Definisi

Apa itu sindrom hemolitik uremik?

Sindrom hemolitik uremik  atau Hemolytic Uremic Syndrome (HUS) adalah gangguan yang biasanya terjadi ketika infeksi pada sistem pencernaan. Infeksi ini menghasilkan zat beracun yang merusak sel-sel darah merah. Setelah proses ini dimulai, sel-sel darah merah yang rusak mulai menyumbat sistem penyaringan pada ginjal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal yang mengancam jiwa.

Meskipun sindrom hemolitik uremik adalah kondisi yang serius, mendapatkan pengobatan tepat waktu dan sesuai dapat memulihkan kebanyakan penderita secara total, terutama bagi anak-anak.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Semua orang bisa mengalami sindrom hemolitik uremik ini, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak berusia lebih kecil dari 4 tahun. Anda dapat mencegah terjadinya penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala sindrom hemolitik uremik?

Gejala umum dari sindrom ini termasuk demam, mual, muntah, nyeri di perut, dan tekanan darah tinggi. Jarang atau sama sekali tidak buang air kecil atau urine kemerahan mungkin terjadi.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang telah dijelaskan, diare berdarah, perdarahan yang tidak biasa, kaki bengkak, kelelahan yang ekstrem, atau penurunan jumlah urine setelah beberapa hari diare. Carilah perawatan darurat jika Anda atau anak Anda tidak buang air kecil selama 12 jam atau lebih.

Penyebab

Apa penyebab kondisi ini?

Penyebab yang biasa adalah jenis bakteri yang disebut VTEC (Eschericia coli yang memproduksi verositotoksin). Namun, infeksi saluran pencernaan lain kadang-kadang juga dapat menyebabkan hal itu.

Selain itu, beberapa orang yang mendapatkan perawatan medis tertentu atau obat-obatan seperti quinine sulfat, obat imunosupresan siklosporin dan beberapa obat kemoterapi juga dapat menyebabkan sindrom ini terjadi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya kena sindrom hemolitik uremik?

Mereka yang paling berisiko terkena sindrom hemolitik uremik adalah:

  • Balita
  • Orang yang memiliki perubahan genetik tertentu yang membuat mereka lebih rentan terkena.

Anak-anak dan orang-orang lanjut usia adalah yang paling rentan untuk mengalami sakit parah akibat sindrom ini.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan sindrom hemolitik uremik?

Pengobatan untuk kondisi ini berupa:

  • Dialisis
  • Minum obat-obatan seperti kortikosteroid
  • Transfusi sel darah merah dan trombosit
  • Transfusi trombosit
  • Pertukaran plasma darah
  • Dialisis ginjal

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sindrom hemolitik uremik?

Nantinya dokter akan mendiagnosis dari pemeriksaan dan riwayat kesehatan secara teliti. Tes darah dan urine, dan mungkin feses, dapat dilakukan. Dokter bisa memeriksa dengan USG untuk melihat kerusakan ginjal. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi organ. Tes ginjal lainnya juga dapat dilakukan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi sindrom uremik hemolitik?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sindrom uremik hemolitik:

  • Cuci tangan Anda, peralatan dan permukaan makanan secara teratur.
  • Jangan makan daging yang belum matang, terutama daging sapi. Daging harus dimasak dengan suhu setidaknya 70 derajat Celsius atau lebih tinggi
  • Cucilah buah-buahan dan sayuran di bawah air yang mengalir (bukan cuma direndam)
  • Hindari susu, jus, dan sari buah yang tidak dipasteurisasi

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 20, 2018 | Terakhir Diedit: September 20, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan