Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Penyebab Trikomoniasis, Penyakit yang Mudah Menular lewat Hubungan Intim

    Penyebab Trikomoniasis, Penyakit yang Mudah Menular lewat Hubungan Intim

    Tak semua orang yang aktif secara seksual memahami betul risiko terkena penyakit menular seksual jika hubungan seks tidak dilakukan dengan aman. Salah satu penyakit yang mengintai hubungan seks yang tidak aman adalah trikomoniasis. Apa penyebab seseorang bisa terkena penyakit trikomoniasis? Simak ulasan lengkap di bawah ini, yuk!

    Trichomonas vaginalis, parasit penyebab penyakit trikomoniasis

    Trikomoniasis adalah salah satu jenis infeksi menular seksual yang cukup umum. Diperkirakan jutaan orang terkena penyakit ini setiap tahun karena penularannya yang sangat mudah terjadi.

    Apabila dibandingkan dengan penyakit menular seksual lainnya seperti sifilis, klamidia, dan gonore, angka penyakit trikomoniasis cenderung yang paling tinggi.

    Sebanyak 8,1% wanita dan 1% pria di seluruh dunia terinfeksi penyakit ini. Penyebab utama penyakit trikomoniasis adalah infeksi parasit bernama Trichomonas vaginalis.

    Trichomonas vaginalis adalah parasit protozoa berbentuk oval dengan panjang sekitar 10-20 mikrometer dan lebar 2-14 mikrometer.

    Parasit Trichomonas vaginalis dapat ditemukan di berbagai belahan dunia dengan jumlah tertinggi diperkirakan berada di benua Afrika.

    Habitat parasit Trichomonas vaginalis

    Parasit penyebab trikomoniasis bertahan hidup dengan cara menumpang tubuh inangnya (host). Biasanya, parasit ini hidup di organ reproduksi manusia.

    Di tubuh wanita, parasit ini hidup di dalam vagina, leher rahim, serta kelenjar Bartholin (kelenjar yang terletak di kedua sisi bibir vagina). Parasit Trichomonas vaginalis juga dapat hidup di dalam uretra atau saluran kencing.

    Sementara itu, di tubuh pria, parasit Trichomonas vaginalis ditemukan hidup pada uretra di dalam penis pria.

    Setelah masuk ke dalam tubuh manusia, masa inkubasi parasit adalah sekitar 4-28 hari. Ketika masa inkubasi telah usai, kemungkinan tubuh akan mulai menunjukkan berbagai gejala trikomoniasis.

    Namun, pada kebanyakan kasus, penyakit ini memang sulit dideteksi karena infeksi parasit Trichomonas vaginalis tidak selalu memicu munculnya gejala. Parasit ini tidak dapat bertahan hidup lama di luar tubuh inangnya.

    Menurut sebuah artikel dari BMC Infectious Diseases, biasanya parasit T. vaginalis mampu bertahan di luar tubuh manusia lebih dari 3 jam selama berada di lingkungan yang basah.

    Penyebab penularan penyakit trikomoniasis

    Pencegahan gonore

    Kita sudah mengetahui dalang di balik penyakit trikomoniasis, yaitu parasit T. vaginalis. Namun, bagaimana cara parasit tersebut menular dari satu orang ke orang lain?

    Berikut adalah beberapa kegiatan dan kondisi yang bisa meningkatkan peluang penularan parasit penyebab trikomoniasis:

    1. Berhubungan seks tanpa menggunakan kondom

    Faktor utama yang berperan dalam penularan penyakit trikomoniasis adalah hubungan seksual, terutama yang berisiko dan dilakukan tanpa memakai kondom.

    Penyakit ini bisa menyebar melalui cairan ejakulasi, pra-ejakulasi, serta cairan vagina dari seseorang yang terinfeksi. Inilah mengapa trikomoniasis paling mudah menular saat sedang melakukan penetrasi vagina.

    Meski kondom dapat mengurangi risiko penularan, kondom tidak bisa mencegah penularan penyakit trikomoniasis ini sepenuhnya.

    Dengan kata lain, Anda masih berisiko tertular trikomoniasis meski menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks.

    2. Bergonta-ganti pasangan seks

    Berhubungan seks memang menjadi kunci utama penyebaran parasit T. vaginalis. Namun, tingkat penularan akan semakin tinggi apabila Anda melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu orang.

    Hal ini disebabkan karena Anda tentu tidak mengetahui secara pasti kondisi kesehatan dari orang-orang yang sudah pernah berhubungan seks dengan Anda.

    Belum lagi adanya kemungkinan pasangan Anda juga pernah berhubungan seks dengan orang lain yang terinfeksi penyakit ini.

    3. Berbagi sex toys dengan orang lain

    Alat bantu seks atau sex toys memang sebaiknya ditujukan untuk pemakaian pribadi, bukan digunakan bersama dengan orang lain.

    Pasalnya, berbagi sex toys meningkatkan risiko penularan penyakit, termasuk trikomoniasis. Anda tidak akan tahu apakah ada parasit penyebab trikomoniasis di sex toys tersebut.

    Ditambah lagi, Anda mungkin juga belum mengetahui kondisi kesehatan orang yang berbagi alat tersebut, entah dia memiliki penyakit menular atau tidak.

    4. Pernah mengidap trikomoniasis sebelumnya

    Apakah Anda pernah terinfeksi trikomoniasis dan sudah selesai berobat? Jika ya, sebaiknya hati-hati karena bisa jadi penyakit ini kembali muncul sewaktu-waktu tanpa Anda sadari.

    Penyebab trikomoniasis bisa muncul kembali meski Anda sudah menjalani pengobatan yakni karena kurang mematuhi aturan selama perawatan sebelumnya.

    Anda mungkin tidak menghabiskan obat trikomoniasis yang diresepkan dokter atau tidak minum dosis sesuai dengan resep.

    Tidak meninum antibiotik dengan tepat sesuai rekomendasi dokter berisiko membuat tubuh Anda gagal membasmi infeksi parasit sepenuhnya.

    Bagaimana cara mencegah penularan trikomoniasis?

    gejala trikomoniasis

    Cara untuk menghindari penularan parasit penyebab trikomoniasis adalah dengan setia kepada pasangan seksual Anda.

    Selain itu, memakai kondom saat berhubungan seksual dapat membantu mengurangi risiko penularan trikomoniasis.

    Ada baiknya juga Anda menjalani tes skrining untuk memastikan kondisi kesehatan secara berkala, khususnya bila Anda berada pada risiko tinggi tertular penyakit seksual

    Apabila Anda sudah telanjur terkena trikomoniasis, Anda bisa mencegah menularkan penyakit ini ke orang lain dengan cara:

    • Beri tahu siapa pun yang pernah berhubungan seks dengan Anda sehingga mereka dapat memeriksakan diri ke dokter.
    • Hindari berhubungan intim dengan siapa pun hingga pengobatan Anda selesai, setidaknya 1 minggu setelahnya.

    Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter saat merasakan gejala yang tidak biasa pada tubuh. Dokter akan membantu mencari tahu penyebab dan penanganan yang tepat sesuai kondisi dan keluhan Anda.

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Berapa lama siklus haid Anda?

    (hari)

    28

    Berapa lama Anda haid?

    (hari)

    7

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Trichomoniasis: Fact Sheet – CDC. (2020). Retrieved January 19, 2021, from https://www.cdc.gov/std/trichomonas/stdfact-trichomoniasis.htm 

    Wahyuni, S. (n.d.). Parasit pada Organ Urogenitalia dan Parasit yang Mengganggu Kehamilan – Departemen Parasitologi FK Universitas Hasanuddin. Retrieved January 19, 2021, from https://med.unhas.ac.id/kedokteran/wp-content/uploads/2015/02/Reproduksi_Parasitologi_St-Wahyuni1.pdf 

    Trichomoniasis (Trich) – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 19, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/trichomoniasis 

    How to prevent trichomoniasis – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 19, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/trichomoniasis/how-prevent-trichomoniasis 

    Kissinger, P. (2015). Trichomonas vaginalis: a review of epidemiologic, clinical and treatment issues. BMC Infectious Diseases, 15(1). https://doi.org/10.1186/s12879-015-1055-0 

    Seña, A. C., Bachmann, L. H., & Hobbs, M. M. (2014). Persistent and recurrent Trichomonas vaginalis infections: epidemiology, treatment and management considerations. Expert review of anti-infective therapy, 12(6), 673–685. https://doi.org/10.1586/14787210.2014.887440 

    Sherrard, J. (2017). How to diagnose and manage Trichomonas vaginalis The Pharmaceutical Journal. https://doi.org/10.1211/pj.2017.20203485

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui Jul 16, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: