Agar Cepat Sembuh, Kenali Pengobatan yang Tepat untuk Trikomoniasis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penyakit trikomoniasis sangat mudah menular melalui hubungan seks, terutama jika dilakukan tanpa memakai kondom. Meski penyakit kelamin trikomoniasis terdengar mengerikan, deteksi dini penyakit ini dapat mempermudah proses pengobatan. Nah, bagaimana cara mengobati trikomoniasis? Ikuti ulasan lengkapnya di sini, ya!

Apa saja pengobatan untuk mengatasi trikomoniasis?

Trikomoniasis adalah salah satu jenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi parasit protozoa Trichomonas vaginalis.

Penyakit menular seksual yang satu ini tergolong sangat umum terjadi. Kendati demikian, penyakit ini sering kali sulit terdeteksi karena tak semua pasien mengalami gejala trikomoniasis setelah terinfeksi.

Menurut CDC, diperkirakan hanya sekitar 30% pasien trikomoniasis yang mengalami gejala.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk mendeteksi penyakit ini adalah dengan periksa ke dokter, terutama untuk kondisi sebagai berikut:

  • Sering melakukan hubungan seks tanpa kondom.
  • Sering bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Pernah terkena trikomoniasis atau penyakit menular seksual lain sebelumnya.

Dengan memeriksakan diri ke dokter, Anda bisa mengetahui secara pasti kondisi kesehatan sekaligus mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Untuk penyakit trikomoniasis sendiri, pengobatan yang diberikan biasanya berupa obat-obatan antibiotik golongan nitroimidazole.

Antibiotik nitroimidazole adalah satu-satunya obat kelas antimikrobial yang efektif melawan infeksi parasit protozoa, termasuk parasit penyebab trikomoniasis.

Nah, biasanya trikomoniasis akan ditangani dengan 2 jenis obat golongan nitroimidazole, yaitu metronidazole dan tinidazole.

Kedua obat ini tidak diberikan bersamaan, melainkan akan ditentukan oleh dokter jenis obat mana yang perlu diminum sesuai kondisi Anda.

Berikut penjelasan mengenai masing-masing antibiotik untuk pengobatan penyakit trikomoniasis:

1. Metronidazole

Metronidazole adalah antibiotik yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi, terutama yang terjadi pada kulit.

Obat ini juga bisa digunakan untuk mencegah infeksi bakteri atau parasit pada luka terbuka. Cara mengobati trikomoniasis dengan obat metronidazole yakni melalui oral (diminum).

Meski obat ini juga tersedia dalam bentuk gel, metronidazole gel tidak direkomendasikan karena kurang efektif untuk membasmi parasit T. vaginalis yang mungkin menginfeksi uretra atau saluran kencing.

Dosis obat metronidazole yang biasanya diresepkan dokter adalah 2 gram (gr) untuk diminum 1 kali sehari. Ada juga dosis alternatif yakni 400-500 miligram (mg) yang bisa diminum 2 kali sehari selama 5-7 hari.

Pada beberapa orang, metronidazole mungkin dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Rasa logam di mulut

Untuk menghindari risiko efek samping semakin parah, sebaiknya hindari konsumsi minuman beralkohol selama minum obat metronidazole dan 24 jam setelah pengobatan selesai.

2. Tinidazole

Tinidazole adalah alternatif lain untuk pengobatan trikomoniasis. Biasanya, tinidazole diberikan apabila pasien telah mengalami resistensi terhadap antibiotik metronidazole.

Resistensi antibiotik banyak ditemukan pada pasien yang tidak minum antibiotik dengan tepat.

Selain untuk mengobati trikomoniasis, tinidazole juga biasanya diresepkan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit infeksi lain, seperti giardiasis, amebiasis, serta vaginosis bakterialis.

Tinidazole sebagai cara mengobati trikomoniasis biasanya disarankan untuk diminum 1 kali dengan dosis sebanyak 2 gram.

Tinidazole tergolong sebagai antibiotik yang lebih mahal. Namun, efektivitasnya lebih tinggi dan diyakini memiliki efek samping yang lebih ringan jika dibandingkan dengan metronidazole.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan efek samping tetap bisa muncul pada beberapa orang. Berikut adalah berbagai efek samping yang mungkin timbul karena minum obat tinidazole:

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Konstipasi
  • Rasa logam di mulut

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani pengobatan trikomoniasis dengan tinidazole.

Sampaikan semua hal mengenai riwayat penyakit serta obat-obatan yang sedang rutin diminum. Obat tinidazole tidak boleh dikonsumsi oleh kelompok berikut ini:

  • Orang dengan penyakit tertentu (kelainan perdarahan atau penyakit hati).
  • Orang yang sering minum alkohol.
  • Wanita yang sedang hamil dan menyusui.

Hal yang harus dilakukan selama pengobatan trikomoniasis

Setelah dokter meresepkan obat-obatan untuk mengatasi trikomoniasis yang Anda alami, pastikan Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Minum obat sesuai dengan resep dan anjuran dari dokter.
  • Hindari mengubah dosis atau berhenti minum obat sebelum habis meskipun Anda merasa sudah baik-baik saja.
  • Pasangan Anda sebaiknya juga harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan agar risiko tertular trikomoniasis tidak kembali terjadi.
  • Hindari melakukan hubungan intim selama pengobatan dan seminggu setelah selesai.
  • Hindari berbagi obat-obatan dengan orang lain.

Tidak menutup kemungkinan Anda bisa terkena infeksi menular seksual lagi setelah sembuh, termasuk trikomoniasis.

Maka itu, pastikan Anda selalu menggunakan kondom dan menjalani tes skrining untuk mendeteksi penyakit menular seksual secara berkala.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Trikomoniasis, Penyakit yang Mudah Menular lewat Hubungan Intim

Trikomoniasis adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular lewat hubungan seks. Sebenarnya, apa saja penyebab trikomoniasis ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Seksual, Trikomoniasis 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Fungsi Penis, Anatomi, dan Berbagai Fakta Menarik yang Perlu Anda Ketahui

Penis merupakan organ yang penting sebagai saluran urine dan alat reproduksi pria. Kenali anatomi dan risiko kesehatan pada penis di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 29 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Memahami Perbedaan Ciri-Ciri Gonore pada Pria dan Wanita

Gejala gonore (kencing nanah) kadang tidak terlalu jelas sehingga banyak orang tak sadar mengidap penyakit ini. Simak tanda-tandanya ini, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Seksual, Gonore 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Tak Selalu Sama, Ini Tanda dan Gejala Klamidia pada Pria dan Wanita

Klamidia adalah penyakit kelamin yang ditularkan melalui kontak cairan genital (kelamin). Apa saja gejala klamidia yang perlu Anda curigai?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Seksual, Klamidia 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

disunat

Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Kondom wanita

Kondom Wanita Juga Efektif Cegah Kehamilan, Ini Cara Memakainya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
jerawat di vagina

9 Penyebab Munculnya Bisul dan Benjolan di Bibir Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
vaginitis atau radang vagina

Vaginitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit