapat Orang Dengan Alergi Telur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Orang yang memiliki alergi telur harus berhati-hati ketika ingin mendapatkan vaksinasi. Pasalnya ada beberapa vaksin yang dibuat dengan sedikit protein telur. Ini dapat meningkatkan risiko kekambuhan reaksi alergi. Lantas, jenis vaksin apa saja yang tidak boleh diberikan pada mereka yang alergi terhadap protein telur?

Vaksin yang tidak boleh diberikan pada orang dengan alergi telur

Hampir semua jenis vaksin umumnya aman untuk orang yang punya alergi telur. Termasuk vaksin MMR (campak, campak Jerman, dan gondongan) yang notabene mengandung sedikit protein telur. Vaksin ini dianggap aman oleh para ahli, bahkan untuk orang-orang yang memiliki alergi terlalu parah sekalipun.

Lalu, apa yang sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak atau orang dewasa yang memiliki alergi terhadap protein telur?

1. Vaksin rabies

Rabies adalah virus berbahaya yang ditularkan melalui gigitan hewan liar yang terinfeksi, umumnya sigung, rakun, kelelawar, dan rubah. Binatang peliharaan termasuk kucing dan anjing juga dapat terinfeksi virus ini.

Infeksi rabies yang menyerang manusia bisa berakibat fatal. Maka, Anda perlu perlindungan dari virus tersebut dengan vaksin rabies. Terutama jika Anda berisiko tinggi, misalnya bekerja dekat hewan atau mengurus hewan.

Namun, sebagian besar vaksin rabies mengandung protein telur sehingga seringnya tidak dianggap aman bagi orang yang memiliki alergi telur parah.

22. Vaksin influenza

WHO dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasi hampir semua orang di atas usia 6 bulan untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahun. Pasalnya, influenza adalah penyakit serius yang sangat mudah menular dan sangat mungkin membutuhkan rawat inap apabila gejalanya cukup parah. Infeksi influenza parah bahkan dapat menyebabkan kematian pada kasus-kasus tertentu.

Namun, vaksin influenza tidak diperbolehkan bagi mereka yang alergi telur. Vaksin flu terbuat dari embrio telur, yang dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi alergi parah pada orang-orang tersebut.

4. Vaksin demam kuning (yellow fever)

Demam kuning adalah infeksi menular lewat gigitan nyamuk yang banyak ditemukan di Amerika Selatan dan Afrika. Apabila manusia tertular virus ini, demam kuning bisa merusak hati dan organ dalam lainnya yang dapat mengancam nyawa. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi, sehingga Anda perlu divaksinasi sebelum melakukan perjalanan ke negara-negara tertentu yang rentan wabah demam kuning. Misalnya, sebelum berangkat haji atau umroh.

Sayangnya, semua vaksin demam kuning dikultur dalam telur, sehingga dokter menyarankan mereka dengan riwayat reaksi alergi telur parah untuk menghindari vaksin ini. Namun mereka yang memiliki reaksi alergi telur yang lebih ringan mungkin masih bisa mendapatkan vaksin demam kuning. Beritahu dokter apabila Anda terkena penyakit demam kuning namun memiliki riwayat alergi telur. Dokter mungkin akan memberikan pilihan pengobatan lainnya yang lebih aman.

Jika Anda memiliki alergi telur, sebaiknya konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu sebelum melakukan vaksinasi jenis apapun guna memastikan keamanan vaksin tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Imunisasi di Tengah Pandemi COVID-19 Tetap Penting, tapi Amankah?

Imunisasi tetap perlu dilakukan saat pandemi corona guna mencegah munculnya wabah penyakit menular lainnya. Lalu, seperti apa cara aman melakukan imunisasi?

Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Coronavirus, COVID-19 16/04/2020 . 6 menit baca

Efektivitas Vaksin Flu dalam Melawan COVID-19, Apakah Bisa Digunakan?

Gejala yang mirip mungkin membuat sebagian orang mengira bahwa vaksin flu dapat digunakan untuk membantu mencegah COVID-19. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 14/03/2020 . 5 menit baca

9 Macam Obat untuk Mengatasi Reaksi Alergi Makanan

Apabila gejala alergi muncul setelah makan makanan tertentu, segera gunakan salah satu atau kombinasi dari obat berikut ini sebelum kondisi semakin gawat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Health Centers 26/02/2020 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin rotavirus

Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 7 menit baca
jenis imunisasi

Jenis Imunisasi yang Perlu Diberikan pada Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 11 menit baca
jadwal imunisasi anak bayi

Ini Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Usia 0-18 Tahun yang Tidak Boleh Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . 12 menit baca
rejimen obat vaksin covid-19 indonesia

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020 . 4 menit baca