Apa itu kanker tulang?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Kanker tulang adalah tumor ganas yang berawal di dalam tulang, walaupun tidak semua tumor pada tulang bersifat ganas. Penyakit ini terjadi akibat adanya pertumbuhan sel tulang yang tidak normal. Kanker tulang dapat menyerang seluruh tulang di dalam tubuh. Akan tetapi dalam banyak kasus, tulang kaki dan lengan yang paling banyak terkena.

Kanker tulang terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Kanker tulang primer. Muncul dan tumbuh pertama kali di jaringan tulang.
  • Kanker tulang sekunder. Kanker yang muncul akibat penyebaran dari kanker lain yang sebelumnya sudah terjadi. Misalnya kanker usus, kanker paru-paru, atau kanker payudara yang kemudian menyebar ke tulang. Kondisi ini disebut kanker metastasis atau kanker yang menyebar.

Seberapa umum kanker tulang?

Kanker tulang adalah salah satu jenis kanker yang tergolong langka. Bahkan, kasus ini hanya terjadi sekitar 1 persen dari total kasus kanker yang ada. Namun, penyakit ini dapat dialami oleh anak-anak maupun dewasa. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Jenis & Stadium

Jenis-jenis kanker tulang

Berikut beberapa jenis kanker tulang yang paling umum:

  • Osteosarcoma. Jenis kanker primer yang sering terjadi pada anak-anak dan remaja, yaitu sekitar usia 10 hingga 9 tahun. Kanker tulang jenis ini juga lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Sel kanker pada osteosarcoma biasanya tumbuh pada tulang-tulang panjang, seperti pada tulang kering,paha, dan lengan.
  • Chondrosarcoma. Sel kanker tumbuh pada tulang-tulang rawan yang menjadi penghubung antar tulang atau yang melapisi tulang. Kanker tulang jenis ini sering terjadi pada kelompok usia lanjut, yaitu di atas usia 40 tahun dan hanya 5 persen kasus yang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun. Sel kanker chondrosarcoma dapat tumbuh sangat agresif atau malah tumbuh sangat lambat. Lokasi yang sering terkena penyakit ini yaitu di tulang bagian pinggul, pangkal paha, kaki atas, dan bahu.
  • Ewing Sarcoma Family of Tumors (ESFT). Sel kanker tumbuh pada tulang-tulang rawan yang menjadi penghubung antar tulang atau yang melapisi tulang. Kanker tulang jenis ini sering terjadi pada kelompok usia lanjut, yaitu di atas usia 40 tahun dan hanya 5% kasus yang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun. Sel kanker chondrosarcoma dapat tumbuh sangat agresif atau malah tumbuh sangat lambat. Lokasi yang sering terkena penyakit ini yaitu di tulang bagian pinggul dan pangkal paha.
  • Fibrosarcoma. Fibrosarcoma adalah tipe kanker tulang yang jarang muncul dan terjadi pada lutut bagian belakang pada usia dewasa.
  • Chordoma. Kanker tulang ini sangat jarang terjadi, dan jika terjadi, biasanya dialami oleh orang yang sudah berusia di atas 30 tahun. Sel kanker chordoma sering ditemukan di tulang belakang bagian bawah atau atas.

Tahapan stadium kanker tulang

Ada empat tahap stadium kanker tulang, yaitu:

  • Stadium I. Pada tahap ini sel kanker yang ada di tulang masih sedikit jumlahnya dan belum menyebar ke bagian mana pun. Stadium I merupakan tahapan yang paling rendah dan sel kanker tidak terlalu agresif dan belum menekan sel-sel yang normal.
  • Stadium II. Ketika memasuki stadium ini, sel kanker masih, hanya ada di permukaan tulang dan belum menyebar ke bagian lain. Yang membedakan dengan stadium I, pada stadium II sel kanker tumbuh lebih agresif dan siap untuk melakukan penyebaran.
  • Stadium III. Pada stadium III, sel kanker sudah menyebar ke beberapa bagian di tulang. Stadium tiga dapat dibagi menjadi stadium III awal dan stadium III akhir.
  • Stadium IV. Tahapan ini mengindikasikan bahwa kanker telah menyebar ke area yang lebih luas, tidak lagi bersarang pada jaringan tulang, namun ke bagian tubuh lain, seperti organ-organ tubuh. Penyebaran paling sering terjadi ke paru-paru.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala kanker tulang?

Gejala kanker tulang pada umumnya diawali dengan nyeri tulang yang tak kunjung sembuh atau justru semakin memburuk, munculnya benjolan atau bengkak di tempat sel kanker bertumbuh, dan tulang yang rentan patah. Geala kanker tulang lainnya juga bisa menyebabkan tangan atau kaki terasa dingin hingga kesemutan atau mati rasa pada area yang terkena.

Meski begitu, gejala kanker tulang bisa akan semakin bervariasi ketika sel kanker sudah menyebar menjadi beberapa tipe. Berikut gejala kanker tulang sesuai dengan jenisnya, yaitu:

1. Osteosarcoma

Osteosarcoma lebih sering terjadi pada lapisan luat tulang lengan, namun juga bisa muncul di tulang kaki. Berikut gejala kanker tulang jenis osteosarcoma:

  • Rasa nyeri yang cenderung terasa lebih intens dan buruk di malam hari. Rasa nyeri ini juga umumnya meningkat seiring dengan aktivitas dan bisa mengakibatkan lemas jika tumor berada di tulang tungkai
  • Muncul benjolan dan memar yang biasanya muncul setelah beberapa minggu Anda mengalami rasa nyeri pada tulang.
  • Osteosarcoma cenderung membuat tulang di lokasi tumor menjadi lemah dan akhirnya patah, sering kali tidak membuat tulang pecah.

2. Ewing Sarcoma

Kanker Ewing sarcoma termasuk kanker langka yang terjadi pada jaringan lunak yang mengelilingi tulang atau langsung pada tulang. Biasanya terjadi pada tulang lengan, tungkai, atau tulang panggul. Berikut gejala kanker tulang ewing sarcoma:

Demam yang muncul berkepanjangan.

  • Dilansir dari Cancer, sekitar 85% anak dan remaja dengan kanker jenis ini mengalami beberapa keluhan yang tidak menentu pada tulang, seperti nyeri, bengkak, kaku.
  • Muncul benjolan di permukaan kulit yang bila disentuh terasa hangat dan lembut.
  • Sering mengalami tulang patah tanpa adanya cedera. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan tumor pada tulang yang membuat tulang menjadi lemah dan akhirnya patah.

3. Chondrosarcoma

Jenis kanker ini bisa terjadi pada panggul, paha, dan bahu pada orang dewasa. Berikut gejala kanker tulang chondrosarcoma:

  • Nyeri tulang yang tidak terjadi secara terus menerus, namun bisa memburuk pada malam hari atau saat melakukan aktivitas yang berat.
  • Terjadi pembengkakan dan kekakuan tulang.
  • Muncul benjolan pada tulang.
  • Tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga.
  • Bila kanker ini terjadi di panggul, kemungkinan besar Anda juga akan mengalami gangguan saluran kencing.

4. Fibrosarcoma

Jenis kanker ini terjadi pada jaringan fibrosa yang membungkus tendon, ligamen, dan otot. Umumnya terjadi pada area kaki atau batang tubuh. Seperti jenis kanker lainnya, gejala kanker tulang jenis ini adalah:

  • Adanya benjolan di bawah kulit.
  • Tulang yang terkena terasa nyeri dan sulit digerakkan.
  • Bila sel kanker tumbuh di sekitar perut, bisa menyebabkan masalah pernapasan.

Beberapa gejala kanker tulang atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala kanker tulang tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala kanker tulang seperti yang sudah di atas atau ingin sekadar bertanya tentang penyakit ini, konsultasikanlah dengan dokter. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik yang sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker tulang?

Faktanya, sampai saat ini penyebab kanker tulang belum ditemukan. Namun, para ahli menduga bahwa penyakit ini terjadi karena adanya kesalahan dalam melakukan replikasi DNA pada sel tulang.

Ketika DNA yang terbentuk salah atau abnormal, hal ini mengakibatkan sel tulang berkembang secara tidak terkendali dan tumbuh dalam jumlah banyak. Sel-sel tulang yang tidak terkendali tersebut berkumpul menjadi sebuah tumor ganas yang dapat melakukan penyebaran ke jaringan-jaringan lainnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko kanker tulang?

Ada banyak faktor risiko yang bisa jadi penyebab kanker tulang, yakni:

  • Genentik. Genetik merupakan penyebab kanker tulang yang sangat jarang ada di dalam kasus kanker tulang primer. Namun, orang yang memiliki gen atau riwayat kanker mata dan Li-Fraumeni syndrome memiliki kemungkinan untuk mengalami kanker di tulang.
  • Penyakit tulang Paget. Penyakit ini adalah kondisi pre-kanker yang jinak. Penyakit Paget mengganggu proses daur ulang dalam tubuh yang normal, di mana jaringan tulang baru perlahan menempati jaringan tulang lama. Sepanjang waktu, penyakit dapat menyebabkan tulang yang terpengaruh menjadi rapuh. Penyakit Paget lebih umum pada orang dewasa, terutama di atas 50 tahun.
  • Paparan radiasi. Radiasi dan beberapa obat kemoterapi dapat meningkatkan risiko terkena kanker di tulang, contohnya pengobatan dengan alkylating agents.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kanker tulang?

Awalnya, dokter akan menanyakan kondisi dan riwayat keluarga. Jika Anda dicurigai mengidap kanker di tulang, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan fisik atau mungkin menyuruh tes laboratorium dan tes diagnostik lainnya. Beberapa tes kanker tulang paling umum yang sering dilakukan oleh dokter meliputi:

  • Rontgen. Dengan melakukan tes ini, maka dapat diketahui di mana posisi tulang yang terkena kanker. Selain itu, dari tes ini juga dapat diketahui apakah kerusakan tulang yang dialami oleh pasien disebabkan oleh kanker atau kondisi lainnya (misalnya patah tulang).
  • Scan tulang. Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan zat radioaktif ke dalam tubuh melalui pembuluh vena, kemudian dilihat gambaran tulangnya melalui alat khusus. Biasanya tulang yang bermasalah atau tidak normal akan lebih cepat melakukan penyerapn zat radioaktif dibandingkan tulang yang normal.
  • Computed tomography (CT) scan, merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat kondisi rinci suatu bagian dalam tubuh dan dapat dilihat dari berbagai sisi.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) yaitu pemeriksaan yang menggunakan gelombang radio dan teknologi magnetik, sehingga dapat menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak secara lebih terperinci.
  • Positron emission tomography (PET) scan adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan menyuntikkan glukosa radioaktif ke dalam tubuh dan menggunakan scanner untuk melihat daerah yang terkena kanker. Pemeriksaan ini dapat menjadi pemeriksaan yang akurat, karena sel kanker biasanya menggunakan lebih banyak glukosa dibandingkan dengan sel normal, dengan menyuntikkan glukosa ke dalam tubuh dapat terlihat aktivitas sel kanker di dalam tubuh.

Bagaimana pengobatan untuk kanker tulang?

Pengobatan kanker tulang akan bergantung pada beberapa hal, di antaranya jenis dan lokasi kanker tulang, stadium kanker tulang, kondisi kesehatan pasien, jenis pengobatan, serta seberapa baik sel kanker merespon pengobatan.

Ada banyak pilihan pengobatan untuk kanker di tulang. Beberapa pengobatan bisa dilakukan sendiri atau ada juga harus digabungkan dengan pengobatan lainnya guna mendapatkan hasil yang optimal. Berikut beberapa pilihan pengobatan yang biasa dilakukan dokter untuk mengatasi kanker di tulang:

  • Operasi pengangkatan tulang. Prosedur ini dilakukan apabila sel kanker belum menyebar ke organ lainnya. Sel kanker diambil dengan teknik operasi khusus. Dibutuhkan waktu lama bagi pasien untuk pulih setelah operasi.
  • Kemoterapi. Pengobatan ini menggunakan obat antikanker yang mampu membunuh sel-sel kanker. Dokter sering menyarankan kombinasi obat-obatan antikanker.
  • Terapi radiasi atau radioterapi. Prosedur ini dilakukan menggunakan X-ray energi tinggi untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini mungkin digunakan dalam kombinasi dengan prosedur operasi. Radioterapi mungkin sangat berbahaya bagi tubuh pasien setelah pengobatan, yang bisa mengakibatkan sejumlah komplikasi. Konsultasi ke dokter untuk menimbang manfaat serta efek samping prosedur ini.
  • Cryosurgery. Sel kanker dibekukan dengan nitrogen cair, dan mati setelah beberapa periode. Teknik ini terkadang dapat digunakan daripada operasi biasa untuk menghancurkan tumor.

Semakin dini kanker terdiagnosis, maka kemungkinan pasien untuk bisa sembuh juga semakin besar. Dilansir dari University of Rochester Medical Center, peluang penderita kanker tulang untuk bertahan hidup atau sembuh adalah sekitar 5 sampai 10 tahun dari pertama kali didiagnosis.

Pada kasus kanker tulang pada umumnya, sebanyak 70 persen penderita kanker tulang bisa sembuh setelah 5 tahun. Namun kembali lagi, peluang kesembuhan ini tergantung juga pada jenis dan stadium kanker tulangnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi kanker tulang?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu mengatasi kanker tulang di antaranya:

  • Cari informasi sebanyak-banyaknya. Belajar tentang kanker tulang mampu mengurangi kecemasan dan membuat Anda lebih percaya diri untuk menghadapi penyakit ini. Ada berbagai sumber yang bisa Anda dapatkan untuk mencari informasi seputar kanker tulang yaitu konsultasi ke dokter, internet, surat kabar, dan media sosial lainnya. Anda juga bisa bertanya dan berbagai pengalaman kepada sesama rekan yang tergabung dalam komunitas dengan penyakit ini.
  • Bersikap optimis. Faktor psikologi sangat memengaruhi hasil pengobatan kanker. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk menanamkan rasa optimis terhadap kesembuhan Anda. Anda bisa mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga, pasangan, dan sahabat. Anda perlu percaya bahwa kondisi Anda akan membaik, dan Anda masih bisa menikmati hidup meski terkena kanker.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 3, 2018 | Terakhir Diedit: September 3, 2018

Yang juga perlu Anda baca