home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Erythema Nodosum

Definisi|Tanda-tanda & Gejala|Penyebab|Diagnosis & Pengobatan|Pengobatan di rumah
Erythema Nodosum

Definisi

Apa itu erythema nodosum?

Erythema nodosum adalah penyakit kulit yang menyebabkan pembengkakan warna merah atau keunguan. Bengkak paling sering ditemukan di betis daerah tulang kering, namun bisa juga timbul di bagian tubuh lainnya.

Penyakit ini merupakan bentuk paling umum dari panniculitis, yaitu peradangan lapisan lemak di bawah kulit. Hal ini sering disebabkan oleh respon sistem imun terhadap infeksi atau reaksi dari obat yang Anda minum.

Seberapa umum penyakit ini terjadi?

Erythema nodosum paling sering terjadi pada orang-orang berusia 20-40 tahun. Erythema nodosum bisa terjadi di usia berapapun terlepas dari jenis kelamin. Namun memang, wanita dilaporkan lebih rentan mengalami kondisi ini daripada pria.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala erythema nodosum?

Gejala utama dari penyakit ini adalah benjolan warna merah di area betis. Kadang, benjolan juga bisa muncul di paha, lengan, dada, dan wajah.

Ukuran benjolan bisa bermacam-macam, berkisar dari 4-11 cm. Jumlahnya pun beragam antar orang, bisa hanya dua atau hingga puluhan di sekujur tubuh.

Benjolan erythema nodosum terasa sakit dan mungkin terasa panas. Mulanya benjolan bewarna merah dan kemudian berubah ungu, seperti memar saat mau sembuh.

Benjolan ini dapat bertahan sekitar dua minggu, tapi bisa juga muncul hingga enam minggu. Nantinya, benjolan akan mengempis saat mulai sembuh.

Gejala lainnya termasuk:

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab erythema nodosum?

Penyebab erythema nodosum masih belum diketahui. Namun, kehadirannya bisa didasari oleh penyakit lain atau muncul sebagai efek dari pengobatan tertentu.

Selain itu, dokter percaya bahwa ini disebabkan oleh respon berlebihan dari sistem imun terhadap serangan bakteri atau zat asing lainnya yang masuk ke tubuh.

Faktor risikonya termasuk berikut.

  • Infeksi, seperti radang tenggorokan atau tuberkulosis.
  • Reaksi obat antibiotik (sulfonamide dan penisilin), salisilat, iodide, bromide, dan pil KB.
  • Sarcoidosis, peradangan di sekujur tubuh.
  • Coccidioidomycosis, infeksi paru dan saluran pernapasan atas.
  • Radang iritasi usus (IBS), kolitis, atau penyakit Crohn.
  • Kehamilan
  • Kanker (jarang)

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana erythema nodosum didiagnosis?

Pada awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dasar sekaligus memberi pertanyaan seputar riwayat kesehatan Anda.

Dokter juga mungkin akan menanyakan obat-obatan apa yang pernah/sedang Anda gunakan, dan apakah Anda baru saja sembuh dari sebuah infeksi.

Selanjutnya, dokter merujuk Anda untuk menjalani tes darah untuk memeriksa adanya peradangan dalam tubuh. Tes darah dapat dilakukan juga untuk mencari tahu apakah Anda mengidap TBC atau infeksi lainnya.

Tes lainnya untuk mendiagnosis erythema nodosum adalah tes urine, rontgen dada, dan pemeriksaan sampel feses.

Bagaimana pengobatan untuk penyakit ini?

Sebenarnya, eritema nodosum dapat sembuh dengan sendirinya, luka dan benjolan dapat menghilang dalam tiga sampai enam minggu tanpa pengobatan.

Pengobatan yang dilakukan lebih bertujuan untuk menangani penyakit yang mendasarinya. Misalnya, bila eritema nodosum muncul karena infeksi, maka dokter akan memberikan antibiotik.

Berbeda bila penyebab munculnya benjolan adalah akibat dari konsumsi obat-obatan, maka dokter akan menyuruh Anda untuk mengurangi atau menghentikan konsumsinya.

Sebagai tambahan, dokter mungkin akan memberikan obat berupa NSAID atau kalium iodida. Obat NSAID berfungsi untuk meringankan rasa nyeri yang disebabkan oleh benjolan, sedangkan kalium iodida akan membantu mengurangi peradangan.

Terkadang dokter juga memberikan obat kortikosteroid, tapi obat ini biasanya diberikan sebagai pilihan terakhir.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi erythema nodosum?

Di rumah, beberapa tips ini dapat membantu Anda meredakan gejala sakitnya.

  • Istirahatkan kaki dengan mengangkatnya ke atas (lebih tinggi dari jantung) dan kenakan stoking khusus sementara benjolannya memulih.
  • Hindari pakaian ketat atau yang berbahan kasar, yang dapat mengiritasi benjolannya.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Erythema Nodosum. (2019). DermNet NZ. Retrieved 14 June 2021, from https://dermnetnz.org/topics/erythema-nodosum/

Erythema Nodosum. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved 14 June 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/erythema-nodosum

Erythema Nodosum. (2020). Merck Manuals. Retrieved 14 June 2021, from https://www.merckmanuals.com/home/skin-disorders/hypersensitivity-and-inflammatory-skin-disorders/erythema-nodosum

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 04/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x