Berbagai Komplikasi Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Gagal jantung memiliki berbagai potensi komplikasi yang dapat memengaruhi harapan hidup pasiennya. Artinya, saat mengalami komplikasi dari gagal jantung, harapan hidup dari pasiennya akan semakin menurun. Meski begitu, harapan hidup para pasien bisa ditingkatkan dengan pengobatan gagal jantung. Lalu, apa saja komplikasi gagal jantung yang dapat menurunkan angka harapan hidup dari para pasiennya? Simak penjelasannya berikut ini.

Berbagai kondisi kesehatan sebagai komplikasi dari gagal jantung

Berikut ini adalah berbagai masalah kesehatan yang menjadi komplikasi gagal jantung, di antaranya:

1. Gagal ginjal

Salah satu komplikasi gagal jantung adalah gagal ginjal atau kerusakan pada ginjal. Hal ini disebabkan jantung bertugas untuk mengirimkan suplai darah kaya akan oksigen ke seluruh tubuh. Sementara itu, ginjal menyaring darah dan membuang sisanya melalui urine. Selain itu, ginjal juga membantu meregulasi kadar air dan garam untuk mengatur tekanan darah.

Maka itu, tak heran jika salah satu komplikasi dari gagal jantung adalah gagal ginjal. Pasalnya, saat  jantung sudah tidak mampu memompa darah, jantung menjadi penuh dengan darah melebihi kapasitasnya. Hal ini menyebabkan meningkatnya tekanan pada pembuluh darah yang terkoneksi dengan ginjal.

Tekanan tersebut menyebabkan ginjal juga ikut penuh dengan darah. Oleh sebab itu, ginjal juga kekurangan suplai darah yang mengandung oksigen. Jika ginjal mengalami kerusakan, sistem hormon yang meregulasi tekanan darah bekerja secara berlebihan untuk meningkatkan suplai darah menuju ginjal.

Jantung lalu harus memompa darah berlawanan dengan tekanan yang lebih besar pada pembuluh darah arteri sehingga menyebabkan pembuluh arteri memiliki beban kerja lebih berat.

Biasanya, dokter akan secara rutin memeriksa kondisi ginjal pasien yang memiliki masalah kesehatan jantung. Dokter mungkin akan melakukan tes darah yang dapat memeriksa kadar kreatinin, atau “sampah” di dalam tubuh yang dikeluarkan oleh ginjal. Jika kadar kreatinin meningkat, menunjukkan bahwa ginjal mengalami kerusakan.

2. Gangguan katup jantung

Sebenarnya, gagal jantung dan gangguan katup jantung bisa saling memengaruhi. Artinya, gangguan katup jantung merupakan salah satu komplikasi dari masalah kesehatan jantung yang satu ini, dan begitu pula sebaliknya.

Jantung memiliki empat katup jantung yang menjaga agar darah di dalam jantung mengalir ke arah yang tepat. Pada beberapa kasus, katup jantung tidak dapat terbuka atau tertutup dengan baik. Hal ini menyebabkan aliran darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh dapat terganggu.

Pasien gagal jantung mungkin saja mengalami gangguan katup jantung sebagai salah satu komplikasi. Hal ini terjadi karena saat mengalami gagal jantung, katup jantung mungkin tidak dapat bekerja dengan baik karena ukuran jantung membesar atau tekanan pada jantung menjadi sangat besar.

Kondisi ini tentu saja bisa diatasi, akan tetapi penanganannya tergantung pada katup jantung yang bermasalah dan  tingkat keparahan dari masalah katup jantung. Terkadang, gangguan katup jantung harus ditangani dengan prosedur operasi untuk memperbaiki katup atau bahkan menggantinya dengan katup buatan.

3. Aritmia

Komplikasi gagal jantung yang mungkin juga dialami pasiennya adalah aritmia atau masalah pada ritme jantung. Ada beberapa jenis masalah ritme jantung yang bisa Anda ketahui:

Atrial fibrillation

Salah satu jenis masalah ritme jantung ini bisa menjadi komplikasi dari gagal jantung. Kondisi ini terjadi saat detak yang sangat kencang pada bilik jantung bagian atas. Hal ini bisa menjadi penyebab dari stroke, khususnya pada orang yang mengalami gagal jantung.

Masalah ritme jantung yang satu ini juga dapat menyebabkan risiko lain dari gagal jantung yang dimiliki oleh pasien semakin sulit diatasi.

Left bundle branch block

Sementara itu, masalah pada ritme jantung yang satu ini terjadi karena terdapat masalah pada konduksi listrik di jantung. Hampir 30% pasien gagal jantung mengalami kondisi ini. Maka itu, ini merupakan salah satu komplikasi dari gagal jantung.

Ventricular tachycardia and ventricular fibrillation

Jenis aritmia yang dapat membahayakan nyawa ini juga bisa dialami oleh penderita gagal jantung. Maka itu, kondisi ini termasuk komplikasi dari gagal jantung. Jika pasien gagal jantung mengalami kondisi ini, biasanya dokter akan menyarankan pemasangan atau implan defibrillator untuk melindungi pasien gagal jantung dari aritmia.

4. Kerusakan liver

Seperti yang telah disebutkan pada sebuah artikel yang dimuat di Mayo Clinic, salah satu komplikasi gagal jantung yang mungkin dialami oleh pasien adalah kerusakan liver. Ya, masalah jantung dan masalah liver memang sering kali berkaitan.

Artinya, masalah liver bisa saja menyebabkan masalah jantung seperti gagal jantung kiri, dan begitu pula sebaliknya. Hal ini disebabkan gagal jantung berpotensi meningkatkan cairan yang memberi tekanan pada liver. Penumpukan cairan ini dapat menyebabkan luka sehingga liver tidak bisa bekerja dengan baik.

5. Stroke

Stroke juga menjadi salah satu komplikasi yang mungkin terjadi jika Anda mengalami gagal jantung. Pasalnya, otak Anda mengalami kekurangan oksigen karena suplai darah yang mengandung oksigen tidak bisa mencapai ke otak.

Hal ini menyebabkan Anda kehilangan kemampuan kognitif sekaligus fungsi motorik tubuh. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, risiko kematian dari pasien gagal ginjal pun ikut meningkat.

6. Serangan jantung

Serangan jantung mungkin menjadi salah satu penyebab gagal jantung. Meski begitu, bukan berarti saat pasien mengalami gagal jantung, pasien sudah tidak memiliki potensi atau risiko mengalami serangan jantung di kemudian hari.

Ya, pasien yang mengalami gagal jantung masih akan terus memiliki risiko serangan jantung dan angina. Maka itu, pasien tetap harus menjaga kondisi kesehatan dengan baik serta menghindari berbagai aktivitas yang mungkin meningkatkan potensi serangan jantung.

7. Anemia

Anemia juga termasuk salah satu komplikasi dari masalah kesehatan jantung yang satu ini. Penyebabnya adalah berkurangnya hemoglobin yang membawa oksigen di dalam sel darah merah.

Ketika ginjal mengalami kerusakan akibat komplikasi gagal jantung, ginjal akan memproduksi lebih sedikit eritropoietin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Hal ini menyebabkan rasa lelah dan meningkatkan potensi risiko yang berkaitan dengan gagal jantung.

8. Depresi

Tahukah Anda bahwa pasien gagal jantung memiliki risiko mengalami depresi berkepanjangan? Ya, depresi merupakan salah satu komplikasi dari gagal jantung yang mungkin terjadi.

Depresi memiliki kaitan erat dengan kualitas hidup yang menurun, dan hal ini bisa terjadi saat Anda mengalami gagal jantung. Selain itu, gagal jantung juga berpotensi menyebabkan keterbatasan fungsi tubuh, keharusan untuk selalu menjaga kesehatan, biaya perawatan kesehatan yang semakin meningkat, dan kondisi kesehatan yang kian lama kian memburuk.

Hal-hal tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan depresi. Selain itu, depresi juga bisa menyebabkan disfungsi seksual, komplikasi lain dari gagal jantung.  Maka itu, tak heran jika kebanyakan dari pasien gagal jantung mengalami depresi berat karena kondisi-kondisi tersebut.

Untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat memperparah kondisi dan menurunkan harapan hidup dari pasien, pengobatan gagal jantung harus segera dilakukan. Selain itu, dengan segera melakukan penanganan terhadap gagal jantung, harapan hidup pasien akan lebih panjang dan kualitas hidup dari pasien gagal jantung juga meningkat.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

Penyakit jantung dapat menyerang wanita dan pria tanpa memandang usia. Lantas, apa saja gejala dan penyebab penyakit jantung? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 22 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Anuria (Kencing Tidak Keluar)

Anuria adalah kondisi di mana air kencing atau urine tidak bisa keluar. Umumnya, penyebab anuria itu gangguan ginjal. Apakah kondisi ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 27 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Gagal jantung terbagi dua berdasarkan progresnya, yaitu gagal jantung akut dan gagal jantung kronik. Apa yang dimaksud gagal jantung akut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 1 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gemar makan ikan

Benarkah Rutin Makan Ikan Turunkan Risiko Stroke dan Gagal Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
congestive heart failure (CHF) gagal jantung kongestif adalah

Congestive Heart Failure (CHF)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
angioplasti angioplasty

Memahami Manfaat dan Risiko Angioplasti, Prosedur Medis untuk Serangan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
penyakit jantung sakit jantung

Penyakit Jantung (Penyakit Kardiovaskuler)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 11 menit