Memanfaatkan Cahaya, Terapi yang Dapat Membantu Mengatasi Depresi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernah dengar terapi cahaya? Ya, terapi ini mengandalkan cahaya yang langsung disorot ke bagian tubuh tertentu. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa terapi cahaya adalah salah satu cara mengatasi depresi, jet lag, dan gangguan tidur. Lantas, mengapa bisa terapi cahaya menghilangkan depresi? Bagaimana caranya?

Terapi cahaya, cara mengatasi depresi yang baru

Sebuah penelitian yang diterbitkan di JAMA Psychiatry, membuktikan bahwa cahaya bisa digunakan untuk menghilangkan depresi. Cara mengatasi depresi seperti ini cukup ampuh, apalagi jika dikombinasikan dengan antidepresan.

Sebenarnya, penelitian ini dilakukan pada kelompok orang yang mengalami gangguan suasana hati musiman atau seasonal affective disorder (SAD). Gangguan depresi ini terjadi akibat kurangnya terkena sinar matahari saat musim tertentu, misalnya cuaca dingin.

Kebanyakan orang dengan SAD merasa lebih baik setelah mereka menggunakan terapi cahaya. Hal ini mungkin dikarenakan terapi ini dapat menggantikan paparan sinar matahari yang tak di dapatkan selama cuaca tersebut terjadi.

Bahkan para ahli menyimpulkan bahwa terapi cahaya adalah cara mengatasi depresi yang lebih efektif untuk dilakukan ketimbang memberikan obat antidepresi. Meski begitu, penelitian ini memang harus dikaji dan ditelaah lebih lanjut untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat.

Bagaimana menggunakan terapi cahaya untuk menghilangkan depresi?

Cara mengatasi depresi yang satu ini mungkin akan berkerja lebih efektif ketika Anda menggunakannya di pagi hari, saat bangun tidur. Namun bila dokter menyarankan Anda untuk melakukan terapi ini, maka dokter yang akan menjadwalkan kapan sebaiknya pengobatan dilakukan.

Dalam penelitian yang sebelumnya diketahui bahwa tubuh akan merespon terapi ini dalam dua sampai empat hari. Akan tetapi fototerapi biasanya akan tetap dilakukan selama tiga minggu hingga gejala depresi berkurang.

Tidak jelas seberapa baik terapi ini bekerja pada di waktu lain. Namun terapi cahaya sebaiknya dilakukan selama satu sampai dua jam sebelum tidur malam hari.

Apakah terapi cahaya aman untuk dilakukan?

Cara mengatasi depresi seperti ini umumnya aman dan dapat dilakukan bersama dengan perawatan lain. Jika gejala depresi tidak membaik, atau jika menjadi lebih buruk, segera hubungi dokter atau terapis Anda.

Efek samping yang paling umum dari terapi ini meliputi mata lelah atau gangguan penglihatan, sakit kepala, agitasi, mual, dan berkeringat. Anda dapat meringankan efek samping ini dengan mengurangi jumlah waktu yang Anda habiskan di bawah cahaya.

Orang yang sensitif pada mata atau kulit sebaiknya tidak menggunakan terapi ini tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Selalu beri tahu dokter jika Anda menggunakan terapi alternatif atau jika Anda berpikir untuk menggabungkan terapi alternatif dengan perawatan medis konvensional Anda.

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda terkait gejala yang Anda rasakan. Pasalnya, setiap orang akan membutuhkan pengobatan yang berbeda-beda dalam menghilangkan depresi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Manfaat Penting Vitamin B6 (Piridoksin), Plus Sumber Makanan Terbaiknya

    Vitamin B6 (piridoksin) berguna untuk tubuh. Kenali manfaat vitamin B6 dan sumber makanan terbaiknya dalam artikel berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Fakta Gizi, Nutrisi 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

    10 Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Pasangan Mengatasi Depresi

    Jika depresi telah menjadi duri dalam rumah tangga, ini saatnya Anda bertindak — demi pasangan dan Anda sendiri. Begini caranya menghadapi pasangan depresi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 9 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

    Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

    Perhatikan jika Anda melihat kondisi gejolak emosi ekstrem. Hal tersebut bisa jadi ciri bipolar disorder. Yuk, kenali ciri-ciri khasnya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

    Depresi bisa terjadi pada siapapun, termasuk remaja. Apa saja yang sering jadi penyebab depresi pada remaja, dan bagaimana cara mengenalinya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    gangguan bipolar adalah

    Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
    merasa kesepian

    Apakah Ada Perbedaan Kesepian yang Wajar dengan Kesepian Akibat Depresi?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
    Borderline personality disorder

    Borderline Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Ambang)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit