Apa itu hepatitis B?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu hepatitis B?

Hepatitis B adalah penyakit hati menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Penyakit ini dapat menyebabkan infeksi akut dan infeksi kronis yang berisiko tinggi berkembang menjadi cirrhosis dan kanker hati. 

  • Infeksi HBV akut yaitu penyakit sementara yang terjadi selama 6 bulan pertama setelah seseorang terpapar HBV. Infeksi akut dapat menyebabkan infeksi kronik, namun tidak selalu terjadi.
  • Infeksi HBV kronik yaitu penyakit jangka panjang yang terjadi saat virus tetap bertahan dalam tubuh seseorang selama lebih dari 6 bulan.

Penularan hepatitis B dapat berlangsung melalui kontak dengan cairan tubuh, yaitu melalui transfusi darah dan penggunaan jarum suntik. Dalam sedikit kasus, virus ini juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Akan tetapi, penularan penyakit ini paling sering terjadi secara vertikal dari ibu pada bayinya, yaitu ketika masa perinatal atau proses persalinan. 

Gejala hepatitis B umumnya tidak langsung muncul setelah terinfeksi. Namun dalam beberapa kasus, gejala hepatitis B bisa berlangsung selama beberapa minggu. Ditandai dengan munculnya ikterus atau penyakit kuning. Penyakit menular ini bisa disembuhkan melalui serangkaian pengobatan. Penularan penyakit ini juga dapat dicegah dengan efektif melalui pemberian vaksin hepatitis B 

Seberapa umumkah hepatitis B?

Hepatitis B merupakan penyakit menular yang umum diderita oleh banyak orang di berbagai belahan dunia. Pada tahun 2015, World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat 257 juta orang yang mengalami hepatitis B kronis. Dengan estimasi angka kematian akibat penyakit ini  sebesar 887.000 jiwa yang umumnya disebabkan oleh penyakit komplikasi hepatitis B, yaitu cirrhosis dan karsinoma atau kanker hati.  

Beberapa wilayah di dunia dengan prevalensi hepatitis B tertinggi berada di kawasan Pasifik Barat (6.2%) dan Afrika (6.1%), dengan penderita terbanyak merupakan usia dewasa. Sementara prevalensi di Asia Tenggara adalah 2 %. 

Di Inodesia sendiri, Infeksi HBV akut dengan segala gejalanya lebih sering terjadi pada dewasa dibandingkan anak-anak atau balita. Sedangkan data Riskedas tahun 2014 mencatat 95% bayi yang tertular HBV akan mengalami infeksi kronis. 

Sementara anak di bawah umur lima tahun sekitar 30 % berpotensi menderita infeksi kronis. Penularan HBV  pada orang dewasa hanya 5 % yang berkembang menjadi hepatitis B kronis. Hampir 95 % penularan penyakit ini terjadi secara vertikal, yaitu dari ibu pada bayinya melalui proses persalinan.  

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hepatitis B?

Hepatitis B disebut juga dengan “silent killer” karena banyak orang tidak bergejala sehingga penyakit ini sering berkembang tanpa disadari selama bertahun tahun. 

Gejala juga tidak akan muncul secara langsung setelah infeksi terjadi pertama kali. 

Akan tetapi, dalam beberapa kasus, orang yang terinfeksi HBV akan mengalami beberapa gejala.Hal tersebut biasanya terjadi ketika sistem kekebalan tubuh tidak cukup kuat untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B.

Gejala yang berlangsung menandakan seberapa parah infeksi virus yang terjadi. Maka dari itu, gejala hepatitis B akut bisa jadi berbeda dengan gejala hepatitis B kronis. 

Gejala infeksi HBV akut

Periode gejala berlangsung selama 1 sampai 4 bulan setelah infeksi berlangsung. Karena menandakan fase awal infeksi HBV, maka gejala ini juga disebut gejala awal. Tidak ada gangguan kesehatan atau tanda-tanda yang spesifik dari penyakit ini. 

Gejala awal dapat berupa:

  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah-muntah
  • Sakit di bagian atas perut 
  • Ikterus atau kulit dan mata yang berubah menguning

Infeksi HBV akut umumnya tidak berkembang menyebabkan kerusakan serius pada hati sehingga tidak menunjukan gejala pendarahan. 

Gejala infeksi HBV kronis

Gejala yang terjadi pada orang yang menderita hepatitis B kronis sangat berhubungan dengan gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh peradangan. Hati memiliki peranan penting dalam proses pencernaan dan metabolisme. Namun, tidak menutup kemungkinan orang yang terinfeksi HBV secara kronis tidak mengalami gejala sama sekali. 

Infeksi HBV kronis akan melemahkan peran hati dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, memproduksi enzim, menyimpan nutrisi seperti gula, lemak, dan mineral yang dibutuhkan tubuh, serta menyaring zat-zat beracun yang membahayakan tubuh. Lama kelamaan infeksi virus ini dapat mengarah pada penyakit seperti sirosis (pengerasan hati). Oleh sebab itu, gejala dan tanda-tanda yang muncul akibat infeksi HBV kronis juga mirip dengan sirosi, yang meliputi: 

  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Kehilangan nafsu makan
  • Warna feses berubah pucat
  • Urin berwarna gelap
  • Warna urin gelap seperti teh
  • Gatal-gatal muncul ruam di telapak tangan
  • Mual
  • Muntah
  • Demam ringan
  • Sakit perut di bagian atas
  • Ikterus atau kulit dan mata yang berubah kekuningan
  • Pembuluh darah terlihat seperti laba-laba pada kulit yang disebut spider angioma.

Infeksi HBV kronis dapat menyebabkan sirosis (pengerasan), cairan dalam perut (ascites), dan gagal hati.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Selain itu, jika Anda tahu telah terpapar hepatitis B, hubungi dokter Anda sesegera mungkin. Terapi pencegahan dapat mengurangi risiko infeksi jika Anda mendapatkannya dalam 24 jam setelah paparan.

Penyebab

Apa penyebab hepatitis B?

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV) yang mengakibatkan peradangan di dalam hati. Setelah mulai menginfeksi, virus ini dapat masuk ke dalam darah dan cairan tubuh lainnya. 

HBV merupakan DNA virus yang tersusun atas bagian inti dan bagian luar yang terbuat dari material deoxyribonucleic acids. Bagian inti tersusun atas DNA dan antigen HBcAg dan bagian luarnya terdiri atas antigen HBsAg. Kedua antigen tersebut merupakan bagian virus yang dapat menjadi penanda di dalam darah orang yang terinfeksi. 

Virus hepatitis B bisa bertahan di luar tubuh manusia selama kurang lebih 7 hari. Selama masa tersebut, virus masih bisa memperbanyak diri dan masuk ke dalam tubuh manusia yang belum memiliki antibodi atau imunitas terhadap penyakit ini. Setelah masuk kedalam tubuh, virus ini tidak lantas menyebabkan infeksi. Masa inkubasi HBV di dalam tubuh rata-rata adalah 75 hari, namun juga bisa terjadi selama 30 sampai 180 hari. 

Bagaimana penularan virus hepatitis B?

Virus ini menular melalui darah atau cairan tubuh lainnya, misalnya sperma, cairan vagina, saliva atau air ludah. Transfusi darah dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril yang digunakan untuk pengobatan, pembuatan tato dan tindik dapat menjadi medium penularan penyakit ini.

Dalam beberapa kasus, penyakit ini juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual, namun yang paling sering terjadi adalah penularan HBV melalui proses persalinan.

Selain itu, penularan infeksi juga dapat berlangsung selama prosedur operasi atau proses penambalan gigi melalui penggunaan alat yang telah terkontaminasi virus hepatitis B.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hepatitis B?

Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak dengan darah, sperma, atau cairan tubuh lain dari penderita. Namun terdapat kondisi di mana Anda bisa lebih berisiko tertular penyakit ini. Beberapa faktor risiko untuk hepatitis B, di antaranya adalah:

  • Melakukan hubungan seksual tidak aman dengan sering gonta-ganti pasangan atau dengan orang yang terinfeksi.
  • Menggunakan 1 jarum yang sama saat injeksi obat
  • Melakukan hubungan seksual dengan sesama pria
  • Tinggal dengan penderita hepatitis B kronik
  • Bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita 
  • Bekerja pada area yang terpapar dengan darah manusia
  • Bepergian ke daerah yang tinggi akan infeksi HBV seperti Afrika, Asia Tengah dan Asia Tenggara serta Eropa Timur

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini.  Faktor ini hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hepatitis B?

Jika Anda tahu telah terpapar dengan virus hepatitis B, hubungi dokter Anda sesegera mungkin. Jika Anda belum divaksin atau tidak yakin apakah sudah divaksin atau belum atau apakah Anda berespon terhadap vaksinasi, injeksi imunoglobulin dalam 12 jam setelah paparan dapat melindungi Anda dari hepatitis B. Jika Anda belum divaksin, saat itu Anda dapat menderita hepatitis B akut atau kronik.

Infeksi HBV akut

Jika dokter Anda menyatakan infeksi hepatitis Anda akut – berarti penyakit ini sementara dan akan sembuh dengan sendirinya – Anda tidak membutuhkan terapi. Jadi, dokter Anda akan menganjurkan untuk beristirahat, menghindari kontak erat dan konsumsi nutrisi serta cairan yang adekuat sehingga tubuh Anda dapat melawan infeksi.

Di samping itu, orang yang berkontak dengan Anda sebaiknya diberikan imunoglobulin dan vaksin dalam 2 minggu setelah paparan.

Infeksi HBV kronis

Jika Anda didiagnosa infeksi hepatitis B kronis, Anda dapat memperoleh terapi untuk menurunkan risiko penyakit hati dan mencegah penularan ke orang lain. Terapinya berupa:

  • Obat antivirus. Beberapa obat antivirus sepertiudin (epivir), adefovir (Hepsera), telbivudine (Tyzeka) dan entecavir (baraclude) dapat membantu melawan virus dan memperlambat kerusakan hari. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat yang tepat untuk Anda.
  • Interferon alfa-2b (Intron A). Merupakan obat sintetik dari substansi yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi terutama untuk dewasa muda yang tidak ingin terapi jangka panjang atau orang yang ingin segera hamil dalam beberapa tahun ke depan. Obat ini diberikan secara injeksi. Efek sampingnya dapat berupa diare, mual, muntah, sulit bernapas dan sesak.
  • Transplantasi hati. Jika hati Anda mengalami kerusakan yang berat, dapat dilakukan transplantasi hati. Saat transplantasi hati, dokter bedah akan mengangkat hati Anda dan menggantinya dengan hati yang sehat. Kebanyakan transplantasi hati didapat dari donor yang sudah meninggal, namun sebagian kecil didapat dari donor yang masih hidup dengan mendonorkan sebagian hatinya.

Diagnosis

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini?

Diagnosis hepatitis B tidak bisa dilakukan hanya dengan mengenali gejala-gejala yang muncul. Untuk memastikan apakah terdapat virus dalam tubuh Anda dan apakah infeksi yang berlangsung akut atau kronis, dokter akan meminta Anda menjalani beberapa pemeriksaan lanjutan. Biasanya prosedur tersebut melibatkan tes darah dan pemeriksaan langsung ke dalam organ hati.

Beberapa jenis pemeriksaan media lain yang bisa dilakukan untuk memastikan terjadinya infeksi HBV di dalam tubuh adalah: 

Tes antigen

Pemeriksaan ini dilakukan melalui pengambilan sampel darah yang kemudian dianalisis apakah terkandung antigen virus di dalam darah. Hasil tes yang positif dapat berarti baik Anda terinfeksi hepatitis B akut atau kronis, maupun telah sepenuhnya pulih dari infeksi virus penyebabnya.

Tes antibodi

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui reaksi imunitas tubuh terhadap infeksi HBV. Hasil tes antibodi yang positif menandakan Anda memiliki ketahanan terhadap infeksi tersebut. Namun di satu sisi, hasil tes yang positif juga berarti Anda telah sembuh baik infeksi HBV akut.

Biopsi hati

Dokter Anda juga dapat mengambil sampel hati Anda untuk diperiksa  untuk melihat apakah ada kerusakan pada hati Anda. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memasukan jarum kecil melalui kulit Anda dan hati Anda lalu mengambil sampel jaringan untuk dilakukan analisis laboratorium.

Tes fungsi hati

Tes ini dilakukan untuk memeriksa apakah hati bekerja secara optimal atau terdapat penurunan dalam cara kerjanya. Analisis dilakukan melalui sampel darah dengan melihat kadar enzim yang terkandung di dalamnya. Jika di dalam darah terdapat kadar enzim tinggi mengindikasikan terdapatnya peradangan atau kerusakan di dalam hati. Selain untuk mendeteksi HBV, tes ini juga dapat dilakukan untuk diagnosis penyakit hati lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hepatitis B?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hepatitis B adalah:

  • Banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi tinggi
  • Pakai kondom saat berhubungan seksual
  • Menghindari paparan darah atau cairan tubuh lain ke orang lain
  • Hubungi dokter Anda jika gejala tidak segera membaik dalam 4-6 minggu atau muncul gejala baru
  • Tanyakan pada dokter Anda mengenai vaksin untuk anggota keluarga dan orang lain yang dekat dengan Anda

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 21, 2019

Sumber