Apa itu duodenitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu duodenitis?

Duodenitis adalah peradangan yang terjadi di duodenum, bagian pertama dari usus halus. Peradangan pada lapisan duodenum dapat menyebabkan nyeri perut, pendarahan, dan gejala gastrointestinal lainnya.

Penyebab paling umum dari duodenitis adalah infeksi perut terkait jenis bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H. prylori). Organisme ini mengganggu penghalang lendir yang biasanya melindungi lapisan duodenum yang halus dari isi perut asam. Kehilangan penghalang ini membuat seseorang lebih mudah terkena peradangan kronis dan tukak duodenum.

Seberapa umumkah duodenitis?

Menurut National Digestive Diseases Information Clearinghouse, sekitar 20 hingga 50 persen orang di Amerika Serikat mungkin mengalami kondisi ini. Dan hingga 80 persen orang di negara-negara berkembang terinfeksi oleh Helicobacter pylori.

Namun, ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala duodenitis?

Duodenitis menyebabkan peradangan pada lapisan lambung yang dapat menimbulkan sejumlah gejala. Intensitas gejala dapat bervariasi antara para individu.

Gejala umum duodenitis

Anda dapat mengalami gejala duodenitis setiap hari atau hanya sesekali. Sering kali, gejala pada perut berikut bisa jadi parah:

  • perut kembung
  • nyeri perut
  • gas
  • kehilangan napsu makan
  • mual dengan atau tanpa muntah

Gejala serius yang dapat mengindikasikan kondisi mengancam nyawa

Dalam sejumlah kasus, duodenitis bisa jadi mengancam nyawa. Cari bantuan medis darurat (hubungi 118 atau 119) jika Anda, atau seseorang yang sedang bersama Anda, mengalami gejala yang mengancam nyawa berikut:

  • feses berdarah (darah bisa merah, hitam, atau teksturnya seperti ter)
  • nyeri perut yang parah
  • muntah darah

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah memburuknya duodenitis dan mencegah keadaan darurat medis lainnya, jadi konsultasikan pada dokter sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab duodenitis?

Penyebab paling umum dari duodenitis adalah bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H.pylori). Sejumlah besar bakteri yang menyerang perut atau usus halus dapat menyebabkan peradangan.

Penyebab umum lainnya dari duodenitis termasuk penggunaan jangka panjang obat-obatan tertentu, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen.

Penyebab yang kurang umum termasuk:

  • penyakit Crohn (radang saluran pencernaan)
  • suatu kondisi autoimun
  • bile refluks (ketika cairan empedu mengalir dari duodenum ke dalam perut)
  • memiliki infeksi virus tertentu—seperti virus herpes simplex—bersama dengan sistem imun yang lemah
  • cedera traumatis pada usus halus
  • ditempatkan pada mesin pernapasan
  • stres ekstrem yang disebabkan oleh operasi besar, trauma tubuh yang parah, shock
  • menelan zat kaustik atau racun (zat kuat yang dapat membakar atau menimbulkan korosi pada jaringan jika ditelan)
  • merokok berlebihan
  • terapi radiasi untuk kanker
  • kemoterapi untuk kanker

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk duodenitis?

Sejumlah faktor meningkatkan risiko untuk terkena duodenitis. Tidak semua orang dengan faktor risiko akan terkena duodenitis. Faktor risiko duodenitis termasuk:

  • penyalahgunaan alkohol
  • riwayat terapi radiasi
  • stres atau penyakit berat
  • penggunaan tembakau

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana duodenitis didiagnosis?

Ada beberapa tes yang dapat digunakan dokter untuk mendiagnosis duodenitis. H. pylori dapat dideteksi melalui darah, tinja, atau tes napas. Untuk tes napas, Anda akan diminta untuk minum cairan jernih yang hambar dan kemudian bernapas ke dalam suatu kantong. Ini akan membantu dokter untuk mendeteksi ekstra gas karbon dioksida dalam napas Anda jika Anda terinfeksi oleh H. pylori.

Dokter juga dapat melakukan endoskopi bagian atas dengan biopsi. Dalam prosedur ini, kamera kecil yang melekat pada selang kecil yang panjang dan fleksibel (endoskop) diturunkan melalui tenggorokan untuk melihat lambung dan usus halus. Tes ini akan membuat dokter dapat memeriksa peradangan. Dokter dapat mengambil sedikit sampel jaringan untuk pengujian lebih lanjut jika peradangan tidak dapat dideteksi secara visual.

Apa saja pengobatan untuk duodenitis?

Pengobatan untuk duodenitis dimulai dengan mencari perawatan medis dari penyedia layanan kesehatan Anda. Untuk menentukan apakah Anda memiliki duodenitis, dokter mungkin akan meminta Anda untuk memberikan sampel darah, urin, dan feses untuk tes laboratorium. Endoskopi bagian atas memungkinkan visualisasi dari duodenum dan sejumlah biopsi mukosa kecil. Biopsi dipelajari dengan mikroskop untuk mengonfirmasi infeksi H. pylori.

Pengobatan antibiotik untuk ulkus duodenum

Jika duodenitis Anda disebabkan oleh infeksi H pylori, terapi antibiotik adalah andalan pengobatan. Penting untuk menaati regimen antibiotik dengan tepat untuk menghindari infeksi ulang atau kekambuhan. Paling umum, dua antibiotik diberikan untuk 14 hari. Contoh antibiotik termasuk:

  • Amoxicillin
  • Clarithromycin (Biaxin)
  • Metronidazole (Flagyl)
  • Tetracycline

Obat lain untuk mengobati duodenitis

Obat-obatan seperti inhibitor pemompa proton dan histamine H2-receptor antagonist, yang menurunkan jumlah asam dalam lambung, juga dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk duodenitis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi duodenitis?

Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda mencegah duodenitis:

  • Hindari merokok.
  • Jangan minum terlalu banyak alkohol.
  • Makan makanan yang tidak terlalu pedas, minuman asam (seperti jus jeruk atau jus nanas), dan obat-obatan (seperti aspirin) yang berat bagi usus.

Semua ini dapat mengurangi gejala Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca