Apa itu ulcerative colitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa yang dimaksud dengan Ulcerative Colitis?

Ulcerative Colitis (UC) atau kolitis ulseratif  adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada dinding saluran pencernaan. Penyakit ini termasuk salah satu dari kondisi radang usus besar atau inflammatory bowel disease (IBD). 

Adanya iritasi atau peradangan di dinding usus dapat mengganggu proses mencerna dan menyerap nutrisi makan ke dalam tubuh.. Peradangan yang terjadi kadang kala bisa menyebabkan perdarahan sampai menimbulkan nanah dan lendir.

Ada beberapa tipe kolitis ulseratif:

  1. Proktitis ulseratif: Proktitis ulseratif  adalah kondisi peradangan yang terletak di rektum. Peradangan ini kemungkinan akan menyebabkan perdarahan dubur. Proktitis ulseratif adalah jenis kolitis ulseratif yang paling umum, ringan dan sedikit risiko komplikasinya .
  2. Proctosigmoiditis: Ulcerative colitis ini adalah jenis peradangan yang berada di rektum dan kolon sigmoid (ujung bawah kolon). Anda umumnya akan mengalami, ketidakmampuan untuk menggerakkan usus, misalnya buang air besar, meskipun harus melakukannya (disebut tenesmus).
  3. Kolitis sisi kiri: Peradangan ini dikenal juga sebagai kolitis terbatas atau distal. Di mana kolitis ini terjadi di sisi kiri usus besar (rektum, kolon sigmoid, dan kolon desendens) .
  4. Pancolitis: Pancolitis adalah ketika ada peradangan kolitis ulseratif ada di seluruh bagian usus .

Seberapa Umum Ulcerative Colitis terjadi?

Pria dan wanita memiliki kemungkinan yang sama untuk mengalami Ulcerative Colitis  dan biasanya kolitis ulseratif merupakan penyakit turun temurun. Orang-orang yang berumur 15-35 tahun merupakan yang paling sering terkena penyakit ini. Kebanyakan orang mengidap UC seumur hidup mereka. Sekitar setengah pengidap Ulcerative Colitis  memiliki gejala ringan namun yang lainnya memiliki gejala yang lebih parah dan sering.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala dari ulcerative colitis ?

Gejala kolitis ulserativa umumnya suka hilang dan timbul. Saat gejalanya aktif muncul, ini disebut flare-up. Flare-up kondisinya dapat tergolong parah, dan terjadi  selama beberapa hari atau minggu dan kemudian masuk ke remisi. Remisi adalah kondisi di mana ada sedikit peradangan pada usus besar. 

Ulcerative colitis adalah kondisi yang dapat menyebabkan usus besar Anda membengkak dan dapat menimbulkan perforasi kecil. Perforasi memungkinkan tinja bocor ke perut Anda, yang dapat menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa (peritonitis).

Gejala ulcerative colitis atau kolitis ulseratif adalah:

  • sakit perut dan diare
  • feses yang keluar berlendir dan berdarah
  • kelelahan
  • turunnya berat badan
  • anoreksia
  • demam

Gejala lain juga dapat dipengaruhi oleh peradangan di usus besar, termasuk nyeri sendi di lutut, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan. Gejala kolitis ulseratif juga dapat memengaruhi mata. 

Jika Anda menderita kolitis ulserativa untuk waktu yang lama, Anda mungkin mengalami gejala di area lain dari tubuh Anda seperti ruam, sariawan, dan nyeri sendi.

Saat orang dengan kondisi ulcerative colitis buang air besar, kemungkinan rasa sakit di bagian kiri perut akan sedikit mereda. Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter Anda.

Kapan saya harus menghubungi dokter?

Anda harus menghubungi dokter apabila menemukan gejala di bawah ini:

  • Demam atau meriang
  • Bertambahnya frekuensi buang air besar, atau pendarahan
  • Perut kembung, nyeri pada perut, atau mulai muntah-muntah.

Penyebab

Apa saja yang menyebabkan Ulcerative Colitis ?

Penyebab pasti dari penyakit ini masih belum dapat dipastikan. Sebelumnya, kebanyakan dokter  mengira bahwa diet ketat dan stres adalah penyebab ulcerative colitis.

Namun belakangan ini dokter melihat bahwa faktor tersebut bukanlah penyebab utama, melainkan hanya kondisi yang dapat memperburuk kolitis ulseratif.

Penyebab lain yang diduga menimbulkan ulcerative colitis adalah disfungsi pada kekebalan tubuh. Saat sistem kekebalan tubuh seharusnya memerangi virus dan bakteri, sistem kekebalan tubuh yang tidak normal justru menyerang sel-sel sistem pencernaan itu sendiri.

Faktor genetis juga memegang peran penting dalam menyebabkan ulcerative colitis, karena penyakit ini lebih sering ditemukan pada keluarga yang memiliki anggota dengan kecenderungan terkena kondisi ini.

Meskipun begitu, banyak juga pasien yang tidak memiliki riwayat kesehatan keluarganya yang mengalami kolitis ulseratif .

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang meningkatkan risiko Anda terjangkit Ulcerative Colitis ?

Beberapa faktor berisiko di bawah ini dapat memengaruhi kemungkinan Anda terkena ulcerative colitis adalah:

  • Usia. Kondisi kolitis ulseratif biasanya muncul sebelum usia 30. Meskipun begitu, kondisi  juga dapat terjadi pada umur berapapun, dan bahkan ada beberapa orang yang baru terkena penyakit ini pada usia 60.
  • Ras. Kondisi ini dapat terjadi pada golongan ras mana saja. Meski demikian, orang berkulit putih memiliki resiko infeksi yang lebih tinggi daripada orang Asia.
  • Riwayat keluarga. Anda berisiko lebih tinggi terkena ulcerative colitis  apabila Anda memiliki anggota keluarga seperti orangtua, saudara kandung, atau anak, yang juga memiliki penyakit tersebut.
  • Menggunakan isotretinoin. Obat Isotretinoin (Amnesteem, Claravis, Sotret; dulunya disebut accutane) merupakan jenis obat yang kadang-kala digunakan untuk mengatasi jerawat dan bekas jerawat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obat tersebut meningkatkan faktor risiko terjangkit ulcerative colitis. Namun kejelasan hubungan antara kondisi dan isotretinoin belum ditentukan.

Komplikasi

Apa saja komplikasi ulcerative colitis?

Ulcerative colitis adalah kondisi penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi baik di dalam sistem pencernaan maupun di luar sistem pencernaan.Komplikasi usus dapat meliputi:

  • Perforasi usus. Ini adalah kondisi lubang di usus besar yang sifatnya darurat medis. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat dan nyeri perut. 
  • Anal fissure. Komplikasi kolitis ulseratif ini adalah robekan yang terjadi pada lapisan saluran anus.  Apabila mengalami kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan nyeri yang dapat diobati di rumah.
  • Toxic Megacolon. Ini adalah suatu kondisi tidak biasa. Kondisi ini dapat menyebabkan pembesaran usus yang parah. Komplikasi ini tergolong serius yang memerlukan perawatan darurat.
  • Kanker usus besar. Setelah menderita radang usus besar selama sekitar 8 hingga 10 tahun, risiko terkena kanker usus meningkat. Sangat penting untuk bekerja dengan ahli gastroenterologi untuk menjadwalkan skrining untuk kanker usus besar secara berkala

Komplikasi ekstra intestinal dapat termasuk:

  • Penyakit mata. Beberapa kondisi kesehatan mata, termasuk uveitis, glaukoma, keratopati, episkleritis, dan mata kering, berhubungan dengan kondisi serta pengobatan kolitis ulserativa.
  • Radang sendi. Ulcerative colitis adalah kondisi yang dapat menyebabkan komplikasi bentuk arthritis. Ini termasuk radang sendi perifer, radang sendi aksial, dan rheumatoid arthritis
  • Masalah kulit. Kolitis ulseratif dapat menyebabkan kondisi erythema nodosum dan pyoderma gangrenosum.
  • Bisul mulut. Kondisi ini juga disebut stomatitis aphthous. Ini adalah adalah luka pada lapisan mulut yang dapat terjadi bersamaan dengan kolitis ulseratif.
  • Gejala lain saat menstruasi. Beberapa wanita dengan kondisi kolitis ulseratif menemukan bahwa gejala sindrom pra-menstruasi (PMS) menjelang menstruasi menyebabkan mereka mengalami diare dan nyeri.

Diagnosis

Apa saja jenis tes yang biasa dilakukan kepada penderita Ulcerative Colitis?

Sebelum mendiagnosis hasil dan mengobati gejala yang Anda rasakan, dokter akan memeriksa fisik Anda, lalu menanyakan sejarah rekam medis keluarga Anda. Dokter umumnya juga akan mengambil sampel darah dan urin untuk mengecek perdarahan dan infeksi. 

Ulcerative colitis adalah kondisi yang hasilnya dapat didiagnosis dengan beberapa pemeriksaan berikut ini:

1. Kolonoskopi

Kolonoskopi adalah cara dokter untuk melihat kondisi keseluruhan di dalam usus besar Anda. Pada kolitis ulserativa, usus besar akan memiliki karakteristik tertentu yang mengarah ke penyakit radang usus (IBD).

Mungkin ada peradangan yang dimulai di rektum atau di bagian terakhir dari usus besar (kolon sigmoid), serta peradangan yang menyebar ke atas bagian usus. Peradangan juga bisa terjadi di dinding usus besar, tandanya akan terlihat merah dan bengkak. Saat diperiksa, dokter juga mungkin akan menimbulkan bisul (luka) di lapisan usus.

Selama tes berlangsung,  dokter akan melakukan biopsi yaitu mengambil sedikit jaringan di usus besar. Nantinya jaringan akan dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Hasil dari kolonoskopi ini dapat membantu dokter dalam membuat diagnosis kolitis ulserativa.

2. Tes pencitraan

Tes pencitraan lain seperti X-ray, barium enema, seri gastrointestinal atas, sigmoidoskopi, atau endoskopi atas juga dapat digunakan untuk cara mendiagnosis kolitis ulserativa. Tes ini umumnya akan menghasilkan gambaran kondisi usus Anda.

3. Tes laboratorium lainnya

Tes darah

Ulcerative colitis adalah kondisi yang bisa didiagnosis dengan melakukan tes darah.

Nantinya, jumlah sel darah merah dan jumlah sel darah putih akan dihitung. Ini  berguna untuk mendapatkan gambaran tubuh yang lebih lengkap. Tes darah juga dapat mengetahui  jika kolitis ulseratif Anda menyebabkan kondisi lain seperti anemia, misalnya.

Tes darah lainnya dapat digunakan untuk memantau perkembangan penyakit, terutama selama peradangan di usus Anda sedang flare-up.

Tes feses

Tes feses umumnya dapat digunakan sebagai bagian dari pemeriksaan lengkap ulcerative colitis. Tes ini bukan sebagai tes penentu diagnosis kolitis ulserativa. Akan tetapi lebih digunakan untuk mengetahui kemungkinan penyebab sakit perut  parah atau diare berdarah.

Orang dengan kondisi radang usus umumnya  juga dapat memiliki infeksi bakteri, dan cenderung lebih rentan terhadap infeksi. Sehingga tes kultur feses dapat digunakan untuk mengonfirmasi atau memastikan bahwa gejala yang Anda alami bisa disebabkan karena infeksi bakteri. 

Obat & Pengobatan

Informasi di bawah bukan merupakan pengganti saran medis dari dokter; SELALU periksakan diri Anda kepada dokter profesional.

Apa saja contoh pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita Ulcerative Colitis ?

Ulcerative colitis adalah kondisi yang tujuan pengobatannya untuk mengurangi gejala, mengontrol peradangan, dan mencegah komplikasi. Berikut adalah beberapa obat yang kemungkinan akan diberikan dokter dengan resep sesuai kondisi dan diagnosis masing-masing:

Obat Antiinflamasi

Obat antiinflamasi adalah obat yang seringkali digunakan sebagai pengobatan kolitis ulserativa langkah pertama:

1. 5-aminosalicylates: Obat ini akan diberikan tergantung pada di bagian mana usus besar Anda yang terpengaruh. Anda dapat meminumnya secara oral, atau akan diresepkan dokter sebagai enema dan supositoria. Beberapa contoh obat kolitis ulseratif ini termasuk Azulfidine (sulfasalazine), Asacol HD dan Delzicol (mesalamine), Colazal (balsalazide), dan Dipentum (olsalazine).

2. Obat Kortikosteroid: Obat Prednison dan hidrokortison umumnya akan diresepkan bagi Anda yang punya keparahan kolitis ulserativa sedang hingga berat , dan juga kondisi Anda tidak berespons terhadap pengobatan lain. 

Tubuh tidak dapat merespon obat bisa disebabkan karena efek samping, seperti kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, perubahan suasana hati, retensi cairan, dan osteoporosis.

Obat penekan sistem kekebalan tubuh (Immune system surpressor)

Ulcerative colitis adalah kondisi yang dapat diberikan obat penekan sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan ini mengendalikan peradangan dengan menekan respons sistem kekebalan tubuh. 

Obat-obat ini sering diberikan dalam kombinasi, seperti:

  • Azathioprine. Ini adalah obat  imunosupresan yang paling banyak digunakan untuk pengobatan penyakit radang usus. Obat ini menekan sistem kekebalan dengan mengganggu produksi molekul DNA tubuh. Jika Anda mengonsumsi obat ini, Anda harus tetap konsultasi terus dengan dokter Anda. Dokter juga akan memeriksa darah Anda secara teratur, karena efek samping dapat mempengaruhi hati dan pankreas.
  • Siklosporin: Ini adalah obat ulcerative colitis yang umumnya diresepkan untuk orang-orang yang tubuhnya belum merespon obat-obatan lain. Siklosporin dipercaya bekerja dengan menekan limfosit, sejenis sel darah putih. Karena siklosporin memiliki potensi efek samping yang serius, ia tidak diresepkan untuk penggunaan jangka panjang.
  • Infliximab, Adalimumab, dan Golimumab: Obat-obat ini disebut sebagai inhibitor faktor biologis atau tumor necrosis factor (TNF). Obat ini mengendalikan respon imun tubuh yang abnormal. Obat ini biasanya digunakan pada orang yang belum merespon  atau tidak bisa mentolerir perawatan lain.
  • Vedolizumab: Ulcerative colitis dapat diobati menggunakan obat ini. Vedolizumab adalah obat yang akan diberikan dengan kondisi tidak merespon atau tidak dapat mentolerir perawatan lain. Obat bekerja dengan menghalangi sel-sel inflamasi dari sampai ke lokasi peradangan.

Antibiotik

Obat antibiotik dapat diresepkan jika dicurigai adanya infeksi pada usus besar, tetapi orang dengan kolitis ulseratif kadang-kadang tidak akan diresepkan obat antibiotik jika tidak ada gejala infeksi bakteri. Ini karena obat antibiotik dapat menyebabkan diare.

Pengobatan di rumah

Apa saja bentuk perubahan gaya hidup atau upaya pengobatan di rumah yang dapat membantu saya mengurangi ancaman terkena UC?

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan tempat tinggal yang dapat membantu Anda menghadapi ulcerative colitis adalah:

  • Konsumsi obat-obatan sebagaimana diinstruksikan oleh dokter;
  • Tanyakan dokter apakah Anda bisa meminum vitamin, suplemen mineral, dan tablet zat besi;
  • Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik normal;
  • Temui dokter secara berkala. Pemeriksaan kolonoskopi sangat penting untuk mengawasi secara periodik bagaimana perkembangan penyakit Anda dan mencegahnya agar tidak memburuk menjadi kanker usus.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, mohon segara dikonsultasikan dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik. 

 Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: September 15, 2019

Yang juga perlu Anda baca