home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Humidifier Dapat Membantu Memperlancar Pernapasan Anda

Bagaimana Humidifier Dapat Membantu Memperlancar Pernapasan Anda

Anda mungkin sudah tidak asing dengan perangkat elektronik rumah tangga yang disebut dengan humidifier. Alat bantu pernapasan ini berfungsi untuk menambahkan kelembapan udara, terutama pada lingkungan dengan udara yang kering. Ternyata, keberadaan alat ini penting untuk membantu mengatasi gejala sesak napas yang diakibatkan oleh kondisi-kondisi tertentu. Seperti apa pengaruh humidifier untuk pernapasan Anda? Bagaimana cara pemakaiannya agar Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal?

Manfaat humidifier untuk memperlancar pernapasan

minyak esensial untuk bayi

Pemakaian alat humidifier sudah cukup banyak ditemukan, terutama di rumah dengan udara yang kering selama musim kemarau, atau ruangan yang terlalu lama menggunakan AC. Alat ini bekerja dengan cara menambah tingkat kelembapan di dalam ruangan.

Humidifier menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan, mulai dari mengatasi kondisi kulit kering terkelupas, batuk kering, iritasi hidung, hingga sakit kepala. Namun, artikel kali ini akan membahas secara mendalam bagaimana humidifier bermanfaat untuk pernapasan Anda.

Menurut Dr. Kathrin Nicolacakis yang dilansir dari Cleveland Clinic, udara yang terlalu kering dapat berakibat buruk pada hidung dan paru-paru. Hal ini tentu dapat memperparah kondisi sesak napas yang Anda derita.

Dr. Nicolacakis menambahkan, meskipun Anda tidak memiliki penyakit penyebab sesak napas apa pun sebelumnya, sistem pernapasan Anda tetap bisa terganggu jika terpapar udara yang terlalu kering.

Terlebih lagi, apabila Anda sering berada di ruangan dengan suhu yang terlampau dingin, hal ini juga berisiko memperparah kondisi pernapasan Anda. Orang-orang dengan penyakit pernapasan, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta bronkitis tidak disarankan untuk berada di ruangan dengan suhu yang terlalu dingin.

Pasalnya, udara yang terlalu dingin dan kering dapat memicu gejala-gejala seperti sesak napas, batuk, dan mengi. Udara dingin juga dapat mengganggu kelembapan yang melapisi dinding saluran pernapasan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko sesak napas, bahkan pada orang yang sehat sekalipun.

Oleh karena itu, humidifier dapat menjadi solusi untuk menyeimbangkan kelembapan di rumah Anda, terutama bagi Anda yang sering mengalami masalah pernapasan.

Tips menggunakan humidifier agar bekerja secara efektif

manfaat Humidifier

Setelah mengetahui bagaimana manfaat yang diberikan humidifier untuk pernapasan, Anda perlu memahami juga kiat-kiat memakainya agar alat ini bekerja dengan efektif.

Masih banyak yang belum tahu bahwa penggunaan humidifier yang salah justru malah membuat Anda tidak mendapatkan potensi terbaik dari alat ini. Bahkan, kesalahan dalam pemakaian justru bisa berakibat buruk pada kesehatan Anda.

Ditambah lagi, harga humidifier yang cukup mahal. Anda tentu saja ingin mendapatkan manfaatnya semaksimal mungkin. Maka itu, simak tips-tips di bawah ini agar Anda bisa memanfaatkan humidifier dengan benar:

1. Gunakan humidifier sesuai dengan kebutuhan

Penting untuk Anda ketahui bahwa udara yang terlalu lembap pun tidak bagus untuk kesehatan. Maka itu, pakailah humidifier seperlunya. Perhatikan pula situasi dan kondisi yang memang membutuhkan alat ini.

Pada beberapa orang, gejala sesak napas bisa jadi dipicu oleh alergi, seperti debu atau jamur. Orang lain mungkin mengalami sesak napas saat melakukan aktivitas fisik berat atau olahraga.

Beberapa orang menggunakan humidifier ruangan saat udara kering, tapi untuk beberapa orang lainnya, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Jika Anda menderita sesak napas yang disebabkan oleh asma, hindari menggunakan humidifier terlalu lama. Pasalnya, udara yang terlalu lembap berisiko meningkatkan jumlah pemicu alergi yang tersebar di udara, seperti debu.

Kelembapan yang tinggi juga bisa mempercepat pertumbuhan jamur, lumut, dan tungau. Jika pemicu alergi tersebut terhirup atau terpapar tubuh, gejala asma akan memburuk.

Di waktu yang bersamaan, saat kelembapan terlalu rendah, seperti Anda tinggal di iklim gurun, atau saat musim dingin, Anda dapat mengalami iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Pada kasus tersebut, humidifier ruangan dapat bermanfaat, terutama di kamar Anda, jika Anda tidur dengan udara yang kering.

Menurut Mayo Clinic, tingkat kelembapan yang ideal berkisar di antara 30-50 persen. Untuk mengukur kadar kelembapan di ruangan, Anda bisa memakai alat higrometer yang tersedia di toko perlengkapan rumah.

2. Pilihlah humidifier yang sederhana

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah humidifier dapat mengurangi gejala ganggan pernapasan Anda atau tidak. Tak perlu yang mahal atau terlalu canggih, tapi pilihlah ukuran yang tepat untuk ruangan yang akan digunakan, mudah dibersihkan, dan dapat mati secara otomatis jika tangki air habis saat Anda tidur atau keluar ruangan.

Beberapa humidifier juga memiliki indikator dan kontrol kelembapan. Gunakan air yang telah disaring atau disuling untuk mencegah endapan mineral dan mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pada tangki air.

3. Bersihkan humidifier

Hal penting lainnya agar humidifier bekerja secara maksimal untuk membantu memperlancar pernapasan Anda adalah dengan rutin membersihkannya. Jika Anda menggunakan humidifier, pastikan bahwa tidak terlalu banyak kotoran yang menumpuk di mesin.

Humidifier yang kotor bisa menjadi sarang pertumbuhan bakteri dan lumut. Ini tentunya akan berdampak buruk pada kondisi pernapasan yang Anda miliki. Bahkan, pernapasan orang yang sehat sekalipun dapat terganggu apabila menghirup uap dari humidifier yang kotor.

Anda disarankan untuk membilas tangki humidifier setiap 3 hari sekali. Untuk membersihkannya, Anda bisa menggunakan cairan hidrogen peroksida 3% yang tersedia di apotek. Beberapa pabrik pembuat humidifier juga menyarankan pemakaian cairan pemutih atau disinfektan untuk membersihkan alat.

Keringkan humidifier setiap hari untuk mencegah pertumbuhan jamur yang berkembang pada genangan air. Bersihkan seluruh bagian beberapa hari sekali, menggunakan sikat botol atau sejenisnya untuk membersihkan sudut yang sulit dijangkau, atau bagian di mana endapan dapat menumpuk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How You Can Tell If You Need a Humidifier – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved June 18, 2020, from https://health.clevelandclinic.org/how-you-can-tell-if-you-need-a-humidifier/

Humidifiers: Air moisture eases skin, breathing symptoms – Mayo Clinic. (2019). Retrieved June 18, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/in-depth/humidifiers/art-20048021

COPD Humidifiers During Winter – Lung Health Institute. (2017). Retrieved June 18, 2020, from https://lunginstitute.com/blog/copd-humidifiers-winter-keeping-air-home-clean/

Defeating the Dry Winter Air – Rush University Medical Center. (n.d.). Retrieved June 18, 2020, from https://www.rush.edu/health-wellness/discover-health/benefits-humidifiers

Vaporizer or Humidifier: Which Is Best? – Children’s Hospital of Philadelphia. (2015). Retrieved June 18, 2020, from https://www.chop.edu/news/vaporizer-or-humidifier-which-best

7 strategies to fight winter breathing problems – Harvard Health Publishing. (2019). Retrieved June 18, 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/7-strategies-to-fight-winter-breathing-problems#:~:text=The%20cold%20temperatures%20can%20trigger,a%20little%20harder%20to%20breathe.

Bar-Or, O; Neuman, I and Dotan, R. “Effects of Dry and Humid Climates on Exercise-Induced Asthma in Children and Preadolescents”  The Journal of Allergy and Clinical Immunology. 1977 Sept;60(3):163-8
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/893875

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x