Definisi

Apa itu trikomoniasis?

Trikomoniasis adalah penyakit infeksi pada alat kelamin yang disebarkan melalui hubungan seksual. Penyakit ini merupakan yang paling umum dari kelompok infeksi menular seksual (IMS). Infeksi ini tidak fatal tetapi dapat memicu komplikasi, seperti ketidaksuburan, infeksi jaringan kulit vagina (selulitis) pada wanita. Pada pria, menyebabkan tersumbatnya uretra. Infeksi pada masa kehamilan dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan berat badan bayi yang ringan.

Gejala trikomoniasis, penyebab trikomoniasis, dan obat trikomoniasis, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah trikomoniasis?

Trikomoniasis dapat menyerang pria dan wanita. Walaupun jumlah dari wanita yang terinfeksi lebih besar daripada pria, pria cenderung lebih sulit mendeteksi penyakit daripada wanita. Penyakit ini paling banyak terjadi pada wanita berusia 16 – 35 tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala triomoniasis?

Wanita dapat mengalami gejala umum, seperti bau pada vagina atau cairan vagina berwarna hijau, cairan berbuih, rasa gatal, dan bengkak pada vagina. Gejala lain berupa rasa sakit saat berhubungan seksual, pada pelviks dan saat buang air kecil.

Kebanyakan pria tidak memiliki gejala. Ketika gejala terjadi, gejala yang muncul adalah sulit buang air kecil, sakit saat buang air kecil, dan rasa panas saat buang air kecil.

Terdapat kemungkinan beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasa gelisah terhadap suatu gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Penyakit ini dapat dengan mudah diobati dengan antibiotik. Jadi sebaiknya Anda ke dokter jika Anda memiliki gejala berikut:

  • Terasa panas saat buang air kecil
  • Cairan vagina berbau tidak sedap
  • Rasa sakit ketika buang air kecil
  • Rasa sakit ketika berhubungan seksual
  • Memiliki efek samping obat-obatan

Penyebab

Apa penyebab trikomoniasis?

Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa yang disebut Trichomonas vaginalis, yang ditemukan di manapun. Trichomonas vaginalis ditularkan selama berhubungan seksual. Periode inkubasi dari parasit ini belum dapat ditetapkan secara pasti, tetapi biasanya sekitar 5 hingga 28 hari.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk trikomoniasis?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit ini:

  • Memiliki beberapa pasangan seksual
  • Pernah mengalami infeksi menular seksual
  • Tidak menggunakan kondom

Tidak memiliki faktor risiko tidak menandakan Anda terbebas dari penyakit ini. Tanda-tanda ini hanya sebagai referensi. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk informasi selengkapnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk trikomoniasis?

Dokter Anda akan memberikan antibiotik metronidazole untuk 7 hari. Jika Anda mengalami trikomoniasis, Anda dan pasangan Anda sebaiknya mendapatkan pengobatan yang sama. Untuk mereka yang hamil, metronidazole tidak disarankan. Efek samping termasuk mual, muntah, diare, kram di daerah perut, rasa logam dalam mulut, dan neuropati perifer.

Pasien sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol selama mendapat metronidazole, karena hal tersebut dapat mengakibatkan kulit memerah, sakit kepala, sakit di daerah perut, mual dan muntah.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk trikomoniasis

Dokter akan memeriksa vagina untuk mengambil sampel vagina. Diagnosis akan dipastikan ketika parasit ditemukan pada sampel saat diperiksa dengan mikroskop. Diagnosis lain adalah dengan cara membiakkan parasit. Hasil setelah penanaman berkisar 3 hingga 7 hari. Tes darah juga memungkinkan untuk mendiagnosis parasit.

Pada pria, dokter mengambil sampel uretra untuk menemukan parasit dengan mikroskop. Parasit lebih sulit ditemukan pada pria.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi trikomoniasis?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi trikomoniasis:

  • Ikuti arahan dokter
  • Hindari kontak seksual selama pengobatan
  • Pastikan melakukan hubungan seksual yang aman. Gunakan kondom lateks jika terdapat kemungkinan adanya penyakit menular seksual dari pasangan Anda
  • Kurangi jumlah pasangan seksual Anda. Semakin banyak pasangan Anda, semakin besar risiko Anda tertular penyakit kelamin

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: December 14, 2016 | Terakhir Diedit: December 14, 2016