home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Mitos Salah Tentang Jet Lag yang Mungkin Anda Percayai Selama Ini

6 Mitos Salah Tentang Jet Lag yang Mungkin Anda Percayai Selama Ini

Jet lag adalah “sahabat” yang tidak dirindukan bagi Anda yang suka traveling melanglang buana ke mancanegara. Namun, apakah jet lag benar-benar ada dan bukan hanya sekedar sugesti saja?

Apa itu jet lag?

Jetlag adalah masalah tidur sementara yang terjadi setelah Anda melakukan penerbangan jauh melintasi beberapa zona waktu yang berbeda. Jet lag membuat jam biologis tubuh Anda harus beradaptasi dengan perubahan waktu. Semakin banyak zona waktu yang Anda lewati, semakin besar kemungkinan Anda mengalami jet lag.

Bagaimana jet lag bisa terjadi?

Secara umum, jam biologis berperan dalam menggerakkan ritme sirkadian untuk mengendalikan sistem tubuh, mulai dari tekanan darah, waktu lapar, hingga jadwal tidur Anda.

Jam biologis tubuh dikendalikan oleh hormon ngantuk melatonin, yang diproduksi saat hari mulai gelap untuk mengendalikan suhu tubuh saat Anda tidur. Saat Anda terbang ke zona waktu yang berbeda, jam biologis dirombak ulang untuk bereadaptasi dengan lingkungan baru sehingga menjadi tidak sinkron dengan rutinitas kebiasaan Anda seharusnya Setiap orang akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyesuaikan diri dengan zona waktu yang berbeda, tergantung pada banyak zona waktu yang dilewati dan arah perjalanannya.

Sayangnya, ketidaktahuan banyak orang menimbulkan kesalahpahaman mengenai jet lag. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa mitos tentang jetlag yang perlu Anda ketahui.

Mitos atau fakta: Jangan makan sebelum Anda tiba di tujuan

Mitos. Ada beberapa orang yang percaya bahwa untuk menghindari jetlag, Anda harus menghindari makan sehari maksimal di malam sebelum keberangkatan atau jangan makan sama sekali sebelum sampai di tempat tujuan. Alasannya,Anda akan memaksa tubuh masuk ke dalam fase puasa. Masalahnya, meskipun hal tersebut dapat membantu Anda lebih cepat tidur dalam penerbangan, hal tersebut dapat menjadi masalah besar ketika Anda tiba di tujuan, terutama di penerbangan barat-timur.

Tahukah Anda bahwa memulihkan diri dari jet lag setelah penerbangan jauh ke arah timur akan lebih sulit dibandingkan ke arah barat? Ini karena perjalanan ke timur menyebabkan waktu lebih cepat berlalu sehingga membuat proses adaptasi jadi lebih sulit.

Makan sebelum keberangkatan boleh-boleh saja makanan yang sehat dan tidak berlebihan. Sebisa mungkin jangan melewatkan waktu makan, karena ini akan berdampak pada kesehatan dan pemulihan jet lag Anda nantinya.

Mitos atau fakta: Jetlag disebabkan oleh kurang tidur

Benar. Penyebab utama terjadinya jet lag adalah karena kurang tidur. Beberapa hal lain yang dapat menjadi penyebab jet lag adalah adanya tekanan kabin, kurangnya udara segar dalam pesawat, kurang asupan cairan dan makanan, dan kondisi fisik Anda yang dari awalnya sudah kurang fit. Satu hal yang sudah pasti menjadi penyebab jet lag adalah karena Anda melintasi zona waktu yang berbeda sehingga mengacaukan jam biologis tubuh Anda.

Mitos atau fakta: Jet lag hanya akan membuat Anda merasa lelah

Mitos. Jet lag bukan hanya membuat Anda merasa lelah karena zona waktu yang berbeda. Gejala lainnya yang mungkin timbul akibat jet lag dapat bermacam-macam, di antaranya rasa kantuk yang berlebihan, insomnia, kesulitan berkonsentrasi, diare, perubahan suasana hati, dll. Gejala tersebut dapat berlangsung satu atau dua hari – dan akan cenderung lebih buruk jika Anda bepergian ke arah timur.

Mitos atau fakta: Pesan penerbangan malam hari untuk hindari jet lag

Mitos. Jika Anda ingin menghindari jet lag, salah satu cara termudah yang dapat Anda lakukan adalah dengan memesan penerbangan siang hari, bukan di malam hari. Ketika Anda memesan penerbangan siang hari, Anda dapat tidur beberapa jam sebelum mendarat. Saat Anda mendarat, Anda juga lebih dapat menyesuaikan diri dengan waktu di tempat yang baru.

Mitos atau fakta: Jangan tidur siang untuk hindari jet lag

Benar. Saat Anda mengalami jet lag, ada baiknya Anda menghindari tidur siang. Namun bagaimanapun keadaannya, Anda tetap memerlukan tidur siang. Maka sah-sah saja tidur sebentar di sore hari, asalkan tidak lebih dari dua jam.

Mitos atau fakta: Jet lag dapat dihindari

Mitos. Sayangnya, Anda tidak dapat menghindari jetlag. Jetlag adalah kondisi yang menghampiri Anda tanpa bisa diprediksi. Namun, meski Anda tidak dapat menghindarinya, Anda tetap dapat meminimalisir penderitaan Anda akibat jetlag dengan berbagai cara; minum cukup air, istirahat yang cukup, olahraga yang cukup, dan tetap tenang saat penerbangan.

Jika gejala jet lag terjadi terus-terusan dalam jangka panjang setiap kali tiba sehabis penerbangan panjang, ada baiknya Anda konsultasikan ke dokter begitu sampai kembali ke Tanah Air.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/jet-lag/basics/definition/con-20032662 diakses pada 15/05/2017 pukul 06.52 WIB.

http://www.webmd.com/sleep-disorders/features/jet-lag-remedies#1 diakses pada 15/05/2017 pukul 06.55 WIB.

http://www.bbc.com/future/story/20140523-the-science-of-jet-lag diakses pada 15/05/2017 pukul 07.10 WIB.

https://landlopers.com/2013/11/11/jet-lag diakses pada 15/05/2017 pukul 07.20 WIB.

http://www.foodandwine.com/syndication/common-jet-lag-myths diakses pada 15/05/2017 pukul 07.25 WIB.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati
Tanggal diperbarui 01/07/2017
x