Apa Itu Gagal Jantung?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gagal jantung?

Gagal jantung adalah istilah medis yang merujuk pada kondisi jantung tidak dapat berfungsi dengan baik. Apabila fungsi jantung terganggu, darah tidak dapat dipompa ke seluruh tubuh dengan baik.

Pada kondisi yang normal, jantung memompa darah secara terus menerus, entah saat Anda beraktivitas atau beristirahat. Terdapat empat bilik pada jantung, dengan dua bilik di atas (atrium) dan dua bilik di bawah (ventrikel).

Seseorang yang mengalami gagal jantung akan membuat aliran darah ke seluruh tubuhnya melambat. Hal ini akan menambah parah kondisi penyakit, karena jumlah darah yang dipompa di bawah batas normal, bilik jantung akan jadi kaku dan menebal.

Akhirnya, kondisi tersebut menyebabkan otot jantung melemah dan tidak dapat bekerja secara efektif. Baik salah satu maupun kedua sisi jantung Anda dapat mengalami kondisi ini. Perlu diketahui bahwa kondisi ini berbeda dengan serangan jantung dan jantung lemah.

Jika Anda telah mengalami kondisi ini, terutama yang bersifat kronis atau menahun, jantung Anda mungkin tidak dapat kembali bekerja dengan normal. Namun, terdapat beberapa cara untuk mengobati dan menangani gejala-gejala yang ada.

Seberapa umumkah gagal jantung?

Gagal jantung adalah kondisi kesehatan yang umum terjadi. Sebanyak 900.000 kasus baru mengenai kondisi ini dilaporkan terjadi setiap tahunnya.

Walaupun setiap orang dari berbagai golongan usia dapat mengalami kondisi ini, risiko Anda untuk terkena kondisi ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Selain itu, wanita cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini di usia lanjut dibanding dengan pria. Kasus kejadiannya pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi juga lebih banyak ditemukan.

Hingga saat ini, tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini secara tuntas. Namun, gejala-gejala yang ada dapat dikendalikan dengan cara mengurangi faktor risiko Anda.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari gagal jantung?

Gagal jantung dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah penjelasannya.

1. Gagal jantung bagian kiri

Proses pompa darah oleh jantung berawal dari darah yang mengalir dari paru-paru, kemudian menuju atrium kiri dan ventrikel kiri jantung. Setelah itu, darah akan dipompa menuju seluruh bagian tubuh.

Ventrikel kiri jantung berperan paling besar dalam memompa darah. Maka dari itu, ukurannya paling besar dibanding dengan bilik jantung lainnya.

Kegagalan fungsi pada jantung bagian kiri dapat dibedakan menjadi dua subtipe:

Gagal jantung sistolik

Pada kondisi ini, ventrikel kiri jantung tidak mampu berkontraksi dengan normal. Ini artinya, jantung tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk memompa dan mengedarkan darah.

Gagal jantung diastolik

Gagal jantung diastolik adalah kondisi ini terjadi, ventrikel kiri jantung tidak mampu rileks dengan normal karena otot-ototnya menjadi kaku. Kondisi ini menyebabkan jantung tidak dapat terisi dengan darah yang cukup selama fase jeda di antara setiap denyut.

2. Gagal jantung bagian kanan

Fungsi dari jantung bagian kanan adalah memompa darah menuju paru-paru agar darah terisi dengan oksigen,

Umumnya, kegagalan pada jantung bagian kanan terjadi akibat adanya kegagalan pada jantung bagian kiri. Jika jantung bagian kiri mengalami masalah, peningkatan cairan akan terjadi dan kembali mengalir ke paru-paru, sehingga jantung bagian kanan pun akan mengalami kerusakan.

Jika bagian kanan jantung kehilangan kemampuannya untuk memompa darah, darah akan kembali mengalir ke pembuluh vena. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan atau penyumbatan pada kaki, pergelangan kaki, dan perut.

3. Gagal jantung kongestif

Kondisi ini membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Ketika aliran darah dari jantung melambat, akan terjadi penumpukkan pada pembuluh vena, sehingga edema (pembengkakan) berpotensi terjadi.

Selain itu, cairan yang menumpuk di paru-paru dapat mengakibatkan masalah pernapasan. Kondisi ini disebut dengan edema paru. Tidak hanya masalah pada paru-paru, kondisi ini juga dapat memengaruhi fungsi ginjal dalam membuang air dan sodium. Hal ini berisiko menyebabkan edema pada organ-organ tubuh lain.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala gagal jantung?

Beberapa tanda dan gejala yang umumnya muncul ketika gagal jantung terjadi adalah:

1. Kesulitan bernapas

Anda mungkin akan mengalami masalah pernapasan ketika Anda berolahraga, beristirahat, atau berbaring di ranjang. Kondisi ini terjadi ketika cairan mengalir kembali ke paru-paru, atau ketika aliran darah kaya akan oksigen tidak mengalir dengan baik di seluruh tubuh.

2. Kelelahan berlebih, terutama setelah beraktivitas

Tubuh Anda, terutama di bagian kaki, akan merasakan kelelahan yang luar biasa. Keparahan gejala ini akan menambah setelah Anda beraktivitas. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya aliran darah dengan oksigen pada organ-organ tubuh dan otot Anda.

3. Pembengkakan di beberapa bagian tubuh

Jika ginjal Anda tidak dapat menyaring darah yang cukup, tubuh Anda akan memiliki cairan berlebih. Cairan ini dapat menyebabkan edema (bengkak) di beberapa bagian tubuh. Selain itu, berat badan Anda pun berpotensi meningkat. Namun peningkatan ini dikarenakan cairan yang berlebihan di beberapa bagian tubuh.

4. Terlalu sering buang air kecil di malam hari

Gaya gravitasi menyebabkan aliran darah menuju ginjal semakin meningkat. Kondisi ini menyebabkan ginjal menghasilkan urin lebih banyak, sehingga Anda ingin buang air kecil lebih sering.

5. Pusing

Jika darah yang dialirkan menuju otak tidak cukup banyak, Anda akan mengalami gejala-gejala seperti pusing, kebingungan, kesulitan konsentrasi, bahkan pingsan.

6. Palpitasi

Palpitasi atau detak jantung berdebar-debar terjadi karena jantung berusaha memompa darah secara normal. Jantung yang membesar juga dapat menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.

7. Batuk kering

Batuk yang disebabkan oleh kegagalan fungsi jantung biasanya terjadi ketika Anda sedang berbaring, atau terdapat penumpukan cairan pada paru-paru Anda.

8. Perut kembung dan mual

Anda juga mungkin akan merasakan kondisi perut kembung, perut mengeras, kehilangan nafsu makan, serta mual dan muntah.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Terjadi bengkak di telapak kaki, kaki, pergelangan kaki, atau perut
  • Ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari
  • Bangun di malam hari karena sesak napas
  • Batuk di malam hari
  • Kebingungan atau gelisah
  • Dehidrasi
  • Sakit dada
  • Denyut jantung cepat (lebih dari 120/menit saat istirahat).

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu konsultasikan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab gagal jantung?

Gagal jantung adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh masalah atau kelainan kesehatan lainnya. Berikut adalah beberapa penyebab umum dari kondisi ini:

1. Penyakit arteri koroner

Ketika kolesterol dan lemak menumpuk di arteri jantung, aliran darah menuju jantung akan terhambat. Kondisi ini disebut dengan atherosclerosis.

Jika hal ini terjadi, Anda akan mengalami nyeri dada (angina) atau serangan jantung.

2. Serangan jantung (infark miokard)

Serangan jantung terjadi ketika arteri yang menyuplai darah menuju otot jantung mengalami penyumbatan. Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada jaringan otot jantung dan fungsi pompa darah pada jantung.

3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah yang jauh berada di atas batas normal dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari biasanya saat memompa darah. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung membesar dan melemah.

4. Kelainan katup jantung

Kelainan pada katup jantung dapat terjadi akibat adanya penyakit atau infeksi. Jika katup pada jantung tidak menutup atau membuka dengan sempurna saat jantung berdetak, otot jantung harus memompa darah lebih keras.

5. Masalah pada otot jantung

Kelainan pada otot jantung, seperti kardiomiopati hipertropik atau miokarditis dapat menyebabkan masalah pada fungsi pompa jantung.

6. Penyakit pada paru-paru

Jika paru-paru tidak berfungsi dengan normal, darah Anda tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Hal ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya.

7. Diabetes

Diabetes dapat memicu terjadinya hipertensi dan atherosclerosis, serta kenaikan level lipid (lemak) di dalam darah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena gagal jantung?

Gagal jantung merupakan kondisi yang dapat terjadi pada hampir semua orang dari berbagai kelompok usia dan golongan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu terjadinya kegagalan fungsi jantung:

1. Usia

Seiring dengan bertambahnya usia Anda, risiko Anda untuk mengalami kegagalan pada fungsi jantung pun semakin meningkat.

2. Jenis kelamin

Wanita memiliki peluang lebih besar dibanding dengan pria untuk mengalami kondisi ini di usia tua. Selain itu, wanita dengan kondisi tekanan darah tinggi juga berpeluang besar terkena penyakit ini.

3. Menderita tekanan darah tinggi

Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan jantung Anda bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga risiko jantung berfungsi secara tidak wajar pun lebih tinggi.

4. Memiliki masalah atau penyakit pada jantung

Apabila Anda menderita serangan jantung, cacat jantung bawaan lahir, atau penyakit katup jantung, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini jauh lebih besar.

5. Menderita diabetes

Selain karena penyakit diabetes itu sendiri, pengobatan diabetes juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. Beberapa obat yang dapat memengaruhi fungsi jantung adalah rosiglitazone (Avandia) dan pioglitazone (Actos).

6. Menjalani pengobatan tertentu

Obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), obat bius, obat anti-aritmia, dan obat kanker juga berpotensi meningkatkan risiko Anda terkena kondisi gagal jantung.

7. Memiliki berat badan berlebih (obesitas)

Berat badan yang berlebihan dapat memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan, termasuk disfungsi pada jantung.

8. Memiliki pola hidup yang tidak sehat

Jika Anda merokok, terlalu sering minum alkohol, serta sering makan makanan yang tidak sehat, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini jauh lebih besar.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Bagaimana gagal jantung didiagnosis?

Dalam mendiagnosis gagal jantung, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Anda akan ditanyakan mengenai gejala-gejala, riwayat medis, serta diminta untuk menjalani pemeriksaan fisik.

Selain itu, dokter juga akan meminta Anda melakukan beberapa tes tambahan apabila Anda diduga mengalami kelainan pada fungsi jantung:

1. Tes darah

Dokter akan mengambil sampel darah Anda untuk diperiksa di laboratorium. Umumnya, dokter akan mengecek apakah terdapat natriuretik peptida (NT-proBNP) di dalam darah Anda untuk memastikan penyakit ini.

2. Tes pengambilan gambar

Selain itu, dokter akan melakukan beberapa jenis tes pencitraan atau pengambilan gambar. Beberapa metode yang akan direkomendasikan adalah CT scan dan MRI scan.

3. Elektrokardiogram

Pada tes ini, Anda akan diberikan zat elektroda. Zat ini dapat digunakan untuk mendeteksi aktivitas elektrik jantung dengan alat tertentu.

4. Ekokardiogram

Dalam metode ekokardiogram, dokter akan menggunakan gelombang suara untuk melihat fungsi jantung dan katupnya

5. Angiogram koroner

Dokter akan memasukan kateter kecil ke dalam pembuluh darah Anda, yang kemudian akan diarahkan menuju arteri koroner Anda. Setelah ini, cairan tinta akan disuntikkan melalui kateter ini.

Cairan tinta ini akan membantu dokter melihat bagian dalam arteri melalui mesin X-ray.

Bagaimana cara mengobati gagal jantung?

Sampai saat ini, tidak ada obat permanen untuk gagal jantung. Ada pengobatan yang hanya bisa mengontrol gejala dan membantu orang tetap hidup dan aktif. Untuk membantu Anda mengontrol tekanan darah dan membantu aksi pemompaan jantung, dokter mungkin meresepkan obat, termasuk:

  • Enzim angiotensin-converting inhibitor
  • Angiotensin II receptor blockers 
  • Beta blockers
  • Pil diuretik
  • Antagonis aldosteron
  • Inotropik

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu saya mengelola gagal jantung?

Dokter juga akan memberikan saran tentang membuat perubahan gaya hidup untuk Anda seperti:

  • Lebih aktif secara fisik
  • Cobalah untuk berhenti atau mengurangi merokok
  • Mengelola stres
  • Pertahankan berat badan yang sehat
  • Makan makanan yang sehat
  • Batasi asupan kolesterol
  • Kontrol diabetes

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: November 14, 2019

Yang juga perlu Anda baca