Batuk Kering

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu batuk kering?

Batuk kering adalah jenis batuk yang dalam istilah medis dikenal dengan nama batuk nonproduktif. Artinya, batuk kering merupakan refleks tubuh untuk mengeluarkan benda asing tanpa bantuan lendir atau dahak yang dihasilkan sistem pernapasan.

Jenis batuk ini umumnya disertai dengan beberapa gangguan kesehatan lainnya, seperti rasa gatal dan perih di tenggorokan yang disebabkan oleh iritasi saluran napas. 

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab batuk kering, mulai dari infeksi saluran pernapasan atas, asma, kebiasaan merokok, paparan polusi, hingga naiknya asam lambung (GERD).

Dengan pengobatan yang tepat, batuk nonproduktif bisa disembuhkan dengan cepat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus jenis batuk ini juga bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius.

Seberapa umum jenis batuk ini?

Batuk memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara yang mengalir di saluran pernapasan. 

Mekanisme batuk bekerja dengan cara mendorong keluar partikel-partikel asing dan kotoran yang masuk ke saluran napas. Batuk dapat membahayakan kesehatan ketika berlangsung dalam waktu yang lama.

Sama halnya dengan batuk berdahak, batuk kering merupakan penyakit yang umum dialami banyak orang. Batuk kering yang berlangsung secara menerus tentunya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyakit ini dapat berlangsung hingga berminggu-minggu. Lama berlangsungnya batuk menandakan seberapa parah kondisi yang Anda alami.

Berdasarkan lamanya gejala, batuk dibagi ke dalam batuk akut yaitu 3 minggu, batuk sub-akut untuk 3-8 minggu, dan batuk kronis lebih dari 8 minggu.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala yang menyertai batuk kering?

Gejala umum yang kerap dialami penderita batuk kering adalah rasa perih dan gatal pada tenggorokan sehingga kesulitan saat berbicara atau menelan makanan.

Frekuensi terjadinya batuk kering biasanya semakin tinggi di malam hari. Sejumlah masalah pernapasan lain, seperti sesak napas, napas pendek, dan hidung berair turut dirasakan saat mengalami batuk kering.

Kapan harus ke dokter?

Jika pengobatan mandiri yang dilakukan belum mampu meredakan batuk, bahkan rasa sakit di tenggorokan dan gejala-gejala lainnya bertambah parah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Terutama saat batuk kering berkepanjangan yang dialami juga disertai oleh keluarnya dahak berdarah alias batuk berdarah. Berikut adalah tanda-tanda semakin buruknya kondisi kesehatan sehingga Anda perlu untuk melakukan pengobatan dari dokter:

  • Batuk berlangsung sampai lebih dari 3 minggu
  • Napas tersendat dan terdengar menderit
  • Kesulitan menelan makanan
  • Tenggorokan terasa sakit dan mengganjal

Penyebab

Apa penyebab batuk kering?

Penyebab batuk kering dapat berasal dari berbagai kondisi, baik yang berkaitan dengan permasalahan dalam sistem pernapasan maupun gangguan organ tubuh lainnya.

Dari studi yang dilakukan American College of Chest Physicians (ACCP)postnasal drip syndrome, naiknya asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), dan asma merupakan penyebab utama dari batuk kering kronis. 

Beberapa kondisi yang jadi penyebab batuk kering, antara lain:

  • Infeksi saluran napas:  Kondisi ini biasa dikenal dengan post-infectious cough. Setelah sembuh dari penyakit pilek dan flu, saluran pernapasan menjadi sensitif sehingga dapat menimbulkan iritasi dan menyebabkan batuk kering.
  • Cough variant astma: asma merupakan salah satu gangguan pernapasan jangka panjang yang menyebabkan penyempitan pada saluran udara di paru-paru. Salah satu gejala paling umum dari asma adalah batuk asma yang terus berlangsung di malam hari atau pada pagi hari, bunyi mengi (wheezing), dan sesak napas.
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD): GERD merupakan kondisi naiknya asam lambung di dalam tubuh yang terjadi di esofagus atau kerongkongan. Asam lambung yang naik dapat mengiritasi bagian kerongkongan dan merangsang terjadinya batuk kering.
  • Postnasal-drip: kondisi yang disebut juga dengan upper airway cough syndrome (UACS) digambarkan dengan mengalirnya lendir yang berasal dari hidung masuk ke bagian belakang tenggorokan sehingga dapat memicu terjadinya batuk kering.
  • Batuk rejan: batuk yang terjadi biasanya disertai dengan suara melengking “whoop” saat bernapas ini bisa berlangsung hingga 3 bulan lamanya. Jenis batuk ini kerap menyerang anak-anak.
  • Pneumotoraks: kondisi di mana paru-paru mengalami pengempisan yang bisa diakibatkan oleh benturan atau kecelakaan.
  • Kanker paru: batuk kering dapat menjadi gejala tumbuhnya sel kanker di paru-paru. Batuk kering akibat kanker paru bisa disertai dengan keluarnya darah.
  • Gagal jantung: terjadi ketika otot jantung tidak dapat memompa darah secara optimal ke seluruh bagian tubuh. Kondisi ini juga umum dialami oleh orang yang menderita jantung atau arteri koroner dan penyakit darah tinggi.

Penyebab lain dari batuk kering

Faktor eksternal seperti kondisi lingkungan sekitar, kebiasaan merokok, bahkan efek samping konsumsi obat penurun tekanan darah, yaitu ACE inhibitor, juga dapat menjadi penyebab batuk kering.

1. Iritan lingkungan sekitar

Berbagai iritan yang berasal dari lingkungan seperti polusi udara, debu, asap kendaraan bermotor, dan jamur dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan batuk kering. Produk yang mengandung bahan-bahan kimia seperti sulfur dioksida, nitrik oksida, juga dapat menjadi penyebab batuk kering.

2. Kebiasaan merokok

Asap rokok termasuk iritan yang dapat menyebabkan munculnya batuk, baik yang disertai dengan keluarnya dahak maupun tidak. Oleh sebab itu, perokok aktif yang terbiasa merokok dan perokok pasif yang kerap menghirup asap rokok amat rentan mengalami batuk.

Selain menjadi penyebab batuk kering, bahaya merokok juga berpotensi menimbulkan kerusakan permanen pada sistem pernapasan.

3. Konsumsi obat ACE Inhibitor

Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors merupakan obat yang biasa diberikan oleh dokter untuk hipertensi dan gagal jantung. Tujuan obat ini adalah menurunkan tekanan darah.

Terdapat beberapa kasus di mana pasien yang mengonsumsi obat ini memperlihatkan ACE inhibitor menjadi penyebab batuk menerus.

Meskipun mekanisme penyebab terjadinya batuk kering dari konsumsi obat ini belum diketahui secara lebih jelas. Namun salah satu kemungkinan terbesarnya adalah ACE inhibitor bisa memicu zat bradykinin di dalam tubuh untuk merangsang terjadinya batuk.

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis penyebab batuk ini?

Untuk menentukan penyebab utama batuk kering, biasanya dokter akan mulai menanyakan gejala-gejala yang muncul berikut dengan rekam jejak medis penderitanya.

Setelah informasi diperoleh, barulah dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Jika dari pemeriksaan fisik, dokter belum bisa mendiagnosis penyebabnya, dokter akan melakukan sejumlah langkah pemeriksaan lebih lanjut, yang mencakup:

  • Rontgent dada atau CT scan
  • Spirometri
  • Bronkoskopi

Obat dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati batuk kering?

Sejumlah metode pengobatan bisa mengatasi jenis batuk ini, baik dengan pengobatan mandiri dengan obat nonresep, mengonsumsi obat batuk dari dokter maupun mencoba obat batuk alami.

Secara umum gejala batuk ringan dapat diatasi dengan mengonsumsi obat over-the-counter (OTC) yaitu obat-obatan yang bisa dibeli secara langsung di apotek tanpa resep dokter. Namun, tidak semua jenis obat batuk OTC ampuh untuk meredakan batuk tanpa dahak.

Tujuan dari pemberian obat adalah untuk meringankan rasa sakit dan menekan frekuensi batuk sehingga kondisi kesehatan lebih membaik. Berikut adalah pilihan obat batuk yang aman dikonsumsi sekaligus efektif menyembuhkan jenis batuk kering:

1. Antitusif

Antitusif merupakan golongan obat batuk supresan yang berfungsi meredakan batuk. Khususnya batuk kering yang muncul pasca infeksi di saluran napas seperti pilek atau flu.

Cara kerja obat ini adalah dengan menekan refleks batuk yang diperintahkan oleh otak. Selain itu, obat batuk ini juga bersifat anlagesik sehingga mengurangi rasa sakit saat batuk kering berlangsung dan memberi efek lega di tenggorokan.

Terdapat beberapa jenis antitusif yang umumnya digunakan sebagai obat batuk tanpa dahak, kebanyakan merupakan golongan opioid yang memberikan efek samping seperti rasa kantuk dan ketergantungan, seperti dextromethorphan dan kodein. 

2. Dekongestan

Obat batuk dekongestan, seperti phenylephrine dan pseudoephedrine dapat membantu meredakan batuk kering yang disebabkan oleh alergi, virus flu, dan kondisi postnasal-drip.

Dekongestan kerap dikombinasikan dengan kandungan obat lain untuk mengatasi gejala flu. Dekongestan juga tersedia dalam bentuk obat semprot yang berguna mengatasi penyumbatan akibat lendir berlebih di dalam hidung.

Efek samping yang timbul dari konsumsi dari dekongestan adalah mengantuk, pusing, pandangan kabur, mual, dan tenggorokan kering. Bagi penderita penyakit jantung, diabetes, tiroid, dan gangguan prostat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat batuk ini.

3. Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan menghambat histamin yang dilepaskan oleh tubuh pada sistem saraf pusat akibat reaksi alergi. Histamin sendiri merupakan asam amino yang memicu reaksi seperti mata berair, hidung berlendir, dan batuk.

Beberapa antihistamin yang umum digunakan adalah loratidine, chlorpheniramine, diphenhydramine, dan cetirizin. Penelitian yang dilakukan Association of Physicians of India memperlihatkan bahwa antihistamin jenis chlorpheniramine  berhasil membantu penyembuhan penyakit batuk kering kronis.

Obat- obatan lain untuk penyakit penyebab batuk kering

Batuk kering juga menjadi salah satu gejala serangan asma. Cara paling cepat mengatasinya adalah menggunakan obat-obatan yang bekerja cepat, seperti obat isap bronkodilator, salah satu contohnya albuterol.

Untuk mengontrol gejala batuk karena asama sehari-hari dapat digunakan obat-obatan kerja lambat seperti fluticasone, triamcinolone, budesonide.

Sementara, pengobatan untuk batuk yang disebabkan GERD bertujuan menekan produksi asam lambung. Obat seperti antasida, H2-receptor blockers, dan proton pump inhibitor merupakan obat asam labung naik  yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi gejala batuk.

Pengobatan rumahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi gejala batuk ini?

Obat batuk OTC memiliki beberapa efek samping dan tidak semuanya aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Jika ingin terhindar dari risiko penggunaan obat-obatan dari bahan kimia, obat batuk kering alami dapat dijadikan alternatif.

1. Madu

Banyak penelitian, salah satunya dari University of Pennslyvania, menunjukkan bahwa madu dapat mengurangi peradangan sehingga mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan.

2. Air garam

Berkumur dengan air garam dipercaya dapat memberikan efek melegakan pada tenggorokan. Larutkan satu sendok garam ke dalam air hangat dan gunakanlah untuk berkumur sebanyak tida kali sehari. Air garam bekerja dengan menghilangkan peradangan yang terjadi di tenggorokan.

3. Jahe

Cukup potong jahe menjadi bagian-bagian kecil lalu seduh di dalam air panas. Anda bisa menambahkan madu dan meminumnya.

Tidak hanya digunakan untuk meredakan batuk, mengonsumsi jahe secara langsung juga bermanfaat bagi sistem pencernaan.

Selain itu, hindari pula konsumsi makanan yang dilarang saat batuk sehingga batuk tidak bertambah parah.

Selama menjalani pengobatan, pastikan Anda juga memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan menambah minum air putih, jus buah, serta memperbanyak istirahat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah jenis batuk ini?

Selain pengobatan, terdapat beberapa upaya pencegahan atau perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk pencegahan jenis batuk ini adalah:

  • Hindari asap rokok, menghentikan atau mengurangi secara perlahan kebiasaan merokok.
  • Minum banyak air putih guna memenuhi cairan tubuh.
  • Menggunakan humidifier untuk melembabkan udara di dalam ruangan
  • Menghindari kontak langsung dengan orang yang menunjukkan gejala batuk.
  • Membersihkan ruangan untuk menghilangkan iritan dan partikel kotor pemicu alergi.

Bila ada pertanyaan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk solusi terbaik mengatasi penyakit yang Anda alami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infografik: Bedanya Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Meskipun batuk sering dialami oleh siapa saja, Anda mungkin belum paham betul sebetulnya apa beda batuk berdahak dan batuk kering. Yuk, pelajari di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 02/05/2019 . Waktu baca 1 menit

Mengulik Berbagai Penyakit Penyebab Batuk dan Faktor Risikonya

Batuk membuat Anda tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Sebenarnya, kondisi kesehatan apa saja yang menjadi penyebab batuk?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 03/12/2018 . Waktu baca 7 menit

5 Mitos Seputar Obat Batuk yang Perlu Diluruskan Kebenarannya

Banyak orang percaya bahwa efek samping obat batuk selalu menyebabkan kantuk. Padahal, ini cuma mitos, lho! Simak mitos dan fakta obat batuk lain di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Batuk, Health Centers 03/12/2018 . Waktu baca 5 menit

6 Cara Mudah Mengatasi Tenggorokan Gatal Berdasarkan Penyebabnya

Semua orang bisa mengalami tenggorokan gatal. Meski tak berbahaya, tapi kondisi ini cukup mengganggu. Yuk, simak beberapa cara mengatasi tenggorokan gatal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/06/2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
minum obat batuk

Kapan Harus Minum Obat Saat Sudah Mulai Batuk?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
cara memilih obat batuk

Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala Ini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020 . Waktu baca 4 menit
Bahan-bahan obat batuk alami

Ragam Bahan Tradisional sebagai Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/10/2019 . Waktu baca 9 menit
Ibu hamil minum obat batuk alami untuk ibu hamil

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 04/10/2019 . Waktu baca 10 menit