home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari yang Bisa Anda Dapatkan

7 Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari yang Bisa Anda Dapatkan

Terik matahari sering kali dihindari, entah karena membuat kulit menghitam dan terbakar, atau bisa meningkatkan risiko penuaan dini dan kanker kulit. Padahal, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan berjemur di bawah sinar matahari, terutama di pagi hari. Simak apa manfaat panas matahari yang bisa Anda dapatkan.

Manfaat sinar matahari

Sudah bukan rahasia umum lagi bila terlalu lama terpapar sinar matahari dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk kanker kulit.

Meski begitu, Anda tetap harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk mendapatkan manfaatnya terhadap kesehatan.

Dengan menemukan berapa lama dan kapan Anda harus berjemur dapat membantu menjaga keseimbangan vitamin D pada tubuh. Selain itu, berikut ini sejumlah manfaat lain dari sinar matahari yang bisa Anda peroleh.

1. Meningkatkan kualitas tidur

Kualitas tidur ekstrovert dan introvert

Salah satu manfaat paparan sinar matahari yang sayang Anda lewatkan yaitu dapat meningkatkan kualitas tidur. Hal ini telah dibuktikan lewat studi yang dimuat dalam Holistic nursing practice.

Studi pada lansia ini memperlihatkan bahwa paparan sinar matahari langsung antara pukul 8 pagi dan 10 pagi dalam 5 hari dapat meningkatkan kualitas tidur.

Manfaat ini mungkin didapatkan karena sinar matahari membantu ritme sirkadian dengan memberitahu tubuh kapan harus meningkatkan atau menurunkan melatonin.

Melatonin merupakan hormon yang penting untuk membantu Anda tidur. Pasalnya, hormon ini baru akan diproduksi saat gelap dan menghasilkan rasa kantuk dua jam setelah matahari terbenam.

2. Meringankan gejala depresi

Selain meningkatkan kualitas tidur, manfaat sinar matahari lainnya yakni meringankan gejala depresi. Bagaimana bisa?

Sebuah ulasan dari Indian journal of psychological medicine mengungkapkan bahwa kekurangan vitamin D berisiko terhadap depresi. Sedangkan, sinar matahari merupakan salah satu sumber vitamin D.

Meski begitu, para ahli masih belum mengetahui bagaimana peran pasti vitamin D, terutama yang berasal dari paparan sinar matahari, dalam perkembangan depresi.

3. Menjaga kesehatan tulang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, paparan sinar matahari merupakan salah satu sumber vitamin D.

Sementara itu, tubuh memerlukan vitamin D untuk tulang dan otot yang kuat. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap kalsium secara efektif, yang tentu penting untuk kesehatan tulang.

Bila Anda ingin mendapatkan vitamin D dari panasnya matahari, usahakan untuk tidak terlalu lama berjemur dan gunakan tabir surya saat keluar rumah.

4. Membantu mengatasi masalah kulit

Bagai pedang bermata dua, sinar matahari ternyata memiliki manfaat terhadap masalah kulit, meski terlalu lama terpapar panasnya dapat menjadi bumerang bagi Anda.

Dilansir dari World Health Organization, kandungan UVA dan UVB pada sinar matahari ternyata bisa membantu meredakan gejala penyakit kulit.

Sebagai contoh, dokter biasanya menyarankan pasien psoriasis untuk menjalani terapi PUVA. Pasien akan diberikan obat yang disebut psoralen untuk membuat kulit lebih sensitif terhadap UV dan selanjutnya terkena radiasi UVA.

Selain psoriasis, masalah kulit lainnya yang bisa diatasi dengan terapi PUVA antara lain:

  • eksim,
  • penyakit kuning, dan
  • jerawat.

Sayangnya, terapi cahaya ini tidak untuk semua orang karena bisa meningkatkan risiko kanker kulit ketika tidak dilakukan dengan tepat.

5. Menurunkan berat badan

sinar matahari dan vitamin d

Sudah olahraga dan menjalani pola makan yang sehat, tapi berat badan tak kunjung turun? Anda mungkin melewatkan satu hal sepele yang ternyata baik untuk tubuh, yakni berjemur di bawah sinar matahari.

Manfaat sinar matahari ini ternyata pernah dibahas dalam penelitian dari Scientific Reports.

Para peneliti dari studi tersebut melaporkan bahwa gelombang cahaya biru yang menembus kulit dan mencapai sel lemak di bawahnya, tetesan lemak akan mengecil.

Artinya, lemak akan dilepaskan dari sel dan sel tubuh tidak akan menyimpan banyak lemak. Hal ini mungkin berkontribusi terhadap penurunan berat badan yang ingin dicapai.

6. Mencegah rambut rontok

Siapa sangka bila berjemur di bawah sinar matahari ternyata bisa mencegah kerontokan rambut?

Faktanya, studi yang dimuat dalam Dermatology online journal menjelaskan kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rambut rontok.

Bagaimana tidak, vitamin D berperan penting dalam merangsang folikel rambut baru dan lama. Bila tubuh tidak mendapatkan vitamin D yang cukup, pertumbuhan rambut baru akan terhambat.

Bila memungkinkan, cobalah berjemur di bawah sinar matahari selama 15 menit agar kulit dapat menyerap vitamin D.

Jika tidak dapat terpapar sinar matahari terlalu lama, Anda bisa duduk di dekat jendela tempat sinar matahari bersinar.

7. Meningkatkan sistem imun

Manfaat sinar matahari mencegah patah tulang

Meski tidak secara langsung, paparan sinar matahari ternyata bisa meningkatkan sistem imun yang dapat mengurangi risiko berbagai penyakit.

Hal ini dikarenakan vitamin D yang dihasilkan dari paparan sinar matahari telah dikenal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Maka dari itu, paparan sinar matahari kini tidak hanya dianggap sebagai karsinogen, melainkan juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Sinar matahari memang menawarkan banyak manfaat bagi tubuh. Hanya saja, Anda bisa memaksimalkan manfaat tersebut dan terhindari dari bahaya sinar matahari bila berjemur dengan benar.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter guna memahami solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Menon, V., Kar, S. K., Suthar, N., & Nebhinani, N. (2020). Vitamin D and Depression: A Critical Appraisal of the Evidence and Future Directions. Indian journal of psychological medicine, 42(1), 11–21. https://doi.org/10.4103/IJPSYM.IJPSYM_160_19. Retrieved 6 May 2021. 

Düzgün, G., & Durmaz Akyol, A. (2017). Effect of Natural Sunlight on Sleep Problems and Sleep Quality of the Elderly Staying in the Nursing Home. Holistic nursing practice, 31(5), 295–302. https://doi.org/10.1097/HNP.0000000000000206. Retrieved 6 May 2021. 

Benefits of moderate sun exposure. (2017). Harvard Health. Retrieved 6 May 2021, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/benefits-of-moderate-sun-exposure 

González Maglio, D. H., Paz, M. L., & Leoni, J. (2016). Sunlight Effects on Immune System: Is There Something Else in addition to UV-Induced Immunosuppression?. BioMed research international, 2016, 1934518. https://doi.org/10.1155/2016/1934518. Retrieved 6 May 2021. 

Amor, K. T., Rashid, R. M., & Mirmirani, P. (2010). Does D matter? The role of vitamin D in hair disorders and hair follicle cycling. Dermatology online journal, 16(2), 3. Retrieved 6 May 2021. 

Vitamin D for Good Bone Health. (n.d). American Academy of Orthopaedic Surgeons. Retrieved 6 May 2021, from https://orthoinfo.aaos.org/en/staying-healthy/vitamin-d-for-good-bone-health/ 

Radiation: The known health effects of ultraviolet radiation. (2017). World Health Organization. Retrieved 6 May 2021, from https://www.who.int/news-room/q-a-detail/radiation-the-known-health-effects-of-ultraviolet-radiation 

Ondrusova, K., Fatehi, M., Barr, A., Czarnecka, Z., Long, W., & Suzuki, K. et al. (2017). Subcutaneous white adipocytes express a light sensitive signaling pathway mediated via a melanopsin/TRPC channel axis. Scientific Reports, 7(1). doi: 10.1038/s41598-017-16689-4. Retrieved 6 May 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati Diperbarui 06/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro