Semua yang Perlu Anda Ketahui Seputar Penyakit Lupus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernah dengar penyakit lupus? Memang sekilas penyakit ini tidak sepopuler kanker, diabetes, stroke, ataupun darah tinggi. Tapi, penyakit ini nyatanya tidak kalah serius dibanding penyakit yang sudah disebutkan tadi. Penyakit lupus atau dalam bahasa medisnya disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah salah satu penyakit yang paling sering menyerang manusia. Meskipun cukup banyak diderita orang, pengetahuan tentang penyakit ini masih minim.

Penasaran? Ketahui semua fakta lupus dalam artikel ini.

Seberapa umum penyakit lupus di Indonesia?

Di Indonesia, jumlah penderita penyakit lupus belum diketahui mendetil. Namun, menurut data dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI) yang dikutip dari Republika, jumlah penderita lupus di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 13.300 jiwa pada April 2013.

Fakta lupus yang harus Anda ketahui

Kebanyakan penderita lupus sangat sedikit yang menyadari jika menderita penyakit lupus. Selain karena gejalanya sulit untuk diketahui, gejala penyakit Lupus pun berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari jumlah dan jenis antibodi yang dihasilkan serta organ yang terkena. Lantaran pengetahuan masyarakat terkait lupus masih minim, berikut ini beberapa fakta lupus yang harus Anda ketahui.

1. Lupus adalah penyakit kronis autoimun

Lupus adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada jaringan ikat dan dapat merusak beberapa organ. Lupus terjadi ketika ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh dan kemudian menyerang tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah.

2. Lupus memiliki berbagai macam jenis

Penyakit lupus terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Lupus Eritematosus Sistemik, jenis lupus paling umum yang menyerang sendi dan organ
  • Discoid lupus, yang menyerang kulit sehingga menyebabkan ruam di kulit tidak mau hilang
  • Lupus akibat penggunaan obat
  • Neonatal lupus, menyerang bayi yang baru lahir
  • Subacute cutaneous lupus erythematosus, menyebabkan kulit yang terekspose sinar matahari terasa sakit

3. 90 persen pasien lupus adalah wanita

Penyakit ini paling sering menyerang wanita, bahkan wanita 10 kali berisiko mengalami lupus dibanding pria. Paling sering, lupus berkembang pada orang berusia 18 sampai 45 tahun. Meskipun lupus paling umum terjadi pada wanita, hal ini juga dapat mempengaruhi pria dan anak-anak, serta orang-orang dari segala usia. Selain itu, wanita hamil juga akan lebih rentan terkena lupus. Jika lupus terjadi saat hamil, hati-hati, kesehatan ibu dan janin bisa saja terganggu, terlebih apabila tidak ditangani dengan cepat.

4. Sulit didiagnosis

Diagnosis penyakit lupus tidak mudah dan sering terlambat karena gejala yang timbul menyerupai gejala berbagai penyakit. Itu sebabnya, lupus dikenal sebagai penyakit yang memiliki 1000 wajah. Karena gejalanya sulit untuk diketahui, inilah yang menjadi tantangan bagi dunia kedokteran untuk menemukan cara baru agar dapat melakukan diagnosis lupus sejak dini dengan tepat.

Ada tes laboratorium yang bisa membantu tim medis dalam mendiagnosis lupus, akan tetapi hasilnya tidak terlalu akurat. Itu sebabnya, untuk mendiagosis penyakit ini, dokter membutuhkan waktu yang lama. Dokter biasanya membuat diagnosis dari kombinasi gejala yang pasien alami berikut dengan riwayat kesehatan, keluarga dan tes laboratorium.  

5. Pengobatan tergantung pada jenis gejala

Sampai saat ini pengobatan lupus tergantung pada tanda dan gejala yang ditimbulkan. Misalnya, jika didiagnosis penyebabnya adalah gangguan sistem kekebalan tubuh di bagian sendi, maka bagian itulah yang akan diobati oleh dokter. Umumnya dokter akan meresepkan golongan obat NSAID, yaitu obat antiimflamasi nonstreoid seperti ibuprofen apabila gejala yang ditimbulkan sebatas nyeri sendi, nyeri otot, kelelahan, dan ruam kulit. Namun, dokter mungkin akan meresepkan obat dengan dosisi tinggi apabila ada komplikasi yang para pada beberapa organ. Itu sebabnya, obat tersebut juga bisa menimbulkan efek samping yang luar biasa.

6. Penyebab lupus belum bisa diketahui secara pasti

Sama seperti gejala yang ditimbulkan, penyebab pasti penyakit lupus pun masih belum diketahui. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa faktor gen berperan penting, tetapi itu bukanlah satu-satunya. Misalnya, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sinar matahari dan obat-obatan bisa juga memicu penyakit lupus.

7. Pasien lupus bisa menjalani hidup dengan normal

Dengan pemantauan lupus yang ekstra hati-hati dan penyesuaian pengobatan yang dilakukan secara tepat, sebagian besar pasien lupus bisa menjalani kehidupan normal. Musuh terbesar dari penyakit ini justru datang dari dalam diri pasien, ketika pasien kehilangan harapan, kehilangan semangat, dan menyerah sehingga menyebabkan frustrasi bahkan depresi yang malah memberikan pengaruh buruk pada kesehatannya.

8. Cenderung menyerang ras tertentu

Meskipun penyakit ini paling sering menyerang perempuan, namun ras tertentu memiliki peningkatan risiko lupus. Menurut Lupus Foundation of America, kasus lupus ditemukan hampir tiga kali lebih umum pada pada orang dengan ras Afrika-Amerika, Hispanik dan Asia dibanding orang-orang kulit putih (kaukasia).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum terjadi. Apa penyebab, ciri-ciri, dan obat yang sering digunakan untuk mengobati psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Mitos dan Fakta Seputar Skleroderma yang Perlu Diungkap Kebenarannya

Skleroderma adalah satu dari beberapa jenis penyakit rematik autoimun. Supaya lebih jelas, mari pahami seputar mitos dan fakta skleroderma.

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Alergi 29 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Penyebab penyakit celiac belum diketahui. Namun, menurut studi terbaru, bahan kimia pada alat masak antilengket bisa meningkatkan risiko penyakit celiac.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Obat NSAID biasanya digunakan untuk mengatasi gejala seperti nyeri atau demam. Namun, bolehkah digunakan untuk penyakit autoimun?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi 3 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab wajah merah

5 Kondisi Penyebab Kulit Wajah Merah (Berbahaya Apa Tidak?)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
mengenal gangguan autoimun

Mengapa Penyakit Autoimun Semakin Banyak Terjadi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
aps adalah antiphospholipid syndrome

Sindrom Antifosfolipid (APS)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit
immune thrombocytopenic purpura atau ITP adalah gangguan darah yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang trombosit.

ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 6 menit