home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bisakah Prebiotik Membantu Anda Tidur Lebih Nyenyak?

Bisakah Prebiotik Membantu Anda Tidur Lebih Nyenyak?

Seperti yang sudah banyak diketahui, stres membuat Anda jadi lebih susah tidur. Saat sedang stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol, adrenalin, dan noradrenalin yang membuat otot tubuh menegang dan sulit ditenangkan, sehingga membuat Anda terus terjaga. Untungnya, sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi makanan yang mengandung prebiotik mungkin dapat membantu Anda saat susah tidur karena stres.

Apa itu prebiotik?

prebiotik
Sumber: Irena Macri

Prebiotik merupakan serat khusus yang bertindak seperti pupuk yang merangsang pertumbuhan bakteri sehat dalam usus. Prebiotik biasanya ditemukan pada buah-buahan dan sayuran, terutama yang mengandung karbohidrat kompleks.

Nantinya, prebiotik yang tidak bisa dihancurkan oleh sistem pencernaan akan menjadi makanan bagi bakteri dan mikroba yang baik dalam tubuh. Bakteri ini akan mengubah prebiotik yang telah dimakannya menjadi nutrisi yang membuat mereka tumbuh.

Prebiotik memiliki banyak manfaat bagi tubuh, terutama untuk kesehatan pencernaan. Prebiotik membantu meningkatkan jumlah organisme baik dalam usus besar yang dapat mencegah gastroenteritis atau peradangan.

Makanan yang kaya prebiotik dapat mengurangi gejala diare berdarah dan cedera mukosa yang biasanya dialami oleh para pasien dengan penyakit irritable bowel syndrome (IBS). Prebiotik juga bisa mencegah kanker dengan mengurangi pembentukan enzim genotoxic yang dapat memicu penyakit tersebut.

Makanan dengan prebiotik bisa ringankan gangguan tidur?

ubi jalar

Nyatanya, prebiotik tidak hanya membantu atasi masalah pencernaan, zat ini juga dapat membantu Anda untuk lebih mudah tidur ketika sedang didera banyak tekanan.

Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Universitas Colorado Boulder. Makanan berprebiotik ternyata dapat mengurangi tingkat stres dan membantu Anda terlelap.

Pada penelitian ini, mereka melakukan percobaan pada sekelompok tikus jantan berusia tiga minggu. Tikus itu dibagi menjadi dua kelompok, satu yang diberi makan dengan banyak kandungan prebiotik, dan satu yang lain diberi makanan biasa.

Peneliti juga mengawasi tikus dengan memperhatikan faktor lain seperti suhu tubuh, kadar bakteri dalam usus, dan siklus bangun tidur menggunakan pengujian aktivitas otak.

Hasilnya, tikus-tikus yang diberi makanan berprebiotik memiliki durasi fase tidur NREM (non-rapid eye movement) yang lebih panjang dibandingkan kelompok tikus lainnya. NREM merupakan fase tidur di mana tubuh dalam keadaan terlelap dengan nyenyak tanpa mendapatkan mimpi.

Bahkan setelah dipaparkan dengan faktor penyumbang stres, tikus yang makan makanan tinggi prebiotik juga memiliki durasi fase REM (rapid eye movement) lebih panjang. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa makanan prebiotik juga dapat bantu mengurangi tingkat stres.

Seseorang akan terdorong untuk lebih cepat pulih dari stres jika tubuh sudah mencapai fase REM. Penelitian lainnya juga memperlihatkan bahwa orang-orang yang telah tidur sampai fase REM memiliki risiko lebih kecil terhadap PTSD.

Makanan berprebiotik dapat membantu mengatur pola tidur

penyebab tidur berlebihan

Sepintas, adanya bakteri baik pada usus dan cara kerja otak terlihat tidak saling berhubungan. Namun, keduanya berhubungan dengan erat. Ada beberapa penghubung jalur yang menunjukkan interaksi antara mikroba dan otak.

Yang pertama adalah jalur sistem kekebalan, di mana otak dan mikroba memengaruhi aktivitas sel kekebalan tubuh. Mikroba usus akan merangsang sistem imunitas untuk melawan kuman penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Yang edua adalah jalur sistem endokrin, pada jalur ini otak dan mikroba usus bekerja sama untuk mengatur produksi serta melepas hormon dan neurotransmitter (zat) seperti kortisol, serotonin, dan dopamin. Bakteri ini juga memengaruhi produksi neutrotrofin di otak, yaitu protein yang berperan dalam perkembangan dan fungsi saraf dalam otak.

Ketiga adalah jalur sistem saraf, di mana terdapat saraf vagus yang merupakan jalur komunikasi langsung antara otak dengan mikroba usus. Mikroba nantinya akan melakukan perjalanan melalui saraf vagus ke sistem saraf pusat di mana mereka akan memengaruhi aktivitas otak termasuk mengatur pola tidur dan respons terhadap stres.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami susah tidur karena stres, mungkin Anda bisa mulai mencoba untuk lebih banyak mengonsumsi makanan prebiotik agar bisa membantu Anda tidur lebih nyenyak.

Beberapa makanan yang kaya prebiotik bisa ditemukan dari gandum utuh seperti barley, oats, dan gandum. Bisa juga didapatkan dari makanan lain seperti bawang bombay, asparagus, pisang, apel, dan ubi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Breus, D. (2020). Can prebiotics help you increase deep and REM sleep in stressful times?. Retrieved 5 June 2020, from https://thesleepdoctor.com/2020/04/21/can-prebiotics-help-you-increase-deep-and-rem-sleep-in-stressful-times/?cn-reloaded=1

Chambers, E. (2020). Stress and Sleep – How To Master Stress And Enjoy Restful Sleep Instantly. Retrieved 5 June 2020, from https://www.stress.org/stress-and-sleep-how-to-master-stress-and-enjoy-restful-sleep-instantly

Prebiotics, probiotics and your health. (2019). Retrieved 5 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/prebiotics-probiotics-and-your-health/art-20390058

Younis, K., & Ahmad, S. (2015). Health Benefits and Application of Prebiotics in Foods. Journal Of Food Processing & Technology, 06(04). doi: 10.4172/2157-7110.1000433

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 15/06/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x