Definisi

Apa itu sakit kepala kronis?

Sakit kepala kronis adalah sakit kepala yang terjadi terus menerus, kadang hilang namun sering kambuh, dan terjadi dalam jangka waktu lama.

Ini adalah jenis sakit kepala yang paling mengganggu. Perawatan dini yang agresif dan stabil, serta penanganan jangka panjang dapat mengurangi rasa sakit dan jumlah munculnya sakit kepala.

Seberapa umumkah sakit kepala kronis?

Sakit kepala kronis sangat umum terjadi, sering kali menyerang lebih banyak wanita dibanding dengan pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Sakit kepala kronis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit kepala kronis?

Sesuai dengan definisi, sakit kepala kronis harian terjadi 15 hari atau lebih dalam sebulan, setidaknya 3 bulan. Sakit kepala kronis harian (primer) tidak disebabkan oleh kondisi lain.

Terdapat sakit kepala kronis harian yang berlangsung sebentar dan lama. Sakit kepala yang berlangsung lama berlangsung selama lebih dari 4 jam, meliputi:

  • Migrain kronis
  • Sakit kepala tipe tegang (tension-type headache atau TTH) kronis
  • Sakit kepala harian yang baru dan terus-menerus
  • Hemicrania continua

Migrain kronis

Jenis ini umumnya terjadi pada orang dengan sejarah migrain episodic. Dalam 8 hari atau lebih dalam sebulan selama setidaknya 3 bulan, migrain cenderung memiliki fitur berikut:

  • Menyerang salah satu atau kedua sisi kepala
  • Memiliki sensasi berdenyut
  • Menyebabkan rasa sakit sedang hingga parah
  • Diperparah dengan aktivitas fisik rutin

Kondisi tersebut juga menyebabkan setidaknya salah satu dari berikut:

  • Mual, muntah atau keduanya
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan suara

TTH kronis

Sakit kepala ini cenderung memiliki fitur:

  • Menyerang kedua sisi kepala
  • Menyebabkan rasa sakit ringan hingga sedang
  • Menyebabkan sakit yang terasa menekan namun tidak berdenyut
  • Tidak diperparah dengan aktivitas fisik rutin
  • Beberapa orang dapat mengalami nyeri pada tengkorak.

Sakit kepala baru harian dan tidak kunjung hilang

Sakit kepala ini muncul tiba-tiba, biasanya pada orang tanpa sejarah sakit kepala. Kondisi ini dapat terjadi konstan dalam 3 hari sakit kepala pertama Anda, serta memiliki setidaknya 2 dari ciri berikut:

  • Biasanya menyerang kedua sisi kepala
  • Menyebabkan rasa sakit yang terasa menekan, namun tidak berdenyut
  • Menyebabkan sakit ringan atau sedang
  • Tidak diperparah dengan aktivitas fisik rutin

Hemicrania continua

Sakit kepala ini:

  • Menyerang hanya satu sisi kepala
  • Setiap hari dan berlangsung tanpa jeda
  • Menyebabkan rasa sakit sedang hingga serius tiba-tiba
  • Merespons terhadap penawar rasa sakit indomethacin (Indocin)
  • Kadang memparah dengan perkembangan gejala yang menyerupai migrain

Selain itu, hemicrania continua dikaitkan dengan setidaknya salah satu dari berikut:

  • Robekan atau kemerahan pada mata di sisi kepala yang terpengaruh
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Kelopak mata sayu atau penyempitan pupil
  • Merasa lelah

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Anda biasanya mengalami 2 atau lebih sakit kepala dalam seminggu
  • Anda sering menggunakan penawar rasa sakit untuk mengatasi sakit kepala
  • Anda memerlukan dosis obat yang lebih dari resep untuk meringankan sakit kepala
  • Pola sakit kepala berubah atau memburuk
  • Sakit kepala Anda menghalangi aktivitas

Segera cari bantuan medis apabila sakit kepala Anda:

  • Tiba-tiba dan parah
  • Disertai demam, leher kaku, linglung, kejang, pandangan ganda, kelemahan, mati rasa atau kesulitan berbicara
  • Menyertai cedera kepala
  • Memburuk walau sudah beristirahat dan mengonsumsi obat

Penyebab

Apa penyebab sakit kepala kronis?

Penyebab dari banyak sakit kepala kronis harian masih belum dimengerti. Sakit kepala kronis harian (primer) tidak memiliki penyebab yang teridentifikasi.

Kondisi yang dapat menyebabkan sakit kepala kronis non-primer meliputi:

  • Inflamasi atau masalah lain pada pembuluh darah di dan sekitar otak, termasuk stroke
  • Infeksi, seperti meningitis
  • Tekanan intracranial yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Tumor otak
  • Cedera otak traumatis
  • Sakit kepala akibat penggunaan berlebih obat: Jenis sakit kepala ini biasanya muncul pada orang yang mengalami gangguan sakit kepala episodik, biasanya migrain atau jenis-tensi, serta mengonsumsi terlalu banyak penawar rasa sakit. Jika Anda mengonsumsi penawar rasa sakit – bahkan analgesik yang dijual bebas – lebih dari 2 hari seminggu (atau 9 hari dalam sebulan), Anda berisiko mengalami sakit kepala kambuh.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sakit kepala kronis?

Ada banyak faktor risiko untuk penyebab sakit kepala kronis, yaitu:

  • Jenis kelamin perempuan
  • Gelisah
  • Depresi
  • Gangguan tidur
  • Obesitas
  • Mendengkur
  • Konsumsi kafein berlebih
  • Konsumsi obat sakit kepala berlebih
  • Kondisi nyeri kronis lainnya

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sakit kepala kronis didiagnosis?

Dokter akan memeriksa tanda-tanda penyakit, infeksi atau gangguan saraf. Dokter juga akan menanyakan tentang sejarah sakit kepala Anda.

Jika penyebab sakit kepala masih tidak diketahui pasti, dokter dapat melakukan imaging tests, seperti CT scan atau MRI, untuk melihat kondisi medis penyebab.

Apa saja pengobatan untuk sakit kepala kronis?

Perawatan untuk kondisi penyebab seringkali menghentikan sakit kepala yang sering muncul. Jika tidak ditemukan kondisi lain, perawatan akan difokuskan untuk mencegah rasa sakit.

Strategi pencegahan bervariasi, tergantung pada jenis sakit kepala yang Anda miliki dan apakah penggunaan obat berlebih berkontribusi terhadap sakit kepala ini. Jika Anda menggunakan penawar rasa sakit lebih dari 3 hari seminggu, langkah pertama adalah untuk menghindari obat-obatan tersebut sesuai petunjuk dokter.

Saat Anda siap untuk memulai terapi pencegahan, dokter dapat merekomendasikan:

  • Antidepresan. Antidepresan trisiklik –seperti nortriptyline (Pamelor) – dapat digunakan untuk mengatasi sakit kepala kronis. Obat-obatan ini juga dapat mengatasi depresi, gelisah dan gangguan tidur yang sering menyertai sakit kepala kronis harian.
  • Antidepresan lain, seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) fluoxetine (Prozac, Sarafem, dll), dapat membantu mengatasi depresi dan gelisah, namun belum ditunjukkan lebih efektif dibandingkan dengan placebo untuk sakit kepala.
  • Beta blockers: Obat-obatan ini umumnya digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, juga andalan untuk mencegah migrain episodik. Beberapa beta blockers termasuk atenolol (Tenormin), metoprolol (Lopressor, Toprol-XL) dan propranolol (Inderal, Innopran XL).
  • Obat-obatan anti kejang. Beberapa obat anti kejang tampak mencegah migrain dan dapat digunakan untuk mencegah sakit kepala kronis harian. Pilihan meliputi topiramate (Topamax, Qudexy XR, lainnya), divalproex sodium (Depakote) dan gabapentin (Neurontin, Gralise).
  • NSAID. Obat anti inflamasi nonsteroid resep – seperti naproxen sodium (Anaprox, Naprelan) – dapat bermanfaat, terutama jika Anda sedang menghentikan penawar rasa sakit lain. NSAID juga dapat digunakan secara berkala saat sakit kepala lebih parah.
  • Suntikan Botulinum toxin. OnabotulinumtoxinA (Botox) memberikan keringanan untuk beberapa orang dan dapat menjadi pilihan untuk orang yang tidak dapat mentolerir obat harian dengan baik.

Sayangnya, beberapa sakit kepala kronis harian tetap kebal terhadap semua obat-obatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit kepala kronis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sakit kepala kronis:

  • Akupunktur. Teknik kuno ini menggunakan jarum tipis yang dimasukkan ke berbagai area kulit pada titik tertentu. Saat hasil digabungkan, beberapa studi menunjukkan bahwa akupunktur membantu mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala kronis.
  • Biofeedback. Anda dapat mengendalikan sakit kepala dengan lebih awas dan mengubah respons tubuh tertentu, seperti tensi otot, detak jantung dan suhu kulit.
  • Pijat. Pijat dapat mengurangi stres, meringankan rasa sakit dan meningkatkan relaksasi. Walau hasil dari perawatan ini belum diketahui, pijat dapat bermanfaat jika Anda memiliki otot yang ketat pada belakang kepala, leher dan bahu.
  • Herbal, vitamin dan mineral. Beberapa bukti menunjukkan bahwa feverfew dan butterbur dapat mencegah migrain atau mengurangi tingkat keparahn. Dosis tinggi dari riboflavin (vitamin B-2) juga dapat mengurangi sakit kepala sebelah.
  • Suplemen koenzim Q10 dapat berguna bagi beberapa individu. Suplemen magnesium sulfat oral dapat mengurangi frekuensi sakit kepala pada beberapa orang, walau tidak semua studi menyetujuinya. Tanyakan dokter apabila perawatan ini tepat untuk Anda. Jangan gunakan riboflavin (vitamin B-2) feverfew atau butterbur jika Anda sedang mengandung.
  • Stimulasi elektrik pada saraf occipital. Elektroda yang menggunakan baterai kecil diimplantasi di dekat saraf occipital, yang berada di dasar leher Anda. Elektroda mengirimkan denyut energi terus menerus pada saraf untuk meringankan rasa sakit. Langkah ini dianggap investigasional.

Sebelum mencoba terapi tambahan atau alternatif, diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 12, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2017