Obat Sesak Napas yang Mudah Ditemukan di Apotek

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sesak napas adalah keluhan yang dapat didasari oleh bermacam-macam penyebab, termasuk salah satunya asma. Tanda paling khas dari kondisi ini adalah napas pendek dan mengeluarkan suara karena mengi. Untungnya, ada beberapa obat yang dengan mudah bisa dibeli di apotek untuk mengatasi sesak napas. Namun, jangan asal beli. Pahami dulu jenis-jenis dan aturan pakainya dalam ulasan berikut.

Apa saja jenis obat untuk sesak napas?

Ketika sesak napas datang, Anda tentu merasa tidak nyaman. Dalam buku Clinical Methods yang dikutip dari National Center for Biotechnology Information, sesak napas sering digambarkan sebagai kondisi tidak mampu mengambil napas dalam-dalam atau dada terasa sesak. Obat menjadi salah satu pertolongan yang digunakan untuk masalah ini.

Nah, kabar baiknya, ada banyak pilihan obat yang bisa didapat dengan mudah di apotek, baik obat resep maupun obat yang dapat dibeli secara bebas. Tentunya, Anda perlu membeli jenis obat sesuai dengan penyebab sesak napas dan tingkat keparahannya.

Berikut sejumlah obat sesak napas yang umum digunakan:

1. Obat kortikosteroid

perbedaan asma dan ppok

Obat kortikosteroid digunakan untuk mencegah dan mengatasi peradangan yang terjadi di saluran pernapasan.

Obat ini bekerja dengan cara menekan produksi jumlah lendir dan mengurangi pembengkakan. Dengan begitu, proses keluar-masuknya udara akan menjadi lebih mudah sehingga gejala sesak napas yang dialami penderita asma dapat segera mereda.

Obat untuk sesak napas kortikosteroid tersedia dalam beragam bentuk, seperti oral, hirup, dan suntik. Namun, obat jenis ini hanya dapat boleh digunakan dalam jangka pendek. Pasalnya obat ini menyimpan potensi efek samping yang serius bila digunakan dalam jangka panjang.

Salah satu obat sesak napas yang dapat dibeli di apotek tanpa harus menebus resep dokter adalah hidrokortison dosis rendah.

Sementara itu, untuk obat kortikosteroid lain berdosis tinggi, penggunaanya harus dengan resep dokter, seperti:

2. Bronkodilator

bronkodilator

Bronkodilator berfungsi untuk melebarkan saluran napas dan membuat otot-otot paru serta saluran pernapasan rileks. Setelah minum obat untuk sesak napas jenis ini, Anda dapat bernapas lebih lega dan nyaman.

Berdasarkan waktu kerjanya, bronkodilator dibagi menjadi dua, yiatu:

  • Reaksi cepat. Bronkodilator reaksi cepat biasanya diberikan untuk seseorang yang mengalami sesak napas akut (tiba-tiba) akibat peradangan dan penyempitan saluran napas, seperti pada serangan asma akut.
  • Reaksi lambat. Bronkodilator reaksi lambat lebih ditujukan untuk mengontrol gejala sesak napas pada penyakit paru-paru kronis (PPOK) atau asma kronis.

Berikut adalah beberapa contoh obat bronkodilator yang paling umum digunakan, yaitu:

  • Beta-2 agonist, seperti salbutamol, salmeterol, formoterol, dan vilanterol
  • Antikolinergik, seperti ipatropium, tiotropium, aclidinium, dan glikopironium
  • theophylline

3. Obat alergi

obat untuk sesak napas

Jika sesak napas Anda disebabkan oleh alergi, Anda mungkin membutuhkan obat alergi dengan kandungan antihistamin dan dekongestan.

Sebaiknya selalu siap sedia obat alergi ke mana pun Anda pergi saat supaya alergi muncul, gejala asma dapat dicegah. Anda bisa mendapatkan obat ini secara bebas tanpa resep. Namun, pastikan Anda membaca dengan baik aturan pakainya.

4. Obat pengencer darah

sesak napas saat berhenti merokok

Sesak napas yang Anda alami kemungkinan juga dapat disebabkan oleh penggumpalan atau pengentalan darah dalam paru. Kondisi ini disebut juga dengan emboli paru.

Maka itu, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan pengencer darah untuk mengatasi emboli paru yang Anda derita, serta mengurangi rasa sesak yang Anda alami.

Beberapa contoh obat pengencer darah yang diresepkan dokter adalah:

  • rivaroxaban
  • heparin
  • warfarin

5. Obat untuk gangguan cemas atau panik

gangguan kecemasan

Penyebab sesak napas lainnya yang cukup umum adalah gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Masalah mental ini sering kali membuat penderitanya mengalami serangan panik disertai sesak napas.

Oleh karena itu, memberikan obat penenang bisa juga menjadi solusi untuk mengatasi sesak napas. Berikut adalah beberapa contoh obat penenang yang diresepkan dokter:

  • selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti sertraline, escitalopram, dan paroxetine
  • serotonin and noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI), seperti venlafaxine dan duloxetine
  • benzodiazepine, seperti diazepam

Obat sesak napas berdasarkan jangka waktunya

asma dan TBC

Berbicara soal sesak napas, orang kerap kali mengidentikkan dengan asma. Asma adalah penyakit kronis yang membutuhkan kombinasi pengobatan supaya gejalanya tak sering kambuh. Gejalanya yang umum adalah sesak napas.

Jika sesak napas yang Anda alami adalah akibat asma, Anda mungkin membutuhkan kombinasi obat-obatan di bawah ini:

1. Obat jangka panjang

Obat untuk sesak napas yang diberikan dalam jangka panjang biasanya berfungsi untuk mengendalikan gejala supaya tak kambuh lagi.

Obat ini tujuan utamanya adalah pencegahan. Itu sebabnya, Anda harus meminum setiap hari sekalipun tak ada gejala yang kambuh.

Contoh obat-obatan jangka panjang adalah:

  • Kortikosteroid dalam bentuk inhaler
  • Teofilin
  • Long acting beta agonists (LABA)
  • Leukotriene modifiers

Sayangnya, beberapa obat mungkin tidak bisa dibeli sembarangan di apotek. Anda membutuhkan rujukan dokter untuk mendapatkannya.

2. Obat jangka pendek

Bila rutin mengonsumsi obat jangka panjang yang diberikan dokter dan gejala asma jarang muncul, Anda mungkin tidak butuh obat jangka pendek yang bisa secara instan meredakan sesak napas.

Obat jangka pendek akan sangat menolong ketika sesak napas karena asma kambuh tiba-tiba. Obat ini dapat melonggarkan saluran napas yang menegang supaya Anda bisa bernapas lebih baik. Maka, sebaiknya Anda bawa obat ini ke mana pun.

Beberapa contoh obat jangka pendek alias pereda instan, di antaranya:

  • short acting beta agonist
  • antikolinergik (ipratropium)
  • suntikan kortikosteroid yang hanya diberikan ketika gejala asma cukup parah

Bacalah aturan pakai obat yang tertera di bungkus kemasan dengan cermat dan teliti. Jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter atau apoteker bila Anda tidak paham cara pakainya.

Segera periksa ke dokter bila gejala tidak juga membaik, makin memburuk, atau Anda mengalami gejala tambahan yang tidak biasa. Semakin cepat Anda mendapatkan penanganan dokter, akan semakin baik.

Bagaimana cara pemberian obat sesak napas?

obat sesak napas inhaler

Secara garis besar, ada tiga jenis cara pemberian obat untuk sesak napas yang umum, yaitu:

  • Obat hirup
  • Obat minum
  • Obat suntik

Obat hirup dapat bekerja secara cepat karena langsung ditargetkan menuju saluran napas. Beberapa bentuk obat hirup yang umum digunakan adalah inhaler dan nebulizer

Selain itu, ada juga yang dalam sediaan oral atau diminum. Namun, obat jenis ini bekerja lebih lama karena harus dicerna di usus dahulu baru disalurkan ke seluruh tubuh lewat aliran darah.

Tidak hanya obat hirup dan minum, obat juga bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau infus. Obat jenis ini biasanya digunakan dalam kasus sesak napas akibat asma alergi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Antibiotik adalah pilihan pertama untuk obat infeksi saluran kencing. Akan tetapi, dari sekian banyak jenis antibiotik yang ada, apa saja yang digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Urologi, Urologi Lainnya 7 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Anyang-anyangan bikin kita harus bolak-balik ke WC sehingga jadi tidak nyaman beraktivitas. Psstt... Intip di sini pilihan obat anyang-anyangan yang ampuh!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Sesak Napas

Sesak napas atau dispnea adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan bernapas. Terdapat berbagai macam hal yang bisa menyebabkan sesak napas.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan, Sesak Napas 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
saat minum antibiotik

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pneumonia pada anak

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit
anuria adalah

Anuria (Kencing Tidak Keluar): Penyebab, Pengobatan, dll.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit