home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Semua Hal yang Perlu Anda Tahu Saat Memakai Tampon

Semua Hal yang Perlu Anda Tahu Saat Memakai Tampon

Sebagian besar wanita di Indonesia biasanya memakai pembalut untuk menyerap darah menstruasi. Namun tahukah Anda? Tampon juga bisa jadi pilihan, terutama jika Anda aktif bergerak. Apa itu tampon dan bagaimana cara pakainya? Yuk simak penjelasan berikut, ya.

Apa itu tampon?

seks pakai tampon

Tampon adalah sejenis pembalut wanita berbentuk silinder yang terbuat dari kapas yang lembut. Gunanya sama seperti pembalut biasa, yaitu untuk menyerap aliran darah yang keluar saat sedang menstruasi.

Bedanya, jika pembalut dipasang di permukaan celana dalam untuk menampung darah yang keluar, cara pakai tampon perlu dimasukkan ke dalam lubang vagina untuk menyumbat sekaligus menyerap darah haid agar tidak keluar.

Benda ini didesain khusus dengan bentuk silinder agar mudah dimasukkan ke dalam vagina. Pada ujungnya terdapat sebuah benang untuk menariknya jika ingin dikeluarkan.

Mungkin beberapa wanita yang belum terbiasa akan bingung dan sulit menempatkannya ke dalam vagina. Namun tidak perlu khawatir, beberapa produk menyediakan aplikator untuk memudahkan Anda.

Umumnya, di Indonesia tidak banyak wanita yang menggunakan produk kewanitaan yang satu ini . Masyarakat lebih memilih pembalut saat menstruasi karena dirasa lebih praktis dan nyaman. Padahal jika sudah terbiasa, memakai tampon sebenarnya menyenangkan.

Bagaimana cara pakai tampon?

Bagi pemula, tampon adalah benda yang mungkin menakutkan untuk dipasang. Namun, Anda tidak perlu khawatir, langkah-langkah berikut mungkin bisa membantu.

1. Pastikan tangan bersih

Pastikan tangan Anda bersih sebelum memakai produk kewanitaan ini. Dianjurkan untuk mencuci tangan lebih dahulu sebelum memegang dan menggunakannya.

2. Gunakanlah yang baru dibuka

Hindari memakai tampon yang sudah terbuka karena bisa jadi ia sudah tidak steril. Gunakanlah yang baru dari kemasan yang masih tersegel dengan baik.

3. Periksa benang pada ujungnya

Sebelum digunakan pastikan benang pada ujungnya benar-benar kuat dan tidak akan lepas. Caranya dengan menarik benang tersebut. Jika tidak mudah terlepas berarti ia cukup aman digunakan.

4. Posisikan tubuh dengan nyaman

Posisikan tubuh senyaman dan serileks mungkin saat akan memasukkan produk kewanitaan ini. Beberapa wanita memilih posisi jongkok mengangkat sebelah kaki dan menahannya pada tembok atau bangku.

5. Masukkanlah dengan hati-hati

Setelah menemukan posisi yang tepat dan nyaman, cara pakai tampon berikutnya adalah memasukkan benda tersebut. Bukalah bibir vagina Anda dengan satu tangan, lalu tangan lainnya memasukkan benda ini ke dalamnya.

Posisikan benang di bagian bawah lalu doronglah benda tersebut hingga masuk ke dalam lubang vagina. Cobalah untuk mengatur nafas agar tubuh Anda rileks saat melakukan ini.

6. Pastikan benang tetap berada di luar

Setelah dirasa tampon sudah masuk ke dalam vagina, dorong dengan menggunakan jari dan pastikan seluruh bagiannya telah masuk dengan sempurna. Sementara itu, pastikan ujung benangnya tetap berada di luar vagina.

Kapan tampon harus diganti?

menggunakan tampon

Sebaiknya Anda mengganti tampon setiap 3 sampai 5 jam sekali dan sebaiknya tidak digunakan lebih dari 6 jam. Jadi, hindari penggunaannya selama Anda tidur di malam hari.

Jika tetap ingin menggunakan selama tidur, pasanglah alarm setiap 3 jam agar Anda bangun untuk menggantinya.

Rutin mengganti tampon adalah hal penting yang sangat penting. Melansir Better Health, penggunaannya yang terlalu lama bisa meningkatkan risiko toxic shock syndrome akibat keracunan bakteri.

Sakitkah pakai tampon?

Saat membaca cara pakai tampon di atas, mungkin Anda akan bertanya-tanya apakah sakit saat memakainya.

Seperti yang diketahui, vagina adalah bagian sensitif dari wanita yang rentan pada tiap sentuhan. Memasukkan benda asing ke dalam vagina mungkin akan membuat Anda takut.

Padahal sebenarnya benda ini sudah didesain khusus agar sesuai kebutuhan wanita. Memakai produk kewanitaan yang satu ini seharusnya tidak terasa sakit.

Namun, jika merasa sakit dan tidak nyaman, bisa jadi karena hal-hal berikut.

1. Tubuh Anda tegang saat memakainya.

Tubuh yang tegang menyebabkan vagina menutup sehingga terasa sakit dan sulit memasang benda tersebut. Untuk mencegah hal ini, pastikan tubuh Anda serileks mungkin saat memakainya.

2. Posisinya yang kurang pas.

Bisa jadi tampon yang Anda masukkan tidak terdorong seluruhnya ke dalam vagina, sehingga ada bagian yang mengganjal. Jika ini terjadi, keluarkanlah benda tersebut, ganti dengan yang baru lalu cobalah masukkan lagi di posisi yang lebih pas.

Cara pakai tampon memang cukup sulit jika belum terbiasa. Namun jika sudah sering melakukannya Anda akan terbiasa.

Untuk pemula, waktu terbaik menggunakan tampon adalah di saat darah haid sedang deras-derasnya. Ini karena cairan darah akan memudahkan Anda memasukkannya.

Namun agar tidak cepat penuh, gunakanlah yang berdaya serap tinggi pada waktu-waktu tersebut.

Pembalut atau tampon, mana yang lebih baik?

Baik pembalut maupun tampon keduanya memiliki kegunaan dan fungsi yang sama pada saat menstruasi, yaitu untuk menyerap darah haid yang keluar.

Meski jenis, bentuk, dan cara pemakaiannya berbeda, pembalut dan tampon punya keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Agar tidak bingung memilih, yuk simak penjelasan berikut.

1. Pembalut lebih cocok untuk Anda yang mudah lupa

Ukuran pembalut lebar dan panjang sehingga menutupi seluruh permukaan bawah celana dalam. Hal ini membuat Anda selalu ingat bahwa sedang haid sehingga rutin menggantinya.

Di sisi lain, cara pakai tampon yang dimasukkan ke dalam vagina serta ukurannya yang kecil seringkali membuat Anda tidak sadar bahwa sedang haid.

Padahal salah satu hal yang penting yang perlu Anda ingat saat mengenakan tampon adalah jangan sampai lupa menggantinya. Sangat tidak dianjurkan memakai produk kewanitaan ini lebih dari 6 jam. Jika Anda seorang yang pelupa lebih baik menggunakan pembalut.

2. Tampon lebih cocok untuk Anda yang aktif bergerak

Pembalut dipakai dengan cara ditempelkan ke celana dalam. Meskipun beberapa jenis pembalut sudah menyediakan sayap, tetapi daya lekat pembalut cenderung rendah sehingga sangat mudah bergeser jika Anda terlalu banyak bergerak.

Sementara itu, tampon dirancang khusus agar tetap tersanggah oleh otot-otot vagina sehingga tidak mudah bergeser.

Bagi Anda yang ingin tetap bebas bergerak selama haid, tanpa harus khawatir pembalut bocor atau bergeser, tampon adalah pilihan yang tepat.

3. Gunakanlah tampon jika ingin berenang

Berenang tentu tidak mungkin Anda lakukan jika sedang haid. Apalagi saat darah mengucur dengan deras. Pastilah darah akan mengotori pakaian dan air dalam kolam tersebut.

Lantas bagaimana jika Anda diharuskan untuk melakukan kegiatan renang? Misalnya untuk mengikuti perlombaan. Maka, tampon bisa menjadi solusinya.

Saat memakai benda ini, Anda tetap bisa menjalankan aktivitas seperti berenang. Ini karena ia berfungsi menyumbat dan menyerap darah agar tak keluar dari lubang vagina.

4. Menggunakan tampon lebih menjaga penampilan

Ukuran pembalut yang lebar dan tebal mungkin akan mengganggu penampilan, terutama saat menggunakan celana yang ketat. Anda akan ketahuan bahwa sedang haid dan memakai pembalut.

Sementara itu, menggunakan tampon adalah dengan memasukkannya ke dalam vagina. Sehingga ia tidak akan terlihat dari luar. Anda bisa tetap tampil percaya diri meskipun mengenakan celana ketat saat haid.

5. Tampon lebih mudah dibawa saat bepergian

Berbeda dengan pembalut, tampon berukuran sangat kecil. Panjangnya tidak lebih dari 3-5 cm. Dengan ukuran tersebut dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam saku beserta aplikatornya. Anda akan lebih mudah membawanya saat bepergian atau traveling.

Risiko kesehatan pada penggunaan pembalut dan tampon

pembalut atau tampon

Pembalut dan tampon, keduanya memiliki risiko kesehatan jika Anda tidak cermat saat menggunakannya.

Risiko menggunakan pembalut

Saat menyerap darah haid, permukaan pembalut akan terasa basah. Akibatnya, kulit sekitar vagina pun menjadi lembap. Jika Anda malas mengganti atau membersihkannya, berisiko menyebabkan vagina gatal dan iritasi.

Selain itu, perekat samping pada pembalut bersayap, sering menimbulkan gesekan pada paha bagian dalam. Hal ini dapat membuat kulit paha Anda lecet.

Risiko penggunaan tampon

Risiko yang paling sering terjadi saat menggunakan tampon adalah munculnya rasa sakit atau luka pada bagian dalam vagina. Hal ini terjadi jika Anda tidak rileks saat memasukkannya.

Selain itu, penting untuk memahami cara pakai tampon yang benar. Pasalnya, pada beberapa kasus, benda ini bisa tertinggal di dalam vagina akibat benang penariknya terputus.

Jika ini terjadi, segeralah ke puskesmas, klinik atau unit gawat darurat terdekat.

Waspada penyakit toxic shock syndrome saat menggunakan tampon

Toxic shock syndrome (TSS) adalah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk ke aliran darah.

Umumnya sindrom ini disebabkan oleh racun yang diproduksi oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph), tapi pada beberapa kasus penyebabnya adalah racun dari bakteri Streptococcus (strep) grup A.

TSS bisa terjadi pada wanita yang menggunakan tampon. Benda ini tak hanya menyerap darah menstruasi Anda, tapi juga berbagai cairan alami yang dibutuhkan oleh vagina.

Terutama jika darah menstruasi sedang sedikit tapi Anda memakai jenis yang berdaya serap tinggi. Akibatnya, berbagai bakteri patogen bisa tumbuh dan berkembang biak, termasuk bakteri penyebab TSS.

Biasanya TSS ditandai dengan munculnya ruam pada kulit, demam tinggi, mual atau muntah-muntah, diare, kulit pucat, dan nyeri otot atau kepala.

Meski begitu, penggunaan tampon adalah salah satu faktor penyebabnya saja. Pada dasarnya, hampir semua orang berisiko terkena penyakit ini, baik laki-laki, wanita post menopause maupun anak-anak.

Namun, Anda tidak perlu khawatir berlebihan sebab angka kejadian penyakit ini cenderung langka.

Apakah Anda masih perawan setelah menggunakan tampon?

ciri vagina sehat

Tampon adalah benda yang dimasukkan ke dalam vagina. Namun, bukan berarti keperawanan Anda akan hilang jika menggunakannya. Ini karena hilangnya keperawanan hanya terjadi jika dipenetrasi oleh penis.

Anda juga tak perlu khawatir selaput dara Anda akan sobek ketika memasukkan benda ini.

Selaput dara adalah jaringan kulit yang sebenarnya memiliki semacam bukaan pada bagian tengahnya. Bukaan ini memungkinkan darah menstruasi keluar. Ia tidaklah menutupi seluruh lubang vagina seperti yang banyak dipercaya orang.

Selain itu, selaput dara juga bersifat elastis sehingga bisa meregang. Jadi sangat kecil kemungkinannya selaput dara akan robek ketika memakai produk kewanitaan yang satu ini.

Namun, jika selaput dara robek karena celah yang terlalu sempit atau tipis, keperawanan Anda tidak lantas menghilang. Ini karena robekan tersebut terjadi bukan disebabkan oleh hubungan seks.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Toxic shock syndrome (TSS) | betterhealth.vic.gov.au. (2014). Retrieved 5 May 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/toxic-shock-syndrome-tss

Pads and Tampons (for Kids) – Nemours KidsHealth. (2014). Retrieved 5 May 2021, from https://kidshealth.org/en/kids/pads-tampons.html#

Tampons, Pads, and Other Period Supplies (for Teens) – Nemours KidsHealth. (2019). Retrieved 5 May 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/supplies.html

Tampons: Using Your First Tampon. (2020). Retrieved 5 May 2021, from https://youngwomenshealth.org/2012/09/27/tampons/

Tampons, Pads or Menstrual Cups? What’s Right for You?. (2010). Retrieved 5 May 2021, from https://www.healthywomen.org/content/article/tampons-pads-or-menstrual-cups-whats-right-you

McDermott, C., & Sheridan, M. (2015). Staphylococcal Toxic Shock Syndrome Caused by Tampon Use. Case Reports In Critical Care, 2015, 1-2. doi: 10.1155/2015/640373

Toxic shock syndrome – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 5 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/toxic-shock-syndrome/symptoms-causes/syc-20355384

Wellness, H., Teens, F., & Health, F. Tampons | Sutter Health. Retrieved 5 May 2021, from https://www.sutterhealth.org/pamf/health/teens/female/tampons

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani
Tanggal diperbarui 16/04/2017
x