Apa Itu Anemia Pernisiosa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Definisi

Apa itu anemia pernisiosa?

Anemia merupakan kondisi yang terjadi apabila jumlah sel darah merah rendah. Sementara itu, anemia pernisiosa (anemia pernicious) adalah salah satu anemia defisiensi vitamin B-12 yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh menyerap vitamin B-12 yang diperlukan untuk menghasilkan cukup sel darah merah sehat.

Pernisiosa berasal dari kata pernicious dalam bahasa Inggris. Apabila diterjemahkan, pernicious dalam bahasa Indonesia berarti buruk atau merusak. Anemia ini disebut pernicious atau pernisiosa karena dulunya penyakit ini dianggap penyakit mematikan akibat belum tersedianya perawatan yang memadai. Kini, anemia pernisiosa cukup mudah diatasi dengan suntikan atau suplemen B-12. Namun, jika tidak diatasi, defisiensi vitamin B-12 dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius.

Seberapa umum anemia pernisiosa?

Anemia pernisiosa merupakan kondisi langka. Tingkat kejadiannya sebesar 0,1% pada populasi umum dan 1,9% pada orang yang berusia di atas 60 tahun, menurut Journal of Blood Medicine.

Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia pernisiosa?

Perkembangan penyakit ini kadang terjadi secara perlahan dan sulit untuk dikenali melalui tanda dan gejalanya. Gejala yang muncul biasanya merupakan ciri-ciri alami tidak enak badan yang umum Anda rasakan.

Beberapa gejala yang sering terabaikan meliputi:

  • Kelemahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Penurunan berat badan

Pada beberapa kasus langka, beberapa orang dapat memiliki tanda dan gejala neurologis, seperti:

  • Cara berjalan yang tidak seimbang
  • Spastisitas, yaitu kekakuan dan ketegangan otot
  • Neuropati periferal, yaitu mati rasa pada lengan dan kaki
  • Luka progresif pada saraf tulang belakang
  • Hilang ingatan

Tanda-tanda dan gejala lain dari defisiensi B-12, yang mungkin sama dengan anemia pernisiosa, meliputi:

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Untuk itu, segeralah bicara pada dokter Anda untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab anemia pernisiosa?

Banyak dokter percaya bahwa kondisi ini disebabkan oleh tiga hal utama berikut ini.

Kurangnya vitamin B-12

Vitamin B-12 berperan dalam menghasilkan sel darah merah. Itu sebabnya tubuh memerlukan asupan vitamin B-12 yang cukup. Vitamin B-12 ditemukan dalam makanan sehari-hari seperti daging, unggas, kerang-kerangan, dan telur.

Kurangnya IF (Intrinsic Factor)

IF (faktor instrinsik) merupakan sejenis protein yang membantu tubuh dalam menyerap vitamin B-12. Protein dihasilkan dengan sel pada lambung. Setelah mengonsumsi vitamin B-12, vitamin berpindah ke lambung dan terikat dengan IF. Keduanya diserap pada bagian akhir usus kecil.

Apabila sel-sel tersebut rusak akibat serangan sistem imun Anda sendiri, tubuh tidak dapat menghasilkan IF dan tidak dapat menyerap vitamin B-12.

Macrocytes

Tanpa vitamin B-12 yang cukup, tubuh akan menghasilkan sel darah merah yang sangat besar disebut macrocytes. Anemia pernisiosa adalah jenis dari anemia makrositik atau kadang juga disebut megaloblastic anemia karena ukuran sel darah merah yang sangat besar.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena anemia pernisiosa?

Beberapa faktor yang dapat memicu penyakit anemia pernisiosa adalah:

  • Memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit ini
  • Merupakan keturunan Eropa Utara atau Skandinavia
  • Memiliki diabetes tipe 1, kondisi autoimun, atau penyakit usus tertentu seperti penyakit Crohn’s
  • Pernah mengalami pengangkatan bagian lambung atau usus
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Vegetarian yang ketat dan tidak mengonsumsi suplemen B-12

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik dan beberapa tes akan direkomendasikan. Dokter juga dapat melakukan beberapa tes, termasuk:

  • Penghitungan darah komplit. Tes ini mengukur kadar vitamin B-12 dan zat besi pada serum darah.
  • Tes defisiensi vitamin B-12. Dokter dapat menilai kadar vitamin B-12 melalui tes darah. Kadar yang rendah menunjukkan defisiensi atau tubuh Anda telah kekurangan.
  • Biopsi. Dokter juga dapat melihat apakah terdapat kerusakan pada dinding lambung melalui biopsi. Biopsi meliputi pengangkatan sampel sel lambung. Sel kemudian diperiksa secara mikroskopis untuk melihat adanya kerusakan.
  • Tes defisiensi IF. Defisiensi faktor intrinsik diuji melalui sampel darah. Darah dites untuk antibodi terhadap IF dan sel lambung.

Bagaimana cara mengobati anemia pernisiosa?

Perawatan untuk anemia pernisiosa meliputi 2 bagian proses. Pertama, dokter akan mengatasi defisiensi vitamin B-12 dan memeriksa defisiensi zat besi. Suntikan vitamin B-12 dapat diberikan per hari atau per minggu hingga kadar B-12 kembali normal (atau hampir normal).

Selama beberapa minggu pertama perawatan, dokter dapat merekomendasikan untuk membatasi aktivitas fisik. Setelah kadar vitamin B-12 normal, Anda hanya perlu mendapatkan suntikan 1 kali sebulan. Anda dapat memberikan suntikan sendiri atau meminta orang lain menyuntikkannya di rumah.

Apabila kadar B-12 dalam tubuh Anda mulai normal, dokter juga dapat merekomendasikan untuk mengonsumsi dosis suplemen B-12 secara rutin sebagai pengganti suntikan. Suplemen dapat berupa pil atau semprotan.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan untuk mencegah dan mengatasi anemia pernisiosa?

Beberapa hal yang Anda lakukan di rumah untuk membantu Anda mengatasi anemia pernisiosa adalah:

  • Makan makanan kaya akan vitamin B12 dapat mencegah rendahnya kadar vitamin B12. Sumber makanan dengan vitamin B12 yang baik meliputi:
    • Sereal dengan tambahan vitamin B12
    • Daging, seperti daging sapi, hati, unggas dan ikan
    • Telur dan produk susu (seperti susu, yogurt dan keju)
    • Makanan yang diperkaya vitamin B12, seperti minuman berbahan dasar kedelai dan burger vegetarian)
  • Apabila Anda seorang vegetarian ketat, bicarakan dengan dokter untuk memeriksakan kadar vitamin B12 secara rutin.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 12, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 12, 2018

Yang juga perlu Anda baca