Definisi

Apa itu hepatitis B?

Hepatitis B adalah penyakit hati menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini merupakan salah satu tipe dari 5 jenis hepatitis virus yang menyebabkan peradangan dan kerusakan hati.

Dua karakteristik umum dari hepatitis B adalah:

  • Infeksi hepatitis B akut. Penyakit sementara yang terjadi selama 6 bulan pertama setelah seseorang terpapar HBV. Infeksi akut dapat menyebabkan infeksi kronik, namun tidak selalu terjadi
  • Infeksi hepatitis B kronis. Penyakit jangka panjang yang terjadi saat virus tetap bertahan lebih dari 6 bulan dalam tubuh.

Seberapa umumkah hepatitis B?

Penyakit hepatitis B akut, dengan gejalanya, lebih sering terjadi pada dewasa. Sementara hepatitis B kronis lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak dibanding dewasa.

Berdasarkan data statistik WHO, terdapat 2 milyar orang dengan hepatitis B di seluruh dunia. Sebanyak 250 juta orang terinfeksi HBV kronis di Asia-Pasifik.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hepatitis B?

Hepatitis B adalah salah satu penyakit yang sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. Hal ini karena banyak orang tidak memunculkan gejala sehingga penyakit ini sering muncul tanpa disadari selama bertahun tahun.

Gejala awal hepatitis B adalah:

  • Ruam
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Merasa lelah, lemas, dan tidak bertenaga
  • Kulit menguning

Gejala berikutnya, yaitu:

Penyakit berat dapat menyebabkan sirosis (kerusakan hati), cairan dalam perut (ascites), dan gagal hati.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Selain itu, jika Anda telah terpapar hepatitis B, hubungi dokter sesegera mungkin. Terapi pencegahan dapat mengurangi risiko infeksi jika Anda mendapatkan pengobatan dalam 24 jam setelah paparan.

Penyebab

Apa penyebab hepatitis B?

Penyebab hepatitis B adalah virus hepatitis B. Virus ini menular melalui hubungan seksual dengan penderita dan penggunaan jarum tidak steril. Darah atau cairan tubuh lain (misalnya sperma, cairan vagina, ASI, air mata, ludah, dan cairan pada sariawan yang terbuka) yang telah terinfeksi juga dapat menyebarkan virus. Seorang ibu juga dapat menularkan pada bayinya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hepatitis b?

Hepatitis B menular melalui kontak dengan darah, sperma, atau cairan tubuh lain dari penderita. Beberapa faktor risiko untuk hepatitis B adalah:

  • Melakukan hubungan seksual tidak aman dengan sering gonta-ganti pasangan atau dengan penderita hepatitis B
  • Menggunakan 1 jarum secara bergantian dengan penderita hepatitis B
  • Melakukan hubungan seksual dengan sesama pria
  • Tinggal dengan penderita hepatitis B kronik
  • Bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita hepatitis B
  • Bekerja pada area yang terpapar dengan darah manusia
  • Bepergian ke daerah yang tinggi akan infeksi HBV seperti Afrika, Asia Tengah dan Asia Tenggara serta Eropa Timur

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini.  Faktor ini hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hepatitis B?

Jika Anda telah terpapar virus hepatitis B, hubungi dokter Anda sesegera mungkin. Jika Anda belum divaksin atau tidak yakin apakah sudah divaksin atau belum atau apakah Anda berespon terhadap vaksinasi, injeksi imunoglobulin hepatitis B dalam 12 jam setelah paparan dapat melindungi Anda dari hepatitis B. Jika Anda belum divaksin, saat itu Anda dapat menderita hepatitis B akut atau kronik.

Terapi tergantung pada jenis hepatitis B Anda.

Infeksi hepatitis B akut

Dokter Anda akan menganjurkan untuk beristirahat, menghindari kontak erat dan konsumsi nutrisi serta cairan yang adekuat sehingga tubuh Anda dapat melawan infeksi. Di samping itu, orang yang berkontak dengan Anda sebaiknya diberikan imunoglobulin dan vaksin hepatitis B dalam 2 minggu setelah paparan.

Infeksi hepatitis B kronis

Jika Anda didiagnosa infeksi hepatitis B kronis, Anda dapat memperoleh terapi untuk menurunkan risiko penyakit hati dan mencegah penularan ke orang lain. Terapinya berupa:

  • Obat antivirus. Beberapa obat antivirus seperi adefovir (Hepsera), telbivudine (Tyzeka) dan entecavir (baraclude) dapat membantu melawan virus dan memperlambat kerusakan hari. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat yang tepat untuk Anda
  • Interferon alfa-2b (Intron A). Merupakan obat sintetik dari substansi yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi terutama untuk dewasa muda yang tidak ingin terapi jangka panjang atau orang yang ingin segera hamil dalam beberapa tahun ke depan. Obat ini diberikan secara injeksi. Efek sampingnya dapat berupa diare, mual, muntah, sulit bernapas dan sesak
  • Transplantasi hati. Jika hati Anda mengalami kerusakan yang berat, dapat dilakukan transplantasi hati. Saat transplantasi hati, dokter bedah akan mengangkat hati Anda dan menggantinya dengan hati yang sehat. Kebanyakan transplantasi hati didapat dari donor yang sudah meninggal, namun sebagian kecil didapat dari donor yang masih hidup dengan mendonorkan sebagian hatinya

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hepatitis B?

Jika dokter mencurigai Anda menderita hepatitis B, dokter akan memeriksa dan akan melakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah dapat menentukan apakah terdapat virus dalam tubuh Anda dan apakah keadaan ini akut atau kronis.

Dokter Anda juga dapat mengambil sampel hati (biopsi hati) untuk melihat apakah ada kerusakan pada hati Anda atau tidak. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memasukan jarum kecil melalui kulit Anda dan hati Anda lalu mengambil sampel jaringan untuk dilakukan analisis laboratorium.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hepatitis B?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hepatitis B adalah:

  • Banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi tinggi
  • Pakai kondom saat berhubungan seksual
  • Menghindari paparan darah atau cairan tubuh lain ke orang lain
  • Hubungi dokter Anda jika gejala tidak segera membaik dalam 4-6 minggu atau muncul gejala baru
  • Tanyakan pada dokter Anda mengenai vaksin untuk anggota keluarga dan orang lain yang dekat dengan Anda

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 25, 2018 | Terakhir Diedit: September 25, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan