Apa itu vaginismus?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu vaginismus?

Vaginismus adalah gangguan di mana otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seksual. Vaginismus tidak mempengaruhi gairah seksual, namun dapat menghambat hubungan intim. Vaginismus menyebabkan rasa sakit, kesulitan, dan mengakibatkan rasa tidak puas saat beraktivitas seksual. Kondisi ini dapat bervariasi dari rasa tidak nyaman ringan, hingga rasa perih dan sakit. Vaginismus dapat berlangsung seumur hidup (primer) atau sementara (sekunder).

Seberapa umumkah vaginismus?

Vaginismus sangat umum terjadi pada wanita. Banyak wanita pernah memiliki kondisi ini secara ringan dalam hidup. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Vaginismus dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala vaginismus?

Gejala-gejala vaginismus dapat bervariasi tingkat keparahannya. Gejala-gejala umum dari vaginismus biasanya meliputi:

  • Penetrasi yang terasa sakit (dispareunia) dengan vagina yang perih atau mengencang sehingga menyebabkan rasa sakit
  • Kesulitan atau tidak dapat melakukan penetrasi
  • Rasa sakit seksual jangka panjang dengan atau tanpa penyebab yang diketahui
  • Rasa sakit saat memasang tampon
  • Rasa sakit saat pemeriksaan ginekologis
  • Kejang otot atau berhenti bernapas saat mencoba penetrasi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau Anda merasa kehidupan seksual Anda terganggu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani

Penyebab

Apa penyebab vaginismus?

Vaginismus tidak memiliki penyebab yang jelas. Namun, beberapa faktor fisik dan non-fisik dapat berkontribusi pada kelainan ini. Pada beberapa kasus yang serius, kombinasi hal-hal berikut dapat menyebabkan vaginismus.

Penyebab non-fisik dapat meliputi:

  • Ketakutan atau antisipasi terhadap rasa sakit saat berhubungan, ketakutan akan kerobekan, takut hamil, dll
  • Gelisah atau stress
  • Isu pada pasangan: kekerasan, menjauh secara emosional, ketidakpercayaan, kecemasan terhadap perasaan menderita, kehilangan kendali, dll
  • Kejadian traumatis: perkosaan, sejarah kekerasan
  • Pengalaman masa kecil: cara didik, paparan terhadap gambar seksual
  • Tanpa penyebab: kadang, tidak ada penyebab khusus.

Penyebab fisik dapat meliputi:

  • Kondisi medis
  • Persalinan
  • Perubahan yang terkait usia
  • Rasa tidak nyaman sementara
  • Trauma pada pelvis
  • Sejarah kekerasan
  • Efek samping pengobatan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk vaginismus?

Ada banyak faktor risiko untuk vaginismus, yaitu:

  • Riwayat kekerasan seksual atau trauma
  • Prosedur medis yang menakutkan saat masa kecil
  • Hubungan seksual pertama yang menyakitkan
  • Masalah pada hubungan
  • Halangan seksual
  • Takut hamil
  • Ingatan rasa sakit sebelumnya akibat infeksi, operasi, atau kondisi ginekologis lainnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana vaginismus didiagnosis?

Anda akan ditanyai tentang gejala dan sejarah medis. Pemeriksaan fisik akan dilakukan. Kejang pada vagina dapat terdeteksi melalui pemeriksaan fisik. Hal ini dapat mengonfirmasi diagnosis vaginismus. Selain itu, menggunakan spekulum (alat untuk membuka vagina secara perlahan) mungkin tidak dapat dilakukan. Cairan vagina mungkin hanya sedikit. Pada beberapa kasus yang parah, anestesi lokal atau umum dapat diberikan untuk melakukan pemeriksaan.

Apa saja pengobatan untuk vaginismus?

Pilihan perawatan bervariasi, tergantung pada penyebab rasa sakit. Untungnya, vaginismus adalah salah satu gangguan pada wanita yang paling sering berhasil disembuhkan. Biasanya, vaginismus akan diobati dengan terapi relaksasi vagina, terapi emosional dan operasi.

Pada kasus infeksi atau kondisi medis yang berkontribusi pada rasa sakit, mengatasi penyebab dengan pengobatan dapat memperbaiki kondisi Anda. Mengganti pengobatan yang diketahui menyebabkan masalah lubrikasi juga dapat mengeliminasi gejala. Banyak wanita yang sudah mengalami menopause disebabkan kurangnya pelumas akibat rendahnya kadar estrogen. Sering kali, kondisi ini dapat ditangani dengan estrogen topikal yang dioleskan langsung pada vagina.

Selain itu, latihan kendali pelvic floor (latihan Kegel) dan latihan vagina dapat meringankan rasa sakit secara perlahan dan membantu mengatasi vaginismus. Latihan Kegel meliputi aktivitas kontraksi dan relaksasi yang membantu meningkatkan kendali otot pelvic floor. Latihan vagina bertujuan untuk membantu Anda terbiasa dengan objek yang masuk ke dalam vagina.

Operasi adalah opsi lainnya yang digunakan untuk memperlebar vagina. Hal ini mungkin perlu dilakukan pada situasi tertentu. Sebagai contoh, apabila operasi sebelumnya menyebabkan jaringan luka yang membatasi vagina, seperti episiotomi saat persalinan. Pada kasus ini, operasi kecil dapat membantu mengangkat jaringan luka, dengan memotong jaringan luka dengan hati-hati dan menjahit dengan jahitan kecil. Operasi dapat dilakukan dengan anestesi lokal atau umum.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vaginismus?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi vaginismus:

  • Berganti posisi: jika Anda mengalami rasa sakit saat penetrasi, penis mungkin mengenai serviks atau menekan otot pelvic floor, menyebabkan rasa sakit atau kram. Berganti posisi dapat membantu. Anda dapat mencoba posisi di atas pasangan Anda saat berhubungan seks. Wanita biasanya memiliki kendali lebih dengan posisi ini, sehingga Anda dapat mengatur penetrasi sesuai dengan keinginan Anda.
  • Mengatakan tentang apa yang terasa nikmat dan yang tidak. Jika Anda ingin pasangan Anda pelan-pelan, katakanlah.
  • Bersabar: foreplay yang lebih lama dapat menstimulasi pelumas alami Anda. Anda juga dapat mengurangi rasa sakit dengan menunda penetrasi hingga Anda sudah merasa sangat bergairah.
  • Gunakan pelumas: pelumas dapat membuat hubungan seks menjadi lebih nyaman.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: April 7, 2017

Yang juga perlu Anda baca