home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Disfungsi Seksual Wanita

Disfungsi Seksual Wanita
Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Obat & Pengobatan|Pengobatan di rumah

Definisi

Apa itu disfungsi seksual wanita?

Disfungsi seksual wanita adalah gangguan seksual yang sering kali menyebabkan depresi pada wanita. Gangguan ini biasanya dibagi menjadi empat jenis:

  • gangguan hasrat (tidak bergairah)
  • gangguan stimulasi (tubuh tidak bisa merespon rangsangan seksual)
  • gangguan orgasme
  • gangguan nyeri saat hubungan seks

Seberapa umum disfungsi seksual wanita?

Setiap wanita bisa mengalami disfungsi seksual. Gangguan ini bisa muncul hanya sekali atau berkali-kali dalam seumur hidup. Gangguan ini dapat disebabkan oleh perubahan fisiologis, emosi, psikologis, gaya hidup, dan hubungan dengan pasangan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala disfungsi seksual wanita?

Tanda-tanda dan gejala disfungsi seksual pada wanita meliputi:

  • Hilangnya minat berhubungan seksual
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Perasaan tidak bahagia, rasa bersalah, atau malu
  • Frustrasi
  • Gelisah dan cemas
  • Kurang tidur

Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika masalah seksual memengaruhi hubungan pasangan atau Anda merasa khawatir, segera temui dokter untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Dokter akan melihat kondisi dan gejala untuk menentukan pengobatan yang paling tepat.

Penyebab

Apa penyebab disfungsi seksual wanita?

Penyebab disfungsi seksual pada wanita beragam, termasuk:

  • Kondisi medis tertentu. Penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, arthritis (radang sendi), dan gangguan ekskresi dapat menurunkan libido. Melahirkan, menopause, kanker leher rahim, kanker rahim, dan kanker payudara pun dapat menyebabkan disfungsi seksual pada wanita.
  • Obat-obatan. Antidepresan dan obat tekanan darah juga dapat memengaruhi gairah wanita.
  • Masalah psikologis. Masalah agama, hal-hal tabu, dosa, masalah rumah tangga, riwayat pelecehan seksual atau diperkosa, depresi ataupun stres dapat menurunkan gairah seksual pada wanita.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk disfungsi seksual wanita?

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko disfungsi seksual pada wanita, meliputi:

  • Depresi atau kecemasan (anxiety)
  • Penyakit jantung
  • Penyakit saraf, seperti cedera tulang belakang dan multiple sclerosis
  • Penggunaan obat antidepresan dan obat tekanan darah tinggi
  • Tekanan psikologis, terutama dengan pasangan
  • Pernah mengalami pelecehan seksual

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan disfungsi seksual wanita?

Pengobatan tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, dapat disembuhkan dengan mengubah dosis atau mengganti obat. Wanita menopause (mengalami perubahan fisiologis) yang mengalami nyeri saat berhubungan seks karena vagina kering dapat menggunakan pelumas dan krim estrogen.

Wanita dengan arthritis yang parah dapat mengubah posisi saat berhubungan seks dan menggunakan obat naproxen atau ibuprofen sebelum melakukan hubungan seks.

Pendidikan seks, psikoterapi, dan kegiatan pendukung serta perubahan gaya hidup dapat membantu mengatasi disfungsi seksual ini. Terapi perilaku (CBT) pada kedua pasangan sebagai pengobatan juga dapat menemukan penyebab utama masalah. Kadang, untuk hasil yang terbaik Anda perlu menggabungkan beberapa jenis pengobatan.

Apa saja tes untuk disfungsi seksual wanita?

Dokter akan mendiagnosis berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik (termasuk pemeriksaan panggul). Tes darah dapat dilakukan untuk memastikan bahwa ini bukanlah gejala diabetes atau penyakit tiroid.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk melakukan pembedahan; atau dengan psikolog/ psikiater jika masalah emosional menjadi penyebab disfungsi ini; atau dengan komunitas tertentu untuk kasus-kasus pelecehan seksual.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi disfungsi seksual wanita?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi disfungsi seksual wanita.

  • Olahraga dan biasakan aktivitas fisik. Luangkan waktu santai untuk berlibur dan hindari stres.
  • Latihan otot panggul (senam Kegel) karena dapat membantu untuk mengontrol hasrat seksual dan orgasme. Anda bisa melihat panduan senam kegel dalam tautan ini.
  • Jika perlu, dokter akan menyarankan Anda menemui pakar seks dan pernikahan.
  • Kenali tubuh Anda sendiri. Anda harus berkonsultasi dokter tentang penyebab yang memengaruhi aktivitas seksual seperti penggunaan obat, penyakit, operasi, usia, kehamilan atau menopause.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Female sexual dysfuntion. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-sexual-dysfunction/basics/definition/con-20027721. Accessed date 18/09/2015

Female Sexual Dysfunction – https://www.webmd.com/women/guide/sexual-dysfunction-women diakses pada 1 Agustus 2018

Ferri, Fred. Ferri’s Netter Patient Advisor. Philadelphia, PA: Saunders / Elsevier, 2012. Print. Page 369

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 22/09/2016
x