Apa itu lupus?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu lupus?

Lupus adalah penyakit saat sistem kekebalan tubuh Anda menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri, karena  tidak bisa membedakan zat asing dengan jaringan tubuh yang sehat. Sehingga, sistem imun tubuh menciptakan auto-antibodi yang menyerang dan menghancurkan jaringan yang sehat.

Akibatnya, penyakit inflamasi kronis ini dapat menyerang banyak sistem tubuh yang berbeda, termasuk sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru. Kronis berarti tanda-tanda dan gejalanya cenderung bertahan lebih lama dari enam minggu, dan sering kali bertahan selama bertahun-tahun.

Lupus tidaklah menular, bahkan tidak akan menular melalui hubungan seksual. Beberapa orang terlahir dengan kecenderungan untuk terkena lupus, yang mungkin bisa dipicu oleh infeksi, obat-obatan tertentu, dan bahkan sinar matahari.

Seberapa umumkah lupus?

Kondisi kesehatan ini sangatlah umum terjadi. Lupus umumnya lebih banyak menyerang wanita (usia 14-45 tahun) daripada pria. Lupus dapat terjadi pada pasien usia berapa pun. Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala lupus?

Gejala umum dari lupus berbeda dari orang ke orang, termasuk:

  • sendi linu dan bengkak
  • nyeri otot
  • demam tanpa alasan
  • kelelahan ekstrem dalam waktu yang lama
  • kulit beruam
  • dada sakit saat bernapas dengan dalam
  • jari tangan atau kaki pucat atau ungu karena pilek atau stres
  • sensitivitas terhadap matahari
  • pembengkakan di kaki atau sekitar mata
  • kurap mulut
  • kelenjar bengkak
  • nyeri dada saat menghirup napas dalam
  • rambut rontok

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika mengalami yang berikut: ruam yang tidak dapat dijelaskan, demam yang berkepanjangan, pegal linu atau kelelahan yang membandel.

Penyebab

Apa penyebab lupus?

Penyebab lupus tidaklah diketahui. Kemungkinan lupus diakibatkan dari kombinasi genetik dan lingkungan. Orang dengan gen warisan bisa terkena lupus karena beberapa pemicu di lingkungan seperti matahari, infeksi, penggunaan obat-obatan anti kejang, obat-obatan tekanan darah dan antibiotik.

Ada beberapa jenis lupus:

  • Lupus eritematosus sistemik (SLE) adalah jenis yang paling umum. SLE bisa ringan atau parah, dan mengenai banyak bagian tubuh.
  • Lupus diskoid menyebabkan ruam merah yang tidak hilang.
  • Lupus kulit sub-akut menyebabkan luka bintik atau keropeng setelah berada di bawah sinar matahari.
  • Lupus yang terpicu obat disebabkan oleh beberapa obat tertentu. Lupus ini biasanya hilang setelah Anda berhenti menggunakan obat tersebut.
  • Lupus neonatal, yang langka, mengenai bayi yang baru lahir. Lupus ini kemungkinan disebabkan oleh antibodi tertentu dari sang ibu.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk lupus?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena lupus, seperti:

  • Jenis kelamin. Lupus lebih sering terjadi pada wanita.
  • Usia. Meskipun lupus mengenai orang dari segala usia, penyakit ini paling sering didiagnosis antara usia 15 sampai 40.
  • Ras. Lupus lebih sering terjadi pada ras Afrika, Hispanik, dan Asia.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana lupus didiagnosis?

Sulit untuk mendiagnosis lupus karena tanda-tanda dan gejala lupus dapat bervariasi dari waktu ke waktu dan tumpang tindih dengan banyak gangguan lainnya. Penyakit ini memerlukan kombinasi tanda-tanda dan gejala dan tes lain untuk memastikan diagnosis.

  • riwayat kesehatan
  • tes yang lengkap
  • tes darah
  • biopsi kulit (pemeriksaan sampel kulit dengan mikroskop)
  • biopsi ginjal (pemeriksaan jaringan dari ginjal dengan mikroskop)

Apa saja pengobatan untuk lupus?

Lupus tidak dapat disembuhkan. Pengobatan lupus hanya dilakukan untuk mengatasi gejalanya. Obat-obatan yang paling sering digunakan untuk mengendalikan lupus termasuk:

  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). NSAID yang dijual bebas, seperti naproxen sodium (Aleve) dan ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), dapat digunakan untuk mengobati nyeri, bengkak dan demam terkait lupus. NSAID yang lebih kuat selalu tersedia dengan resep.
  • Obat anti malaria. Obat-obatan yang umumnya digunakan untuk mengobati malaria, seperti hydroxychloroquine (Plaquenil), juga dapat membantu mengendalikan lupus. Efek samping bisa meliputi sakit perut dan, sangatlah langka, kerusakan pada retina mata.
  • Kortikosteroid. Prednisone dan jenis kortikosteroid lainnya dapat melawan peradangan lupus tetapi seringkali memproduksi efek samping jangka panjang yang parah. risiko efek samping meningkat dengan dosis yang lebih tinggi dan terapi yang lebih lama.
  • Imunosupresan. Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh dapat membantu dalam kasus-kasus lupus yang serius. Contoh termasuk azathioprine (Imuran, Azasan), mycophenolate (CellCept), leflunomide (Arava) dan methotrexate (Trexall), belimumab (Benlysta).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi lupus?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi lupus:

  • Kunjungi dokter secara teratur. Penting untuk secara teratur menjalani pemeriksaan daripada hanya mengunjungi dokter saat gejala Anda memburuk. Hal ini dapat membantu dokter Anda mencegah peradangan parah, dan dapat berguna dalam mengatasi masalah kesehatan rutin seperti stres, diet dan olahraga.
  • Jalani gaya hidup sehat seperti berolahraga, beristirahat, mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Hindari alkohol dan merokok.
  • Lindungi diri dari matahari karena Anda dapat berisiko terkena ruam atau radang saat terpapar metahari.
  • Dapatkan banyak tidur di malam hari dan tidur siang atau istirahat pada siang hari sesuai kebutuhan.
  • Carilah bantuan. Pertimbangkan bergabung dengan komunitas pendukung. Berbicara dengan orang lain yang pernah mengalami keadaan yang sama seringkali dapat membantu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 7, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 7, 2017

Yang juga perlu Anda baca