Apa Itu Psoriasis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu psoriasis?

Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang ditandai dengan pertumbuhan sel kulit baru terlalu cepat. Akibatnya, sel kulit baru akan terus menumpuk di permukaan hingga membentuk bercak merah, tebal, dan bersisik.

Kondisi ini termasuk penyakit autoimun yang tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Selain karena masalah sistem kekebalan tubuh, psoriasis biasanya muncul dipicu oleh berbagai faktor baik dari dalam diri maupun lingkungan.

Penyakit ini bersifat kambuhan. Artinya, gejala penyakit bisa hilang atau kambuh kembali di kemudian hari. Selain itu, tidak ada obat untuk menyembuhkan psoriasis. Namun jangan khawatir karena banyak obat yang bisa membantu mengendalikan gejalanya.

Seberapa umumkah psoriasis?

Psorias cukup umum dan biasanya terjadi pada orang dewasa. Laki-laki dan perempuan sama-sama rentan untuk terkena psoriasis. Akan tetapi, Anda bisa meminimalkan peluang terkena psoriasis dengan mengurangi faktor-faktor risikonya. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala psoriasis?

Tanda dan gejala psoriasis dapat bervariasi pada setiap orang. Biasanya kondisi ini tergantung pada jenis penyakit yang Anda miliki, yaitu:

Psoriasis plak

Dilansir dari American Academy of Dermatology, sekitar 90 persen orang yang terkena psoriasis mengidap jenis yang satu ini. Psoriasis plak adalah penyakit kulit yang ditandai dengan:

  • Bercak merah pada kulit dengan sisk tebal berwarna perak
  • Lapisan kering, tipis, dan berwarna putih keperakan yang menutupi plak
  • Paling sering muncul di kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah
  • Kulit kering dan pecah-pecah hingga berdarah
  • Rasa gatal dan terbakar pada area yang terkena

Jenis masalah kulit yang satu ini juga bisa menyebar ke kuku kaki dan tangan. Berikut berbagai gejala yang muncul saat penyakit menyebar ke kuku:

  • Lekukan kecil di kuku
  • Kuku yang kasar, menebal, dan cenderung rusak
  • Munculnya tumpukan sel kulit di bawah kuku
  • Munculnya warna putih, kuning, atau cokelat di bawah kuku

Psoriasis guttate

Psoriasis jenis ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil di kulit secara tiba-tiba. Biasanya benjolan menutupi sebagian besar tubuh, kaki, dan lengan.

Bahkan terkadang, benjolan juga muncul di wajah, kulit kepala, dan telinga. Adapun benjolan biasanya terlihat seperti:

  • Berukuran kecil dan bersisik
  • Berwarna merah muda

Kondisi ini paling sering menyerang mereka yang ada di usia dewasa muda dan anak-anak. Biasanya kondisi ini dipicu oleh infeksi bakteri seperti radang tenggorokan.

Berbagai gejalanya bisa datang dan pergi seumur hidup atau bahkan hanya muncul sekali seumur hidup.

Psoriasis inverse (terbalik)

Jenis yang satu ini biasanya muncul dan berkembang di area kulit yang saling menempel seperti ketiak, alat kelamin, dan lipatan bokong. Umumnya masalah kulit jenis satu ini dipicu oleh infeksi jamur di kulit.

Biasanya kemunculannya ditandai dengan tanda dan gejala seperti:

  • Bercak merah yang terlihat halus di kulit
  • Peradangan pada kulit yang akan memburuk saat bergesekan dan berkeringat
  • Munculnya lapisan putih keperakan yang sangat tipis
  • Kulit terasa sakit

Psoriasis pustular

Kondisi ini biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Kulit merah dan bengkak disertai dengan benjolan berisi nanah
  • Kulit terasa sangat sakit
  • Munculnya titik-titik cokleat dan kadang bersisik saat benjolan bernanah mengering

Psoriasis pustular membuat pengidapnya mengalami rasa sakit saat beraktivitas terutama yang menggunakan tangan atau kakinya.

Psoriasis eritrodermik

Psoriasis jenis ini adalah kasus langka yang paling jarang menyerang. Masalah kesehatan yang satu ini biasanya membuat tumbuh dipenuhi dengan ruam merah mengelupas yang gatal dan terasa seperti terbakar.

Psoriasis arthritis

Selain peradangan pada kulit, kondisi ini biasanya membuat sendi bengkak dan nyeri. Penyakit ini bisa menyerang sendi mana pun di tubuh.

Meski tidak melumpuhkan, jenis yang satu ini bisa membuat sendi kaku dan rusak secara bertahap. Akibatnya, seseorang berisiko tinggi terkena kelainan bentuk sendi secara permanen.

Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini, segera konsultasikan dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda merasa mengalami psoriasis, temui dokter segera untuk menjalani pemeriksaan. Bicarakan dengan dokter jika penyakit Anda:

  • Berlangsung terus-menerus dan membuat Anda sakit serta tidak nyaman
  • Membuat Anda khawatir terhadap penampilan diri
  • Menimbulkan masalah sendi, seperti nyeri, bengkak atau yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Sulit melakukan rutinitas sehari-hari

Segera cari saran medis jika tanda dan gejala memburuk atau tidak juga membaik dengan perawatan. Itu tandanya, Anda butuh obat berbeda atau kombinasi perawatan lain untuk membantu mengendalikannya.

Penyebab

Apa penyebab psoriasis?

Ada dua kemungkinan yang bisa menyebabkan penyakit kulit ini, yaitu:

Gangguan sistem imun tubuh

Para ahli belum mengetahui secara pasti apa penyebab psoriasis. Namun, kondisi ini diduga kuat akibat gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh berisi sel darah putih yang disebut limfosit T untuk mendeteksi dan melawan zat asing seperti virus atau bakteri.

Sayangnya akibat terjadi kesalahan, sel T justru menyerang sel-sel sehat seolah sedang melawan luka atau infeksi.

Serangan ini menyebabkan tubuh membuat sel-sel kulit baru lebih sering dari yang seharusnya. Akibatnya, ada tumpukan sel kulit ekstra di atas kulit.

Oleh sebab itu, psoriasis adalah masalah kesehatan yang juga disebut sebagai penyakit autoimun.

Gen

Para ilmuwan menemukan fakta bahwa orang dengan gen tertentu lebih cenderung terkena psoriasis.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Pasalnya, ada orang yang memiliki penyakit ini tanpa memiliki gen tersebut.

Selain itu, ada juga orang yang memiliki gen psoriasis tetapi tidak pernah terkena masalah kesehatan yang satu ini.

Oleh sebab itu, para ilmuwan percaya bahwa seseorang perlu terpapar pemicunya terlebih dahulu sebelum penyakit ini muncul.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena psoriasis?

Berikut berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit kulit yang satu ini , yaitu:

Riwayat keluarga

Psoriasis adalah penyakit yang diturunkan dalam keluarga. Memiliki keluarga atau orang tua dengan psoriasis, meningkatkan risiko Anda terkena penyakit yang sama.

Semakin banyak anggota keluarga yang memiliki penyakit ini semakin besar pula kemungkinan Anda untuk terkena.

Infeksi virus dan bakteri

Orang dengan infeksi virus dan bakteri di tubuhnya lebih rentan terkena psoriasis dibandingkan dengan yang tidak. Kondisi ini terutama rentan menyerang anak-anak dan dewasa muda yang sering terkena infeksi berulang terutama radang tenggorokan.

Stres

Stres bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Oleh karena itu, tak mengherankan jika stres berlebih adalah salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko psoriasis.

Obesitas

Orang yang mengalami kelebihan berat badan juga berisiko tinggi terkena psoriasis. Pasalnya, obesitas merangsang faktor pemicu peradangan di dalam tubuh. Selain itu, lesi pada psoriasis juga mudah berkembang di lipatan-lipatan kulit.

Merokok

Merokok tak hanya meningkatkan risiko penyakit kulit yang satu ini. Namun, merokok juga bisa meningkatkan keparahan penyakit akibat kandungan nikotin dan tembakau yang bisa memicu peradangan.

Berbagai faktor yang telah disebutkan merupakan yang paling umum. Namun, tidak menutup kemungkinan Anda bisa terkena penyakit ini tanpa memiliki satu dari sekian faktor yang telah disebutkan.

Apa saja faktor pemicu psoriasis?

Penyakit kulit autoimun ini bisa muncul sewaktu-waktu jika Anda:

  • Memiliki luka pada kulit seperti lecet atau gigitan serangga
  • Terlalu banyak minum alkohol
  • Terjadi perubahan hormon drastis terutama pada wanita (misalnya selama masa puber dan menopause)
  • Minum obat-obatan tertentu seperti lithium, antimalaria, antiradang, dan beta blockers
  • Sering mengalami infeksi seperti radang tenggorokan
  • Mengalami perubahan cuaca ekstrem

Setiap orang memiliki faktor pemicu psoriasis yang berbeda. Oleh karena itu, pengidapnya harus tahu faktor apa saja yang memicu kemunculan gejala untuk menghindarinya.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk psoriasis?

Pemeriksaan fisik dan biopsi adalah dua prosedur utama untuk mendiagnosis psoriasis.

Pemeriksaan fisik

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat medis terlebih dahulu untuk mengecek kondisi ini. Dokter akan memeriksa kulit, kulit kepala, dan kuku untuk melihat kemungkinan penyakit dari gejala yang  ditunjukkan.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga. Tujuannya untuk mengecek apakah Anda memiliki risiko psoriasis yang menurun dari keluarga atau tidak.

Biopsi kulit

Jika dibutuhkan, dokter biasanya akan mengambil sampel kecil kulit untuk diperiksa. Sebelum mengambil sampel kulit, dokter akan memberikan anestesi lokal terlebih dahulu. Kemudian, sampel akan diperiksa di bawah mikroskop untuk diteliti lebih lanjut.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk psoriasis?

Psoriasis tidak dapat disembuhkan tetapi pengobatan dapat membantu mengendalikan gejalanya. Perawatan umumnya terbagi dalam tiga kategori, yaitu obat oles, obat minum atau suntik, dan terapi cahaya.

Obat oles

Berikut berbagai obat oles yang biasanya diresepkan yaitu:

Kortikosteroid

Obat ini mampu mengurangi peradangan dan rasa gatal. Salep dengan dosis ringan diperuntukkan untuk area sensitif seperti wajah atau lipatan kulit.

Sementara dosis kuat biasanya untuk mengobati area lain yang lebih kecil, kurang sensitif, dan lebih sulit diobati.

Retinoid

Obat ini merupakan turunan dari vitamin A untuk membantu mengurangi peradangan. Anda perlu berhati-hati saat memakainya.

Pasalnya, efek samping obat yang satu ini membuat kulit lebih sensitif saat terpapar matahari dan mudah iritasi. Untuk itu, Anda perlu menggunakan tabir surya saat berkegiatan di luar ruangan.

Anthralin

Obat ini membantu menghambat pertunbuhan sel kulit. Selain itu, anthralin juga bisa menghilangkan sisik sehingga membuat kulit menjadi lebih halus.

Namun, obat oles yang satu ini juga bisa mengiritasi kulit. Oleh karena itu, pastikan untuk membaca petunjuk penggunaannya sebelum mengoleskan ke kulit.

Asam salisilat

Asam salisilat membantu meluruhkan sel kulit mati dan mengurangi kerak. Biasanya obat ini tersedia dalam bentuk sampo atau salep.

Analog vitamin D

Analog vitamin D adalah produk vitamin D buatan yang membantu memperlambat pertumbuhan sel kulit. Calcipotriene adalah krim resep yang mengandung analog vitamin D untuk merawat psoriasis ringan hingga sedang.

Inhibitor calcineurin

Inhibitor calcineurin bertujuan mengurangi peradangan dan penumpukan plak. Meski efektif, obat ini biasanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang. Pasalnya bisa meningkatkan risiko kanker kulit dan limfoma.

Tar batubara

Tar batubara atau coal tar membantu mengurangi kerak, gatal, dan peradangan pada kulit. Biasanya obat ini tersedia dalam bentuk sampo, krim, dan minyak. Namun, tar batubara tidak diboleh digunakan untuk wanita yang hamil atau menyusui.

Pelembap

Pelembap memang tidak akan membantu menyembuhkan penyakit kulit yang satu ini. Namun, produk perawatan ini menjaga kulit tetap lembap.

Dengan begitu, kulit akan terhindar dari kekeringan yang bisa membuatnya semakin gatal. Untuk mengunci kelembapan kulit, gunakan segera setelah mandi saat kulit masih setengah kering.

Obat minum atau suntik

Untuk orang dengan keparahan penyakit sedang hingga parah, dokter akan memberikan obat minum atau suntik. Obat-obatan ini akan langsung masuk ke tubuh dan sistem peredarah darah.

Adapun berbagai obat yang biasanya diresepkan yaitu:

Terapi cahaya

Terapi cahaya adalah prosedur perawatan tambahan untuk psoriasis yang sering direkomendasikan. Prosedur perawatan yang satu ini biasanya menggunakan sinar ultraviolet alami atau buatan.

Terapi cahaya bisa membantu membunuh sel darah putih yang terlalu aktif menyerang sel kulit sehat. Dokter akan menggunakan sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) untuk membantu mengurangi gejala. Jenis dan banyaknya terapi disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kulit Anda.

Selain itu, terapi cahaya juga menjadi perawatan pelengkap untuk masalah kesehatan ini, Tujuannya yaitu untuk membuat gejala penyakit autoimun ini tak lagi menghambat aktivitas Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi psoriasis?

Psoriasis adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, kombinasi obat dokter dan perawatan rumah bisa membantu meringankan kondisi. Berikut berbagai hal yang bisa dilakukan:

  • Rutin mandi untuk menghilangkan kerak dan melembapkan kulit
  • Rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi
  • Tidak minum minuman beralkohol
  • Mengoleskan lidah buaya ke kulit untuk meringankan peradangan
  • Minum suplemen minyak ikan untuk mengurangi peradangan dari dalam
  • Membatasi makan makanan pemicu peradangan seperti daging merah dan produk susu

Jangan sungkan untuk berkonsultasi ke dokter jika gejala yang dialami sangat menganggu. Selain itu, bergabunglah dengan kelompok pendukung yang berisikan pengidap psoriasis serta profesional agar Anda tidak merasa sendirian.

Bila ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Mei 3, 2019

Yang juga perlu Anda baca