Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Nebulizer: Fungsi, Efek Samping, Cara Pemakaian, dan Perawatannya

Nebulizer: Fungsi, Efek Samping, Cara Pemakaian, dan Perawatannya

Sesak napas pasti membuat Anda merasa kehabisan napas dan tersiksa. Terdapat beberapa metode pengobatan untuk mengatasi masalah sesak napas, mulai dari pengobatan oral sampai dengan obat hirup menggunakan nebulizer yang dinilai paling efektif.

Simak ulasan lengkap soal nebulizer, dari kegunaan hingga cara merawatnya.

Apa fungsi nebulizer?

nebulizer hidung tersumbat

Nebulizer adalah alat yang mengubah obat cair menjadi uap untuk dihirup ke dalam paru-paru. Fungsi nebulizer yakni untuk melegakan saluran napas yang menyempit.

Alat ini terdiri dari mesin kompresor udara, wadah kecil untuk obat cair, dan selang elastis yang menghubungkan kompresor udara ke wadah obat. Di atas wadah obat, terdapat corong atau masker yang akan digunakan untuk menghirup uap.

Ada dua versi daya nebulizer, yaitu menggunakan listrik dan baterai. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara memilih jenis nebulizer yang sesuai dengan kebutuhan..

Alat ini umum digunakan sebagai terapi pengobatan penyakit pernapasan kronis, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Ini karena dibanding dengan inhaler, uap yang dihasilkan nebulizer amat sangat kecil sehingga obat akan bisa lebih cepat meresap ke bagian paru yang ditargetkan.

Bagaimana cara kerja nebulizer?

Alat bantu pernapasan ini bekerja dengan cara mengubah obat cair menjadi uap. Udara yang mengandung uap obat kemudian akan ditekan naik melalui selang ke masker.

Dari situ, Anda akan menghirup obat. Obat yang dihantarkan oleh nebulizer akan diserap perlahan, dan Anda mungkin harus duduk diam selama 10 sampai 15 menit.

Nebulizer lebih sering digunakan dalam serangan asma dan PPOK karena alat ini tidak memerlukan teknik pernapasan yang rumit. Sementara saat menggunakan inhaler, Anda perlu mengambil napas dalam terlebih dulu sebelum menyemprotkan obat.

Hal tersebut akan menyulitkan orang yang sedang mengalami serangan asma atau PPOK. Itu sebabnya nebulizer menjadi pilihan yang lebih efektif untuk menghantarkan obat dibandingkan inhaler dalam situasi memburuknya gejala PPOK.

Mekanisme kerja alat ini tentu juga didasari oleh obat-obat yang terdapat di dalamnya.

  • Bronkodilator untuk membuka dan memperlebar saluran pernapasan.
  • Antibiotik untuk mengatasi sekaligus mencegah infeksi.
  • Larutan garam hipertonik untuk mengurangi kekentalan lendir dalam saluran napas sehingga mudah dikeluarkan.

Penyakit yang bisa diatasi dengan nebulizer

Cara Menggunakan Nebulizer untuk Orang dengan PPOK

Nebulizer menjadi salah satu pilihan pengobatan yang digunakan saat pengobatan lain dinilai sudah tidak efektif lagi.

Berikut ini beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan pemakaian nebulizer.

1. Asma

Asma merupakan kondisi ketika saluran pernapasan menyempit, membengkak, serta memproduksi lendir berlebih. Kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas serta menimbulkan gejala-gejala seperti batuk dan mengi (napas berbunyi).

Dilansir dari U.S National Library of Medicine , gejala batuk pada penderita asma diketahui dapat diatasi dengan penggunaan nebulizer.

2. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit pernapasan yang menyebabkan sesak napas karena tersumbatnya saluran udara di paru-paru. PPOK bersifat progresif, yang artinya penyakit ini akan semakin memburuk seiring waktu.

3. Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru sehingga kantong udara di dalam paru (alveolus) meradang dan membengkak. Penyakit ini sering kali disebut dengan paru-paru basah, sebab paru bisa saja dipenuhi dengan air atau lendir.

4. Bronkiektasis

Bronkiektasis merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya luka dan peradangan pada saluran napas. Kondisi ini membuat saluran napas dipenuhi lendir kental yang meningkatkan risiko infeksi bakteri.

Nebulizer membantu membersihkan lendir. Dengan begitu, Anda lebih mudah mengeluarkan lendir dan paru-paru jadi lebih mudah menyerap obat-obatan untuk infeksi bakteri.

5. Bronkiolitis

Bronkiolitis merupakan peradangan dan pembengkakan pada saluran udara kecil (bronkiolus) di dalam paru-paru akibat infeksi virus. Kondisi ini sering ditemukan pada bayi dan bisa meningkatkan risiko terjadinya asma di kemudian hari.

Dokter atau perawat mungkin menganjurkan penggunaan nebulizer untuk mengatasi bronkiolitis, tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing.

6. Fibrosis kistik

Fibrosis kistik merupakan penyakit genetik yang menyerang kemampuan tubuh dalam mengendalikan gerakan garam dan air di antara sel.

Akibatnya, terbentuklah lendir yang sangat kental pada paru-paru dan sistem pencernaan. Hal ini membuat Anda susah bernapas dan meningkatkan risiko infeksi paru.

Nebulizer berguna untuk mengencerkan dahak (lendir) atau mengatasi gejala fibrosis kistik lainnya. Obat-obatan fibrosis kistikyang bisa digunakan dalam nebulizer yakni obat bronkodilator, kortikosteroid, dan enzim dornase alfa.

Pengobatan dengan alat ini tak hanya melegakan pernapasan, tapi juga mengatur produksi lendir dan mencegah infeksi bertambah parah.

7. Sinusitis

Sinusitis merupakan peradangan pada rongga kepala di area hidung. Menurut berbagai laporan, nebulizer tipe ultrasonik cukup ampuh mengurangi gejala-gejala sinusitis seperti hidung tersumbat atau nyeri di area hidung dan wajah.

Penggunaan nebulizer bahkan disebutkan mampu mengatasi infeksi bakteri pada 76% pasien yang diberikan obat antibiotik lewat mesin uap ini.

Dalam sebuah survei yang dilakukan pada pasien pengguna nebulizer di rumah, terbukti bahwa manfaat alat ini jauh lebih besar daripada potensi risiko apa pun.

Nebulizer sendiri bisa menjadi alat yang sangat efektif dalam mengendalikan penyakit paru kronis serta bisa membantu para pasien untuk lebih berhemat.

Apakah ada efek samping dari penggunaan nebulizer?

nebulizer adalah

Umumnya, efek samping dari pemakaian nebulizer tergantung pada obat sesak napas yang digunakan.

Penggunaan obat bronkodilator, misalnya, mungkin akan menyebabkan efek samping tertentu. Menurut National Health Service Inggris, efek samping yang berpotensi muncul antara lain:

  • tangan gemetar
  • sakit kepala
  • detak jantung tidak beraturan
  • kram otot
  • mual
  • mulut kering
  • batuk, dan
  • diare.

Lain lagi dengan saline atau larutan garam steril, jenis bahan lain yang biasa dipakai dengan alat ini. Beberapa efek samping yang biasanya muncul akibat pemakaian saline yakni:

  • batuk bertambah parah,
  • sakit tenggorokan, dan
  • rasa sesak di bagian dada.

Cara menggunakan nebulizer

manfaat nebulizer

Penggunaan nebulizer yang tepat memungkinkan obat untuk bekerja secara efektif, terutama dalam mengobati sesak napas.

Untuk itu, coba ikuti cara-cara pemakaiannya berikut ini, mulai dari persiapan hingga penggunaannya.

  1. Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir untuk mencegah masuknya kuman ke paru-paru lewat tangan yang menyentuh alat.
  2. Siapkan obat yang akan digunakan. Jika obat sudah dicampur, tuangkan langsung ke dalam wadah obat nebulizer. Jika belum, masukkan satu per satu menggunakan pipet atau alat suntik.
  3. Tambahkan cairan saline jika diperlukan dan diresepkan oleh dokter.
  4. Hubungkan wadah obat ke mesin dan juga masker ke bagian atas wadah.
  5. Pasang masker pada wajah hingga menutupi hidung dan mulut. Pastikan pinggiran masker tersegel baik dengan wajah agar tidak ada uap yang keluar dari sisi-sisi masker.
  6. Hidupkan mesin, kemudian tarik napas dengan hidung dan keluarkan perlahan melalui mulut.
  7. Anda bisa mengakhirinya saat tidak ada lagi uap yang keluar. Ini tandanya obat sudah habis.

Pemakaian nebulizer umumnya memakan waktu kurang-lebih 15–20 menit.

Perlu diketahui, menurut Nationwide Children’s Hospital, penggunaan nebulizer dengan masker diperuntukkan bagi anak-anak di bawah 6 tahun.

Selain itu, ada beberapa tips yang mungkin bisa Anda terapkan pada anak saat menggunakan mesin ini.

  1. Posisi anak harus duduk tegak supaya proses menghirup dan menghela napas jauh lebih mudah.
  2. Pastikan anak duduk dalam posisi seperti itu kurang-lebih 15 menit.
  3. Anda bisa menggunakan nebulizer pada anak sambil mengajaknya menonton.
  4. Jadikan pengobatan sebagai rutinitas supaya anak terbiasa dan tahu kapan akan menggunakannya.
  5. Setelah selesai menggunakan nebulizer, berikan pujian pada anak.

Cara merawat nebulizer agar awet dan tidak cepat rusak

cara menggunakan nebulizer

Alat hirup uap obat pada nebulizer harus dibersihkan setiap kali digunakan. Hal ini penting untuk menghindari pertumbuhan bakteri yang membuat Anda berisiko terkena infeksi.

Lakukanlah hal berikut ini setiap kali Anda selesai menggunakan alat ini.

  1. Langsung cuci wadah obat dan masker dengan sabun cuci piring, lalu bilaslah dengan air panas. Usahakan semua bagian dibersihkan tanpa terlewat.
  2. Lap bersih setiap bagian alat hingga benar-benar kering. Agar lebih cepat kering, Anda juga bisa memasang setiap bagian nebulizer ke mesin dan menghidupkannya. Udara yang dikeluarkan dari mesin membantu mengeringkan alat dengan cepat dan praktis.
  3. Pastikan semua bagian alat telah benar-benar kering sebelum Anda menyimpannya dan menggunakannya kembali.

Selain dibersihkan, Anda juga perlu mensterilkan alat setiap dua hari sekali setelah digunakan.

Caranya dengan merendam bagian-bagian alat hirup ini (kecuali bagian masker) ke dalam baskom berisi tiga gelas air panas yang dicampur satu sendok cuka putih encer. Anda juga bisa meminta larutan pembersih khusus dari dokter atau apoteker.

Diamkan selama satu jam atau sesuai yang diinstruksikan pada kardus kemasan. Setelah itu, keringkan dengan memasang bagian-bagian nebulizer ke mesin dan kemudian hidupkan.

Setelah alat bersih dan steril, pastikan untuk menyimpannya sesuai dengan petunjuk agar tetap awet dan terus berfungsi dengan baik.

Selang perlu diganti secara teratur agar lebih higienis dan untuk memastikan bahwa Anda tidak menghirup kuman berbahaya. Hindari mencuci selang dengan air.

Penggantian selang harus dilakukan secara berkala karena mustahil untuk membersihkan bagian dalam selang sepenuhnya.

Dengan mengetahui cara pemakaian serta perawatan yang benar, Anda pun bisa mendapatkan manfaat pengobatan dengan nebulizer secara maksimal.

Akan tetapi, sebelum menggunakan nebulizer, sebaiknya Anda berkonsultasi dahulu ke dokter meskipun sudah mengetahui cara pakainya.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Albuterol (Inhalation Route) Proper Use – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 29 March 2022, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/albuterol-inhalation-route/proper-use/drg-20073536

Bronchodilators – Side effects. (2018). Retrieved 29 March 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/bronchodilators/side-effects/

Mucus Thinners. (2022). Retrieved 29 March 2022, from https://www.cff.org/mucus-thinners

Nebulisers | Asthma + Lung UK. (2022). Retrieved 29 March 2022, from https://www.asthma.org.uk/advice/nhs-care/emergency-asthma-care/nebulisers/

Using a Nebulizer. (2022). Retrieved 29 March 2022, from https://www.nationaljewish.org/conditions/medications/asthma-medications/devices/nebulizers/instructions

What Are Nebulizers and Inhalers? (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2022). Retrieved 29 March 2022, from https://www.kidshealth.org/en/parents/nebulizer-inhaler.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui 2 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.