Apa itu sakit kepala kronis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu sakit kepala kronis?

Hampir setiap orang pasti pernah merasakan sakit kepala. Namun, jika rasa sakit itu berulang atau terus-menerus terjadi, bisa jadi sakit kepala yang dialami bukan sekedar sakit kepala biasa.

Sakit kepala yang terjadi lebih dari 15 hari atau lebih dalam satu bulan bisa disebut sebagai sakit kepala kronis. Sakit kepala kronis umumnya akan terjadi terus menerus, kadang hilang namun sering kambuh, dan terjadi dalam jangka waktu lama.

Saat Anda mengalaminya, Anda tidak hanya merasakan satu jenis sakit kepala saja. Melainkan, Anda bisa merasakan beberapa jenis sakit kepala yang berbeda.

Berikut adalah beberapa jenis sakit kepala yang berpotensi untuk terjadi secara terus-menerus:

  • Sakit kepala tegang, yang membuat penderitanya merasakan sensasi seperti kepalanya sedang diikat erat-erat.
  • Migrain, sakit kepala yang terasa berdenyut-denyut. Rasa sakit ini bisa terasa di kedua sisi kepala Anda.
  • Sakit kepala cluster, yang bisa muncul, lalu hilang, dan muncul kembali selama berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan. Jenis sakit kepala yang satu ini juga bisa menyebabkan rasa sakit yang amat sangat di salah satu sisi kepala penderita.
  • Hemicrania continua, sakit kepala yang mungkin muncul di salah satu sisi kepala dan rasanya hampir mirip dengan migrain.

Istilah kronis mengacu pada seberapa sering Anda mengalami sakit kepala dan berapa lama sakit ini akan bertahan menyerang Anda.

Kondisi ini termasuk salah satu jenis sakit kepala yang paling mengganggu, karena bisa membuat penderitanya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Sakit kepala kronis bisa dialami baik oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Rasa sakit yang terus berulang ini hanya bisa diatasi dengan perawatan awal yang agresif dan stabil, serta penanganan jangka panjang dapat mengurangi rasa sakit dan jumlah munculnya sakit kepala.

Seberapa umum sakit kepala kronis?

Sakit kepala kronis sangat umum terjadi. Namun, kondisi ini sering kali menyerang lebih banyak wanita dibanding dengan pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Untuk menangani kondisi sering sakit kepala, Anda bisa berusaha untuk mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit kepala kronis?

Sesuai dengan definisi, sakit kepala kronis harian terjadi 15 hari atau lebih dalam sebulan, setidaknya 3 bulan. Sakit kepala kronis harian (primer) tidak disebabkan oleh kondisi lain.

Terdapat sakit kepala kronis harian yang berlangsung sebentar dan lama. Sakit kepala yang berlangsung lama berlangsung selama lebih dari 4 jam, meliputi:

  • Migrain kronis
  • Sakit kepala tipe tegang (tension-type headache atau TTH) kronis
  • Sakit kepala harian yang baru muncul dan terus-menerus
  • Hemicrania continua

Migrain kronis

Jenis ini umumnya terjadi pada orang dengan sejarah migrain episodik. Dalam delapan hari atau lebih dalam sebulan dan berlangsung setidaknya selama 3 bulan, migrain cenderung memiliki gejala sebagai berikut:

  • Menyerang salah satu atau kedua sisi kepala
  • Memiliki sensasi berdenyut
  • Menyebabkan rasa sakit sedang hingga parah
  • Diperparah dengan aktivitas fisik rutin

Kondisi tersebut juga menyebabkan setidaknya salah satu dari kondisi berikut:

  • Mual, muntah atau keduanya
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan suara

TTH kronis

Sakit kepala ini cenderung memiliki gejala sebagai berikut:

  • Menyerang kedua sisi kepala
  • Menyebabkan rasa sakit ringan hingga sedang
  • Menyebabkan sakit yang terasa menekan namun tidak berdenyut
  • Tidak diperparah dengan aktivitas fisik rutin
  • Beberapa orang dapat mengalami nyeri pada tengkorak.

Sakit kepala baru harian dan tidak kunjung hilang

Sakit kepala ini muncul secara tiba-tiba, biasanya pada orang tanpa riwayat sakit kepala. Kondisi ini dapat terjadi konstan dalam tiga hari pertama, serta memiliki setidaknya 2 dari ciri berikut:

  • Biasanya menyerang kedua sisi kepala
  • Menyebabkan rasa sakit yang terasa menekan, namun tidak berdenyut
  • Menyebabkan rasa sakit yang ringan atau sedang
  • Tidak diperparah dengan aktivitas fisik rutin

Hemicrania continua

Sakit kepala ini memiliki gejala seperti:

  • Menyerang hanya satu sisi kepala
  • Terjadi setiap hari dan berlangsung tanpa jeda
  • Menyebabkan rasa sakit sedang hingga serius secara tiba-tiba
  • Merespons terhadap penawar rasa sakit indomethacin (Indocin)
  • Kadang menjadi lebih parah dengan perkembangan gejala yang menyerupai migrain

Selain itu, hemicrania continua dikaitkan dengan setidaknya salah satu dari berikut:

  • Robekan atau kemerahan pada mata di sisi kepala yang terpengaruh
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Kelopak mata sayu atau penyempitan pupil
  • Merasa lelah

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Terkadang, rasa sakit kepala kronis yang Anda rasakan bisa menjadi semakin parah. Jika Anda merasa Anda semakin sering sakit kepala dan rasa sakit sudah tidak bisa tertangani dengan penggunaan obat-obatan, mungkin sudah saatnya Anda periksa ke dokter.

Ada beberapa gejala yang bisa digunakan sebagai penanda untuk Anda pergi ke dokter, seperti:

  • Anda biasanya mengalami tiga atau lebih sakit kepala dalam kurun waktu seminggu
  • Anda menggunakan obat-obatan bebas yang tidak diresepkan oleh dokter untuk meredakan rasa sakit kepala.
  • Sakit kepala yang Anda rasakan tidak membaik atau justru memburuk jika Anda menggunakan obat bebas untuk meredakan rasa sakit kepala yang sering muncul.
  • Anda memerlukan dosis obat yang lebih dari resep untuk meringankan sakit kepala
  • Sakit kepala Anda menghalangi aktivitas Anda sehari-hari, seperti mengganggu Anda saat tidur, bekerja, atau saat belajar di kelas.
  • Sakit kepala yang Anda rasakan bisa dipicu oleh aktivitas fisik yang berat.

Terkadang, sakit kepala juga bisa menjadi gejala dari sebuah kondisi yang serius, misalnya stroke dan meningitis. Anda mungkin harus segera mendapatkan perawatan medis jika Anda sering sakit kepala disertai dengan kondisi seperti:

  • Rasa sakit yang tiba-tiba menyerang dan terasa parah.
  • Sakit kepala kronis disertai demam, leher kaku, ling lung, kejang, pandangan ganda, kelemahan, mati rasa, atau kesulitan berbicara.
  • Sakit kepala kronis yang disertai dengan gejala neurologi seperti kebingungan, mati rasa, hingga gangguan koordinasi, berjalan, atau berbicara.
  • Rasa sakit timbul setelah Anda mengalami cedera di kepala
  • Kondisi memburuk walau Anda sudah beristirahat dan mengonsumsi obat-obatan.

Penyebab

Apa penyebab sakit kepala kronis?

Penyebab dari banyak sakit kepala kronis harian masih belum diketahui secara pasti. Sakit kepala kronis harian (primer) tidak memiliki penyebab yang bisa diidentifikasi dengan jelas. Namun ada beberapa kondisi yang diduga menjadi penyebab Anda mengalami kondisi ini, seperti berikut.

  • Otot-otot di kepala dan leher menegang, sehingga menyebabkan tekanan dan rasa sakit.
  • Stimulasi dari saraf trigeminus, yaitu saraf utama yang berperan mengirimkan sensasi dari kulit bagian anterior kepala, rongga mulut, hidung, serta gigi dan meninges. Jika saraf ini aktif, akan timbul rasa sakit di belakang mata yang disertai dengan hidung berair, mata merah, yang berkaitan dengan jenis sakit kepala tertentu.
  • Perubahan pada hormon tertentu. Misalnya, hormon serotonin dan estrogen. Jika perubahan ini terus menerus terjadi, ada kemungkinan Anda akan merasakan sakit di kepala.
  • Faktor genetik

Sementara, kondisi yang dapat menyebabkan sakit kepala kronis non-primer meliputi:

  • Inflamasi atau masalah lain pada pembuluh darah di dan sekitar otak, termasuk stroke
  • Infeksi, seperti meningitis
  • Tekanan intracranial yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Tumor otak
  • Cedera otak traumatis
  • Sakit kepala akibat penggunaan obat secara berlebih: Jenis sakit kepala ini biasanya muncul pada orang yang mengalami gangguan sakit kepala episodik, biasanya migrain atau jenis-tensi, serta mengonsumsi terlalu banyak penawar rasa sakit. Jika Anda mengonsumsi penawar rasa sakit – bahkan analgesik yang dijual bebas – lebih dari 2 hari seminggu (atau 9 hari dalam sebulan), Anda berisiko mengalami sakit kepala kronis yang sering kambuh.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyebab sakit kepala kronis?

Ada banyak faktor risiko untuk penyebab sakit kepala kronis, yaitu:

  • Jenis kelamin, di mana perempuan memiliki potensi yang lebih besar dibanding laki-laki.
  • Gangguan kecemasan
  • Depresi
  • Gangguan tidur
  • Obesitas
  • Kebiasaan mendengkur
  • Konsumsi kafein berlebih
  • Konsumsi obat sakit kepala berlebih
  • Kondisi nyeri kronis lainnya

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyebab sakit kepala kronis didiagnosis?

Dokter akan memeriksa tanda-tanda penyakit, infeksi atau gangguan saraf. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat sakit kepala Anda.

Jika penyebab sakit kepala masih tidak diketahui pasti, dokter dapat melakukan imaging tests, seperti CT scan atau MRI, untuk melihat kondisi medis Anda dan mencari tahu penyebab dari sakit kepala kronis yang Anda alami.

Bagaimana penyebab sakit kepala kronis ditangani?

Perawatan untuk kondisi penyebab seringkali menghentikan sakit kepala kronis yang sering muncul. Jika tidak ditemukan kondisi lain, perawatan akan difokuskan untuk mencegah rasa sakit.

Strategi pencegahan bervariasi, tergantung pada jenis sakit kepala yang Anda miliki dan apakah penggunaan obat berlebih berkontribusi terhadap sakit kepala ini. Jika Anda menggunakan penawar rasa sakit lebih dari 3 hari seminggu, langkah pertama adalah untuk menghindari obat-obatan tersebut sesuai petunjuk dokter.

Saat Anda siap untuk memulai terapi pencegahan, dokter dapat merekomendasikan:

  • Antidepresan. Antidepresan trisiklik –seperti nortriptyline (Pamelor) – dapat digunakan untuk mengatasi sakit kepala kronis. Obat-obatan ini juga dapat mengatasi depresi, gelisah dan gangguan tidur yang sering muncul bersamaan dengan sakit kepala kronis yang sering Anda rasakan.
  • Antidepresan lain, seperti beberapa jenis selective serotonin reuptake inhibitor (SSRIs), fluoxetine (Prozac, Sarafem, dll), yang diduga dapat membantu mengatasi depresi dan gelisah, namun belum ditemukan bukti yang menunjukkan obat ini lebih efektif dibandingkan dengan placebo untuk sakit kepala.
  • Beta blockers: Obat-obatan ini umumnya digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, juga andalan untuk mencegah migrain episodik. Beberapa beta blockers termasuk atenolol (Tenormin), metoprolol (Lopressor, Toprol-XL) dan propranolol (Inderal, Innopran XL).
  • Obat-obatan anti kejang. Beberapa obat anti kejang tampak mencegah migrain dan dapat digunakan untuk mencegah sakit kepala kronis harian. Pilihan obat meliputi topiramate (Topamax, Qudexy XR, lainnya), divalproex sodium (Depakote) dan gabapentin (Neurontin, Gralise).
  • NSAID. Obat anti inflamasi nonsteroid resep – seperti naproxen sodium (Anaprox, Naprelan) – dapat bermanfaat, terutama jika Anda sedang berhenti menggunakan penawar sakit lainnya. NSAID juga dapat digunakan secara berkala saat sakit kepala lebih parah.
  • Suntikan Botulinum toxin. Onabotulinumtoxina (Botox) memberikan keringanan untuk beberapa orang dan dapat menjadi pilihan untuk orang yang tidak dapat mentolerir obat harian dengan baik.

Sayangnya, beberapa sakit kepala kronis harian tetap kebal terhadap semua obat-obatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebab sakit kepala kronis?

Berikut adalah gaya hidup sehat dan pilihan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sakit kepala kronis yang sering kali muncul:

  • Akupunktur. Teknik kuno ini menggunakan jarum tipis yang ditusukkan ke berbagai area kulit pada titik tertentu yang dianggap menjadi sumber energi dari tubuh. Akupuntur memang dipercaya cukup efektif membantu mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala kronis.
  • Biofeedback. Anda dapat mengendalikan sakit kepala dengan lebih berhati-hati dan mengubah respons tubuh tertentu, seperti tensi otot, detak jantung dan suhu kulit.
  • Pijat. Pijat dapat mengurangi stres, meringankan rasa sakit dan membuat tubuh Anda lebih rileks. Walau hasil dari perawatan ini belum diketahui, pijat dapat bermanfaat jika Anda memiliki otot yang ketat pada belakang kepala, leher dan bahu.
  • Obat-obatan herbal, vitamin dan mineral. Beberapa bukti menunjukkan bahwa feverfew dan butterbur dapat mencegah migrain atau mengurangi tingkat keparahan. Dosis tinggi dari riboflavin (vitamin B-2) juga dapat mengurangi sakit kepala sebelah.
  • Suplemen koenzim Q10 dapat berguna bagi beberapa individu. Suplemen magnesium sulfat oral dapat mengurangi frekuensi sakit kepala pada beberapa orang, walau tidak semua studi menyetujuinya. Tanyakan dokter apabila perawatan ini tepat untuk Anda. Jangan gunakan riboflavin (vitamin B-2) feverfew atau butterbur jika Anda sedang hamil.
  • Stimulasi elektrik pada saraf occipital. Elektroda yang menggunakan baterai kecil diimplantasi di dekat saraf occipital, yang berada di dasar leher Anda. Elektroda mengirimkan denyut energi terus menerus pada saraf untuk meringankan rasa sakit. Langkah ini dianggap investigasional.

Sebelum mencoba terapi tambahan atau alternatif, diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: November 5, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca